Master franchise adalah bentuk pengembangan waralaba di mana franchisor memberikan hak eksklusif kepada satu pihak (master franchisee) untuk mengelola, mengembangkan, dan memberikan sub-waralaba dalam wilayah tertentu.
Master franchisee bertindak sebagai perpanjangan tangan franchisor di wilayah yang disepakati.
Definisi
Master franchise adalah:
skema waralaba bertingkat yang memberikan hak pengembangan wilayah kepada master franchisee, termasuk hak merekrut dan mengelola sub-franchisee.
Model ini umum digunakan untuk:
- ekspansi lintas wilayah,
- ekspansi lintas negara,
- pengelolaan pasar yang kompleks.
Posisi Master Franchisee
Dalam struktur waralaba, master franchisee berada di tengah:
- Franchisor → Master Franchisee → Sub-Franchisee
Master franchisee:
- memegang hak wilayah eksklusif,
- menjalankan sebagian fungsi franchisor,
- tetap terikat pada standar dan kontrol franchisor utama.
Hak Master Franchisee
Hak yang umumnya dimiliki master franchisee:
- hak eksklusif pengembangan wilayah,
- hak menerima franchise fee dari sub-franchisee,
- hak menerima bagian royalti,
- hak melakukan pelatihan dan pengawasan,
- hak menggunakan dan mengelola merek dalam wilayahnya.
Hak-hak ini dibatasi oleh perjanjian master franchise.
Kewajiban Master Franchisee
Kewajiban utama master franchisee meliputi:
- menjaga standar merek dan sistem,
- melakukan pelatihan dan dukungan operasional,
- melakukan kontrol kualitas,
- menyetor bagian royalti ke franchisor,
- melaporkan kinerja jaringan wilayah.
Master franchisee tidak memiliki kebebasan penuh seperti pemilik merek.
Master Franchise dan Franchise Fee
Dalam skema master franchise:
- franchise fee dapat dibayarkan ke master franchisee,
- franchisor utama biasanya menerima bagian tertentu,
- struktur pembagian harus tercantum jelas dalam perjanjian.
Franchise fee tetap bersifat biaya awal, meskipun jalurnya bertingkat.
Master Franchise dan Royalti Waralaba
Royalti waralaba dalam sistem master franchise:
- dikumpulkan oleh master franchisee,
- dibagi sesuai persentase yang disepakati,
- tetap menjadi sumber pendapatan utama sistem.
Royalti mencerminkan tanggung jawab berkelanjutan, bukan sekadar hak wilayah.
Perjanjian Master Franchise
Skema ini selalu melibatkan:
- perjanjian antara franchisor dan master franchisee,
- perjanjian turunan antara master franchisee dan sub-franchisee.
Kedua perjanjian harus:
- konsisten secara struktural,
- tidak bertentangan dengan standar inti,
- selaras secara hukum.
Perbedaan Master Franchise dan Sub-Franchise
Master franchise:
- mengelola wilayah,
- merekrut sub-franchise,
- memegang fungsi pengawasan.
Sub-franchise:
- mengoperasikan outlet,
- tidak memiliki hak pengembangan wilayah,
- terikat pada master franchisee.
Keduanya memiliki peran tidak setara.
Master Franchise vs Waralaba Tunggal
Waralaba tunggal:
- franchisee langsung ke franchisor,
- tanpa hak pengembangan wilayah.
Master franchise:
- bertingkat,
- berorientasi ekspansi,
- berisiko lebih tinggi tetapi berpotensi lebih besar.
Lihat Juga
/franchise-fee//royalti-waralaba//perjanjian-waralaba//sub-franchise//kemitraan-usaha/