Surplus Indonesia: Model Bisnis, Portofolio, dan Kehadirannya di Indonesia

UKMS.OR.ID · KNOWLEDGE SYSTEM
FormatHalaman UKMS
Diperbarui7 August 2026
Waktu baca5 menit
KonteksPanduan praktis

Surplus Indonesia adalah platform recommerce dan clearance sale yang membantu usaha menjual produk berlebih, imperfect, slow-moving, atau mendekati batas penjualan sebelum menjadi sampah. Brand ini dioperasikan oleh PT Ekonomi Sirkular Indonesia. Situs, aplikasi pelanggan, aplikasi merchant, program yayasan, dan aktivitas perusahaan masih aktif pada Agustus 2026.

Ringkasan brand

Surplus awalnya dikenal sebagai aplikasi food rescue. Restoran, toko roti, hotel, katering, toko buah, dan usaha makanan dapat mengaktifkan stok berlebih pada waktu tertentu. Pelanggan membeli dengan harga diskon lalu mengambil sendiri atau menggunakan layanan pengiriman.

Pada 2025–2026, positioning berkembang menjadi recommerce dan clearance sale multi-kategori. App Store menjelaskan Surplus tidak lagi hanya menampilkan makanan, tetapi juga beauty, fashion, home, mart, voucher, serta barang lain yang masih layak.

Identitas dan operator

Operator resmi adalah PT Ekonomi Sirkular Indonesia. Nama badan hukum, alamat Jakarta Selatan, email, kontak, dan copyright 2026 tercantum pada situs. Google Play menampilkan operator yang sama pada aplikasi pelanggan dan merchant.

Muhammad Agung Saputra terverifikasi sebagai founder dan CEO melalui British Council serta aktivitas perusahaan 2026. Surplus juga memiliki Yayasan Surplus Peduli Pangan yang berdiri pada 21 Mei 2021 untuk penyaluran pangan dan kegiatan sosial.

Produk dan layanan

Aplikasi pelanggan menampilkan produk clearance dengan diskon yang diklaim sampai 80 persen. Konsumen dapat mencari merchant, membeli produk, menentukan pickup atau delivery, dan mengurangi risiko stok dibuang.

Aplikasi Surplus Partner memungkinkan merchant mengaktifkan stok berlebih pada waktu tertentu. Merchant memperoleh kanal penjualan tambahan, pemasaran, settlement, dan promosi. FAQ menyatakan settlement dikirim sekitar satu hari setelah transaksi dengan penyesuaian hari libur.

Surplus juga menangani imperfect goods, slow-moving products, overstock, dan kategori nonmakanan. Merchant tetap bertanggung jawab memastikan produk legal, aman, berlabel, tersimpan benar, dan belum melewati batas penggunaan atau penjualan.

Yayasan Surplus Peduli Pangan menyalurkan pangan kepada penerima manfaat. Fungsi marketplace komersial dan yayasan perlu dibedakan karena operator, sumber dana, penerima, dan prosedurnya tidak sama.

Segmen pasar dan model bisnis

Segmen merchant mencakup restoran, kafe, hotel, toko roti, ritel, brand consumer goods, fashion, beauty, dan usaha dengan stok berlebih. Segmen pembeli mencakup konsumen yang mencari diskon sekaligus ingin mencegah pemborosan.

Pendapatan dapat berasal dari komisi transaksi, merchant fee, campaign, marketing, clearance sale, dan kerja sama perusahaan. Model marketplace bergantung pada akurasi stok, kualitas produk, pickup window, lokasi, serta konsistensi merchant.

Skala dan perkembangan

Situs menampilkan klaim 300 ribu produk terselamatkan, kerugian merchant yang dicegah Rp3 miliar, angka pengurangan emisi, dan lebih dari 10.000 mitra. British Council 2026 menyebut dampak yang jauh lebih besar, termasuk lebih dari satu juta orang dan 10.000 ton produk.

Perbedaan angka dapat berasal dari periode, definisi, atau sumber data. Angka tidak boleh digabung tanpa metodologi. Situs utama digunakan sebagai rujukan konservatif untuk produk, sedangkan sumber penghargaan dicatat sebagai klaim eksternal.

Aplikasi merchant diperbarui pada April 2026 dan aplikasi pelanggan diperbarui pada Juni 2026. Aktivitas LinkedIn perusahaan juga berlanjut pada 2026.

Kehadiran dan posisi di Indonesia

Surplus menyatakan mitra tersebar di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali. App Store memberi catatan bahwa merchant terutama tersedia di kota besar tertentu. Pengguna harus memeriksa lokasi aktual pada aplikasi.

Dalam direktori, Surplus relevan dengan Rekosistem dan Waste4Change, tetapi model Surplus mencegah waste melalui penjualan kembali sebelum produk dibuang.

Kelebihan berbasis fakta

  • Operator dan founder dapat diidentifikasi.
  • Aplikasi pelanggan dan merchant diperbarui pada 2026.
  • Model berkembang dari food rescue menjadi recommerce.
  • Memiliki lebih dari 10.000 mitra menurut situs.
  • Memiliki yayasan untuk penyaluran pangan.

Risiko dan tata kelola

Risiko mencakup kualitas produk, stok tidak tersedia, pickup terlambat, refund, informasi kedaluwarsa, keamanan pangan, dan merchant tidak konsisten. Diskon besar bukan jaminan produk cocok atau dapat dikembalikan.

Merchant harus memiliki kontrol kualitas, suhu, label, tanggal, recall, dan komplain. Dampak harus dihitung berdasarkan barang yang benar-benar dibeli serta digunakan, bukan hanya listing. Untuk donasi, berat, kondisi, penerima, dan chain of custody perlu dicatat.

Perusahaan yang memakai Surplus untuk clearance perlu mengukur sell-through rate, umur stok saat listing, diskon, biaya platform, produk tidak terjual, dan dampak terhadap kanal utama. Program tidak boleh mendorong overproduction baru karena merchant merasa seluruh stok dapat dibuang melalui diskon. Tujuan circularity adalah mencegah surplus sejak perencanaan sekaligus menyelamatkan surplus yang sudah terjadi.

Sebelum mengambil keputusan terkait Surplus Indonesia, pembaca perlu memeriksa status operasional, legalitas, sumber data, serta kemungkinan perubahan produk setelah tanggal riset. Informasi pemasaran tidak boleh dipakai sebagai bukti dampak tanpa dokumen transaksi, metode pengukuran, dan verifikasi downstream.

Kesimpulan netral

Surplus Indonesia adalah platform recommerce aktif yang telah berkembang melampaui food rescue. Kekuatan utamanya adalah jaringan merchant, aplikasi, dan pencegahan waste dari sumber. Risiko utama berada pada kualitas produk, konsistensi merchant, dan perbedaan data dampak. Profil lain tersedia di Direktory Brand Indonesia.

Sumber dan tanggal pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan pada 6 Agustus 2026 WIB menggunakan situs Surplus, FAQ, aplikasi merchant dan pelanggan, App Store, British Council, serta LinkedIn.

Relasi brand dan direktori terkait

Profil ini terhubung ke struktur Direktori Brand UKMS, cluster industrinya, entity layer, direktori usaha lokal, direktori franchise, serta protokol koreksi. Tiga brand terkait dipilih dari cluster yang sama untuk membantu pembaca membandingkan operator, produk, model bisnis, pasar, dan bukti yang tersedia. Link menuju profil terkait hanya aktif di halaman publik ketika target sudah dipublikasikan.

Batas bukti: klasifikasi, kepemilikan, produk, lokasi, pendanaan, sertifikasi, dan posisi pasar hanya dicantumkan sejauh didukung sumber yang diperiksa. Perubahan atau koreksi dapat diajukan melalui halaman kontak UKMS dengan menyertakan URL profil, bukti, tanggal berlaku, dan identitas pihak yang berwenang.

Scroll to Top