Tara Indonesia: Tas Kulit Bordir dan Kerajinan Tasikmalaya sejak 2010

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui11 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Identitas Tara Indonesia

Tara Indonesia adalah brand aksesori dari Tasikmalaya yang di KKI juga memiliki jejak nama Tara Bags. Profil KKI 2026 menyebut TARA BAGS didirikan pada 2010 dan mengembangkan produk dengan bordir serta anyaman tradisional khas Tasikmalaya. KKI mencantumkan Irsyad Nurdin sebagai kontak, sementara publikasi Kementerian Perindustrian juga membahas Tara Bags sebagai IKM tas bordir buatan tangan khas Tasikmalaya. Alamat yang ditampilkan KKI berada di Perumahan Taman Cilolohan Indah, Kota Tasikmalaya.

Tas kulit dan bordir manual

Produk Valerig Bag Floral Waves di KKI menggunakan kulit sapi yang dikombinasikan dengan bordir manual, lapisan dalam suede, resleting YKK, dan tali panjang berbahan kulit. Dimensi yang ditampilkan 34 x 11,5 x 14,5 cm. Produk Birkin Bag Floral Abstract juga menggunakan kombinasi kulit sapi, bordir manual, suede, dan YKK. Kesamaan material pada dua SKU memberi gambaran DNA produk premium, tetapi tidak berarti seluruh tas Tara memiliki spesifikasi identik.

Tara Pouch Daisy dan produk berukuran kecil

KKI juga menampilkan Tara Pouch Daisy berukuran 19 x 9 x 11 cm dengan kulit sapi dan bordir manual. Kehadiran pouch menunjukkan brand tidak hanya fokus pada handbag besar. Produk kecil dapat menyasar gift, aksesori perjalanan, dan konsumen yang membutuhkan item dengan harga masuk lebih rendah. Untuk buyer, ukuran, jenis kulit, ketebalan, lining, zipper, dan strap tetap perlu diperiksa per SKU.

Jejak sejak 2010

Profil KKI lama dengan nama Tara Bags dan publikasi Kementerian Perindustrian sama-sama menempatkan awal usaha pada 2010. Sumber tersebut menjelaskan kekuatan Tara pada bordir, anyaman, variasi model, dan kombinasi warna yang mengikuti tren. Kesamaan tahun dan positioning membuat jejak Tara Bags dan Tara Indonesia cukup konsisten. Namun status legal apakah “Tara Indonesia” merupakan nama dagang baru, parent brand, atau perubahan merek tetap perlu dicocokkan dokumen usaha.

Irsyad Nurdin dan pengembangan usaha

KKI menampilkan Irsyad Nurdin sebagai kontak utama. Publikasi Kementerian Perindustrian juga mengutip Irsyad dalam konteks pengembangan Tara Bags, dukungan pameran, perizinan, dan perlindungan hak kekayaan intelektual. Artikel ini tidak menetapkan struktur saham atau jabatan hukum karena dokumen badan usaha tidak tersedia. Untuk kontrak B2B, buyer perlu memastikan nama legal, penanggung jawab, rekening usaha, dan merek yang digunakan konsisten.

Bordir Tasikmalaya sebagai sumber diferensiasi

Tasikmalaya memiliki tradisi bordir yang menjadi bagian identitas produk Tara. Bordir manual pada kulit atau panel tekstil dapat menghasilkan karakter yang berbeda dari printing, tetapi juga membutuhkan quality control ketat. Pemeriksaan perlu mencakup kerapatan bordir, benang lepas, konsistensi pola, posisi motif, perlindungan permukaan kulit, dan kerapian bagian belakang bordir agar tidak mengganggu lining atau struktur tas.

Kulit, suede, dan hardware

Penggunaan kulit sapi, suede, zipper YKK, serta strap kulit pada beberapa SKU menempatkan produk dalam kategori yang membutuhkan material specification jelas. Buyer perlu mengetahui jenis tanning, ketebalan kulit, finishing, toleransi warna, sumber suede, kode zipper, hardware plating, dan care instruction. Jika produk dipasarkan ke ekspor, deklarasi bahan hewani dan regulasi negara tujuan juga perlu diperiksa. Klaim “kulit asli” sebaiknya didukung supplier specification.

Pasar online, outlet, dan ekspor

KKI menyebut Tara dipasarkan online, melalui outlet lokal, dan diminati pasar ekspor. Profil lama juga menyebut segmentasi kelas menengah dan ekspor. Informasi ini menunjukkan orientasi pasar yang luas, tetapi negara tujuan, volume, dan frekuensi shipment tidak dicantumkan. Buyer yang memerlukan bukti ekspor harus meminta invoice yang dapat disamarkan, packing list, atau dokumen shipment aktual, bukan hanya mengandalkan profil program.

Custom, tren, dan risiko desain

Produk yang mengikuti tren cepat dapat menghadapi risiko koleksi menjadi usang dan stok bahan tidak terpakai. Tara dapat mengurangi risiko melalui modular design, penggunaan motif bordir yang dapat dipindahkan antarshape, serta produksi batch kecil. Untuk custom order, buyer perlu mengunci motif, warna, ukuran, hardware, logo, dan eksklusivitas desain. Approved sample harus disimpan untuk repeat order.

Due diligence untuk buyer

Dokumen yang perlu diminta mencakup legal identity, hubungan Tara Indonesia dengan Tara Bags, katalog aktif, material declaration, jenis kulit, lining, hardware, zipper, ukuran, toleransi, MOQ, kapasitas, lead time, approved sample, packaging, dan kebijakan cacat. Untuk klaim ekspor dan hak desain, buyer juga perlu meminta dokumen shipment serta status merek atau desain industri bila relevan.

Quality assurance untuk kombinasi kulit dan bordir

Menggabungkan bordir dengan kulit menciptakan titik risiko tambahan dibanding tas kulit polos. Jarum dan proses bordir dapat memengaruhi panel, sementara ketegangan benang harus cukup rapat tanpa membuat material berkerut. Setelah bordir selesai, panel harus diperiksa untuk simetri, posisi motif, benang longgar, dan kerusakan permukaan. Saat dirakit menjadi tas, bagian bordir juga perlu terlindungi dari gesekan lining, zipper, atau hardware. Approved sample yang lengkap lebih penting daripada hanya menyetujui artwork bordir.

Packaging produk premium

Tas kulit dan suede membutuhkan packaging yang mencegah deformasi, lembap, dan gesekan. Dust bag, tissue, stuffing, silica gel bila sesuai, serta karton dengan ruang yang cukup dapat menjaga bentuk selama pengiriman. Untuk buyer ekspor, uji transportasi perlu memperhitungkan suhu dan kelembapan. Packaging premium juga sebaiknya menyertakan care card agar konsumen memahami cara menyimpan kulit dan membersihkan bordir tanpa merusak warna atau tekstur.

Arsip material per batch juga penting karena warna kulit dan suede dapat berubah antar-lot. Buyer repeat order perlu memahami batas variasi alami dan menyetujui swatch sebelum produksi berikutnya.

tautan internal dan konteks direktori

Pembaca dapat melihat produsen aksesori dan craft lain melalui Direktory UKM UKMS, Rabita, Raisya Craft, Qibtia Jewel, dan Prive. Tautan ini bersifat kategori dan tidak menunjukkan afiliasi.

Kesimpulan

Tara Indonesia memiliki jejak kuat sebagai pengembangan brand Tara Bags dari Tasikmalaya yang berjalan sejak 2010. KKI dan Kementerian Perindustrian mendukung identitas produk bordir, Irsyad Nurdin, serta positioning kerajinan lokal. Hal yang masih perlu diverifikasi mencakup hubungan nama merek, legal entity, kapasitas, sumber material, status hak kekayaan intelektual, dan shipment ekspor terbaru. Koreksi dapat diajukan melalui kontak UKMS.

Konteks dan entitas terkait

Tara Indonesia tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Rayya Stories; Rorokenes; Rabita. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top