Rekosistem adalah perusahaan clean-tech dan climate-tech Indonesia yang menyediakan pengumpulan, pemilahan, pemulihan, pelacakan, serta pengolahan sampah melalui Waste Station, layanan penjemputan, Material Recovery Facility, aplikasi, dashboard, dan program Extended Producer Responsibility. Brand ini dioperasikan oleh PT Khazanah Hijau Indonesia dan masih aktif pada Agustus 2026.
Ringkasan brand
Rekosistem membangun sistem pengelolaan sampah yang menghubungkan masyarakat, korporasi, waste bank, pekerja sampah, fasilitas pemulihan, dan pabrik daur ulang. Pengguna individu dapat menyerahkan sampah terpilah serta memperoleh poin, sedangkan perusahaan dapat menjalankan program EPR dan memantau data melalui dashboard.
Nama Rekosistem menggabungkan awalan re yang merujuk pada reduce, reuse, recycle, renewable, dan prinsip keberlanjutan lain dengan kata ekosistem. Posisi ini menunjukkan perusahaan berusaha membangun jaringan, bukan hanya layanan pengangkutan.
Identitas dan operator
Operator resmi adalah PT Khazanah Hijau Indonesia. Informasi legal tersebut tercantum pada aplikasi Google Play, kebijakan privasi, dan syarat EPR Platform. Kantor yang dicantumkan berada di Jakarta Selatan.
Joshua Valentino terverifikasi sebagai Chief Operating Officer dan co-founder melalui pemberitaan ANTARA pada April 2026. Daftar founder lengkap tidak tampil secara konsisten pada sumber resmi yang diperiksa, sehingga profil tidak menambahkan nama yang belum pasti.
Produk dan layanan
Waste Station adalah titik pengumpulan tempat masyarakat menyerahkan sampah anorganik atau material tertentu. Sistem aplikasi mencatat transaksi dan memberikan poin yang dapat dikonversi ke nilai ekonomi menurut ketentuan platform.
Waste Collection mencakup pengumpulan dari korporasi, residensial, waste bank, dan mitra. Material kemudian dipilah di Reko Hub atau Material Recovery Facility untuk recovery, data tracking, dan penyaluran ke partner pengolah.
EPR Platform membantu produsen merancang program take-back dan pengurangan sampah sesuai kerangka regulasi Indonesia. Layanan meliputi collection, recovery, circularity, consumer engagement, dashboard, carbon-saving measurement, dan impact reporting.
Perusahaan juga mengelola minyak jelantah serta kategori anorganik tertentu. Daftar material, harga poin, dan lokasi aktif dapat berubah, sehingga pengguna perlu memeriksa aplikasi.
Segmen pasar
Segmen Rekosistem mencakup konsumen, perumahan, perusahaan, produsen FMCG, pusat perbelanjaan, transportasi publik, institusi, waste bank, pabrik daur ulang, dan organisasi yang membutuhkan program EPR.
Pada 2026, Rekosistem bekerja sama dengan MR. D.I.Y. Indonesia dan Pandawara Group untuk Waste Station di MRT Blok M. Kolaborasi tersebut menunjukkan aktivitas publik terkini serta penggunaan stasiun sebagai kanal partisipasi masyarakat.
Model bisnis
Pendapatan dapat berasal dari biaya collection, EPR, recovery, pengolahan, dashboard, pelaporan, proyek Waste Station, sponsor, dan nilai material. Sementara itu, konsumen dapat menerima poin dari material yang memenuhi ketentuan.
Model circular economy bergantung pada harga material, kualitas pemilahan, volume, biaya logistik, kapasitas pabrik, dan traceability. Insentif poin membantu partisipasi, tetapi perusahaan harus menjaga agar biaya program tidak melebihi manfaat lingkungan serta operasional.
Skala dan dampak
EPR Platform menampilkan angka lebih dari 125 juta kilogram sampah dikelola, lebih dari 77 juta kilogram dipulihkan, 23 kota, 104 klien B2B, 16 Reko Hub, 327 pekerja, dan 39 Waste Station. Angka tersebut adalah klaim platform dan dapat berubah.
ANTARA melaporkan Rekosistem bermitra dengan puluhan pabrik daur ulang serta memakai skema satu poin setara satu rupiah pada kegiatan April 2026. Ketentuan poin dapat berbeda menurut material dan waktu.
Kehadiran dan posisi di Indonesia
Aplikasi Rekosistem diperbarui pada Mei 2026. Situs utama, EPR Platform, dashboard, dan kontak masih tersedia. Ini mendukung status aktif.
Dalam direktori, Rekosistem relevan dengan Waste4Change, Plasticpay, dan Gringgo. Rekosistem menonjol pada Waste Station, aplikasi insentif, MRF, dan EPR dashboard.
Kelebihan berbasis fakta
- Operator PT Khazanah Hijau Indonesia dapat diidentifikasi.
- Memiliki aplikasi yang diperbarui pada 2026.
- Menggabungkan Waste Station, collection, MRF, dan daur ulang.
- Menyediakan EPR Platform serta dashboard.
- Memiliki kolaborasi publik terkini pada 2026.
Risiko dan keterbatasan
Risiko mencakup kontaminasi material, poin berubah, lokasi tidak aktif, data tidak sinkron, downstream tidak transparan, dan double counting dampak. Program EPR harus mencegah satu volume sampah diklaim oleh beberapa pihak.
Tidak tersedia laporan keuangan, audit seluruh angka dampak, recovery rate per material, atau daftar pabrik lengkap. Klaim carbon saving perlu metodologi dan boundary yang jelas.
Tata kelola kerja sama
Perusahaan pengguna harus meminta chain of custody, bukti timbang, kategori material, partner downstream, faktor emisi, periode laporan, serta metode mencegah duplikasi. Data dashboard harus dapat direkonsiliasi dengan dokumen fisik.
Pengguna aplikasi perlu memahami ketentuan data pribadi, poin, masa berlaku, dan prosedur pengaduan. Poin bukan tabungan bank dan nilainya mengikuti kebijakan platform.
Verifikasi dampak dan insentif
Skema poin perlu memiliki aturan yang mudah diaudit, termasuk jenis material, berat minimum, kualitas, waktu verifikasi, konversi, masa berlaku, dan kondisi penolakan. Pada program korporasi, volume collection harus dipisahkan dari volume recovery karena sebagian material dapat menjadi residu. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa carbon saving dihitung dengan faktor yang sesuai dan tidak diklaim ulang oleh brand, collector, recycler, serta sponsor secara bersamaan.
Verifikasi dampak dan insentif
Perusahaan yang membiayai Waste Station perlu meminta data utilisasi, jumlah pengguna unik, frekuensi transaksi, komposisi material, biaya per kilogram, dan status lokasi. Fasilitas yang terlihat aktif secara visual belum tentu menghasilkan recovery yang efisien. Evaluasi program harus membandingkan biaya, volume, perubahan perilaku, dan kualitas material sebelum memperluas jaringan.
Kesimpulan netral
Rekosistem adalah perusahaan clean-tech aktif dengan sistem pengelolaan sampah dan EPR yang relatif terintegrasi. Kekuatan utamanya adalah fasilitas publik, teknologi, recovery, dan pelaporan. Kualitas dampak harus dinilai melalui audit data serta downstream. Profil lain tersedia melalui Direktory Brand Indonesia.
Sumber dan tanggal pemeriksaan
Pemeriksaan dilakukan pada 6 Agustus 2026 WIB menggunakan situs Rekosistem, EPR Platform, Google Play, syarat layanan, dan ANTARA.
Relasi brand dan direktori terkait
Profil ini terhubung ke struktur Direktori Brand UKMS, cluster industrinya, entity layer, direktori usaha lokal, direktori franchise, serta protokol koreksi. Tiga brand terkait dipilih dari cluster yang sama untuk membantu pembaca membandingkan operator, produk, model bisnis, pasar, dan bukti yang tersedia. Link menuju profil terkait hanya aktif di halaman publik ketika target sudah dipublikasikan.
- Direktori Brand UKMS
- Cluster Waste Tech, Daur Ulang, dan Circular Services
- Entity Brand UKMS
- Direktori UKM Indonesia
- Direktori Franchise Indonesia
- Protokol koreksi UKMS
- Gringgo
- Plasticpay
- Koinpack
Batas bukti: klasifikasi, kepemilikan, produk, lokasi, pendanaan, sertifikasi, dan posisi pasar hanya dicantumkan sejauh didukung sumber yang diperiksa. Perubahan atau koreksi dapat diajukan melalui halaman kontak UKMS dengan menyertakan URL profil, bukti, tanggal berlaku, dan identitas pihak yang berwenang.
