Iqleem Indonesia: Modest Fashion, Batik, dan Praktik Circular dari Pekalongan

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui20 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Iqleem adalah brand modest fashion yang mengembangkan batik, ready-to-wear, dan tekstil dengan pendekatan desain kontemporer. Karya Kreatif Indonesia mencantumkan Iklimah sebagai kontak. Situs resmi pada 2026 menempatkan kantor atau workshop di Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, serta menyebut Iklimah sebagai CEO.

Riwayat brand dan perjalanan pendiri

UKMIndonesia.id mencatat bahwa Iklimah mulai merintis usaha fashion pada 2013 setelah meninggalkan pekerjaan di sebuah brand clothing. Pada awalnya ia menjual pakaian dari pemasok lain, kemudian pada 2015 mulai membuat desain dan produksi sendiri dengan nama Maruchi. Nama Iqleem mulai digunakan setelah proses pengembangan brand sekitar 2019.

Riwayat ini penting karena membedakan tahun mulai berjualan, tahun mulai memproduksi sendiri, dan tahun penggunaan nama Iqleem. Halaman ini tidak memaksakan satu tahun pendirian tanpa konteks. Struktur badan usaha, NIB, merek, dan kepemilikan legal brand tetap memerlukan dokumen terbaru.

Koreksi lokasi dari Tegal ke Pekalongan

KKI masih menampilkan label regional Tegal pada kategori dan produk, tetapi halaman profil menyebut Pekalongan, sedangkan situs resmi mencantumkan alamat Perum Graha Wiratama Nomor 2, Pekuncen, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Karena situs resmi lebih spesifik dan terkini, halaman ini menggunakan Kabupaten Pekalongan sebagai lokasi utama.

Perbedaan label regional dapat berasal dari cakupan kurasi atau wilayah pembinaan. Hal ini tidak berarti produk dibuat di Tegal. Lokasi workshop, penjahit, pembatik, dan pemasok kain juga dapat berbeda, sehingga provenance produk tetap perlu diperiksa per koleksi.

Batik dan ready-to-wear

Katalog KKI menampilkan Uthana Shirt, kimono outer, balloon sleeve top, Nishkala layering skirt, cape, dan long outer. Beberapa produk menggunakan batik cap abstrak dengan bahan katun. Produk lain disebut memakai recycled sarong. Rentang tersebut memperlihatkan kombinasi busana modest, layering, dan pemanfaatan tekstil tradisional.

Detail bahan dan pewarna berbeda antarkoleksi. Listing Uthana Shirt, kimono outer, dan Nishkala Cape mencantumkan pewarna sintetis. Fakta ini penting karena situs resmi juga memosisikan Iqleem sebagai sustainable fashion brand yang menggunakan material ramah lingkungan dan pewarna alami. Klaim keberlanjutan tidak boleh digeneralisasi ke seluruh produk tanpa melihat spesifikasi tiap SKU.

Material dan klaim keberlanjutan

Situs resmi menyebut cotton, silk, linen, viscose, dan rayon sebagai material unggulan, serta menyatakan komitmen pada organic cotton, natural dyes, circular practices, dan pemanfaatan textile waste. Posisi tersebut menggambarkan arah bisnis. Data persentase material bersertifikat, pemasok, volume limbah, emisi, penggunaan air, atau hasil audit belum tersedia secara publik.

Rayon dan viscose adalah serat berbasis selulosa regenerasi yang dapat memiliki dampak berbeda bergantung pada sumber pulp dan proses kimia. Menyebut serat tersebut biodegradable atau eco-conscious tidak cukup untuk menyimpulkan jejak lingkungan rendah. Bukti chain-of-custody dan sertifikasi pemasok diperlukan bila klaim digunakan untuk procurement.

Circular fashion dan limbah tekstil

UKMIndonesia.id menggambarkan pengembangan Iqleem menuju sustainable fashion, termasuk pemanfaatan sisa kain dan desain yang mempertimbangkan limbah. Situs resmi menggunakan frasa “Waste Is Our Raw Material”. Praktik circular dapat berupa penggunaan deadstock, upcycle, pemanfaatan perca, produksi terbatas, atau perpanjangan umur produk.

Untuk menilai dampaknya, diperlukan data jumlah sisa kain yang dialihkan, persentase bahan upcycle per produk, tingkat produk gagal, serta apa yang terjadi pada residu akhir. Tanpa angka tersebut, halaman ini mencatat circularity sebagai praktik dan tujuan yang dilaporkan, bukan klaim zero waste.

Artisan dan produksi terbatas

Situs Iqleem menyatakan produk dibuat dalam jumlah terbatas dan melibatkan artisan lokal. Pendekatan limited quantity dapat membantu mengurangi overstock, tetapi kapasitas, jumlah artisan, pola kerja, upah, dan lokasi produksi tidak ditampilkan. Klaim ethical production perlu dibuktikan melalui standar tenaga kerja dan dokumentasi rantai pasok.

Kualitas pakaian perlu diperiksa pada pola, jahitan, finishing, stabilitas warna, size grading, dan kesesuaian bahan. Produk batik cap membutuhkan konsistensi motif serta penanganan warna. Sumber publik belum menunjukkan hasil pengujian tekstil atau sistem garansi.

Pasar modest fashion dan aktivitas publik

Iqleem menargetkan konsumen modest fashion perempuan dengan bahasa desain modern. Situs resmi mencatat partisipasi pada Fesyar Jawa 2025 dan IN2MF 2024. Aktivitas panggung memberi bukti eksistensi brand, tetapi tidak otomatis menunjukkan volume penjualan atau ekspor.

Untuk pembelian ritel, konsumen perlu memeriksa ukuran, bahan, pewarna, cara perawatan, dan kebijakan retur. Untuk kolaborasi atau pengadaan, penting memastikan minimum order, kapasitas, lead time, hak desain, dan provenance tekstil.

Transparansi bahan pada setiap koleksi

Karena Iqleem menggunakan beragam material dan teknik, label per produk menjadi penting. Pembeli perlu mengetahui komposisi serat, asal batik, jenis pewarna, persentase bahan daur ulang bila ada, dan instruksi perawatan. Istilah sustainable tidak boleh menggantikan spesifikasi teknis. Koleksi yang memakai katun organik, pewarna alami, atau recycled textile sebaiknya menyebut bukti pemasok atau sertifikasi, sehingga konsumen dapat membedakannya dari koleksi dengan katun dan pewarna sintetis biasa.

Keunikan yang dapat diverifikasi

Keunikan Iqleem berada pada perjalanan dari brand modest fashion lokal menuju desain yang menggabungkan batik, narasi warisan, dan praktik circular. Iklimah, alamat Pekalongan, portofolio produk, dan riwayat usaha didukung beberapa sumber. Klaim lingkungan perlu dibaca per produk karena sebagian listing KKI secara jelas menggunakan pewarna sintetis.

Dalam Direktory UKM UKMS, Iqleem dapat dibaca bersama Indigo Makers, Ing Madyokusuman, dan Ilham Bahari untuk membandingkan pendekatan batik, pewarna, dan fesyen kontemporer.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

  • Bentuk badan usaha, NIB, kepemilikan merek, dan tahun legal pendirian.
  • Provenance batik, artisan, lokasi produksi, dan kondisi kerja.
  • Persentase organic cotton, natural dye, recycled textile, dan limbah yang dimanfaatkan.
  • Perbedaan spesifikasi pewarna alami dan sintetis antarproduk.
  • Kapasitas, quality control, ukuran, retur, dan data pasar terbaru.

Kesimpulan netral

Iqleem memiliki jejak publik yang cukup kuat sebagai modest fashion brand yang dipimpin Iklimah dan beroperasi di Kabupaten Pekalongan. Narasi sustainable fashion didukung oleh arah desain dan circular practices yang dilaporkan, tetapi tidak semua produk memakai pewarna alami. Verifikasi bahan, provenance, metrik limbah, dan kondisi produksi tetap diperlukan untuk klaim keberlanjutan yang kuat.

Sumber, tanggal pemeriksaan, dan jalur koreksi

Sumber diperiksa pada 7 Agustus 2026 WIB: situs resmi Iqleem, Karya Kreatif Indonesia, dan UKMIndonesia.id. Koreksi dapat diajukan melalui halaman kontak UKMS dengan dokumen legal, sertifikasi bahan, atau data produksi.

Konteks dan entitas terkait

Iqleem tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Ishadi Tenun Cual; Ing Madyokusuman; Ilham Bahari. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top