Master Franchise

UKMS.OR.ID · KNOWLEDGE SYSTEM
FormatHalaman UKMS
Diperbarui25 September 2026
Waktu baca2 menit
KonteksPanduan praktis

Master franchise adalah bentuk pengembangan waralaba di mana franchisor memberikan hak eksklusif kepada satu pihak (master franchisee) untuk mengelola, mengembangkan, dan memberikan sub-waralaba dalam wilayah tertentu.

Master franchisee bertindak sebagai perpanjangan tangan franchisor di wilayah yang disepakati.


Definisi

Master franchise adalah:

skema waralaba bertingkat yang memberikan hak pengembangan wilayah kepada master franchisee, termasuk hak merekrut dan mengelola sub-franchisee.

Model ini umum digunakan untuk:

  • ekspansi lintas wilayah,
  • ekspansi lintas negara,
  • pengelolaan pasar yang kompleks.

Posisi Master Franchisee

Dalam struktur waralaba, master franchisee berada di tengah:

  • Franchisor → Master Franchisee → Sub-Franchisee

Master franchisee:

  • memegang hak wilayah eksklusif,
  • menjalankan sebagian fungsi franchisor,
  • tetap terikat pada standar dan kontrol franchisor utama.

Hak Master Franchisee

Hak yang umumnya dimiliki master franchisee:

  • hak eksklusif pengembangan wilayah,
  • hak menerima franchise fee dari sub-franchisee,
  • hak menerima bagian royalti,
  • hak melakukan pelatihan dan pengawasan,
  • hak menggunakan dan mengelola merek dalam wilayahnya.

Hak-hak ini dibatasi oleh perjanjian master franchise.


Kewajiban Master Franchisee

Kewajiban utama master franchisee meliputi:

  • menjaga standar merek dan sistem,
  • melakukan pelatihan dan dukungan operasional,
  • melakukan kontrol kualitas,
  • menyetor bagian royalti ke franchisor,
  • melaporkan kinerja jaringan wilayah.

Master franchisee tidak memiliki kebebasan penuh seperti pemilik merek.


Master Franchise dan Franchise Fee

Dalam skema master franchise:

  • franchise fee dapat dibayarkan ke master franchisee,
  • franchisor utama biasanya menerima bagian tertentu,
  • struktur pembagian harus tercantum jelas dalam perjanjian.

Franchise fee tetap bersifat biaya awal, meskipun jalurnya bertingkat.


Master Franchise dan Royalti Waralaba

Royalti waralaba dalam sistem master franchise:

  • dikumpulkan oleh master franchisee,
  • dibagi sesuai persentase yang disepakati,
  • tetap menjadi sumber pendapatan utama sistem.

Royalti mencerminkan tanggung jawab berkelanjutan, bukan sekadar hak wilayah.


Perjanjian Master Franchise

Skema ini selalu melibatkan:

  • perjanjian antara franchisor dan master franchisee,
  • perjanjian turunan antara master franchisee dan sub-franchisee.

Kedua perjanjian harus:

  • konsisten secara struktural,
  • tidak bertentangan dengan standar inti,
  • selaras secara hukum.

Perbedaan Master Franchise dan Sub-Franchise

Master franchise:

  • mengelola wilayah,
  • merekrut sub-franchise,
  • memegang fungsi pengawasan.

Sub-franchise:

  • mengoperasikan outlet,
  • tidak memiliki hak pengembangan wilayah,
  • terikat pada master franchisee.

Keduanya memiliki peran tidak setara.


Master Franchise vs Waralaba Tunggal

Waralaba tunggal:

  • franchisee langsung ke franchisor,
  • tanpa hak pengembangan wilayah.

Master franchise:

  • bertingkat,
  • berorientasi ekspansi,
  • berisiko lebih tinggi tetapi berpotensi lebih besar.

Lihat Juga

  • /franchise-fee/
  • /royalti-waralaba/
  • /perjanjian-waralaba/
  • /sub-franchise/
  • /kemitraan-usaha/

Scroll to Top