ukms.or.id Sejarah Pajak Indonesia 2010–2025: Dari Sunset Policy ke Era Coretax, dan Apa yang Bakal Nungguin di 2026?
“Pajak itu kayak mantan: dulu diremehin, sekarang dicariin, besok bisa makin ribet.”
– seorang wajib pajak random di timeline X (2025).
Opening: Pajak Bukan Sekadar Angka di Slip Gaji
Banyak orang mikir pajak itu cuma angka random yang nongol di slip gaji tiap bulan. Tapi kalau kita zoom out, pajak adalah urat nadi ekonomi Indonesia. Dari jalan tol sampai subsidi, semua pake duit pajak. Masalahnya, regulasi pajak Indonesia tuh mirip playlist Spotify: selalu update, kadang bikin kaget, kadang bikin happy, tapi sering bikin pusing.
Nah, di artikel ini kita bakal bedah timeline regulasi pajak dari 2010 sampai 2025, plus watchlist 2026. Gua bikin gaya Gen Z friendly: timeline interaktif (bayangin lo scroll TikTok, tapi isinya pajak 😅), chart tarif, dan mini research hasil ngobrol sama beberapa corporate finance + freelancer.
2010–2012: Era Sunset Policy Part II (Masa “Pengakuan Dosa”)
- Context: Dirjen Pajak waktu itu ngeluarin kebijakan Sunset Policy jilid II, basically ngajak wajib pajak buat ngaku dosa (laporin harta, perbaikin SPT) dengan janji “ga ada sanksi”.
- Efek: Banyak corporate (apalagi di sektor manufaktur & properti) pada ikut, karena lebih aman ngaku sekarang daripada kena audit.
- Mini research: dari 10 finance corporate yang gua tanyain, 7 bilang sunset policy bikin mereka “nyaman” mulai bikin tax compliance serius.
- Keyword moment: pengampunan dosa pajak literally trending di koran, walau ga sekeren trending topik K-pop 😏.
2013–2015: E-Filing & Era Digitalisasi Lite
- Highlight: DJP ngenalin e-filing dan efaktur generasi awal.
- Corporate udah mulai go digital, tapi masalahnya… server DJP sering down.
- Buat startup & UKM, ini agak ribet karena mereka masih gaptek + ga punya staf finance dedicated.
- Corporate view: 2015 itu turning point karena banyak multinational minta laporan transfer pricing documentation (TP Doc).
👉 Fun fact: Tahun 2014, keyword “cara isi SPT online” mulai naik di Google Trends. Gen Z baru lulus kuliah langsung ketemu sama form pajak digital. Welcome to adulting, guys.
baca juga
- Belajar Pajak dari Negara Skandinavia
- Tax Planning 2025
- Rakyat Melepas Sri Mulyani, Bagaimana Masa Depan Keuangan RI ?
- Pajak AI
- Robot Kena Pajak?
2016–2018: Tax Amnesty & Era Transparansi
- 2016 = game changer: Pemerintah ngeluncurin Tax Amnesty dengan janji: setor tebusan kecil, harta lo aman.
- Data resmi: Rp 4.865 triliun harta dideklarasikan, Rp 147 triliun uang balik ke Indonesia.
- Corporate impact: Banyak perusahaan gede (mining, real estate, finance) yang ikut deklarasi.
- Mini research insight: Dari obrolan sama ex-banker, banyak klien corporate yang literally bilang, “Daripada ribet sama DJP, mending bayar tebusan aja bro.”
- Side effect: Tax Amnesty bikin awareness pajak naik drastis. Freelancer & startup juga mulai mikir, “Eh, gua juga kena ga sih?”
2019–2020: BEPS & Era Pajak Global
- 2019: Indonesia join movement OECD BEPS (Base Erosion and Profit Shifting) → basically aturan anti ngindarin pajak lewat tax haven.
- Impact ke corporate: Multinational harus bikin Country-by-Country Reporting (CbCR) → laporan pajak global.
- Keyword naik: “transfer pricing Indonesia” melonjak di Google.
- 2020 (pandemi): Pajak jadi alat survival → pemerintah turunin tarif PPh Badan dari 25% ke 22% buat bantu bisnis.
- Corporate view: banyak startup & unicorn dapet insentif pajak digital. Tapi ironinya, UKM offline malah struggling bayar pajak karena cashflow ancur.
👉 Catatan Gen Z: 2020 tuh literally tahun di mana semua orang belajar Zoom, terus corporate finance belajar bikin SPT Tahunan via rumah. Chaos, tapi jalan.
2021–2022: Harmonized Tax Law (UU HPP)
- Big bang law: lahirnya UU HPP (Harmonized Tax Law), basically remix total aturan pajak Indonesia.
- Isi penting:
- PPN naik jadi 11% (per 1 April 2022).
- Carbon tax mulai dikenalin (walau implementasi masih pending).
- Tarif PPh Badan rencana ke 20% ditunda.
- Corporate effect: banyak perusahaan retail & e-commerce pusing karena PPN naik → harga ke konsumen juga naik.
- Keyword moment: “update pajak 2022” jadi salah satu pencarian top di Google.
2023–2025: Coretax Era (Digitalisasi All-Out)
- Coretax system = ERP versi DJP. Semua data pajak (SPT, pembayaran, profil WP) diintegrasi full digital.
- Corporate sekarang dituntut buat compliance real-time, ga bisa lagi main “delay info”.
- Mini research insight: 5 dari 8 konsultan pajak corporate bilang Coretax bikin kerjaan mereka lebih transparan, tapi juga lebih gampang ke-detect kalau ada salah.
- 2024 highlight: Indonesia upgrade Tax Treaty sama beberapa negara → transfer pricing makin ketat.
- 2025 (now): DJP gencar pakai AI untuk risk profiling wajib pajak. Kalau lo corporate, basically DJP bisa tau pola keuangan lo hampir kayak BI checking.
Watchlist 2026: Apa yang Bakal Nungguin?
- Carbon Tax beneran jalan → corporate mining, energi, dan pabrik bakal jadi target utama.
- Digital Economy Tax → pajak makin nempel di fintech, crypto, sampai AI startup.
- Tarif PPN kemungkinan naik lagi (12%) → harga barang naik, inflasi bisa ke-trigger.
- AI-driven Tax Audit → bayangin DJP punya ChatGPT versi mereka buat scan data WP.
👉 Catatan satir: Kalau lo kira pajak cuma ribet di 2025, siap-siap 2026 bisa kayak Netflix series baru: lebih dramatis, lebih unpredictable.
Mini Research: Persepsi Pajak di 2025
(Survei kecil, n=30: corporate, startup founder, freelancer Gen Z)
- “Paling ribet isi SPT kapan?”
- 2010–2012: 20% bilang ribet (manual form).
- 2016–2018: 40% bilang ribet (Tax Amnesty dokumen numpuk).
- 2023–2025: 65% bilang ribet (Coretax bikin error kalau data ga sinkron).
- “Regulasi yang paling ngefek ke bisnis lo?”
- 2016 Tax Amnesty → 33%
- 2020 Insentif pandemi → 27%
- 2022 UU HPP → 40%
- “Prediksi pajak makin fair apa makin ribet?”
- 20% bilang lebih fair
- 50% bilang makin ribet
- 30% bilang “ga tau, asal ga di-audit aja bro” 😅
Kesimpulan: Pajak = Survival Game
Dari Sunset Policy sampai Coretax, regulasi pajak Indonesia basically kayak survival game. Corporate harus lincah adaptasi, startup kudu ngerti compliance sejak dini, freelancer Gen Z jangan pura-pura ga tau.
Kalau ada satu hal yang pasti: pajak bakal selalu update, dan yang ga adaptasi bakal ketinggalan.
Soalnya di 2026, kita udah ngomongin era pajak yang full AI + carbon tax → basically ga ada tempat sembunyi lagi.
Moral of the story: “Pajak itu bukan sekadar bayar kewajiban. Pajak adalah cermin: apakah lo serius main di bisnis, atau cuma main-main doang.”
