Talenta Digital

Talenta Digital Kerja di Luar Negeri Lebih Diminati , Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Meski begitu, talenta digital tanah air justru lebih ingin berkarier di luar negeri.

Salah satu alasan utama adalah gaji dan kompensasi di Indonesia yang relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama di sektor teknologi. Talenta digital yang memiliki keahlian tinggi sering kali menemukan bahwa mereka bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi di luar negeri. Selain itu, peluang karier di bidang teknologi di Indonesia mungkin tidak sebanyak yang tersedia di negara-negara maju.

Banyak perusahaan di Indonesia belum sepenuhnya menyadari atau mengeksplorasi potensi teknologi digital. Sehingga tidak menawarkan cukup banyak posisi menarik bagi talenta digital. Fenomena tersebut terpotret dalam penelitian yang dilakukan oleh Jobstreet by SEEK, platform pencarian kerja melaporkan hasil survei terbaru bertajuk Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja. 

Penelitian ini melibatkan kolaborasi dengan Boston Consulting Group (BCG), The Network, dan The Stepstone Group. Survei mencakup 188 negara ini mewawancarai lebih dari 150 ribu responden, termasuk 19.154 di antaranya merupakan tenaga kerja Indonesia yang memberikan wawasan lokal mengenai lanskap ketenagakerjaan saat ini.

Dari hasil penelitian, pekerja di sektor digital, data science, dan artificial intelligence (AI) paling berminat kerja di luar negeri dengan persentase 81%. Kemudian diikuti oleh engineering dan teknik 77%. Desain, seni, profesi kreatif, dan arsitektur menempati urutan tiga dengan persentase 76%. Grafik 1.

Image or Photo Marketeers Max

Pertimbangan karier secara umum menempati peringkat tertinggi bagi kandidat Indonesia sebagai motivasi mereka bekerja di luar negeri. Sebanyak 70% menyatakan motivasi ini dan jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. Di bawahnya ada alasan finansial dan ekonomi, sementara kualitas hidup yang lebih baik secara keseluruhan berada di urutan ketiga dalam hal mempengaruhi keputusan mereka pindah ke luar negeri. Grafik 2.

Image or Photo Marketeers Max

Wisnu Dharmawan, Sales Director Indonesia, Jobstreet by SEEK menjelaskan, angka ini menurun dari tingkat sebelum pandemi COVID-19 sebesar 82% pada tahun 2018. Kendati demikian, minat untuk bekerja di luar negeri tetap tinggi. Secara umum, tercatat  67% masyarakat Indonesia ingin bekerja di luar negeri pada tahun 2023.

baca juga

    “Berbeda dengan tren global di mana individu muda lebih bersedia untuk bekerja di luar negeri, masyarakat Indonesia di berbagai tahap kehidupan dan usia menunjukkan minat yang sama dalam relokasi internasional. Dari 67% masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri, 32% di antaranya memilih Jepang sebagai negara tujuan utama untuk bekerja, diikuti oleh negara maju lainnya seperti Australia, Singapura, dan Jerman,” kata Wisnu.

    Temuan lain dari survei ini adalah sebanyak 29% responden menyatakan preferensi untuk bekerja di luar negeri dalam jangka menengah dan berniat untuk kembali ke Indonesia setelah lebih dari tiga tahun. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan para profesional di kawasan Asia Tenggara sebanyak 25% dan global 21%. 

    Kendati demikian, terdapat juga kelompok yang berencana tinggal di luar negeri untuk jangka panjang 20% serta mereka yang belum bisa menentukan 23%. Hal ini menjadi tantangan bagi retensi talenta dan pengembangan ekonomi dalam negeri.

    “Perkembangan karier atau pengalaman kerja menempati peringkat tertinggi sebagai salah satu motivasi bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri, di mana sekitar 70% dari mereka memiliki motivasi tersebut. Selain itu, alasan keuangan dan ekonomi serta keinginan untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusan untuk pindah ke luar negeri,” ujarnya.

    Sementara itu, Haikal Siregar, Managing Director, Boston Consulting Group Indonesia menambahkan, survei membuktikan pada tahun 2023, Indonesia menempati peringkat ke-33 sebagai negara tujuan yang diminati oleh para profesional dari luar negeri yang ingin bekerja. Peringkat ini naik secara signifikan, meningkat 18 peringkat dari posisi 51 di tahun 2020. Hal ini menunjukkan daya tarik Indonesia yang semakin kuat.

    Sebagian besar profesional dari luar negeri memilih Indonesia karena budaya yang ramah dan inklusif, kualitas hidup yang baik, serta peluang yang terus berkembang pesat. Mayoritas profesional yang tertarik untuk bekerja di Indonesia berasal dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik seperti Malaysia, Singapura, dan India.

    “Secara keseluruhan, orang-orang memilih negara untuk kesempatan kerja, kualitas hidup, dan lebih menyukai pemberi kerja yang menawarkan dukungan kepada pekerja. Untuk mempersiapkan diri menghadapi ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja, perusahaan dapat mempraktikkan perencanaan tenaga kerja yang lebih strategis mengikuti preferensi para pencari kerja global untuk pasar Indonesia,” kata Haikal.

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Scroll to Top