Solarion

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui4 August 2026
Waktu baca7 menit
KonteksSumber publik
UKMS.OR.ID KNOWLEDGE SYSTEM

Solarion

FormatPage
Diperbarui4 August 2026
Waktu baca7 menit
KonteksPanduan praktis

UKMS.OR.IDDirektory UKM › Solarion

Solarion: EPC Panel Surya, Power Rental Agreement, dan Operasi Pemeliharaan

Solarion adalah perusahaan energi surya Indonesia yang dioperasikan PT Solarion Energi Alam. Perusahaan menawarkan desain, procurement, konstruksi, project management, pembiayaan, operasi, pemeliharaan, monitoring, dan audit sistem tenaga surya.

Website resmi memosisikan Solarion sebagai penyedia proyek rooftop, ground-mounted, dan floating solar. Pelanggannya dapat berasal dari rumah tangga, bisnis, komunitas, fasilitas komersial, industri, sampai proyek utilitas kecil dan lokasi terpencil.

Solarion tidak tepat diklasifikasikan otomatis sebagai UMKM. Perusahaan menawarkan kontrak pembiayaan jangka panjang, proyek EPC, O&M, dan pernah mengumumkan target serta kemampuan pendanaan berskala besar. Posisi yang lebih aman adalah perusahaan pengembang dan penyedia solusi energi surya.

Identitas legal dan alamat

Nama PT Solarion Energi Alam tampil pada halaman kontak resmi serta profil anggota Asosiasi Energi Surya Indonesia. Alamat publik perusahaan berada di CNI Center C3 lantai 2, Jalan Puri Indah Blok O2 No. 1–3, Kembangan, Jakarta.

Website menggunakan domain solarion.id, sementara email memakai solarion.co. Penggunaan dua domain bukan otomatis masalah, tetapi calon pelanggan harus memastikan proposal, rekening, invoice, kontrak, dan komunikasi berasal dari kanal yang benar.

Jangan menyamakan PT Solarion Energi Alam dengan perusahaan lain yang memiliki nama mirip. Akta, NIB, kewenangan penandatangan, rekening perusahaan, dan NPWP harus diperiksa sebelum pembayaran.

Engineering, Procurement, and Construction

Sebagai EPC turnkey, Solarion menyatakan dapat menangani proyek dari desain sampai project management. Ruang lingkup tersebut idealnya mencakup survey, analisis beban, struktur, shading, single-line diagram, pemilihan panel dan inverter, proteksi, kabel, konstruksi, testing, commissioning, serta dokumentasi.

Istilah turnkey tidak selalu berarti seluruh biaya termasuk. Pelanggan harus memeriksa pekerjaan sipil, penguatan atap, panel listrik, trafo, izin, SLO, meter, akses, crane, shutdown, dan jaringan data.

Untuk rooftop, kualitas struktur dan waterproofing sama pentingnya dengan panel. Atap tua atau rapuh dapat menambah biaya dan risiko. Bila atap akan diganti dalam beberapa tahun, kontrak harus menentukan biaya pembongkaran serta pemasangan ulang.

Untuk ground-mounted, studi lahan, drainase, geoteknik, akses, keamanan, vegetasi, dan dampak lingkungan menjadi penting. Floating solar membutuhkan analisis reservoir, mooring, anchoring, korosi, gelombang, akses maintenance, dan keselamatan listrik di atas air.

Power Rental Agreement

Solarion menawarkan Power Rental Agreement sebagai salah satu opsi pembiayaan. Dalam model ini, pelanggan tidak membayar investasi awal. Solarion mendesain serta memasang sistem, kemudian memeliharanya selama masa kontrak. Pelanggan membayar harga energi atau sewa yang diklaim lebih rendah daripada biaya listrik sebelumnya.

Model ini dapat membantu bisnis menjaga arus kas. Namun “tanpa biaya awal” bukan berarti tanpa kewajiban. Pelanggan terikat kontrak yang dapat berlangsung bertahun-tahun.

Dokumen harus mengatur tarif awal, eskalasi, tenor, minimum payment, performance guarantee, curtailment, force majeure, buyout, pengakhiran, perubahan pemilik bangunan, kerusakan atap, dan perubahan penggunaan listrik.

Pelanggan juga perlu mengetahui siapa pemilik aset. Bila aset dimiliki special purpose vehicle, bank, investor, atau affiliate, nama badan hukum tersebut harus tampil jelas.

Kepemilikan Renewable Energy Certificate, carbon attribute, data produksi, dan hak publikasi proyek juga perlu ditentukan. Dua pihak tidak boleh mengklaim pengurangan emisi yang sama tanpa mekanisme yang sah.

Pembelian langsung dan opsi pembiayaan

Selain Power Rental Agreement, Solarion menawarkan pembelian sistem secara langsung. Model ini memberi pelanggan kepemilikan aset dan potensi penghematan lebih besar setelah payback.

Pembelian membutuhkan modal, pengelolaan warranty, maintenance, dan risiko penggantian komponen. Pelanggan harus membandingkan harga EPC dengan spesifikasi yang sama.

Solarion juga menyebut opsi pembiayaan fleksibel. Detail lender, bunga, jaminan, tenor, dan syarat tidak dipublikasikan lengkap pada halaman yang diperiksa. Calon pelanggan harus meminta term sheet.

Keputusan antara membeli, meminjam, atau menyewa harus memakai total cost of ownership dan net present value. Harga bulanan rendah tidak otomatis menjadi pilihan termurah.

Operasi dan pemeliharaan

Solarion menawarkan O&M untuk rooftop dan proyek utilitas kecil, termasuk operasi harian, inspeksi rutin, monitoring, planned serta unplanned maintenance, fault finding, audit independen, manual O&M, dan pelatihan operator.

Website menyebut penggunaan software artificial intelligence untuk monitoring jarak jauh, laporan performa, alarm perawatan, kebutuhan perbaikan, dan outage.

Istilah AI tidak boleh diterjemahkan sebagai jaminan sistem mampu mendeteksi semua masalah. Monitoring bergantung pada sensor, inverter, internet, komunikasi, baseline, dan kualitas data.

SLA perlu menjelaskan response time, resolution time, jam dukungan, remote diagnosis, kunjungan, spare part, dan eskalasi. Untuk proyek industri, kehilangan produksi energi dapat mempunyai konsekuensi finansial.

O&M yang baik seharusnya meliputi inspeksi termografi, string testing, torque, konektor, inverter, proteksi, kabel, grounding, mounting, cleaning, vegetasi, dan dokumentasi.

Monitoring system

Solarion mempunyai halaman monitoring system yang memosisikan platform digital sebagai sarana kontrol dan insight untuk pemilik sistem. Pengguna perlu meminta demo, akses real-time, histori, alarm, ekspor data, dan role management.

Tentukan siapa pemilik data dan berapa lama data disimpan. Bila kontrak berakhir, pelanggan harus dapat memperoleh histori produksi, laporan gangguan, dan konfigurasi sistem.

Untuk perusahaan, integrasi dengan energy management system atau dashboard ESG dapat menjadi kebutuhan. API dan format ekspor perlu disepakati sebelum instalasi.

Target pabrik dan pendanaan 2022

Pada 2022, Solarion mengumumkan rencana mengoperasikan pabrik panel surya di Banten serta target pembangunan PLTS 500 MW dalam tiga sampai lima tahun. Artikel lain menyebut kemampuan dukungan pendanaan sampai US$350 juta dari kombinasi ekuitas serta pinjaman.

Kedua informasi tersebut bersifat historical and self-reported. Profil ini tidak menyatakan pabrik sudah beroperasi atau target 500 MW telah tercapai.

Calon pelanggan dan investor harus meminta status pabrik, kapasitas produksi, sertifikasi, TKDN, lokasi, izin, serta produk yang dihasilkan. Bila panel berasal dari produsen lain, proposal harus menyebut merek dan pabrik sebenarnya.

Angka pendanaan US$350 juta juga bukan bukti dana tersedia tanpa syarat. “Kekuatan pendanaan” dapat berarti akses, rencana, fasilitas, atau kombinasi sumber. Lender commitment dan project financing perlu diverifikasi per proyek.

Kebutuhan yang dapat dilayani

Solarion relevan untuk rumah, gedung komersial, pabrik, gudang, hotel, sekolah, rumah sakit, komunitas, ground-mounted, dan proyek kecil yang memerlukan O&M.

Bisnis dengan konsumsi tinggi pada siang hari mempunyai profil paling menarik untuk on-grid rooftop. Sistem harus mengikuti self-consumption dan kuota sesuai regulasi.

Untuk lokasi tanpa jaringan, desain dapat memerlukan baterai, generator, dan microgrid. Website Solarion tidak memberikan detail teknis storage yang cukup untuk menyimpulkan kemampuan tertentu. Minta pengalaman proyek dan partner teknologi.

Hal yang harus diperiksa sebelum kontrak

Verifikasi PT Solarion Energi Alam dan kewenangan penandatangan.

Minta daftar proyek installed, operational, dan pipeline secara terpisah.

Minta data beban, shading, struktur, produksi, losses, degradation, dan self-consumption.

Periksa panel, inverter, mounting, proteksi, kabel, monitoring, serta warranty.

Periksa PLN, kuota, SLO, izin, dan scope.

Untuk Power Rental Agreement, periksa tarif, eskalasi, tenor, minimum payment, buyout, dan termination.

Tentukan pemilik REC, carbon attribute, data, dan aset.

Minta O&M SLA, response time, spare part, dan performance guarantee.

Minta bukti status pabrik atau kapasitas manufaktur bila dijadikan alasan pemilihan.

Freshness signal sampai Juli 2026

Website Solarion aktif, memakai footer 2024–2026, menampilkan inquiry, pembiayaan, O&M, monitoring, dan alamat. Profil AESI serta LinkedIn perusahaan juga masih tersedia.

Kanal sosial Solarion menampilkan aktivitas edukasi dan pemasaran dalam periode 2025–2026. Sinyal tersebut mendukung status aktif, tetapi tidak menggantikan daftar proyek terbaru.

Tidak ditemukan laporan proyek baru 2026 yang cukup terperinci dalam pemeriksaan batch ini. Calon pelanggan harus meminta reference project terkini.

Ringkasan untuk pengambil keputusan

Solarion menawarkan paket lengkap: EPC, pembiayaan, Power Rental Agreement, monitoring, dan O&M untuk beberapa tipe proyek.

Kekuatan utamanya adalah pilihan model komersial dan kemampuan end-to-end. Risiko utamanya adalah klaim historis mengenai pabrik, target 500 MW, serta pendanaan US$350 juta yang belum dibuktikan sebagai pencapaian aktual.

Pilih berdasarkan proyek yang telah selesai, kontrak, desain, warranty, kemampuan O&M, dan bankability per proyek.

STATUS VERIFIKASI DAN BATASAN

Confirmed:

  • Nama PT Solarion Energi Alam tampil pada halaman kontak dan AESI.
  • Website aktif pada Juli 2026.
  • Layanan mencakup EPC, rooftop, ground-mounted, floating solar, finance, monitoring, dan O&M.
  • Alamat publik berada di CNI Center, Kembangan, Jakarta.
  • Power Rental Agreement masih ditawarkan.

Self-reported:

  • Posisi sebagai perusahaan solar terkemuka.
  • Kualitas, penghematan, AI monitoring, dan kemampuan proyek.
  • Rencana pabrik, target 500 MW, dan akses pendanaan US$350 juta pada 2022.

Historical dan belum terverifikasi:

  • Pabrik Banten yang direncanakan beroperasi akhir 2022.
  • Target 500 MW dalam tiga sampai lima tahun.
  • Pendanaan US$350 juta.

Unverified:

  • Total kapasitas installed dan operational.
  • Status pabrik, volume manufaktur, TKDN, serta daftar proyek terbaru.
  • Struktur kepemilikan dan kondisi keuangan.
  • Status klasifikasi UMKM.

SUMBER UTAMA

1. Solarion, homepage https://solarion.id/ Diamati: 31 Juli 2026 Digunakan untuk: layanan, Power Rental Agreement, pembelian, pembiayaan, dan status aktif. Batasan: sumber perusahaan.

2. Solarion, About Us https://solarion.id/about-us/ Digunakan untuk: EPC, rooftop, ground-mounted, floating solar, O&M, monitoring, dan training. Batasan: klaim perusahaan.

3. Solarion, Finance https://solarion.id/finance/ Digunakan untuk: opsi pembiayaan. Batasan: term komersial tidak dipublikasikan lengkap.

4. Solarion, Contact Us https://solarion.id/contact-us/ Digunakan untuk: PT Solarion Energi Alam, alamat, telepon, dan email. Batasan: alamat publik bukan registry.

5. AESI, PT Solarion Energi Alam https://aesi.or.id/anggota/pt-solarion-energi-alam/ Digunakan untuk: legal identity dan keanggotaan industri. Batasan: profil anggota berbasis informasi perusahaan.

6. Solarion, Rencana Pabrik Banten https://solarion.id/solarion-siap-operasikan-pabrik-panel-surya-di-banten/ Tanggal: 10 Juni 2022 Digunakan untuk: rencana pabrik dan target 500 MW. Batasan: historical plan, bukan bukti realisasi.

7. Solarion, Dukungan Pendanaan https://solarion.id/saatnya-beralih-ke-energi-baru-terbarukan/ Tanggal: 12 Juni 2022 Digunakan untuk: klaim pendanaan US$350 juta. Batasan: self-reported historical claim.

Hubungan dalam sistem UKMS

Profil ini merupakan node entity di Direktory UKM, terhubung dengan entity layer UKMS dan node kategori industri terkait. Klasifikasi industri yang digunakan adalah Energy, Solar & Electrical Solutions.

Informasi komersial, editorial, dan verifikasi dipisahkan. Pemilik entity dapat melihat mekanisme penempatan profil, sedangkan pembaruan fakta mengikuti protokol revisi dan koreksi UKMS.