Pagi Motley Bali: Pewarna Alam, Kain Celup, dan Studio Produksi di Sembiran

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui14 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Pagi Motley adalah studio pewarnaan alam dan tekstil dari Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Profil Karya Kreatif Indonesia menyebut usaha ini didirikan pada 15 Agustus 2019 oleh I Made Andika Putra, yang telah menekuni pewarna alami sekitar dua dekade. Layanan yang dicantumkan meliputi pencelupan kulit, kain, serat agel, dan kayu, tenun, desain interior, workshop warna alam, serta desain pakaian.

Portal pariwisata Pemerintah Kabupaten Buleleng juga mencatat Pagi Motley Studio di Sembiran dengan I Made Andika Putra sebagai penanggung jawab atau pemilik. Jejak tersebut mendukung lokasi dan aktivitas studio, tetapi bentuk badan usaha serta klasifikasi mikro, kecil, atau menengah secara legal belum tersedia dalam sumber publik yang diperiksa.

Sumber warna dari tumbuhan

KKI dan Pemerintah Kabupaten Buleleng menyebut lima sumber warna utama: daun ketapang untuk hitam, daun mangga untuk kuning, daun indigo untuk biru, kayu secang untuk merah, dan serabut kelapa untuk cokelat. RRI pada 2022 melaporkan bahwa Pagi Motley bereksperimen dari warna dasar tersebut untuk menghasilkan lebih banyak variasi warna.

Warna tumbuhan dapat berubah menurut musim, umur bahan, lokasi tumbuh, metode ekstraksi, kualitas air, mordant, pH, waktu pencelupan, dan jenis serat. Karena itu, pembeli bisnis perlu meminta swatch yang disetujui, toleransi perubahan warna, formula batch, serta prosedur re-dye. Klaim warna alami tidak berarti hasil selalu identik.

Proses manual dan teknik tekstil

Situs Pagi Motley menjelaskan proses manual mulai dari pemotongan, persiapan kain, pengikatan motif, pencucian, pencelupan, hingga pengeringan. Katalog dan pemberitaan pemerintah menampilkan teknik tie dye, shibori, air brush, painting, serta penciptaan motif dengan malam atau pengikat. Produk KKI mencakup scarf, kain, outer, kemeja, dan karpet patchwork.

Salah satu produk KKI berupa scarf jumputan indigo mencantumkan bahan katun, pewarna alam, ukuran 170 x 90 sentimeter, dan teknik ATBM. Produk lain menggunakan inspirasi patchwork dari kain perca. Spesifikasi tersebut berlaku pada produk tertentu dan tidak boleh dianggap mewakili seluruh koleksi.

Bahan serat dan perawatan

Pemerintah Kabupaten Buleleng pada 2024 mengutip I Made Andika Putra bahwa koleksi menggunakan serat alami seperti katun dan linen tanpa poliester. Pernyataan tersebut terkait koleksi yang dipamerkan dan perlu diperiksa per SKU. Campuran benang, kain pelapis, benang jahit, resleting, kancing, dan aksesori mungkin memiliki komposisi berbeda.

Sumber yang sama menyarankan perawatan dengan mencuci tangan dan menggunakan sampo, serupa perawatan kain endek. Petunjuk ini merupakan saran pelaku usaha, bukan standar pengujian tekstil. Pembeli perlu meminta uji ketahanan warna terhadap pencucian, keringat, gesekan kering dan basah, cahaya, serta perubahan pH.

Keterlibatan komunitas dan bahan lokal

RRI melaporkan bahwa pada masa awal, tim mencari sendiri daun untuk bahan warna. Kemudian Pagi Motley membangun pola pembelian daun dari warga sekitar, termasuk ibu-ibu desa yang membawa bahan secara rutin. Situs resmi juga menyatakan proses melibatkan tenaga manusia dan komunitas lokal.

Informasi ini menunjukkan hubungan dengan pasokan lokal, tetapi belum memberikan jumlah pemasok, harga beli, volume, standar panen, atau pendapatan warga. Klaim pemberdayaan perlu didukung data pembayaran, kontinuitas pembelian, keselamatan kerja, dan pembagian nilai agar dampaknya dapat dinilai.

Pasar dan aktivitas publik

KKI menyebut jangkauan pasar ke Korea, Amerika, Australia, dan Eropa. Pemerintah Buleleng pada 2024 menyatakan pasar saat itu didominasi konsumen luar negeri. Informasi tersebut menunjukkan orientasi internasional, tetapi bukan bukti ekspor langsung. Penjualan kepada wisatawan, desainer asing, perantara, atau pengiriman lintas negara perlu dibedakan.

Pagi Motley tampil pada perayaan HUT Kota Singaraja ke-420 dengan koleksi bertema Selaras. Aktivitas tersebut mendukung keberadaan brand dalam ekosistem kreatif Buleleng. Status kerja sama, kalender workshop, kapasitas peserta, dan koleksi terkini perlu dikonfirmasi langsung.

Risiko lingkungan dan green claim

Pewarna alami dapat mengurangi penggunaan zat warna sintetis tertentu, tetapi tidak otomatis menjadikan seluruh proses ramah lingkungan. Penilaian membutuhkan data sumber tanaman, penggunaan lahan, bahan mordant, volume air, energi pemanasan, pengolahan limbah cair, pemanfaatan residu, serta daya tahan produk. Produk yang cepat pudar dan cepat diganti dapat memiliki dampak berbeda dari produk yang tahan lama.

Standarisasi warna untuk klien desain

Klien desainer membutuhkan sistem komunikasi warna yang lebih rinci daripada nama seperti biru indigo atau cokelat kelapa. Pagi Motley dapat dinilai melalui swatch fisik, kode batch, foto dalam pencahayaan standar, jenis kain, jumlah pencelupan, dan toleransi perubahan warna. Sampel digital saja tidak cukup karena kamera, layar, dan pencahayaan dapat mengubah persepsi.

Untuk produksi ulang, formula dan catatan proses perlu disimpan tanpa menghilangkan sifat eksperimental pewarna alam. Kesepakatan dapat membedakan warna target, variasi yang dapat diterima, dan kondisi yang memerlukan persetujuan ulang. Ini penting bagi koleksi yang diproduksi bertahap atau membutuhkan tambahan bahan setelah peluncuran awal.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

  • Nama badan usaha, status merek, dan klasifikasi skala legal.
  • Jenis mordant dan zat bantu, formula, penggunaan air, energi, serta pengolahan limbah.
  • Komposisi serat, aksesori, ketahanan warna, susut, dan instruksi perawatan per SKU.
  • Jumlah pemasok atau pekerja lokal, pola pembayaran, dan metrik dampak komunitas.
  • Bentuk penjualan luar negeri dan bukti ekspor langsung bila diklaim.
  • Kapasitas jasa pencelupan, minimum order, toleransi warna, dan lead time.

Kesimpulan netral

Pagi Motley memiliki jejak publik yang konsisten sebagai studio warna alam di Sembiran, Bali Utara, dengan layanan tekstil, busana, workshop, dan desain. KKI, pemerintah Buleleng, RRI, dan situs resmi mendukung identitas pendiri, sumber warna tumbuhan, proses manual, serta keterlibatan pasokan lokal. Klaim lingkungan, ekspor, dampak komunitas, dan konsistensi teknis perlu diverifikasi dengan data.

Pembaca dapat menelusuri Direktory UKM UKMS, pengembang ecoprint Namira Ecoprint, fesyen Sumatera Barat Muthis Collections, sulam usus Lampung Nabila, dan rumah mode tenun NTT Padu Padan Tenun. tautan dua arah disiapkan setelah destination page dipublikasikan.

Sumber dan jalur koreksi

Sumber diperiksa pada 7 Agustus 2026 WIB melalui KKI, situs Pagi Motley, Pemerintah Kabupaten Buleleng, portal Visit North Bali, dan RRI Singaraja. Koreksi proses, bahan, lokasi, atau dampak harus disertai bukti teknis dan URL resmi.

Konteks dan entitas terkait

Pagi Motley tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Rumah Rakuji; Sahena Sasirangan; Padu Padan Tenun. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top