Affiliate Marketing Semakin Populer

Affiliate Marketing Semakin Populer , Affiliate marketing membuka banyak peluang baik bagi konsumen menjadi afiliator. Dengan terus berkembangnya tren belanja online, industri ini diprediksi akan terus tumbuh.

Fenomena affiliate marketing semakin menjamur di Indonesia. Ini terjadi seiring dengan meningkatnya tren belanja online di kalangan masyarakat. Popularitas sistem pemasaran berbasis komisi ini tak lepas dari peluang bagi banyak orang untuk menambah penghasilan secara fleksibel dan dengan modal yang relatif minim. 

Selain itu, program afiliasi terbukti cukup efektif dalam mendorong penjualan, sebagaimana diungkapkan oleh riset Populix Affiliate Insights: Maximizing Success in the Digital Marketplace yang menunjukkan bahwa sebanyak 59% responden pernah membeli barang yang dipromosikan melalui program afiliasi.

Menurut Indah Tanip, VP of Research di Populix, beberapa kategori produk yang paling sering dibeli melalui program afiliasi adalah barang-barang fisik seperti pakaian, peralatan elektronik, perhiasan, serta produk-produk kecantikan dan kesehatan. Kategori lain yang turut mendominasi adalah makanan dan minuman. 

“Hal ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen di era digital, di mana rekomendasi para afiliator memainkan peran signifikan dalam keputusan pembelian konsumen,” ujar Indah.

Survei Populix ini juga mengungkapkan bahwa promosi yang dilakukan oleh para afiliator kini menjangkau hampir semua lapisan masyarakat yang aktif di dunia digital. Hampir 60% responden yang awalnya tidak pernah membeli melalui afiliasi, kini mulai aktif membeli produk berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh para afiliator. 

Ini membuktikan bahwa affiliate marketing telah berhasil mengubah cara konsumen Indonesia melakukan pembelian, khususnya untuk produk-produk yang sering mereka gunakan sehari-hari.

Grafik 1. Tren Belanja Online, Ulasan Positif Jadi Pemicu Utama

Image or Photo Marketeers Max

Sumber: Populix, 2024

Kategori produk yang paling sering dibeli melalui program afiliasi didominasi oleh produk fisik. Sebanyak 56% responden memilih produk seperti barang kebutuhan sehari-hari, diikuti oleh produk kecantikan dan kesehatan (54%), makanan dan minuman (44%), serta produk terkait hobi dan gaya hidup (18%). 

Angka ini menunjukkan bahwa konsumen mulai mempercayai kualitas produk yang direkomendasikan oleh afiliator, terutama ketika ulasan yang diberikan dianggap jujur dan relevan dengan kebutuhan mereka.

baca juga

    Perempuan dan Gen Z Jadi Penggerak Utama

    Perempuan dan Generasi Z (Gen Z) tercatat sebagai dua kelompok konsumen yang paling aktif dalam memanfaatkan program afiliasi. Sebanyak 59% dari responden yang pernah berbelanja melalui afiliasi adalah perempuan, dan sebagian besar berasal dari Generasi Z. Konsumen dalam kelompok usia ini lebih cenderung mempercayai ulasan dari orang lain, terutama ketika ulasan tersebut didukung oleh konten yang menarik dan testimoni yang positif.

    Hal menarik lainnya yang ditemukan dari riset ini adalah bahwa ulasan positif dari afiliator menjadi faktor utama yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Sebanyak 46% responden menyatakan bahwa ulasan produk yang baik dari afiliator menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk membeli. Selain itu, faktor lain seperti harga yang kompetitif (19%) dan rekomendasi dari orang terdekat (7%) juga menjadi alasan yang cukup signifikan dalam keputusan pembelian.

    Meski produk fisik menjadi kategori utama yang dibeli melalui program afiliasi, beberapa kategori produk lain juga cukup populer. Konsumen sering kali memanfaatkan program afiliasi untuk membeli produk dan layanan seperti perjalanan dan akomodasi (10%), jasa keuangan (9%), dan jasa online (8%).

    Ada pula layanan berlangganan (8%), produk digital (11%), dan bahkan pendidikan dan pelatihan (8%). Hal ini menunjukkan bahwa affiliate marketing memiliki cakupan yang luas dan fleksibilitas tinggi dalam menghubungkan konsumen dengan berbagai jenis produk dan layanan.

    Namun demikian, meskipun ulasan positif dari afiliator sering kali menjadi pemicu utama keputusan pembelian, survei juga mengungkapkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap rekomendasi produk masih belum sepenuhnya solid. Kurang dari 40% responden mengaku benar-benar percaya pada rekomendasi produk dari afiliator.

    “Banyak responden yang memilih bersikap netral terhadap rekomendasi produk dari afiliator. Hal ini menunjukkan pentingnya melakukan kurasi afiliator yang sesuai dengan audiens. Selain itu, para afiliator juga perlu membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata para calon konsumen untuk dapat menjalankan peran mereka secara lebih efektif dan mendapatkan penghasilan yang maksimal,” tambah Indah.

    Di samping perilaku konsumen yang semakin aktif berbelanja melalui afiliasi, tren menjadi afiliator sendiri juga mengalami peningkatan signifikan. Survei menunjukkan bahwa 2 dari 5 individu di Indonesia kini terlibat dalam program afiliasi, dan jumlah ini diprediksi akan terus bertambah. Program ini tidak hanya menarik bagi mereka yang memiliki kecakapan digital, tetapi juga bagi individu yang sedang mencari sumber penghasilan alternatif atau memiliki semangat kewirausahaan.

    Sebanyak 81% non-afiliator menyatakan minat untuk bergabung dengan program afiliasi di masa mendatang. Menurut survei, 89% responden menyebutkan bahwa penghasilan tambahan menjadi faktor pendorong utama mereka tertarik menjadi afiliator. 

    Selain itu, fleksibilitas waktu (53%) dan minat pada produk atau layanan tertentu (19%) juga menjadi alasan lain yang mendukung minat mereka dalam mengikuti program afiliasi.

    Grafik 2. Minat Tinggi Jadi Afiliator: Tambahan Penghasilan Jadi Alasan Utama

    Image or Photo Marketeers Max

    Sumber: Populix, 2024

    Berdasarkan survei, mayoritas responden (58%) memiliki ekspektasi realistis terkait penghasilan yang mereka peroleh dari program afiliasi. Mereka berharap penghasilan yang didapatkan dapat membantu menopang keuangan mereka, meski tidak terlalu besar. 

    Sekitar 24% responden menyatakan bahwa mereka hanya mengharapkan penghasilan tambahan yang tidak signifikan, sementara 18% lainnya berharap dapat menjadikan afiliasi sebagai sumber pendapatan utama.

    Profil responden yang tertarik menjadi afiliator didominasi oleh perempuan dan Generasi Z, yang lebih cenderung memanfaatkan fleksibilitas yang ditawarkan oleh program ini. Kebutuhan untuk mendapatkan penghasilan tambahan serta keinginan untuk terlibat dalam bisnis online menjadi dua motivasi utama di balik minat mereka.

    Meskipun tren affiliate marketing terus berkembang, tantangan tetap ada. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh afiliator adalah membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata konsumen. 

    Hanya dengan pendekatan yang jujur dan transparan, afiliator dapat memaksimalkan potensi pendapatan dari program ini. Di sisi lain, pelaku bisnis juga perlu lebih selektif dalam memilih afiliator yang dapat merepresentasikan merek mereka dengan baik dan sesuai dengan target audiens.

    “Rekomendasi para afiliator memainkan peran signifikan dalam keputusan pembelian konsumen.”

    Indah Tanip
    VP of Research di Populix

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Scroll to Top