LagiLagi adalah inisiatif sosial dan pendidikan lingkungan yang berbasis di Denpasar, Bali. Program ini lahir dari ekosistem CushCush dan CushCush Gallery untuk mengolah sisa produksi menjadi benda kreatif, menjalankan workshop anak, serta membangun kesadaran tentang material dan lingkungan. LagiLagi bukan perusahaan mandiri dan tidak tepat diposisikan sebagai produsen massal.
Ringkasan brand
Nama LagiLagi mengandung makna berulang, kembali, dan menggunakan lagi. Inisiatif ini menggabungkan desain, seni, pendidikan anak, upcycling, dan penggalangan dana. Off-cuts dari produksi furniture, kayu, kain, kardus, arang, serta material lain diubah menjadi produk, workshop kit, atau medium belajar.
Hasil penjualan benda dan workshop digunakan untuk mendukung program kreatif gratis bagi anak-anak Bali. Pendekatan tersebut menghubungkan circular design dengan social impact.
Identitas dan operator
CushCush Gallery menjelaskan LagiLagi sebagai inisiatif yang lahir dari CushCush. Organisasi nirlaba Sekaa Citta Karya mengelola ekosistem CushCush Gallery serta LagiLagi sejak 2016.
Verra Febrianti Musriana terverifikasi sebagai product designer yang bekerja pada LagiLagi dan CushCush Bali serta disebut sebagai pendiri Lagi-lagi pada publikasi CAST Foundation. Struktur legal khusus LagiLagi tidak ditemukan karena brand berfungsi sebagai inisiatif sosial.
Produk dan program
LagiLagi membuat koleksi eco-conscious dari production off-cuts. Produk historis mencakup mainan, souvenir, benda desain, arang gambar, tinta natural, dan material workshop.
Make Your Own Charcoal serta Make Your Own Natural Ink adalah workshop yang digunakan untuk penggalangan dana dan pendidikan. Kanal Linktree masih menawarkan workshop custom serta informasi harga.
Charcoal for Children adalah program kreatif berbasis komunitas untuk anak. Tema program mencakup PlayPlay, Hands-On, Drawing Future, dan Tell Me Tales. Anak bekerja bersama seniman, desainer, arsitek, dan komunitas menggunakan material sisa serta bahan alam.
Tell Me Tales berkembang menjadi buku antologi cerita anak dari beberapa desa Bali. Edisi bahasa Inggris diluncurkan pada Oktober 2024.
Aktivitas terkini
Pada JIA Curated 2025, LagiLagi dan CushCush Gallery menjadi partner program edukasi Waste to Wonder. Program memakai furniture komunal dari material reclaimed sebagai media workshop bersama universitas dan komunitas.
JIA Curated 2026 kembali menampilkan Waste to Wonder serta menyebut LagiLagi sebagai inisiatif CushCush yang mendorong anak dan kreator muda mengeksplorasi waste melalui creative play. Ini mendukung status aktif pada 2026.
Segmen penerima manfaat
Segmen utama adalah anak-anak, keluarga, mahasiswa, komunitas kreatif, universitas, seniman, desainer, sponsor, dan publik Bali. Produk serta workshop juga dapat dibeli oleh individu atau organisasi yang ingin mendukung program.
Sebagai social initiative, pelanggan produk dan penerima manfaat perlu dibedakan. Tujuan utamanya tidak hanya penjualan, tetapi pendanaan edukasi serta perubahan cara melihat material sisa.
Model pendanaan
Pendanaan berasal dari penjualan produk upcycling, workshop berbayar, bazaar, consignment, sponsorship, partnership, donasi, serta dukungan CushCush. Profit dari kegiatan tertentu digunakan untuk program anak.
Model ini memiliki keterbatasan skala karena bergantung pada material off-cut, kapasitas workshop, relawan, seniman, dan dukungan sponsor. Nilai sosial tidak dapat diukur hanya melalui jumlah produk.
Posisi dalam kategori
LagiLagi relevan dengan Robries pada circular design, Rebricks pada upcycling material, dan Gringgo pada edukasi lingkungan.
Kelebihan berbasis fakta
- Berakar pada ekosistem CushCush di Bali.
- Menggabungkan upcycling, seni, dan pendidikan anak.
- Memiliki program berulang sejak 2016.
- Masih aktif dalam JIA Curated 2026.
- Memiliki kanal workshop, produk, dan kontak.
Risiko dan keterbatasan
Risiko mencakup ketergantungan sponsor, program tidak berkelanjutan, keselamatan workshop, klaim dampak yang tidak terukur, dan kebingungan antara brand, yayasan, gallery, serta studio.
Tidak tersedia laporan keuangan, angka peserta kumulatif yang diaudit, struktur biaya, atau operator legal khusus. Profil harus menyebut LagiLagi sebagai inisiatif sosial, bukan PT.
Tata kelola program
Workshop anak memerlukan persetujuan orang tua, keselamatan material, supervisi, dokumentasi, dan perlindungan data. Sponsor perlu memahami bagaimana dana digunakan serta indikator program.
Klaim circularity perlu menjelaskan jenis off-cut, volume, produk, umur pakai, dan end-of-life. Mengubah limbah menjadi souvenir tidak otomatis menghasilkan dampak besar tanpa data penggunaan.
Program edukasi dapat dinilai melalui jumlah sesi, anak yang kembali berpartisipasi, keterlibatan orang tua, karya yang dihasilkan, dan perubahan pemahaman tentang material. Indikator tersebut lebih relevan daripada hanya menghitung limbah off-cut yang dipakai karena tujuan utama LagiLagi adalah pendidikan serta kreativitas.
Sebelum mengambil keputusan terkait LagiLagi, pembaca perlu memeriksa legalitas, data terbaru, status operasional, klaim kualitas, dan perubahan produk setelah tanggal riset. Keputusan pembelian atau kerja sama harus memakai dokumen kontrak, sample, hasil uji, serta verifikasi lapangan.
Kesimpulan netral
LagiLagi adalah inisiatif sosial aktif yang menggabungkan upcycling, desain, seni, dan pendidikan lingkungan. Kekuatan utamanya adalah pendekatan kreatif serta komunitas. Profil ini mempertahankan batas entity agar tidak disalahartikan sebagai perusahaan komersial mandiri. Profil lain tersedia di Direktory Brand Indonesia.
Sumber dan tanggal pemeriksaan
Pemeriksaan dilakukan pada 6 Agustus 2026 WIB menggunakan CushCush Gallery, Linktree LagiLagi, CAST Foundation, Altermatter, dan JIA Curated 2026.
Relasi brand dan direktori terkait
Profil ini terhubung ke struktur Direktori Brand UKMS, cluster industrinya, entity layer, direktori usaha lokal, direktori franchise, serta protokol koreksi. Tiga brand terkait dipilih dari cluster yang sama untuk membantu pembaca membandingkan operator, produk, model bisnis, pasar, dan bukti yang tersedia. Link menuju profil terkait hanya aktif di halaman publik ketika target sudah dipublikasikan.
- Direktori Brand UKMS
- Cluster Waste Tech, Daur Ulang, dan Circular Services
- Entity Brand UKMS
- Direktori UKM Indonesia
- Direktori Franchise Indonesia
- Protokol koreksi UKMS
- Ecoplast
- Rebricks
- Waste4Change
Batas bukti: klasifikasi, kepemilikan, produk, lokasi, pendanaan, sertifikasi, dan posisi pasar hanya dicantumkan sejauh didukung sumber yang diperiksa. Perubahan atau koreksi dapat diajukan melalui halaman kontak UKMS dengan menyertakan URL profil, bukti, tanggal berlaku, dan identitas pihak yang berwenang.
