UKM

Kategori UKM di UKMS.or.id membahas Usaha Kecil dan Menengah sebagai sistem bisnis nyata, bukan sekadar label statistik. Fokus utamanya adalah bagaimana UKM dijalankan sehari-hari: mengambil keputusan, menghadapi keterbatasan, beradaptasi dengan teknologi, dan bertahan dalam konteks pasar Indonesia yang unik.

Pembaca akan menemukan analisis operasional, pola pemasaran, serta implikasi teknologi—termasuk AI—yang relevan untuk UKM skala mikro hingga menengah. Konten disusun untuk membantu memahami apa yang benar-benar terjadi di lapangan, bukan versi ideal yang sering muncul di buku atau seminar.

Seluruh pembahasan ditempatkan dalam konteks Indonesia: regulasi lokal, perilaku konsumen, struktur biaya, dan realitas UMKM. Setelah bagian ini, artikel-artikel terkait UKM ditampilkan sebagai pendalaman topik.

UKM

Lumpia Cik Me Me

ukms.or.id/ – Tidak hanya sebagai jajanan biasa, Lumpia sudah menjadi salah satu ikon dari Kota Semarang. Makanan yang dihasilkan dari perpaduan resep orang Tionghoa dan Jawa ini memang pertama kali diciptakan di kota itu. Sebagai pengakuan atas lumpia sebagai warisan sejarah dari kota Semarang, UNESCO menjadikannya sebagai salah satu warisan dunia tak benda. Lumpia Cik […]

UKM

Bisnis Tas Kain Perca

ukms.or.id/ – Menjadi pengusaha artinya siap untuk mengaukms.or.id/l peluang sekecil apapun dari ide atau hal yang tidak terduga. Seperti misalnya apa yang dilakukan oleh Leony Nelwan ketika memulai usaha tote bag yang sedang ngetrend di kalangan milenial. Berawal dari sebuah kreativitas yang berbaur dengan ketidaksengajaan, Leony berhasil memberi nilai lebih kepada tote bag buatannya dengan

UKM

Kebab Pisang Pusing

ukms.or.id/ – UMKM merupakan tulang punggung penting bagi penggerak ekonomi dan penyedia lapangan kerja di Indonesia meski pemerintah kerap mengundang investasi asing untuk masuk. Menurut Center for Indonesian Policy Studies Pingkan Audrey Kosijungan, UMKM telah berkontribusi menyerap sebesar 96,87% dari total angkatan kerja yang ada di Indonesia. Namun meskipun sering diasosiasikan dengan usaha kecil-kecilan, nyatanya

UKM

Kaywoodwatch, Jam Tangan asal Pandeglang tembus pasar Afrika

Jam Tangan pada dasarnya dipakai sebagai penunjuk waktu di kala berada di luar ruangan. Seiring dengan perkembangan zaman, jam tangan pun bertransformasi sebagai aksesoris untuk memperlengkapi penampilan. Terlanjur identik dengan Swiss sebagai negara penghasil jam tangan terbaik di dunia, Ibu Rizki Febriana tak gentar untuk memproduksi jam tangan kualitas tinggi yang diproduksi di Indonesia. Dengan

UKM

CILOTA Bisnis Boneka Daur Ulang Daun Lontar

Tak hanya ingin meraup keuntungan besar dari bisnis boneka daur ulang daun lontar, I Komang Sukarma juga berharap kreasinya jadi souvenir khas Bali dengan mengusung nilai budaya lokal. Berawal dari ajang lomba, anak muda yang tercatat sebagai mahasiswa Sastra Inggris – Universitas Udayana, Bali, itu kini justru tekun berkreasi dan merintis bisnis boneka daur ulang daun

Scroll to Top