Alasan Pakai Bank Digital , Bank digital semakin populer di kalangan Gen Z dan Milenial. Kemudahan, kenyamanan, dan keamanan menjadi pendorong utama mereka menggunakan bank digital.
Perbankan digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada Mei 2024, Bank Indonesia (BI) mencatat nominal transaksi perbankan digital mencapai Rp 5.570,49 triliun atau meningkat 10,82% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini didorong kuat oleh Gen Z dan Milenial yang menempati kelompok generasi terbesar di Indonesia saat ini.
Populix, perusahaan riset berbasis online meluncurkan hasil penelitian terbaru bertajuk Studi Analisis Ekosistem dan Persepsi terhadap Bank Digital di Indonesia. Dari laporan tersebut, terpotret alasan generasi yang lahir tahun 1997 hingga 2012 lebih memilih menggunakan bank digital. Survei membuktikan, kawula muda ingin semudah mungkin dalam melakukan transaksi perbankan.
Adapun penelitian melibatkan sampel sebanyak 250 orang laki-laki dan perempuan. Responden Gen Z berusia 17 hingga 27 tahun yang dipilih secara random sampling dari panel Populix untuk mengetahui kondisi pasar sebenarnya. Skrining kategorinya adalah pengguna bank digital dalam satu bulan terakhir.
Penelitian dilakukan pada tanggal 11-16 Juni 2024 dengan komposisi responden 60% responden Gen Z dan 40% responden Milenial berusia 17-39 tahun di Jabodetabek, Jawa, Sumatera, dan beberapa kota lainnya dengan durasi pengerjaan survei sekitar 15 menit. Pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kuesioner dengan format pilihan ganda tunggal, pilihan ganda kompleks dan skala likert.
baca juga
Dari hasil penelitian, faktor pendorong utama responden menggunakan bank digital yaitu adanya layanan transfer dana cepat dan mudah dengan persentase 66%. Adanya integrasi dengan e-wallet dan layanan pembayaran lain serta transaksinya yang mudah bisa dilakukan di mana saja menjadi faktor pendorong selanjutnya. Masing-masing memiliki persentase sebesar 64%. Grafik 1.

Temuan lain dari penelitian ini adalah terkait dengan pengetahuan Gen Z dan Milenial terhadap bank digital yang ada di Indonesia. Ada tiga aspek yang diukur terkait dengan merek yang diketahui yaitu top of mind (TOM) atau first mention, total penyebutan spontan, dan total awareness. SeaBank menjadi bank digital paling banyak dikenal dengan jumlah TOM 95, total penyebutan spontan 68, dan total awareness 27.
Urutan kedua ditempati oleh Bank Jago dengan dengan jumlah TOM 94, total penyebutan spontan 70, dan total awareness 24. Selanjutnya blu by BCA pada peringkat ketiga dengan jumlah TOM 85, total penyebutan spontan 43, dan total awareness 14. Grafik 2.

Indah Tanip, VP of Research Populix menjelaskan, di antara para pemain bank digital di tanah air, SeaBank menjadi yang paling banyak dipilih oleh Gen Z dengan market share sebesar 57%, lalu diikuti Bank Jago (36%), dan Blu by BCA (26%). Secara khusus bagi responden di area Jabodetabek, studi menemukan bahwa responden cenderung menggunakan 2-3 aplikasi bank digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Bank digital utamanya banyak digunakan untuk isi ulang e-wallet sebesar 54%, transfer antar bank 49%, berbelanja di e-commerce atau platform online 48%, serta transfer antar rekening 47%. Hal ini sejalan dengan hasil survei dimana SeaBank memiliki seluruh fitur yang banyak dipilih nasabah.
“Keterbukaan Gen Z terhadap internet dan teknologi mendorong generasi ini untuk memiliki ekspektasi berbeda terhadap produk dan layanan perbankan. Bank digital menjadi jawaban atas keinginan mereka terhadap kegiatan bertransaksi yang serba cepat, nyaman, dan aman. Oleh karena itu, para pemain bank digital dituntut untuk terus berinovasi memberikan solusi perbankan dan fitur-fitur yang sesuai dengan harapan para nasabah lintas generasi, terutama Gen Z,” kata Indah.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi responden dalam memilih bank digital, seperti biaya admin dan biaya transfer yang rendah sebesar 56%, program promosi, diskon atau cashback 52%, keamanan bank 50%, desain aplikasi yang mudah digunakan 49%, dan fleksibilitas dalam transaksi sehari-hari 47%. Secara umum, SeaBank paling banyak dipilih Gen Z untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari karena fitur-fitur yang ditawarkan oleh bank ini seperti bebas biaya admin dan transfer, menyediakan banyak program promosi yang menarik, dan memiliki aplikasi yang mudah digunakan.
“Bank Jago dipilih karena terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi lain, dan Blu by BCA dipilih karena keamanan aplikasi dan layanan pelanggan yang responsif,” ujarnya.
Di sisi lain, Aviliani, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut, perbankan digital baru bisa membuktikan eksistensinya dalam dunia bisnis selama dua tahun ke depan. Hal ini lantaran ekosistemnya yang belum terbentuk secara menyeluruh, meskipun setiap tahun terjadi progres yang cukup baik. Ke depan hanya bank-bank digital yang telah memiliki ekosistem kuat yang dapat bertahan. Sementara itu, sisanya akan berguguran dengan sendirinya.
“Bank digital itu akan teruji di dua tahun berikutnya, apakah mereka akan bertahan atau tidak. Karena jika tidak ada ekosistem yang mendukung maka akan jadi euforia sementara saja,” kata Aviliani.
Fenomena tersebut sudah terlihat sejak beberapa tahun ke belakang ketika perbankan mulai berbondong-bondong mengampanyekan digitalisasi. Bagi bank dengan modal tebal, mereka banyak yang mencaplok ekosistem-ekosistem pendukung bank digital seperti pembayaran online. Kendati demikian, Aviliani tetap optimistis industri bank digital dapat berkembang di tanah air. Apalagi, lanjutnya, penetrasi internet dan smartphone makin masif dewasa ini.
“Saya percaya bank digital akan bisa berkembang dan diterima masyarakat. Dengan pengguna smartphone sebanyak 170 juta orang dan penetrasinya sebesar 61,7% dari populasi merupakan pasar yang sangat besar,” ujarnya.
