Panel surya biasanya diam. Ia dipasang pada sudut tertentu, lalu bekerja mengikuti kondisi cahaya yang datang. AISOLA mencoba membuat sistem itu lebih aktif. Inovasi yang dikembangkan PT Hayago Robotika Indonesia ini memakai solar tracker otomatis agar panel dapat mengikuti arah matahari, lalu menambahkan pemantauan energi melalui dashboard digital. Timnya menyebut kecerdasan buatan digunakan untuk membantu membaca performa, mendeteksi gangguan, dan memperkirakan penghematan.
AISOLA menjadi salah satu pemenang Talenta Wirausaha BSI 2024–2025 pada kategori Santri. Produk ini digawangi Muhammad Hariz Izzuddin, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya asal Lamongan, bersama tim Hayago Robotika. Pemberitaan juga menyebut Muhammad Khusnul Khuluq sebagai CTO. Mereka membawa misi yang cukup spesifik: membuat energi bersih lebih mudah digunakan oleh pesantren kecil dan desa yang akses listriknya terbatas.
Solar tracker itu apa, dan kenapa tidak cukup disebut panel pintar
Solar tracker adalah mekanisme yang mengubah posisi panel mengikuti pergerakan matahari. Tujuannya sederhana: menjaga sudut penerimaan cahaya agar produksi energi lebih optimal dibanding panel statis pada kondisi tertentu. AISOLA menggabungkan mekanisme tersebut dengan sistem monitoring. Pengguna dapat melihat kinerja panel secara real time melalui dashboard, setidaknya berdasarkan deskripsi yang disampaikan tim dalam pemberitaan.
Kata “AI” di produk energi sering menjadi magnet marketing. Karena itu, fungsi AI harus dijelaskan tanpa kabut. Apakah sistem memakai model untuk mendeteksi anomali, memprediksi output, mengatur sudut panel, memperkirakan penghematan, atau sekadar menampilkan data sensor? Setiap fungsi membutuhkan data, pengujian, dan batas akurasi berbeda. Semakin jelas pembagian antara sensor, otomasi, algoritma, dan keputusan manusia, semakin mudah calon pengguna menilai manfaat nyata.
Klaim efisiensi 30 persen perlu konteks
Tim AISOLA menyatakan sistem solar tracker dapat meningkatkan efisiensi penyerapan energi hingga 30 persen. Angka ini muncul di beberapa pemberitaan pada 2025. Namun, “hingga” bukan berarti setiap pemasangan otomatis menghasilkan kenaikan yang sama. Hasil akan dipengaruhi lokasi, cuaca, orientasi awal panel, bayangan, jenis tracker, konsumsi motor penggerak, kebersihan modul, dan pola penggunaan listrik.
Bagi calon pelanggan, pertanyaan terbaik bukan “apakah benar 30 persen?”, melainkan “dibandingkan konfigurasi apa, diuji di mana, selama berapa lama, dan energi bersih bersihnya berapa setelah konsumsi sistem tracker dihitung?” Pertanyaan semacam ini bukan nyinyir. Justru itu tanda produk mulai diperlakukan serius. Startup energi membutuhkan data lapangan yang rapi karena keputusan pembelian menyangkut investasi, keselamatan, dan masa pakai bertahun-tahun.
Misi sosialnya kuat, model distribusinya harus ikut kuat
AISOLA tidak hanya diposisikan sebagai produk komersial. Hariz menyampaikan keinginan untuk menghadirkan akses energi bersih bagi pesantren kecil dan desa terpencil. Hayago Robotika disebut membuka kolaborasi dengan NGO, lembaga pendidikan, serta perusahaan energi agar perangkat dapat didistribusikan melalui program sosial. Ini ide yang penting, tetapi program hibah tetap membutuhkan model keberlanjutan.
Siapa yang membiayai pemasangan? Siapa yang melatih operator? Bagaimana penggantian komponen setelah dua atau tiga tahun? Siapa yang bertanggung jawab ketika dashboard berhenti terhubung? Teknologi yang diberikan gratis tetapi tidak memiliki pemeliharaan dapat berubah menjadi monumen kecil di atap. AISOLA perlu merancang paket implementasi, pelatihan, servis, dan monitoring yang sama seriusnya dengan perangkat.
Pasar komersialnya juga terbuka lebar
Di luar program sosial, sistem seperti AISOLA bisa relevan untuk sekolah, kampus, pesantren besar, fasilitas kesehatan, gudang, ritel, pertanian, kantor, dan kawasan industri. Pelanggan komersial biasanya mencari kombinasi penghematan, kontinuitas energi, target lingkungan, dan data pelaporan. Dashboard real time dapat menjadi pembeda bila datanya akurat, mudah dibaca, dan dapat diekspor untuk kebutuhan audit atau laporan keberlanjutan.
Namun, tidak semua pengguna membutuhkan tracker. Pada beberapa lokasi, panel statis yang dirancang dengan benar bisa lebih sederhana dan lebih murah dirawat. AISOLA harus berani menjelaskan situasi ketika produknya paling cocok dan ketika solusi lain lebih masuk akal. Kejujuran semacam ini justru membangun trust. Produk teknologi tidak menjadi lemah hanya karena punya batas penggunaan.
Hardware, software, dan layanan harus nyambung
AISOLA berada di persimpangan tiga dunia. Pertama, hardware berupa panel, struktur tracker, motor, sensor, controller, dan sistem kelistrikan. Kedua, software berupa dashboard, pengolahan data, notifikasi, serta kemungkinan model prediksi. Ketiga, layanan berupa survei lokasi, instalasi, pelatihan, pemeliharaan, dan dukungan. Kegagalan satu lapisan dapat membuat seluruh pengalaman pengguna terasa gagal.
Inilah tantangan startup deep-tech yang sering tidak terlihat dari panggung penghargaan. Mereka membutuhkan tim lintas disiplin, standar keselamatan, rantai pasok, dokumentasi, dan modal kerja. Aplikasi dapat diperbarui lewat internet. Baut yang longgar, motor tracker yang macet, atau kabel yang salah tidak bisa diperbaiki dengan push notification. AISOLA perlu membangun reputasi melalui pemasangan yang stabil dan dokumentasi yang dapat diperiksa.
Apa yang membuat AISOLA menarik sebagai usaha baru
AISOLA memperlihatkan jalur usaha yang lebih berani daripada menjual panel sebagai komoditas. Mereka mencoba menambahkan otomasi, data, dan misi pemerataan energi. PT Hayago Robotika juga disebut memiliki produk AITOMA untuk predictive maintenance industri, sehingga timnya tampak membangun kompetensi pada persilangan robotika, monitoring, dan sistem industri. Keterkaitan ini bisa memperkuat posisi AISOLA jika hubungan produk dan badan usahanya dijelaskan konsisten.
Untuk peta UKMS, AISOLA cocok ditempatkan pada kategori UKM teknologi digital, entitas kategori teknologi, dan ranking teknologi. Penilaiannya tidak boleh hanya berdasarkan kemenangan kompetisi. Yang lebih penting adalah bukti produk, kejelasan perusahaan, hasil pengujian, kesiapan layanan, dan kemampuan menjelaskan siapa pengguna yang paling terbantu.
Checklist sebelum AISOLA masuk ke proyek nyata
- Data hasil uji yang menyebut lokasi, durasi, konfigurasi pembanding, dan konsumsi energi tracker.
- Spesifikasi komponen, standar keselamatan, proteksi cuaca, serta masa pakai sistem.
- Ruang lingkup AI dan IoT yang dijelaskan dengan bahasa operasional, bukan sekadar label.
- Skema instalasi, garansi, pemeliharaan, pelatihan operator, dan dukungan setelah pemasangan.
- Model pembiayaan untuk proyek sosial serta pihak yang bertanggung jawab atas keberlanjutan perangkat.
Daftar tersebut bukan penghalang bagi startup. Ini justru jembatan menuju pembeli yang lebih serius. Penghargaan membantu AISOLA dikenal, tetapi procurement membutuhkan dokumen. Untuk membangun identitas yang dapat ditemukan dan dipahami, tim dapat memakai kerangka profil UMKM yang mudah dipahami AI, sinyal otoritas, dan konsistensi sumber.
Kesimpulan: energi bersih butuh produk yang tahan diuji
AISOLA punya kombinasi yang kuat: energi surya, otomasi, monitoring, anak muda daerah, dan misi akses energi. Kombinasi itu membuat ceritanya gampang menyebar. Sekarang tantangannya lebih berat, yaitu membuat produk bertahan setelah sorotan acara selesai. Bila Hayago Robotika dapat menunjukkan data lapangan, menjaga konsistensi spesifikasi, dan membangun layanan purnajual, AISOLA berpeluang berkembang dari inovasi kompetisi menjadi solusi energi yang benar-benar dipakai.
Pembaca dapat menelusuri usaha teknologi lain melalui hub entitas UKM dan direktori UKM. UKMS juga menyediakan batasan informasi untuk menjelaskan bahwa profil usaha berbasis sumber publik bukan audit teknis, rekomendasi investasi, atau jaminan kualitas produk.
Catatan verifikasi dan sumber
Artikel ini menggunakan sumber publik sampai 31 Juli 2026. Informasi yang relatif konsisten meliputi pengembang PT Hayago Robotika Indonesia, peran Muhammad Hariz Izzuddin, latar PENS dan Lamongan, fungsi solar tracker, dashboard monitoring, serta penghargaan Talenta Wirausaha BSI 2024–2025. Klaim peningkatan efisiensi hingga 30 persen berasal dari pernyataan tim dan pemberitaan, bukan hasil pengujian independen oleh UKMS.
- Talenta Wirausaha BSI 2024–2025
- DetikJatim tentang AISOLA
- iNews Lamongan tentang AISOLA dan Hayago Robotika
- Suryanesia tentang inovasi panel surya AISOLA
Konteks terkait
Untuk membandingkan teknologi lokal yang masuk ke operasi industri, baca Kilatsoon: Robot Pemotong Rumput dari Bandung yang Membawa Ide Energi Bersih dan BETA-UAS: Drone Lokal Tidak Cukup Terbang, Datanya Harus Dipakai untuk Keputusan. Rangkaian ini terhubung dengan kategori UKM teknologi digital serta indeks teknologi UKMS.
