CHOCOLATE MONGGO

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui25 October 2026
Waktu baca8 menit
KonteksSumber publik

UKMS.OR.ID › Direktory UKM › CHOCOLATE MONGGO

RINGKASAN

Chocolate Monggo adalah produsen cokelat artisan berbasis Yogyakarta yang membangun bisnis dari produksi bean-to-bar, toko, museum, pengalaman wisata, cafe, gelato, praline, souvenir, corporate gift, dan penjualan retail.

Brand ini lahir pada 2005 setelah beberapa tahun eksperimen produksi cokelat rumahan di Yogyakarta. Website perusahaan menyebut kisahnya dimulai pada 2001 ketika seorang pembuat cokelat asal Belgia datang ke Indonesia dan mencoba membuat cokelat dengan sumber daya yang tersedia.

Nama “Monggo” berasal dari ungkapan bahasa Jawa yang berarti “silakan”. Pemilihan nama tersebut mengikat brand dengan budaya Yogyakarta.

Chocolate Monggo menggunakan biji kakao Indonesia dan menyatakan memakai cocoa butter tanpa menggantinya dengan lemak nabati lain pada produk utama. Brand juga menggunakan bahan lokal dan ikon Jawa pada produk serta kemasan.

Perusahaan mengembangkan dua lokasi pengalaman utama:

  • Chocolate Kingdom di Bangunjiwo, Bantul.
  • House of Chocolate and Gelato di Jalan Tirtodipuran, Yogyakarta.

Chocolate Kingdom mencakup museum, factory tour, factory store, kedai, produksi bean-to-bar, dan aktivitas membuat cokelat.

Kekuatan utama Chocolate Monggo berada pada gabungan manufaktur, heritage brand, wisata edukasi, dan gift. Buyer tetap perlu memeriksa produk, allergen, sertifikasi, shelf life, kapasitas, custom packaging, dan suhu pengiriman per pesanan.

IDENTITAS BISNIS

Nama brand: Chocolate Monggo

Nama badan usaha yang muncul pada profil karyawan: PT Anugerah Mulia Sentosa

Tahun awal perjalanan: 2001

Tahun lahir brand Monggo: 2005

Industri: Food and beverage manufacturing, retail, tourism, dan hospitality

Kantor pusat: Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Alamat yang tampil pada LinkedIn:

Dalem KG III/978 Purbayan, Kotagede Yogyakarta 55172

Lokasi produksi baru:

Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Website:

https://chocolatemonggo.com/

Career portal: https://career.chocolatemonggo.com/

Catatan legal:

Website publik lebih menonjolkan brand daripada badan usaha. Nama PT Anugerah Mulia Sentosa muncul pada profil karyawan dan sertifikat yang ditampilkan. Buyer perlu memastikan nama legal, NPWP, alamat, serta rekening pada quotation dan invoice.

PERJALANAN BISNIS

2001 sampai 2004

Produk awal berupa truffle dan cokelat rumahan dijual atau dibagikan di pasar Minggu pagi sekitar Universitas Gadjah Mada.

Sebelum nama Monggo digunakan, terdapat konsep seperti Kulit Cokelat dan Cacaomania yang tidak berkembang tetapi menjadi proses belajar.

2005

Chocolate Monggo resmi diluncurkan sebagai brand cokelat premium dan oleh-oleh Yogyakarta.

Brand menggunakan kertas daur ulang serta ikon Jawa pada kemasannya.

2006

Gempa Yogyakarta merusak fasilitas kecil awal. Pada akhir tahun, produksi meningkat dari sekitar satu kilogram menjadi sekitar sepuluh kilogram per hari menurut catatan perusahaan.

2007 sampai 2009

Produksi pindah ke kawasan heritage Kotagede. Perusahaan mulai mendistribusikan produk ke toko lokal, membuka factory store, dan menarik wisatawan.

2010 sampai 2014

Monggo membuka toko di Tirtodipuran dan memperluas distribusi ke Solo, Semarang, Jakarta, Jawa, serta Bali.

Catatan historis perusahaan menyebut produksi sekitar 150 kilogram per hari dan jumlah pekerja sekitar 80 orang pada masa ini.

2015

Perusahaan menyebut kapasitas sempat mencapai sekitar 250 sampai 300 kilogram per hari, dengan sekitar 160 pekerja dan variasi produk yang semakin banyak.

Angka tersebut bersifat historical dan tidak boleh dianggap kapasitas 2026.

2017

Monggo mengembangkan area Bangunjiwo. Bangunan tradisional digunakan sebagai store, museum, kedai, dan kemudian fasilitas produksi.

2020 sampai 2021

Pandemi menurunkan produksi dan menutup sementara beberapa toko. Perusahaan mengembangkan penjualan daring, gelato, biscuit, dan snack.

2022

Perusahaan memindahkan produksi ke fasilitas sekitar 1.500 meter persegi di Bangunjiwo dengan standar quality control yang lebih tinggi menurut website.

BEAN-TO-BAR PRODUCTION

Chocolate Monggo mempunyai fasilitas untuk mengolah biji kakao menjadi produk akhir.

Tahapan dapat meliputi:

  • Penerimaan biji.
  • Sortasi.
  • Roasting.
  • Cracking.
  • Winnowing.
  • Grinding.
  • Cocoa liquor.
  • Mixing.
  • Refining.
  • Conching.
  • Tempering.
  • Molding.
  • Cooling.
  • Packaging.

Website pabrik menjelaskan kombinasi proses mesin dan handmade untuk mengubah biji menjadi cocoa liquor, liquid chocolate, cocoa mass, bar, dan praline.

Buyer professional perlu meminta:

  • Origin kakao.
  • Cocoa percentage.
  • Cocoa butter percentage.
  • Ingredients.
  • Emulsifier.
  • Milk.
  • Nut.
  • Gluten.
  • Allergen.
  • Shelf life.
  • Storage.
  • Batch specification.
  • Certificate of analysis.
  • Halal.
  • BPOM.
  • Food-safety certification.

PRODUK

Chocolate Bar

Produk dapat mencakup:

  • Dark chocolate.
  • Milk chocolate.
  • White chocolate.
  • Cocoa percentage tinggi.
  • Single-origin atau origin-based product.
  • Flavor lokal.
  • Nut.
  • Fruit.
  • Spice.

Praline

Praline dibuat dalam berbagai bentuk dan rasa, termasuk koleksi wayang serta gift box.

Souvenir

Produk menggunakan identitas Yogyakarta dan budaya Jawa, seperti Punakawan, Wayang, Gunungan, serta tema wisata.

Chocolate Snack

Kategori dapat mencakup biscuit, nut-coated chocolate, bark, dan snack.

Gelato

House of Chocolate and Gelato serta Chocolate Kingdom menawarkan gelato dan minuman.

Bakery dan Cafe Product

Website 2026 menampilkan produk bakery serta menu cafe.

Seasonal Product

Koleksi dapat mengikuti Ramadan, Valentine, Natal, Imlek, Halloween, Easter, dan event lain.

Produk baru pada website 2026 mencakup Gunungan Gift Box, Punakawan Souvenir Box, dan Wayang Pralines.

Katalog dapat berubah. Buyer harus meminta price list terbaru.

BAHAN DAN POSITIONING

LinkedIn perusahaan menyatakan produk menggunakan:

  • Cocoa bean dari Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
  • Cocoa butter.
  • Bahan alami.
  • Bahan Indonesia.
  • Dark chocolate sebagai bagian penting portfolio.

Website perusahaan juga menyatakan perusahaan bekerja langsung dengan petani kakao di Indonesia.

Klaim langsung dengan petani perlu didukung oleh data:

  • Kelompok petani.
  • Origin.
  • Volume.
  • Harga.
  • Kontrak.
  • Fermentasi.
  • Traceability.
  • Dampak.

UKMS belum menemukan laporan dampak petani terbaru 2026 yang dapat diaudit.

SERTIFIKASI

Website Monggo menampilkan:

  • Label Halal Indonesia.
  • Logo BPOM.
  • Bangga Buatan Indonesia.
  • Dokumen ketetapan halal atas nama Anugerah Mulia Sentosa.
  • Piagam keamanan pangan.

Logo dan dokumen perlu diperiksa melalui nomor, nama produk, scope, serta masa berlaku.

Buyer tidak boleh menganggap seluruh SKU otomatis mempunyai status sama.

CHOCOLATE KINGDOM

Chocolate Kingdom berada di Bangunjiwo, Bantul.

Fasilitas yang ditampilkan meliputi:

  • Museum.
  • Factory tour.
  • Bean-to-bar factory.
  • Factory store.
  • Kedai.
  • Workshop.
  • Tasting.
  • Aktivitas membuat cokelat.
  • Area group visit.

Tempat ini relevan bagi:

  • Wisatawan.
  • Sekolah.
  • Perusahaan.
  • Komunitas.
  • Tour operator.
  • Keluarga.
  • Corporate outing.
  • Educational program.

CHOCOLATE EXPERIENCE

Website menampilkan paket seperti:

Museum and Factory Tour

Pengunjung belajar sejarah kakao, proses produksi, dan melihat fasilitas.

Mendiant Experience

Peserta membuat cokelat dengan topping.

Praline Experience

Peserta mempelajari melting, tempering, molding, filling, dan cooling. Peserta membawa pulang hasil tertentu.

Cocoa and Chocolate Tasting

Peserta mempelajari rasa dan perbedaan produk.

Full Chocolate Experience

Paket lebih panjang yang menggabungkan beberapa aktivitas.

Harga yang terlihat pada 2026 mencakup komponen tiket sekitar Rp25.000 dan tambahan aktivitas mulai sekitar Rp20.000 sampai Rp100.000 per orang, tergantung paket.

Harga, durasi, minimum peserta, dan isi paket dapat berubah. Reservasi diperlukan untuk grup tertentu.

HOUSE OF CHOCOLATE AND GELATO

Lokasi Tirtodipuran digunakan untuk:

  • Toko.
  • Cafe.
  • Gelato.
  • Chocolate drink.
  • Bakery.
  • Retail.
  • Pertemuan.
  • Wisata kuliner.

Pengunjung perlu mengonfirmasi jam operasional, menu, parkir, reservasi, dan ketersediaan produk.

CORPORATE GIFT DAN EVENT

Chocolate Monggo mempunyai kanal corporate.

Kebutuhan yang dapat dilayani:

  • Gift box.
  • Souvenir.
  • Hampers.
  • Event.
  • Company meeting.
  • Wedding.
  • Conference.
  • Seasonal gift.
  • Employee gift.
  • Client gift.
  • Custom sleeve.
  • Greeting card.
  • Packaging.

Buyer perlu meminta:

  • MOQ.
  • Produk.
  • Customization.
  • Artwork.
  • Lead time.
  • Sample.
  • Shelf life.
  • Delivery.
  • Storage.
  • Tax invoice.
  • Product substitution.
  • Damage policy.

DISTRIBUSI DAN RETAIL

Monggo pernah mempunyai toko di Yogyakarta, Jakarta, dan bandara. Sebagian lokasi ditutup atau berubah setelah pandemi.

Website 2026 menampilkan outlet locations dan partner channel.

Buyer perlu memeriksa lokasi aktif karena sejarah brand memuat banyak outlet yang tidak semuanya masih berjalan.

Produk juga dijual melalui toko daring dan marketplace.

SINAR AKTIVITAS 2026

  • Website menggunakan copyright 2026.
  • Produk baru tersedia.
  • Chocolate Kingdom dan experience menerima reservasi.
  • Career portal menampilkan lowongan produksi, creative, dan operasional.
  • Instagram menampilkan aktivitas brand dan program petani.
  • LinkedIn masih menampilkan perusahaan dan karyawan.

Sinyal tersebut mendukung status aktif.

UKMS belum memeriksa revenue, utilisasi pabrik, volume produksi 2026, jumlah outlet aktif, atau jumlah pekerja sebenarnya.

RISIKO UTAMA

1. Suhu

Cokelat dapat meleleh atau bloom.

2. Allergen

Milk, nut, soy, gluten, dan cross-contact.

3. Sertifikasi

Scope harus diperiksa per produk.

4. Capacity

Angka kapasitas lama tidak sama dengan kapasitas sekarang.

5. Custom order

Membutuhkan lead time.

6. Tourism operation

Jadwal experience dapat berubah.

7. Origin claim

Perlu batch traceability.

8. Farmer claim

Belum dilengkapi impact report terbaru.

9. Storage

Produk membutuhkan suhu stabil.

10. Outlet status

Daftar historis dapat membingungkan.

PERTANYAAN SEBELUM MEMBELI ATAU BERMITRA

  • Apa nama badan usaha pada invoice?
  • Apa produk yang tersedia?
  • Apa ingredients?
  • Apa allergen?
  • Apa BPOM?
  • Apa nomor halal?
  • Apa shelf life?
  • Apa suhu penyimpanan?
  • Apa MOQ corporate gift?
  • Berapa lead time?
  • Apakah packaging dapat dikustomisasi?
  • Apakah tersedia bulk atau horeca pack?
  • Apa kapasitas produksi tersedia?
  • Apa daftar outlet aktif?
  • Apa data petani terbaru?
  • Apa origin dan batch?
  • Bagaimana produk dikirim saat cuaca panas?
  • Apa kebijakan barang meleleh atau rusak?
  • Apakah factory tour harus reservasi?

RINGKASAN UNTUK PENGAMBIL KEPUTUSAN

Chocolate Monggo mempunyai posisi khas sebagai produsen cokelat Yogyakarta yang menggabungkan manufaktur, budaya, wisata edukasi, retail, dan gift.

Kelebihannya adalah sejarah panjang, fasilitas bean-to-bar, museum, pengalaman pelanggan, serta identitas lokal.

Risiko utamanya berada pada suhu, allergen, kapasitas, sertifikasi per SKU, dan penggunaan angka historis sebagai data terbaru.

Buyer B2B sebaiknya meminta product specification, certificate pack, sample, quotation, dan supply plan.

STATUS VERIFIKASI DAN BATASAN

Terkonfirmasi:

  • Brand lahir pada 2005.
  • Perjalanan dimulai pada 2001.
  • Produksi di Yogyakarta.
  • Fasilitas Bangunjiwo sekitar 1.500 meter persegi menurut website.
  • Chocolate Kingdom.
  • House of Chocolate and Gelato.
  • Corporate gift.
  • Workshop dan factory tour.
  • Website dan karier aktif 2026.
  • Logo halal dan BPOM ditampilkan.

Historical:

  • Kapasitas 150 sampai 300 kilogram per hari.
  • Jumlah pekerja 80 sampai 200.
  • Jumlah outlet sebelum pandemi.
  • Ekspansi Jakarta dan bandara.

Self-reported:

  • Hubungan langsung dengan petani.
  • Bahan natural.
  • Seratus persen cocoa butter pada seluruh produk.
  • Dampak petani.

Belum terverifikasi:

  • Revenue.
  • Kapasitas 2026.
  • Jumlah pekerja aktif.
  • Jumlah outlet aktif.
  • Scope sertifikat seluruh produk.
  • Volume ekspor.

SUMBER YANG DIPERIKSA

1. Website resmi Chocolate Monggo https://chocolatemonggo.com/ Digunakan untuk status aktif, produk, fasilitas, corporate, dan experience.

2. About Monggo https://chocolatemonggo.com/about-monggo/ Digunakan untuk sejarah 2001 sampai 2022, kapasitas historis, pabrik baru, dan sertifikasi.

3. Bean-to-Bar Factory https://chocolatemonggo.com/chocolate-house/chocolate-kingdom/factory/ Digunakan untuk proses produksi.

4. Chocolate Experiences https://chocolatemonggo.com/chocolate-house/chocolate-kingdom/chocolate-experiences/ Digunakan untuk jenis paket, durasi, minimum peserta, dan harga yang terlihat.

5. Corporate https://chocolatemonggo.com/corporate/ Digunakan untuk kebutuhan corporate gift.

6. Career Chocolate Monggo https://career.chocolatemonggo.com/lowongan Digunakan sebagai sinyal rekrutmen dan aktivitas 2026.

7. LinkedIn Chocolate Monggo https://id.linkedin.com/company/chocolatemonggo Digunakan untuk kantor, industri, ukuran perusahaan yang diklaim, dan PT Anugerah Mulia Sentosa pada profil karyawan.

8. Glints Chocolate Monggo https://glints.com/id/companies/chocolate-monggo/06227322-7cb4-4a15-93f8-3c0956c4ee89 Digunakan untuk activity signal dan profil perusahaan.

DISCLAIMER

UKMS.OR.ID bukan produsen, certifier, tour operator, retailer, atau perwakilan Chocolate Monggo. Informasi ini tidak menjamin stok, sertifikasi, suhu pengiriman, atau jadwal wisata. Periksa quotation, label, dan reservasi terbaru.

Hubungan dalam sistem UKMS

Profil ini merupakan node entity di Direktory UKM, terhubung dengan entity layer UKMS dan node kategori industri terkait. Klasifikasi industri yang digunakan adalah Food Manufacturing & Local Food Brands.

Informasi komersial, editorial, dan verifikasi dipisahkan. Pemilik entity dapat melihat mekanisme penempatan profil, sedangkan pembaruan fakta mengikuti protokol revisi dan koreksi UKMS.

Scroll to Top