Romadu: Madu Hutan Pulau Romang, Maluku Barat Daya, dan Jejak Usaha Tiga Generasi

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui23 September 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Ringkasan entity

Romadu adalah brand madu hutan dari Maluku yang tercantum dalam Karya Kreatif Indonesia. Profil KKI menceritakan usaha madu keluarga yang telah berjalan sejak generasi kakek pada era 1970-an, kemudian diberi identitas brand Romadu pada 2016. Nama Romadu dikaitkan dengan madu dari Pulau Romang di Kabupaten Maluku Barat Daya.

RRI Ambon pada Agustus 2025 juga memberitakan Romadu dan menyebut Febe Binnendyk sebagai pelaku UMKM yang mengembangkan brand tersebut. Sumber ini memperkuat continuity story, tetapi sejarah keluarga tetap merupakan klaim yang berasal dari penuturan usaha.

Asal madu Pulau Romang

KKI menyebut madu berasal dari hutan Pulau Romang, Maluku Barat Daya, dan diposisikan sebagai raw honey tanpa pemrosesan. RRI juga menempatkan Pulau Romang sebagai origin utama madu hutan Romadu.

Nama pulau pada sumber kadang ditulis Roma dan Romang. Sebelum data terstruktur final dipublish, geographic naming sebaiknya diselaraskan dengan referensi administrasi resmi agar tidak membentuk dua entity lokasi yang sebenarnya sama.

Produk dan format kemasan

KKI menampilkan beberapa format, termasuk jar 125 ml, tumbler 300 ml dan 500 ml, sachet, stoples sachet, serta refill. Variasi ini menunjukkan produk diarahkan untuk konsumsi rumah tangga, perjalanan, gifting, maupun porsi kecil.

RRI 2025 juga menyebut inovasi sachet dan Botanical Honey Drink. Produk minuman tersebut tidak boleh disamakan dengan raw honey; bahan, formulasi, izin, dan nutrition information perlu diperiksa terpisah.

Klaim murni dan tanpa pemrosesan

Profil KKI menggunakan klaim madu hutan murni, raw honey, tanpa campuran, dan tanpa pemrosesan. Halaman UKMS mencatatnya sebagai klaim produk yang bersumber dari KKI, bukan hasil uji laboratorium independen.

Untuk procurement, kemurnian madu sebaiknya diverifikasi melalui spesifikasi dan pengujian yang relevan. Parameter seperti kadar air, HMF, gula, kontaminan, residu, dan mikrobiologi dapat menjadi kebutuhan tergantung tujuan pasar.

PIRT dan halal

Halaman produk KKI untuk jar 125 ml dan tumbler 500 ml menyatakan produk memiliki izin PIRT dari Dinas Kesehatan Kota Ambon dan bersertifikat halal. Pada batch ini nomor izin, nama legal pemegang, issuer certificate, scope, serta masa berlaku tidak tersedia dalam hasil yang diperiksa.

Karena itu catatan fakta profil hanya menyimpan status reported claim. sebelum informasi dipakai untuk keputusan final atau procurement, dokumen aktual harus diperiksa agar nomor dan nama entity sesuai.

Local wisdom dan mata pencaharian

Profil KKI menyebut panen madu sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat setempat dan menghubungkan Romadu dengan niat membantu kesejahteraan pemanen madu. Narasi tersebut penting untuk konteks daerah, tetapi belum memberikan ukuran impact.

Jika klaim pemberdayaan akan dipakai secara publik, perlu data jumlah pemanen, struktur pembayaran, periode kemitraan, volume pembelian, dan perubahan pendapatan. Tanpa data tersebut, wording tetap pada level tujuan atau misi.

Alamat operasional dan distribusi

KKI mencantumkan alamat kontak di kawasan Bukit Lateri Indah, Baguala, Kota Ambon. Origin madu berada di Maluku Barat Daya, sehingga perlu dibedakan antara lokasi panen, lokasi pengumpulan, lokasi pengemasan, dan alamat administrasi.

Buyer harus memastikan dari mana barang dikirim, siapa operator pengemasan, bagaimana traceability batch ke area panen, serta bagaimana madu disimpan selama transportasi antarpulau.

Segmen pelanggan dan procurement

Beragam format kemasan membuka penggunaan untuk retail, hampers, hotel, corporate gift, dan perjalanan. Untuk B2B, hal penting adalah MOQ, batch size, lead time, harvest season, availability, food-grade packaging, outer carton, labeling, dan ability to replenish.

Jika madu akan digunakan sebagai ingredient industri, buyer memerlukan specification yang lebih ketat daripada konsumen retail, termasuk consistency, lab report, bulk packaging, traceability, dan supplier approval.

Harga sebagai data dinamis

KKI menampilkan harga per SKU, tetapi angka tersebut hanya snapshot katalog. Harga madu hutan dapat berubah karena musim panen, pasokan, kemasan, dan logistik.

Quotation harus mencantumkan volume, ukuran kemasan, tanggal berlaku, pajak, pengiriman, serta terms pembayaran. Jangan menggunakan harga KKI sebagai kontrak.

Risiko informasi dan limitation

Evidence kuat pada batch ini meliputi brand Romadu, branding sejak 2016, tiga-generation story, origin Pulau Romang, produk raw forest honey, akun romaduku, alamat Ambon, serta klaim PIRT/halal pada halaman KKI. RRI memberi dukungan independen atas identitas Febe Binnendyk dan aktivitas 2025.

Legal entity, izin bernomor, validitas halal, kapasitas panen, jumlah pemanen, hasil lab, omzet, dan ekspor belum terverifikasi. Klaim kesehatan tidak dimasukkan karena madu bukan pengganti diagnosis atau terapi medis.

Kesimpulan netral

Romadu mempunyai origin story dan regional identity yang cukup jelas: madu hutan Pulau Romang dengan brand yang dikembangkan sejak 2016 dan jejak keluarga yang lebih panjang. Variasi kemasan serta pemberitaan RRI memperkuat visibility entity.

Untuk buyer profesional, tahap berikutnya adalah validasi legal identity, dokumen PIRT/halal, lab specification, traceability, kapasitas musiman, dan struktur hubungan dengan pemanen.

Traceability madu dan musim panen

Madu hutan memiliki variabilitas alami yang dipengaruhi musim, sumber nektar, cuaca, lokasi koloni, dan metode panen. Karena itu konsistensi warna, aroma, kekentalan, atau rasa antar batch dapat berubah. Perubahan tersebut tidak otomatis berarti kualitas turun, tetapi buyer perlu memahami batas spesifikasi yang diterima.

Untuk procurement berulang, Romadu idealnya mempunyai batch code yang menghubungkan produk ke periode panen dan lokasi pengumpulan. Catatan kadar air, hasil uji laboratorium, serta kondisi penyimpanan membantu memastikan bahwa klaim origin Pulau Romang dapat ditelusuri secara operasional.

Kemitraan dengan pemanen madu

Narasi KKI menempatkan pemanen madu sebagai bagian penting dari local wisdom dan mata pencaharian masyarakat. Ini memberi konteks sosial yang kuat, tetapi data publik belum menjelaskan jumlah pemanen, metode pembagian nilai, atau aturan panen lestari.

Jika Romadu ingin mengembangkan klaim social impact atau sustainability, bukti yang dibutuhkan mencakup jumlah mitra aktif, wilayah panen, standar keselamatan, metode menjaga koloni, pembelian minimum, pembayaran, dan periode pengukuran. Tanpa indikator tersebut, UKMS mempertahankan narasi sebagai mission statement.

Sumber dan correction path

Pemeriksaan dilakukan 7 Agustus 2026 WIB. pemeriksaan duplikasi indeks UKMS tidak menemukan exact page dengan nama atau alamat profil yang direncanakan.

Koreksi dapat diajukan melalui jalur editorial UKMS dengan menyertakan bukti primer bertanggal. Data dinamis seperti harga, stok, alamat operasional, izin, sertifikasi, kapasitas, kontak, kanal penjualan, dan status distribusi harus diperiksa ulang sebelum dipakai untuk keputusan pembelian atau kemitraan.

Konteks dan entitas terkait

Romadu tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: RM Cahaya Minang; Ririen's Food; RoyalHealthFood. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top