Kembang Ilung: Anyaman Eceng Gondok dan Purun dari Banyu Hirang, Amuntai

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui16 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Kembang Ilung adalah sentra kerajinan anyaman dari Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Bahan utamanya adalah ilung atau eceng gondok dan purun, dua tanaman yang dekat dengan lanskap rawa Kalimantan Selatan. Karya Kreatif Indonesia mencantumkan Supianor sebagai kontak dan alamat Jalan Gaya Baru RT 01/RW 01, Desa Banyu Hirang.

Supianor dan perjalanan sejak 2005

ANTARA pada 2017 mengutip Supian Noor bahwa ia memulai usaha sejak 2005 melalui pelatihan dan pameran. Pada fase awal, ia sudah menggeluti purun sebelum kemudian mengembangkan eceng gondok. Nama pemimpin muncul dalam beberapa ejaan—Supianor, Supian Noor, Supiaannor, atau Sofian Nur—tetapi konteks sumber konsisten menunjuk penggerak Kembang Ilung di Banyu Hirang.

Penelitian Universitas Lambung Mangkurat 2022 menyebut KUB Kembang Ilung milik Bapak Supianor dan menjadikan usaha ini studi kasus analisis biaya serta nilai tambah. Ini memberi bukti akademik yang cukup kuat tentang eksistensi kelompok.

Eceng gondok dari gulma menjadi bahan kerajinan

Eceng gondok sering tumbuh cepat di perairan dan dapat menjadi masalah bila menutup permukaan air. Di Banyu Hirang, batangnya dimanfaatkan setelah dikeringkan menjadi bahan anyaman. Produk yang terdokumentasi mencakup tas, dompet, keranjang, tikar, kotak tisu, pembatas ruangan, cermin, sampai meja dan kursi.

Pemanfaatan eceng gondok dapat memberi nilai ekonomi pada biomassa yang sebelumnya dianggap mengganggu, tetapi klaim lingkungan perlu tetap hati-hati. Pengambilan bahan, pengeringan, finishing, lem, cat, serta transportasi juga memiliki dampak yang perlu dihitung bila ingin menggunakan klaim sustainability formal.

Purun sebagai keterampilan turun-temurun

ANTARA menyebut masyarakat setempat sudah memiliki tradisi menganyam purun sebelum pengembangan eceng gondok. KKI saat ini menampilkan Totebag Purun Variasi dan Totebag Purun Mix Kulit sebagai produk unggulan. Ini menunjukkan Kembang Ilung mempertahankan dua basis material: purun dan ilung.

Purun dan eceng gondok memiliki sifat berbeda dalam kelenturan, ketebalan, dan penyerapan kelembapan. Quality control perlu mempertimbangkan pengeringan, jamur, kerapatan anyaman, dan stabilitas bentuk.

Dompet eceng gondok

KKI menampilkan Dompet Eceng Gondok dengan ukuran sekitar panjang 30 sentimeter, lebar 3 sentimeter, dan tinggi 17 sentimeter. Material yang dicantumkan adalah eceng gondok. Listing menggunakan klaim dampak positif terhadap planet, tetapi tidak menyediakan life-cycle assessment atau sertifikasi lingkungan.

Karena itu, halaman ini menyebut material berbasis tumbuhan dan pemanfaatan eceng gondok, bukan menyimpulkan produk otomatis carbon-neutral, biodegradable secara penuh, atau zero waste. Lapisan, lem, ritsleting, dan aksesori bisa menggunakan material lain.

Nilai tambah menurut penelitian 2022

Penelitian Frontier Agribisnis menganalisis struktur biaya dan nilai tambah KUB Kembang Ilung berdasarkan data usaha periode penelitian. Studi menghitung nilai tambah untuk tas, kotak tisu, baki, karpet, meja-kursi, dan cermin. Angka finansial penelitian berguna sebagai gambaran historis, bukan omzet atau keuntungan 2026.

Nilai utama riset tersebut adalah menunjukkan bahwa eceng gondok tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk jadi dengan nilai tambah berbeda tergantung desain dan proses.

Kapasitas dan pesanan besar

ANTARA pada 2019 melaporkan pernah ada minat pesanan 200 ribu unit dari pengusaha China, tetapi kelompok belum sanggup memenuhi karena keterbatasan sumber daya perajin. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya gap antara permintaan potensial dan kapasitas produksi.

Halaman ini tidak menyebut transaksi tersebut sebagai ekspor yang terealisasi. Untuk pesanan B2B, buyer perlu meminta kapasitas terkini, jumlah pengrajin, lead time, standardisasi ukuran, dan kemampuan memasok bahan secara berkelanjutan.

Penghargaan Sahabat IKM Banua 2024

ANTARA Kalsel melaporkan Kembang Ilung meraih juara II pada Penghargaan Sahabat IKM Banua 2024 tingkat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Penghargaan tersebut memberi jejak institusional tentang kualitas pengembangan usaha, tetapi tidak menggantikan inspeksi produk per pesanan.

Pada 2026, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan juga mengunjungi galeri Kembang Ilung sebagai bagian dari perhatian pemerintah pada pengembangan UMKM berbasis purun dan ilung.

Pelatihan kerja dan fungsi sosial galeri

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Mei 2026 mendokumentasikan penjajakan kerja sama Bapas Amuntai dengan Rumah Galeri Kembang Ilung untuk pelatihan keterampilan. Supianoor disebut sebagai pengurus galeri dan menyatakan kesiapan mendukung program pembimbingan.

Jejak ini menunjukkan galeri memiliki fungsi pelatihan, tidak hanya produksi. Dampak program—jumlah peserta, durasi, keterampilan yang dikuasai, dan outcome pekerjaan—belum tersedia lengkap.

Pengeringan bahan dan risiko jamur

Eceng gondok dan purun harus dikeringkan dengan baik sebelum dianyam. Bahan yang masih menyimpan kelembapan dapat berubah warna, berbau, atau berjamur selama penyimpanan. Untuk buyer hotel, retail, atau ekspor, kadar air bahan menjadi parameter penting terutama bila produk dikirim ke wilayah dengan kelembapan berbeda.

Sumber publik Kembang Ilung belum menampilkan target kadar air, metode pengeringan, atau treatment antijamur. Jika menggunakan bahan kimia, lem, coating, atau kulit sebagai kombinasi, spesifikasinya juga perlu dicatat. Hal ini membantu membedakan produk dekoratif, furnitur, dan aksesori yang memiliki tuntutan ketahanan berbeda.

Untuk pengiriman jarak jauh, desain kemasan juga perlu menjaga bentuk anyaman agar tidak tertekan, lembap, atau berubah selama transportasi.

Keunikan yang dapat diverifikasi

Keunikan Kembang Ilung berada pada kemampuan mengolah dua material rawa, eceng gondok dan purun, menjadi beragam produk home decor dan aksesori. Rekam akademik, ANTARA, pemerintah provinsi, dan Ditjenpas memberi bukti yang lebih lengkap daripada profil komersial semata.

Dalam Direktory UKM UKMS, Kembang Ilung dapat dibaca bersama Isna Puring, In Solusi Galeri, Kejaya Handicraft, dan Kain Tumanggal.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

  • Status KUB, NIB, merek, dan struktur anggota saat ini.
  • Jumlah pengrajin, kapasitas, upah, lead time, dan pembagian nilai.
  • Kadar air bahan, treatment antijamur, lem, coating, dan quality control.
  • Asal bahan purun/eceng gondok serta bukti sustainability bila diklaim.
  • Dokumen transaksi luar negeri bila klaim pasar ekspor digunakan.

Kesimpulan netral

Kembang Ilung memiliki dokumentasi kuat sebagai KUB kerajinan dari Banyu Hirang, Hulu Sungai Utara, dengan pengalaman sejak sekitar 2005. Eceng gondok dan purun menjadi material inti. Kapasitas, legalitas kelompok, treatment bahan, dan klaim ekspor perlu diverifikasi sesuai kebutuhan buyer.

Konteks dan entitas terkait

Kembang Ilung tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Kejaya Handicraft; Kain Tumanggal; Isna Puring. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top