Author: UKMS

  • Teguk – Minuman Segar, Harga Rakyat, Rasa Sultan

    Teguk – Minuman Segar, Harga Rakyat, Rasa Sultan, Teguk adalah brand minuman kekinian asli Indonesia yang mengusung konsep minuman murah berkualitas, dengan menu bervariasi mulai dari kopi, teh, susu, hingga boba dan jus segar. Didirikan pada tahun 2018, Teguk tumbuh sangat pesat dan kini memiliki ratusan outlet di seluruh Indonesia. Brand ini dikenal dengan tagline “Teguk Segarnya!”, yang merangkum misinya untuk menjadi solusi minuman menyegarkan, terjangkau, dan cocok untuk semua kalangan.

    Yang membedakan Teguk dari kompetitor adalah kemampuannya menyajikan menu viral dengan harga sangat ekonomis, bahkan di tengah maraknya tren minuman premium. Di Teguk, kamu bisa menikmati minuman kekinian hanya dengan Rp 10.000-an, tanpa mengorbankan rasa, porsi, atau kualitas.

    Menu populer dari Teguk antara lain:

    • Thai Tea Original & Green Thai Tea,
    • Brown Sugar Boba Fresh Milk,
    • Taro Latte,
    • Es Kopi Gula Aren,
    • serta minuman buah seperti Mango Yakult, Strawberry Smoothie, dan Leci Tea Blast.

    Mereka juga menghadirkan inovasi minuman bertema lokal seperti Es Teh Tarik Cendol, Kopi Gula Aren Klepon, dan seasonal menu seperti Kurma Latte saat Ramadan. Semua minuman bisa dikustomisasi sesuai selera—tingkat manis, tambahan topping, bahkan bisa dibuat less ice atau no ice.

    Harga menu berada di kisaran Rp 8.000 – Rp 25.000, menjadikan Teguk sangat kompetitif dan disukai oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran yang ingin minum enak setiap hari tanpa bikin dompet bolong.

    Outlet Teguk didesain minimalis dan cepat saji, sering kali berbentuk booth atau gerai kecil di area strategis seperti depan sekolah, kampus, pasar modern, atau pinggir jalan. Desain branding-nya simple dan mudah diingat: logo Teguk dengan huruf bold, warna cerah (hijau atau orange), serta cup transparan dengan desain playful.

    Dari sisi pemasaran, Teguk sangat kuat di strategi harga dan lokasi. Mereka menargetkan tempat dengan lalu lintas tinggi dan harga terjangkau, dengan model usaha berbasis kemitraan/franchise ringan. Karena itu, ekspansi Teguk begitu cepat. Mereka bahkan pernah membuka 100+ gerai baru hanya dalam beberapa bulan.

    Teguk juga aktif di media sosial, dengan konten kreatif dan kolaborasi dengan influencer lokal. Kampanye seperti “Teguk Rp 10.000-an” atau “Tegukin Aja” viral di TikTok dan Instagram, terutama karena kombinasi antara harga murah dan kemasan kekinian yang tetap estetik.

    Dalam hal operasional, Teguk mendukung mitra dengan sistem yang sudah sangat matang: supply chain bahan baku dari pusat, pelatihan karyawan, SOP penyajian cepat, hingga sistem pemesanan online yang terintegrasi.

    Teguk membuktikan bahwa minuman kekinian tidak harus mahal untuk berkualitas. Dengan harga rakyat dan rasa yang terus berinovasi, Teguk menjadi brand yang dicintai masyarakat luas dan punya potensi besar menjadi raksasa minuman lokal masa depan.

  • Gulu Gulu – Minuman Teh dan Boba Kekinian dengan Sentuhan Jepang

    Gulu Gulu – Minuman Teh dan Boba Kekinian dengan Sentuhan Jepang, Gulu Gulu adalah brand minuman kekinian asal Indonesia yang terinspirasi dari budaya Jepang dan menyajikan berbagai varian minuman berbasis teh, susu, dan boba. Dengan tagline “Minumannya Imut, Rasanya Serius!”, Gulu Gulu berhasil merebut hati anak muda Indonesia lewat menu yang playful, tampilan yang menggemaskan, dan rasa yang tetap bisa bersaing dengan brand internasional.

    Didirikan di bawah naungan Kulo Group, Gulu Gulu hadir sebagai bagian dari tren minuman manis (sweet drink trend) yang sedang booming di Indonesia sejak tahun 2019. Mereka membidik pasar Gen Z dan milenial yang gemar mencoba minuman baru, suka tampilan yang Instagramable, dan mencari pengalaman rasa yang unik.

    Menu andalan Gulu Gulu antara lain:

    • Susu Gula Aren Boba
    • Uji Matcha Milk
    • Sakura Lychee Tea
    • Chizu Mango
    • Brown Sugar Boba with Cream Cheese

    Salah satu ciri khas Gulu Gulu adalah foam cream cheese di atas minuman—tekstur creamy, sedikit asin, dan sangat cocok dipadukan dengan rasa manis dari susu atau teh. Banyak pelanggan datang khusus hanya untuk mencoba minuman dengan topping “chizu” khas mereka.

    Gulu Gulu juga dikenal karena tampilan visualnya yang mencolok: logo dengan huruf besar warna pink dan biru pastel, cup transparan bergambar karakter lucu bergaya Jepang, serta outlet yang penuh warna dengan mural bertema kartun dan anime. Semua ini menjadikan Gulu Gulu sebagai brand yang fun, imut, tapi tetap punya identitas rasa yang kuat.

    Dari sisi harga, Gulu Gulu berada pada kisaran Rp 20.000 – Rp 35.000 per minuman, tergolong menengah namun terjangkau untuk target pasarnya. Porsinya besar, rasanya konsisten, dan banyak pilihan yang bisa disesuaikan—mulai dari tingkat manis, banyak es, hingga jumlah boba.

    Outlet Gulu Gulu biasanya berbentuk kios atau booth kecil di dalam mal, area kampus, dan pusat kuliner. Beberapa outlet flagship juga menyediakan area duduk kecil untuk nongkrong singkat sambil menikmati minuman. Desainnya tetap konsisten: ceria, warna-warni, dan sangat foto-genik.

    Pemasaran Gulu Gulu sangat fokus pada media sosial—mereka aktif membuat konten lucu, menggandeng influencer muda, dan sering meluncurkan seasonal menu edisi spesial, seperti Gulu Sakura, Gulu Halloween Edition, atau Gulu Ramadan. Mereka juga sering mengadakan promo beli 2 gratis 1 atau bundling dengan brand F&B lain dari grup yang sama.

    Dari sisi bisnis, Gulu Gulu membuka peluang kemitraan yang terintegrasi dengan supply chain Kulo Group. Mitra akan mendapatkan bahan baku premium langsung dari pusat, SOP standar, dan sistem digital pemesanan yang memudahkan operasional sehari-hari.

    Dengan perpaduan branding yang playful, rasa yang disukai banyak kalangan, dan sistem bisnis yang efisien, Gulu Gulu berhasil menjadi salah satu pemain utama di industri boba dan minuman teh kekinian di Indonesia.

  • Toko Kopi Tuku – Kopi Tetangga yang Melegenda

    Toko Kopi Tuku – Kopi Tetangga yang Melegenda, Toko Kopi Tuku adalah salah satu pelopor kedai kopi lokal yang sukses memperkenalkan tren kopi susu gula aren ke khalayak luas. Didirikan oleh Andanu Prasetyo pada tahun 2015 di daerah Cipete, Jakarta Selatan, Tuku tumbuh dari sebuah kedai kecil “kopi tetangga” menjadi ikon kopi lokal yang membumi dan dicintai lintas generasi.

    Nama “Tuku” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “beli”—filosofi ini mencerminkan misi Tuku: menyediakan kopi yang bisa dibeli dan dinikmati siapa saja. Gak heran kalau sejak awal, Tuku memposisikan dirinya sebagai kopi yang sederhana, affordable, dan penuh cita rasa.

    Menu andalan Tuku adalah:

    • Es Kopi Susu Tetangga – kopi dengan susu dan gula aren yang creamy, manis, dan sedikit pahit,
    • Kopi Hitam Tetangga – kopi manual brew khas nusantara,
    • Susu Matcha, Coklat Aren, hingga Susu Jahe untuk non-kopi lovers,
    • serta berbagai kue-kue rumahan seperti bolu jadul, pisang goreng, dan pastel.

    Yang membuat Tuku istimewa bukan hanya menunya, tapi pengalaman yang diberikan. Tuku menjual bukan sekadar kopi, tapi juga “rasa tetangga” yang akrab: baristanya ramah, kedainya hangat, dan suasananya homey. Walau banyak cabang, semuanya terasa personal.

    Harga minumannya juga tetap ramah kantong, berkisar Rp 15.000 – Rp 30.000. Sangat terjangkau untuk kelas menengah dan menjadikannya favorit para pekerja kantoran, mahasiswa, hingga ibu-ibu komplek. Di Tuku, minum kopi bukan sekadar gaya hidup, tapi kebiasaan harian yang menyenangkan.

    Desain outlet Tuku sangat khas: minimalis dengan sentuhan kayu dan jendela kaca lebar, biasanya berukuran kecil, cukup untuk grab-and-go atau sekadar ngopi santai. Logo cangkir dan font tulisan tangan juga jadi ikon yang mudah dikenali dan disukai.

    Strategi pemasaran Tuku jauh dari kesan flashy. Mereka tidak agresif di media sosial layaknya brand lain, tapi justru mengandalkan kualitas rasa, loyalitas pelanggan, dan word-of-mouth. Tapi jangan salah—Tuku pernah viral besar karena disinggung langsung oleh Presiden Jokowi yang menyukai Es Kopi Susu Tetangga mereka.

    Berbeda dari tren “kopi kekinian” yang banyak gimmick, Tuku justru fokus pada sustainability dan pemberdayaan petani lokal. Mereka menggunakan biji kopi dari Aceh, Toraja, dan daerah lain di Indonesia, bekerja sama langsung dengan petani untuk menjaga kualitas dan kesejahteraan.

    Tuku juga punya misi sosial: menciptakan bisnis yang bermanfaat, bukan hanya cuan. Ini ditunjukkan dari inisiatif pelatihan barista untuk anak muda, hingga pembukaan cabang kecil di daerah untuk mendorong semangat wirausaha.

    Meski kini telah punya puluhan outlet, Toko Kopi Tuku tetap mempertahankan nilai-nilai awalnya: sederhana, jujur, dan akrab. Mereka membuktikan bahwa kopi lokal tidak harus tampil mewah untuk dicintai—cukup tulus, enak, dan bikin kangen.

  • Heycha! – Teh Kekinian, Mood Booster Anak Muda

    Heycha! – Teh Kekinian, Mood Booster Anak Muda , Heycha! adalah brand minuman kekinian asal Indonesia yang menyajikan beragam pilihan teh segar, susu, dan boba dengan konsep ceria, dinamis, dan penuh warna. Sejak kemunculannya, Heycha! berhasil mencuri perhatian lewat desain gerai yang playful, pilihan rasa yang berani, dan branding yang sangat dekat dengan gaya hidup anak muda—terutama Gen Z yang suka eksplorasi rasa baru dan tampil beda.

    Nama “Heycha!” sendiri terinspirasi dari sapaan santai dan penuh energi, cocok dengan positioning brand yang fun, youthful, dan ekspresif. Dengan tagline “Cheers Your Mood!”, Heycha! menghadirkan bukan hanya minuman enak, tapi juga pengalaman positif yang bisa bikin mood naik hanya dengan satu tegukan.

    Menu andalannya antara lain:

    • Milk Tea Brown Sugar Boba,
    • Yakult Grape Splash,
    • Matcha Chizu Tea,
    • Choco Biscoff Crunch,
    • serta Heycha! Series dengan kombinasi buah segar, teh, dan topping unik seperti jelly, cheese foam, hingga popping boba.

    Yang membedakan Heycha! dari brand lain adalah inovasi rasa dan kombinasi bahan yang kreatif. Mereka sering menghadirkan seasonal menu dengan tema unik, misalnya edisi Ramadan “Kurma Float”, edisi Valentine “Strawberry Love”, atau minuman bertema K-pop yang diberi nama-nama fanbase idol terkenal.

    Harga menu berada di kisaran Rp 18.000 – Rp 35.000, sesuai dengan target pasar menengah muda yang senang mencoba hal baru namun tetap memperhatikan kantong. Porsinya besar dan bisa dikustomisasi: manis berapa persen, topping tambahan, dan jenis es yang diinginkan.

    Outlet Heycha! rata-rata berbentuk booth atau kios kecil yang hadir di pusat perbelanjaan, kampus, stasiun, dan pusat kuliner. Desain gerainya sangat ikonik: warna cerah seperti pink, kuning, dan biru pastel mendominasi, dengan ilustrasi karakter lucu, lampu neon, dan sudut foto aesthetic yang jadi incaran untuk konten sosial media.

    Dari sisi pemasaran, Heycha! sangat kuat di platform seperti TikTok dan Instagram. Mereka membuat konten dengan gaya fun, santai, dan penuh visual warna, serta sering bekerja sama dengan influencer muda untuk menjangkau audiens secara lebih personal. Program giveaway, challenge #CheersYourMood, dan bundling menu spesial juga rutin dilakukan.

    Heycha! juga telah membuka peluang kemitraan/franchise dengan sistem operasional yang mudah dijalankan. Mitra akan mendapatkan supply bahan baku dari pusat, pelatihan karyawan, sistem kasir digital, dan dukungan promosi online yang dikelola langsung oleh tim pusat.

    Brand ini berhasil mengisi ceruk pasar di antara brand boba dan teh kekinian lainnya—dengan pendekatan yang lebih ekspresif, ramah komunitas, dan terus berinovasi dengan rasa-rasa baru. Bagi pelanggan, Heycha! bukan cuma tempat beli minuman, tapi bagian dari lifestyle yang menyenangkan.

    Dengan pertumbuhan yang pesat dan positioning yang jelas, Heycha! siap menjadi salah satu pemain utama di ranah minuman kekinian Indonesia, yang bukan cuma enak, tapi juga bikin hepi!

  • Janji SuCi – Susu Cinta Indonesia, Nostalgia Rasa Lokal yang Menggoda

    Janji SuCi – Susu Cinta Indonesia, Nostalgia Rasa Lokal yang Menggoda, Janji SuCi, kepanjangan dari “Susu Cinta Indonesia”, adalah brand minuman kekinian yang berfokus pada olahan susu lokal yang dipadukan dengan rasa tradisional dan sentuhan modern. Didirikan oleh pengusaha muda Indonesia, brand ini hadir dengan misi sederhana namun kuat: membawa susu segar lokal kembali ke hati generasi muda, sambil mengangkat rasa-rasa khas Indonesia yang sarat kenangan.

    Konsep yang diusung Janji SuCi sangat unik dan menyentuh. Mereka tak hanya menjual minuman susu, tapi juga menjual kisah rasa yang akrab di lidah orang Indonesia, seperti klepon, kacang hijau, bandrek, dan tape singkong, yang kemudian dikemas dengan sentuhan kekinian ala coffee & milk bar.

    Beberapa menu favorit dari Janji SuCi antara lain:

    • Susu Klepon – susu dingin dengan sirup pandan dan taburan kelapa parut kering,
    • Susu Kacang Hijau – creamy dan sedikit gurih manis,
    • Susu Tape Ketan – unik, manis, dan sedikit asam khas fermentasi,
    • Susu Gula Aren Signature,
    • Susu Regal Float dan varian cereal topping.

    Tersedia juga menu non-susu seperti Teh Tarik Cinta, Choco Taro, dan Es Kopi Susu Suami Takut Istri—ya, brand ini juga terkenal karena penamaan menu yang jenaka, lucu, dan sangat dekat dengan kultur sehari-hari masyarakat Indonesia.

    Harga menu Janji SuCi berada di kisaran Rp 15.000 – Rp 30.000, membuatnya sangat terjangkau dan bersaing dengan brand minuman kekinian lain. Cup yang digunakan berdesain minimalis, dengan logo berbentuk hati berwarna merah-putih, menyimbolkan cinta pada produk lokal Indonesia.

    Outlet Janji SuCi biasanya hadir dalam bentuk booth kecil, ruko minimalis, atau bahkan stand outdoor di bazar dan event komunitas. Suasana gerainya sederhana namun selalu dilengkapi dengan elemen desain yang menyenangkan—stiker lucu, kutipan cinta-cintaan khas anak muda, dan playlist musik Indonesia 2000-an yang membangkitkan nostalgia.

    Pemasaran mereka sangat mengandalkan konten emosional, humor, dan nostalgia. Kampanye “Cinta Butuh Bukti, Bukan Janji Aja” atau “Kalo Susu Aja Bisa Manis, Masa Kamu Nggak?” sukses memikat hati konsumen di media sosial. Mereka juga rajin membuat konten viral di TikTok dan Instagram, dengan pendekatan storytelling dan kolaborasi bareng UMKM atau seniman lokal.

    Janji SuCi juga membuka peluang kemitraan untuk siapa saja yang ingin membuka bisnis minuman kekinian dengan modal kecil namun brand kuat. Mitra akan mendapatkan pelatihan, bahan baku utama dari pusat, desain booth, serta dukungan promosi dan pengelolaan media sosial.

    Yang membedakan Janji SuCi dari brand lain adalah komitmen mereka terhadap rasa lokal dan pendekatan yang tulus. Di tengah maraknya minuman impor atau rasa internasional, Janji SuCi hadir sebagai pengingat bahwa rasa-rasa khas Indonesia tetap bisa relevan, modern, dan dicintai oleh generasi sekarang.

    Dengan nama yang lucu tapi mengena, rasa yang otentik, dan semangat mengangkat budaya lokal, Janji SuCi pantas disebut sebagai “susu rakyat rasa sultan”—penuh cinta, cita rasa, dan cerita.

  • Street Boba – Boba Jalanan Rasa Premium

    Street Boba – Boba Jalanan Rasa Premium, Street Boba adalah brand minuman boba kekinian asal Indonesia yang hadir dengan konsep “Jepang ala jalanan”. Didirikan di bawah naungan Kulo Group (yang juga menaungi Kopi Kulo dan Gulu Gulu), Street Boba langsung jadi favorit banyak orang karena mengusung tema unik, visual lucu, dan varian minuman yang menyenangkan. Dengan slogan “Boba Street Style Jepang”, brand ini menyajikan minuman yang bukan cuma enak, tapi juga penuh karakter.

    Nama “Street Boba” mencerminkan konsep brand: minuman boba yang bisa dinikmati sambil jalan-jalan, nongkrong, atau dibawa pulang—ringan, seru, dan cocok jadi mood booster harian. Suasana Jepang terasa kental dari maskot mereka, Si Bob, karakter lucu berbentuk boba dengan ekspresi imut yang selalu menghiasi kemasan dan booth.

    Menu andalan Street Boba antara lain:

    • Brown Sugar Boba Milk – klasik tapi selalu dicari,
    • Okinawa Brown Sugar,
    • Matcha Boba Cream,
    • Taro Milk Boba,
    • dan varian buah seperti Mango Yakult Boba, Lychee Berry Soda, hingga Sakura Milk Tea.

    Setiap menu dilengkapi boba kenyal khas Street Boba yang dimasak fresh tiap hari dan memiliki tekstur lembut serta rasa manis yang seimbang. Mereka juga menggunakan susu premium dan teh berkualitas yang membuat rasa minumannya tidak sekadar manis, tapi benar-benar menyatu dan creamy.

    Harga minuman berada di kisaran Rp 19.000 – Rp 35.000, dengan porsi besar dan kemasan yang menarik. Kemasan cup-nya dihiasi ilustrasi manga, logo berbahasa Jepang, dan tentu saja si Bob—membuat setiap pembelian terasa seperti membawa pulang “souvenir” lucu dari Harajuku.

    Outlet Street Boba hadir dalam bentuk booth warna-warni dengan nuansa pop culture Jepang. Warna dominan biru cerah dan pink pastel, ditambah dekorasi khas seperti lampion, mural anime, dan lampu LED neon menjadikan outlet ini spot wajib untuk selfie. Lokasinya biasanya ada di pusat perbelanjaan, food court, atau kawasan kuliner anak muda.

    Strategi pemasaran Street Boba sangat visual dan kuat di ranah digital. Mereka rutin membuat konten lucu, kampanye musiman bertema anime, hingga kolaborasi dengan brand lain seperti makanan ringan, merchandise, atau influencer lifestyle. Hashtag seperti #BobaMoodBooster dan #BobDiJalan viral di TikTok dan Instagram, terutama di kalangan remaja.

    Dari sisi bisnis, Street Boba termasuk brand yang cepat ekspansi karena sudah punya supply chain dan manajemen franchise yang kuat dari Kulo Group. Mitra usaha bisa membuka outlet dengan sistem siap pakai—dari booth, bahan baku, pelatihan SDM, hingga sistem marketing terpadu.

    Yang menjadikan Street Boba unik adalah kombinasi antara kualitas minuman premium dengan gaya jalanan yang ringan dan fun. Mereka tidak hanya jual rasa, tapi juga gaya hidup: santai, playful, dan penuh warna.

    Dengan positioning sebagai boba khas “jalanan Jepang” versi lokal, Street Boba sukses jadi salah satu top-of-mind brand minuman boba Indonesia, cocok untuk semua kalangan, terutama mereka yang suka suasana lucu, rasa unik, dan segelas keceriaan setiap hari.