OSEM

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui29 October 2026
Waktu baca6 menit
KonteksSumber publik

UKMS.OR.ID › Direktory UKM › OSEM

Industri:

Fashion, textile, natural dye, slow fashion, workshop, dan artisan product

Model bisnis:

Social commerce, marketplace, retailer, workshop, event, ready-to-wear, textile, dan accessories

Lokasi Ku Ka:

Cilandak, Jakarta Selatan

Instagram: https://www.instagram.com/_osem/

Ku Ka: https://kuka.co.id/shop/profile/695/osem

Website:

Tidak ditemukan website official current

Catatan legal:

Buyer harus meminta nama PT, CV, NIB, pemilik merek, invoice, rekening, dan identitas penjual sebelum order besar.

ARTI NAMA

Belum ditemukan penjelasan resmi mengenai arti “Osem”.

Nama dapat berfungsi sebagai identitas singkat dan minimalis.

UKMS tidak membuat interpretasi etimologis tanpa sumber.

SEJARAH

2014

Osem didirikan oleh Arichi Christika.

Brand membangun identitas melalui warna biru dari Indigofera tinctoria dan teknik tie-dye.

2016

Osem tercatat bergabung dengan Ku Ka pada Oktober 2016.

2017

Osem muncul dalam booklet Slow Fashion Lab dan diskusi sustainable fashion Indonesia.

2019

Osem menjadi objek penelitian praktik sustainability bersama Rupahaus.

2020–2023

Brand banyak disebut dalam media sebagai contoh fashion lokal yang memakai natural dye, zero waste, dan fair trade.

2026

Instagram masih aktif dan mempublikasikan workshop indigo dyeing serta natural dye.

INDIGOFERA TINCTORIA

Osem menggunakan Indigofera tinctoria untuk menghasilkan warna biru.

Proses indigo dapat meliputi:

  • Pemanenan daun.
  • Fermentasi.
  • Ekstraksi.
  • Pembuatan pasta atau pigment.
  • Persiapan vat.
  • Pencelupan.
  • Oksidasi.
  • Pengulangan.
  • Pencucian.
  • Pengeringan.

Warna biru terbentuk setelah material bereaksi dengan oksigen.

Buyer perlu menanyakan:

  • Asal Indigofera.
  • Supplier.
  • Reducing agent.
  • Alkali.
  • pH.
  • Air.
  • Wastewater.
  • Worker protection.
  • Colorfastness.

Natural indigo tidak otomatis berarti seluruh proses tanpa bahan kimia tambahan.

NATURAL DYE

Selain indigo, sumber menyebut pewarna alami lain dapat meliputi:

  • Mangrove.
  • Jelawe.
  • Tegeran.
  • Tanaman lokal.
  • Bahan eksperimen lain.

Ketersediaan warna current harus dikonfirmasi.

Tanaman pewarna dapat mempunyai isu:

  • Sourcing.
  • Harvest.
  • Land use.
  • Traceability.
  • Mordant.
  • Fastness.
  • Wastewater.

TIE-DYE DAN JUMPUTAN

Osem dikenal memakai teknik:

  • Melipat kain.
  • Mengikat.
  • Menjepit.
  • Menahan bagian kain.
  • Mencelup.
  • Membuka ikatan.
  • Mengeringkan.

Teknik menghasilkan pola yang tidak identik.

Variasi merupakan bagian dari karakter handmade.

SERAT ALAMI

Sumber menyebut Osem memakai:

  • Cotton.
  • Linen.
  • Ramie.
  • Natural fibres lain.

Buyer perlu meminta material composition karena:

  • Cotton dapat berupa conventional atau organic.
  • Linen dapat berupa blend.
  • Ramie dapat dicampur fibre lain.
  • Thread, elastic, dan lining dapat sintetis.

Istilah natural fibre tidak otomatis berarti biodegradable secara utuh.

ZERO WASTE

Osem dikenal dengan prinsip less waste atau zero waste.

Praktik yang disebut:

  • Memanfaatkan sisa kain.
  • Membuat produk kecil dari offcuts.
  • Memberikan sisa kepada label lain untuk upcycling.
  • Mengurangi zipper.
  • Menghindari plastic buttons.
  • Mendesain pattern untuk mengurangi sisa.
  • Menggunakan serat alami.

Zero waste di sini sebaiknya dipahami sebagai tujuan atau prinsip.

Buyer perlu meminta data:

  • Cutting waste.
  • Persentase offcut.
  • Material destination.
  • Reject.
  • Packaging.
  • Unsold stock.
  • End-of-life.

TANPA ZIPPER DAN KANCING PLASTIK

Sumber media menyatakan Osem menghindari zipper dan plastic buttons.

Alternatif dapat berupa:

  • Tie.
  • Wrap.
  • Wooden button.
  • Coconut-shell button.
  • Fabric loop.
  • Metal component.
  • Pullover construction.

Klaim perlu diperiksa per produk current.

Produk historical dan koleksi tertentu dapat berbeda.

UPCYCLING

Sisa kain dapat diubah menjadi:

  • Pouch.
  • Accessories.
  • Detail garment.
  • Patch.
  • Small textile object.
  • Collaboration material.

Belum ditemukan data volume upcycling.

FAIR TRADE

Media menyebut Osem menerapkan fair trade dan membayar pekerja sesuai kondisi kerja yang baik.

Klaim fair trade perlu dibuktikan dengan:

  • Benchmark upah.
  • Piece rate.
  • Jam kerja.
  • Benefit.
  • Contract.
  • Overtime.
  • Health and safety.
  • Gender.
  • Grievance.
  • Audit.

Osem tidak ditemukan memiliki sertifikasi Fairtrade Textile Standard.

PORTFOLIO PRODUK

Produk yang pernah muncul:

  • Kimono outer.
  • Top.
  • Dress.
  • Pants.
  • Tie pants.
  • Mask.
  • Scarf.
  • Bag.
  • Accessories.
  • Textile.
  • Limited pieces.
  • Workshop kit.

Katalog current perlu diminta langsung.

SIZING

Slow-fashion brand sering memakai:

  • Loose fit.
  • Adjustable tie.
  • One size.
  • Limited size.
  • Small production.

Osem belum menampilkan size chart publik yang dapat diverifikasi.

Buyer perlu meminta:

  • Bust.
  • Waist.
  • Hip.
  • Length.
  • Sleeve.
  • Fit note.
  • Model measurement.
  • Shrinkage.

COLORFASTNESS DAN CROCKING

Natural indigo dapat mengalami:

  • Color transfer.
  • Fading.
  • Crocking.
  • Patchy ageing.
  • Patina.
  • Difference between batches.

Konsumen perlu mengikuti care instruction.

Produk harus diuji sebelum dipakai bersama tas atau pakaian warna terang.

CARE

Praktik umum:

  • Handwash.
  • Cuci terpisah.
  • Gunakan deterjen lembut.
  • Hindari bleach.
  • Jangan rendam lama.
  • Jemur teduh.
  • Hindari dryer panas.
  • Simpan kering.
  • Setrika suhu sesuai fibre.

Instruksi final harus berasal dari label Osem.

WORKSHOP

Instagram 2026 menampilkan workshop natural dye dan indigo dyeing.

Workshop dapat mencakup:

  • Pengenalan tanaman.
  • Persiapan kain.
  • Folding.
  • Tying.
  • Dyeing.
  • Oxidation.
  • Washing.
  • Basic sustainability education.

Calon peserta perlu menanyakan:

  • Tanggal.
  • Venue.
  • Trainer.
  • Durasi.
  • Harga.
  • Material.
  • Usia.
  • Safety.
  • Cancellation.
  • Produk yang dibawa pulang.

KU KA

Ku Ka menampilkan Osem sebagai seller dari Cilandak, Jakarta Selatan.

Osem bergabung sejak Oktober 2016.

Keberadaan listing menunjukkan jejak perdagangan, tetapi buyer perlu memeriksa:

  • Produk aktif.
  • Seller response.
  • Stock.
  • Payment protection.
  • Return.
  • Shipping.
  • Seller verification.

SOCIAL COMMERCE

Instagram menjadi kanal utama.

Risiko:

  • Akun imitasi.
  • Rekening pribadi.
  • DM tidak terdokumentasi.
  • Stok berubah.
  • Harga berubah.
  • Kebijakan return tidak terlihat.
  • Produk limited.
  • Lead time tidak jelas.

Transaksi sebaiknya memakai marketplace atau invoice tertulis.

OFFLINE DAN EVENT

Osem pernah berpartisipasi dalam:

  • Fashion event.
  • Sustainable-fashion exhibition.
  • Workshop.
  • Pop-up.
  • Curated marketplace.
  • Community event.

Belum ditemukan daftar stockist current.

AKTIVITAS 2026

Sinyal aktivitas:

  • Instagram masih aktif.
  • Workshop Maret tampil.
  • Ku Ka profile masih dapat ditemukan.
  • Brand masih muncul dalam daftar sustainable-fashion 2026.
  • Penelitian terbaru masih menggunakan Osem sebagai objek.
  • Identitas brand konsisten.

Sinyal keterbatasan:

  • Tidak ada website.
  • Tidak ada badan usaha.
  • Tidak ada katalog lengkap.
  • Tidak ada store locator.
  • Tidak ada policy.
  • Tidak ada current official marketplace yang jelas selain Ku Ka.

KEBUTUHAN YANG DAPAT DILAYANI

Osem berpotensi relevan bagi:

  • Konsumen slow fashion.
  • Natural-dye enthusiast.
  • Workshop participant.
  • Boutique.
  • Curated retailer.
  • Sustainable-fashion event.
  • Museum shop.
  • Corporate workshop.
  • Designer collaboration.
  • Textile researcher.

INFORMASI PROCUREMENT

Natural-dyed apparel: Tersedia berdasarkan brand positioning.

Indigo: Tersedia.

Tie-dye: Tersedia.

Accessories: Tersedia secara historical.

Workshop: Aktif berdasarkan Instagram.

Wholesale: Belum terverifikasi.

Corporate order: Belum terverifikasi.

Custom order: Belum terverifikasi.

MOQ:

Belum dipublikasikan.

Legal entity:

Belum ditemukan.

Current catalogue: Belum tersedia secara publik.

Location: Cilandak menurut Ku Ka.

RISIKO UTAMA

  1. Tidak ada legal entity terbuka.
  2. Tidak ada website.
  3. Social-commerce risk.
  4. Katalog current tidak jelas.
  5. Natural-dye variation.
  6. Color transfer.
  7. Zero-waste claim tanpa metric.
  8. Fair-trade claim tanpa audit.
  9. Size dan return tidak jelas.
  10. Workshop safety dan policy perlu konfirmasi.

PERTANYAAN SEBELUM MEMBELI ATAU BERMITRA

  • Apakah @_osem akun resmi?
  • Apa badan usaha?
  • Siapa pemilik merek?
  • Apa alamat workshop?
  • Apa katalog current?
  • Apakah Ku Ka seller masih aktif?
  • Apa material composition?
  • Apa sumber Indigofera?
  • Apa bahan pembantu dyeing?
  • Apa size chart?
  • Apa care instruction?
  • Apa return policy?
  • Berapa MOQ?
  • Apakah wholesale tersedia?
  • Apakah corporate workshop tersedia?
  • Apa data zero-waste?
  • Apa bukti fair trade?
  • Berapa artisan aktif?

RINGKASAN UNTUK PENGAMBIL KEPUTUSAN

Osem merupakan salah satu nama awal dalam percakapan sustainable fashion Indonesia.

Kelebihannya adalah indigo, tie-dye, serat alami, zero-waste principle, dan workshop.

Risiko utamanya adalah rendahnya kesiapan informasi bisnis.

Status paling tepat adalah aktif dengan verifikasi terbatas.

Transaksi besar memerlukan identity check, sample, invoice, legal document, production timeline, dan written agreement.

STATUS VERIFIKASI DAN BATASAN

Terkonfirmasi:

  • Brand Osem.
  • Didirikan Arichi Christika pada 2014 berdasarkan penelitian.
  • Instagram @_osem.
  • Ethical textile dan handcrafted positioning.
  • Natural indigo.
  • Tie-dye dan jumputan.
  • Workshop 2026.
  • Ku Ka listing Cilandak.
  • Bergabung Ku Ka sejak 2016.

Self-reported atau media-reported:

  • Zero waste.
  • Tidak memakai zipper dan kancing plastik.
  • Fair trade.
  • Upcycling.
  • Natural fibre.
  • Ethical production.

Belum terverifikasi:

  • Legal entity.
  • Revenue.
  • Profit.
  • Jumlah artisan.
  • Current catalogue.
  • Current stockist.
  • Wholesale.
  • Corporate order.
  • Fair-trade audit.
  • Waste volume.
  • Dye certificate.

SUMBER YANG DIPERIKSA

1. Instagram Osem https://www.instagram.com/_osem/ Digunakan untuk status, ethical textile, handcrafted, dan workshop.

2. Ku Ka https://kuka.co.id/shop/profile/695/osem Digunakan untuk lokasi Cilandak dan seller history.

3. Moda: The Fashion Journal “Praktik Keberlanjutan pada Merek Tekstil dan Fesyen Indonesia: Rupahaus dan Osem” Digunakan untuk sustainability practice.

4. Penelitian UMN Digunakan untuk founder Arichi Christika, tahun 2014, online dan offline sales, serta Indigofera.

5. Jejakin Digunakan untuk zero waste, plastic-button avoidance, dan natural dye.

6. Parapuan Kompas Digunakan untuk fibre, indigo, zero-waste practice.

7. Beautynesia Digunakan untuk portfolio, fair trade, dan upcycling.

8. Waste4Change Digunakan untuk brand context dan Indigofera.

9. Goethe-Institut Slow Fashion Lab Digunakan untuk historical slow-fashion participation.

10. BINUS Communication Digunakan untuk zero-waste dan natural-fibre context.

DISCLAIMER

UKMS.OR.ID bukan seller, certifier, workshop organizer, atau perwakilan Osem. Informasi ini tidak menjamin legal identity, stock, process, atau impact. Verifikasi langsung sebelum transaksi.

Hubungan dalam sistem UKMS

Profil ini merupakan node entity di Direktory UKM, terhubung dengan entity layer UKMS dan node kategori industri terkait. Klasifikasi industri yang digunakan adalah Fashion, Textile, Footwear & Accessories.

Informasi komersial, editorial, dan verifikasi dipisahkan. Pemilik entity dapat melihat mekanisme penempatan profil, sedangkan pembaruan fakta mengikuti protokol revisi dan koreksi UKMS.

Scroll to Top