Ing Madyokusuman: Jumputan Pewarna Alam dan Fesyen dari Purworejo

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui21 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Ing Madyokusuman adalah brand jumputan pewarna alam dari Purworejo, Jawa Tengah. Karya Kreatif Indonesia menyebut usaha ini didirikan pada 2016 oleh pasangan ibu dan anak, Yati Gunawan dan Amalia Setiabudi. Produknya meliputi kain jumputan, ready-to-wear, aksesori, lifestyle, dan home decor dengan penggunaan pewarna alami dari tumbuhan lokal.

Identitas usaha dan lokasi

Alamat KKI berada di Jalan Mayjen Sutoyo 107, Sindurjan, Purworejo. Nama Amalia Rakhmawati Setiabudi tercantum sebagai kontak. KERIS Jawa Tengah mengulang alamat dan deskripsi serupa serta mencatat kategori Batik & Tenun. Katalog UKM Gayeng 2020 menyebut nama perusahaan PT Warna Alam Madyokusuman, tetapi status legal terkini tetap perlu diperiksa melalui dokumen korporasi.

Kanal publik meliputi Instagram ingmadyokusuman dan toko Etsy. Profil KKI menyebut pengiriman serta ekspor ke sejumlah negara. Harga, stok, jadwal produksi, dan pilihan warna dapat berubah karena sebagian produk dibuat tangan dan menggunakan bahan alami.

Jumputan, shibori, dan pewarna alam

KKI menggambarkan jumputan Ing Madyokusuman sebagai teknik yang juga dikenal dalam konteks shibori. Kain diikat, dilipat, dijahit, atau diberi resist tertentu sebelum dicelup sehingga menghasilkan pola. Hasil setiap lembar dapat berbeda karena posisi ikatan, bahan, konsentrasi warna, jumlah pencelupan, dan respons serat.

Pewarna alam dilaporkan berasal dari tanaman lokal dan kulit pohon pada produk tertentu. Sumber publik belum memberi daftar lengkap tanaman, mordant, pH, resep, atau prosedur pengolahan limbah. Istilah natural dye menjelaskan asal pewarna, tetapi tidak otomatis membuktikan seluruh proses bebas bahan kimia atau berdampak rendah.

Produk fashion, lifestyle, dan home decor

Katalog KKI menampilkan T-Shirt Sashiko Peach, Sashiko T-shirt Kuning, Kembang Matahari Cushion Cover, Jumputan Handwoven Cotton Scarf, dan Tote Bag Canvas Jumputan. Produk lain pada katalog lama mencakup table runner dan scarf. Rentang tersebut memperlihatkan penggunaan jumputan tidak terbatas pada kain lembaran.

Salah satu tote bag menggunakan kanvas dan katun dengan ukuran sekitar 40 × 32 sentimeter, sedangkan cushion cover berukuran 40 × 40 sentimeter dan menggunakan katun. T-shirt menggunakan katun serta pewarna alam. Detail ini spesifik per listing dan tidak boleh digeneralisasi ke seluruh koleksi.

Sashiko dan kombinasi teknik

Nama produk tertentu menggunakan istilah sashiko, teknik jahit dekoratif yang berasal dari Jepang. Penggunaan istilah tersebut menunjukkan adanya elemen jahitan visual pada desain, tetapi proses, pola, dan proporsi pekerjaan manual perlu diperiksa pada produk. Halaman ini tidak menganggap setiap t-shirt dibuat dengan sashiko tradisional penuh.

Kombinasi jumputan, kain tenun, jahitan dekoratif, kanvas, dan batok kelapa pada aksesori memberi kemungkinan desain yang luas. Setiap material memiliki karakter perawatan berbeda. Produk campuran perlu label yang jelas agar konsumen mengetahui cara mencuci dan menyimpan.

Pemberdayaan artisan muda

Profil KKI menyatakan Ing Madyokusuman melatih dan memberdayakan anak muda Purworejo agar menjadi artisan jumputan. Klaim tersebut relevan sebagai misi sosial, tetapi tidak disertai jumlah peserta, durasi pelatihan, status pekerja, pendapatan, atau tingkat retensi. Data semacam itu dibutuhkan untuk mengukur dampak.

Pewarisan keterampilan kepada generasi muda dapat membantu keberlanjutan kriya, tetapi kualitas pelatihan perlu ditentukan melalui kurikulum, praktik, mentoring, dan hasil karya. Halaman ini tidak menyatakan adanya sertifikasi kompetensi tanpa bukti.

Zero waste pattern dan upcycle

KKI menyebut upaya mengurangi limbah melalui zero waste pattern dan upcycle. Zero waste pattern dalam fesyen biasanya berarti pola dirancang agar potongan kain sisa diminimalkan. Upcycle berarti sisa atau material lama digunakan untuk produk baru dengan fungsi atau nilai yang meningkat.

Efektivitas pendekatan tersebut perlu diukur melalui persentase kain terpakai, jumlah perca, jenis produk upcycle, dan sisa akhir. Tanpa angka, halaman ini mencatatnya sebagai praktik yang dilaporkan perusahaan, bukan klaim bahwa produksi benar-benar tanpa limbah.

Ekspor sejak 2020 dan batas pembuktian

KKI dan KERIS Jateng menyatakan Ing Madyokusuman mulai mengekspor dalam jumlah kecil sejak 2020 ke Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa. Toko Etsy juga memberi jalur penjualan internasional. Informasi ini cukup untuk mencatat riwayat pasar luar negeri, tetapi volume dan kontinuitas tahunan belum tersedia.

Ekspor tekstil membutuhkan komposisi bahan, care label, ukuran, invoice, HS Code, dan kepatuhan pasar tujuan. Produk pewarna alam juga perlu konsistensi warna dan ketahanan yang dapat diuji. Untuk klaim ekspor aktif 2026, dokumen transaksi terbaru masih diperlukan.

Kualitas warna dan perawatan

Pewarna alami dapat mengalami variasi dan perubahan seiring penggunaan. Ketahanan terhadap pencucian, cahaya, keringat, dan gosokan harus dinilai per bahan. Konsumen perlu mengikuti petunjuk pencucian, menggunakan deterjen sesuai rekomendasi, menghindari perendaman berlebihan, dan memperhatikan paparan matahari.

Produk handmade sebaiknya disertai care card dan informasi bahwa variasi tertentu merupakan karakter proses. Namun, variasi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan standar jahitan, ukuran, kekuatan, dan fungsi. Sumber publik belum menampilkan standar inspeksi atau garansi.

Keunikan yang dapat diverifikasi

Keunikan Ing Madyokusuman adalah perpaduan jumputan pewarna alam dengan fashion, lifestyle, home decor, pelatihan artisan muda, serta pendekatan zero waste dan upcycle. Tahun 2016, pendiri, alamat Purworejo, contoh produk, dan riwayat ekspor didukung sumber KKI dan KERIS Jateng.

Dalam Direktory UKM UKMS, Ing Madyokusuman dapat dibaca bersama Indigo Makers, House of Distraw, dan Ija Pinggang untuk membandingkan teknik pewarna alami dan pengembangan wastra.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

  • Status PT Warna Alam Madyokusuman, NIB, merek, dan struktur terkini.
  • Jenis tanaman pewarna, mordant, penggunaan air, dan pengelolaan limbah.
  • Jumlah artisan muda, pola kerja, pelatihan, dan dampak pendapatan.
  • Pengukuran zero waste, upcycle, ketahanan warna, dan quality control.
  • Volume, negara tujuan, dan kontinuitas ekspor terbaru.

Kesimpulan netral

Ing Madyokusuman memiliki identitas yang konsisten sebagai brand jumputan pewarna alam Purworejo sejak 2016. Produk, pendiri, alamat, upaya pemberdayaan, praktik pengurangan limbah, dan riwayat ekspor dapat dilacak. Klaim lingkungan dan sosial tetap perlu data terukur, sedangkan status korporasi serta transaksi ekspor terbaru perlu verifikasi dokumen.

Sumber, tanggal pemeriksaan, dan jalur koreksi

Sumber diperiksa pada 7 Agustus 2026 WIB: Karya Kreatif Indonesia, KERIS Jawa Tengah, katalog UKM Gayeng, Etsy, dan Instagram Ing Madyokusuman. Koreksi dapat diajukan melalui halaman kontak UKMS.

Konteks dan entitas terkait

Ing Madyokusuman tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Iqleem; Ishadi Tenun Cual; Ilham Bahari. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top