Author: UKMS

  • Bajawa Flores Coffee NTT

    Successfully opening its first outlet in the Tebet area, South Jakarta, Kopi Bajawa Flores NTT has expanded its market to the Bintaro area, Tangerang. 

    Choosing to use a very Indonesian name, Kopi Bajawa Flores NTT Kopi Flores NTT is not only concerned with profit, but also wants to always have an impact so that children in remote areas do not feel discriminated against. 

    every purchase of food and drink or coffee at Kopi Bajawa Flores NTT 20% of the profit will be given to children’s education in NTT. Until now, the total profit that has been donated is around 13 million out of 20% of the profit earned.

    “With the addition of this Bajawa Flores coffee outlet in NTT, it can help children’s education in NTT. With the opening of many branches, the greater the influence given.

     To help educate children in NTT, we collaborate with the Tangan Pengharapan Foundation to distribute donations. We hope that this outlet will be more crowded with loyal coffee consumers. 

    The more food we order, the more we can donate.” said Frans and Liu, owners of Bajawa Flores Coffee in NTT when contacted on Tuesday

    read more

      Kopi Bajawa Flores NTT created a campaign in the form of donations from every product purchased to support underprivileged children in NTT to get a better education & life. 

      Frans and Liu hope that what Kopi Bajawa Flores NTT is doing in Jakarta, can help equalize education in NTT, which is arguably quite lagging behind. So, there is no reason not to visit this unique Bajawa Flores NTT Coffee.

    • Sambal Mapoppy

      ukms.or.id , Sambal Mapoppy, Dunia Sambal di Kuliner Nusantara Dari saat ke saat profesi juga sebagai pengusaha masih tetap jadi buruan beberapa orang.

      Hal itu terlihat dari larisnya semuanya yang terkait dengan #peluang usaha seperti buku pengusaha, kursus usaha sampai tawaran beragam type usaha.

      Tetapi nyatanya untuk jadi seseorang pengusaha tak semudah yang kita pikirkan. Banyak orang yang telah lama tekuni dunia enterpreneurship mesti gigit jari karena tak kunjung sukses.

      Tetapi yang unik yaitu ada juga sebagian orang yang sukses berhasil didunia usaha malah tanpa ada pernah ia pikirkan pada awal mulanya. Satu diantaranya seperti entrepreneur wanita bernama Poppy Herlina.

      Wanita paruh baya itu malah “terperosok” ke lembah dunia usaha lantaran satu argumen yg tidak pernah terbayangkan olehnya. Serta dengan kejelian dalam lihat kesempatan, pada akhirnya mengantarkan ibu satu anak itu berhasil melakukan bisnis product sambal. Seperti apa cerita komplitnya? Tersebut penjelasannya.


      Bisnis Yang Berawal dari Kepergian Sang Suami

      Seperti yang sudah di singgung diatas, Poppy Herlina memulai bisnisnya malah dari hal yg tidak pernah ia sangka. Itu berawal satu tahun lebih waktu lalu saat sang suami wafat dunia.

      Lantaran peristiwa itu praktis ia mesti mengaukms.or.id/l peran ganda terkecuali juga sebagai seseorang ibu tetapi juga tulang-punggung untuk putri semata wayangnya.

      Dalam keadaan yang masih tetap terpukul, Poppy mengerti bahwa selalu terpuruk tidaklah jalan keluar untuk permasalahan.

      Dari situ ia mulai berpikir untuk menggerakkan usaha untuk menyambung hidup. Tidak banyak yang dapat terfikir oleh Poppy saat ini.

      Ide malah datang dari keluarganya yang menyampaikan bahwa masakan buatan Poppy memiliki rasa yang khas serta layak untuk di jual. Dari situ rasa yakin dianya mulai muncul untuk melakukan bisnis.

      Dunia Sambal Masih Digemari di Kuliner Nusantara

      Sesuai sama anjuran yang didapatkan keluarga, Poppy mulai menggerakkan #bisnis kuliner kecil-kecilan di tempat tinggalnya. Dengan modal duit sebesar Rp350. 000,

      ia beli beragam bahan serta kepentingan untuk memasak. Mujur dengan basic kekuatan memasak yang ia punyai, ia dapat bikin beragam jenis makanan dan jajanan.

      Sesudah jalan sekian waktu, nyatanya product kuliner olahan Poppy memperoleh sambutan yang hangat beberapa konsumennya. Dari mulut ke mulut, bisnisnya juga mulai menyebar serta banyak diminati customer.

      Dari usaha yang digerakkannya itu, sesungguhnya dapat disebut sudah memperoleh pendapatan yang cukup baik.

      Tetapi insting usaha untuk meningkatkan usaha tergelitik sesudah banyak customer yang terasa tertarik dengan satu diantara olahan Poppy yakni sambalnya.

      baca juga

      Mengawali Ekspansi Usaha Sambal Mapoppy

      Poppy mulai meningkatkan usaha kuliner yang spesial mendatangkan bermacam macam sambal.

      ‘Dibranding dengan nama sambal Mapoppy, awal mulanya ia pernah sangsi lantaran usaha itu sangatlah bergantung dengan sebagian komoditas yang harga nya sangatlah fluktuatif seperti cabai.

      Tetapi dengan kepercayaan diri pada akhirnya ia selalu berupaya wujudkan usaha itu.

      Keunggulan dari sambal Mapoppy itu yaitu di buat dengan bahan-bahannya yang cukup bermacam serta terjamin mutunya. Juga sebagai bahan penyusun salah satunya ada cabai merah, cabai rawit, terasi, petai, perihal, bawang dan ayam juga sebagai pelengkap.

      Untuk bumbu penyedap Poppy tak memakai bumbu yang memiliki kandungan MSG, tetapi cuma memakai garam serta gula. Itu pulalah Sebagai keunggulan dari sambal Mapoppy.

      Diluar itu yang menarik dari product sambal itu yaitu pilihan type yang cukup bermacam.

      Sekurang-kurangnya ada 4 type sambal yang didatangkan yaitu sambal terasi, sambal petai, sambal ayam suwir dan keripik kentang pedas. Untuk yg tidak sukai sambal yang terlampau pedas, Poppy juga memberi pilihan level tingkat kepedasan mulai pedas umum, sangatlah pedas atau dapat sesuai dengan hasrat pelanggan.

      baca juga

      Usaha Pemasaran Kreatif

      Untuk masalah pemasaran usaha sambal Mapoppy, diserahkan pada sang anak Nadya yang mengatur semuanya berkenaan promosi serta marketing.

      Nadya menyebutkan bahwa keberhasilan sambal Mapoppy terkecuali diperoleh dari dampak promosi mulut ke mulut, tetapi juga pemakaian media sosial juga sebagai arena promosi.

      Bahkan juga saat ini account #Instagram spesial sambal Mapoppy yang di buat oleh Nadia sukses menyumbang tidak kurang dari 20 % dari keseluruhan penjualan usaha itu. Dunia Sambal Masih Digemari di Kuliner Nusantara

      Sekarang ini omzet dari usaha sambal Mapoppy sudah meraih 5 sampai Rp. 10 juta perbulan. Dari pendapatan itu, Poppy masih tetap mau selalu tingkatkan taraf bisnisnya bahkan juga sampai luar negeri.

    • Amygdala Bamboo : Bambu Membawa Dia Menjadi Exportir Ke Jepang

      ukms.or.id –  Amygdala Bamboo : Bambu Membawa Dia Menjadi Exportir Ke Jepang “Selalu siap dengarkan serta aware bakal kondisi sekitaran, dan janganlah sangsi mencari mentor untuk menasihati.

      Senantiasa yakin serta konsentrasi pada mimpi awal kita saat mengawali usaha, serta dengan usaha keras-kerja cerdas, mimpi itu bakal sedikit untuk sedikit mulai jadi riil, ” catat yang memiliki usaha Amygdala Bamboo, Harry Anugrah Mawardi.

      Tanaman bambu di Indonesia masihlah dilihat mata sebelah. Cuma sedikit orang-orang di Indonesia yang memakai bambu jadi product yang mempunyai nilai lebih.

      Tetapi tidak sama dengan apa yang dihadapi Harry Anugrah Mawardi. Di tangan pria berumur 29 th. ini, bambu mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Bahkan juga dari bambu, Harry dapat bikin orang Jepang kaget. Kok dapat?

      lulusan Institut Tehnologi Bandung (ITB) th. 2009 jurusan Design Product, Fakultas Seni Rupa serta Design ini menceritakan bagaimana ia berhasil bangun usaha dengan bahan baku bambu. Usaha yang digeluti Harry awalannya datang dari riset di kampusnya, ITB.

      Waktu itu, ia kerap lakukan riset untuk meningkatkan design kerajinan bambu di lokasi Jawa Barat. Namun, riset itu tak membuatnya senang. Sebab hasil akhir dari penelitiannya cuma hanya jadi paper serta prototype.

      “Bisnis ini bermula dari keterlibatan saya di bebrapa riset akademis untuk program studi Design Product ITB tentang pengembangan design product kerajinan bambu. Dari sana saya lihat besarnya potensi pengrajin bambu Indonesia untuk membuahkan product yang bisa berkompetisi di pasar global, ”

      Dari sana Harry lihat kenyataan, banyak beberapa pengrajin bambu yg tidak mempunyai akses pasar yang cukup luas. Alhasil, product kerajinan bambu yang dihasilkan beberapa pengrajin terbatas serta tak mempunyai daya saing, bahkan juga dihargai cukup murah.

      “Para pengrajin tak mempunyai akses serta wawasan yang pas karenanya. Oleh karenanya saya mengawali usaha ini untuk jadi jembatan pada pasar moderen sekarang ini dengan beberapa pengrajin Indonesia, supaya product kerajinan Indonesia jadi tuan tempat tinggal di negeri sendiri serta pujaan di negara lain, ” tuturnya.

      Dengan ketrampilan di bagian design yang dipunyainya, Harry mengolah serta meningkatkan usaha kerajinan bambo Sampai pada akhirnya usahanya berdiri serta dinamakan Amygdala Bamboo.

      “Karena saya menginginkan tunjukkan pada desainer yang lain, kalau design juga bisa memberi faedah riil pada orang-orang desa. Hingga usaha ini bisa mengaplikasikan Human Centered Design dengan cara riil untuk customer serta produsen, ” tuturnya.

      Bangun Amygdala Bamboo Cuma Bermodal Rp 1 Juta

      Waktu bangun usaha Amygdala Bamboo, Harry Anugrah Mawardi (29) cuma keluarkan modal sebesar Rp 1 juta. Modal itu yaitu duit pribadinya yang memanglah dialokasikan untuk Amygdala Bamboo.

      “Modal Rp 1 juta, dari modal sendiri, ” bisiknya.

      Harry lalu coba bikin beberapa design baru berbahan baku bambu yang relatif murah serta persediaannya cukup banyak. Dalam bangun serta meningkatkan usaha awalannya Harry tak sendirian.

      Harry mengawali bisnisnya berbarengan seseorang pengrajin bernama Utang Mamad (45 th.), warga asli Kampung Ciloa, Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut. Di Kecamatan Selaawi warganya telah turun-temurun jadi pengrajin bambu. Hasil produksinya berbentuk perlengkapan rumah tangga serta sangkar burung.

      “Memadukan desainer kota tidak kecil dengan pengrajin di desa dengan tanpa ada mengganggu zona nyaman semasing untuk geser tempat ke lokasi satu diantara salah satunya, ” serunya.

      Melalui Amygdala Bamboo, Harry berbarengan Utang Mamad sukses bikin beberapa design baru yang kreatif serta inovatif. Bukan sekedar hanya menghasilkan perlengkapan rumah tangga serta sangkar burung, Harry serta Utang sukses bikin beberapa puluh type product baru. Harga yang di tawarkan mulai Rp 50. 000 sampai Rp 2, 2 juta per product.

      “Banyak sekali jenisnya, seperti home decor, lampu, kursi, tableware, perhiasan, tas, bahkan juga pintu, ” sebutnya.

      Amygdala Bamboo : Tak Memercayakan Mesin

      Dalam bikin beragam product kerajinan memiliki bahan basic bambu, Harry Anugrah Mawardi tak terus-terusan memercayakan mesin. Beberapa tidak kecil product kerajinan yang dihasilkannya malah di buat dengan memakai tangan (handmade).

      “Amygdala tawarkan design yang simpel tetapi moderen dengan mengaplikasikan tehnik produksi yang sedikit tergantung pada peralatan sangat banyak seperti coiling serta wireframing, ” katanya.

      Untuk sekarang ini, Harry bukan sekedar memercayakan Utang Mamad sebagai seseorang pengrajin. Dengan makin menambahnya jumlah pelanggan serta pemesanan, Harry pilih untuk bekerja bersama dengan beberapa pengrajin lokal yang lain. System kerja yang dipakai yaitu dengan pola kemitraan.

      “Kami berupaya bukan sekedar mempekerjakan pengrajin namun juga memberi mereka wawasan lewat studi banding perjalanan ke daerah pengrajin lain untuk belajar, serta mengaplikasikan system kemitraan untuk hasil yang ditujukan untuk sesuaikan kesejahteraan mereka dengan usaha ini, ” tuturnya.

      Sekarang ini terdaftar, ada 5 sampai 7 pengrajin yang bekerja bersama dengan Harry. Tetapi jumlah itu di rasa belum memenuhi lantaran keinginan selalu alami penambahan dengan design serta kwalitas yang tidak sama.

      “Kecenderungan ketertarikan pasar yang makin tinggi pada product bambu atau bahan alam yang lain, berikan kesempatan tidak kecil untuk Amygdala meningkatkan usaha ini. Tetapi dengan 5-7 pengrajin yang sekarang ini dipekerjakan, kemampuan serta saat produksi yang dihasilkan cukup terbatas. Susah untuk mengakomodasi pesanan dalam jumlah massal, ” keluhnya.

      Belum lagi untuk mengatasi keinginan spesial (custom) yang perlu diorder pas saat. Hingga beragam langkah dikerjakan Harry, termasuk juga salah nya ialah mengoptimalkan peralatan produksi yang ada.

      “Untuk pekerjaan custom juga Amygdala senantiasa tawarkan sedikit penyesuaian yang maksimal untuk mengakomodir produksi dengan design yang tetaplah baik. Sekarang ini Amygdala mulai memodifikasi sebagian peralatan yang Amygdala punyai supaya sesuai sama untuk menolong tehnik produksi yang Amygdala perlukan. Untuk periode pendek hal semacam ini sangat
      menolong dalam mempercepat sistem produksi beberapa pengrajin agar bisa menguber tujuan saat yang disuruh oleh client, ” tuturnya.

      Gencar Jualan Melalui Media On-line Sampai Radio

      Perlu langkah ekstra untuk Harry Anugrah Mawardi mengenalkan Amygdala Bamboo pada orang-orang Indonesia. Beragam promosi penjualan dikerjakan Harry mulai sejak usaha ini

      “Perkembangannya cukup penting di th. ketiga lewat media coverage yang cukup gencar lewat sosial media, koran, majalah, TV, serta radio, ” sebutnya.

      Spesial di media on-line, Harry memberi sebagian fiturd menarik. Lalu ia juga memberi sebagian photo serta info product yang telah sukses di buat.

      “Penjualan Amygdala dikerjakan lewat on-line dengan jual segera lewat instagram serta website penjualan kolektif yang sekarang ini bekerja bersama dengan furnishlab. com, ” ucapnya.

      Harry menyampaikan hal itu dikerjakan untuk memperluas capaian product pada customer mungkin. Lalu menurut Harry, keuntungan dari jual segera lewat instagram yaitu peluang ada order partai tidak kecil lewat proyek pengadaan barang cafe atau restoran. Hal semacam ini Amygdala kerjakan dengan teratur memposting lookbook tentang bagaimana penampilan product Amygdala saat diterapkan di hotel atau cafe.

      “Secara on-line yaitu pembuatan instagram @amygdala_bamboo serta situs (blog) www. amygdalaid. wordpress. com. Keperluan on-line cukup krusial sekarang ini, promosi dengan cara viral dari mulut ke mulut bisa jadi lebih cepat penetrasinya lewat internet, hingga konsumen tak perlu berjumpa atau mendatangi kita segera namun telah terbayang deskripsi produknya seperti apa, ” katanya.

      Paling akhir lewat media bikin. Untuk Harry exposure media dikerjakan untuk meningkatkan pride dari brand Amygdala. Hal semacam ini cukup menolong memberikan keyakinan calon konsumen kalau Amygdala yaitu brand yang disadari khalayak ramai. “Amygdala cukup mujur pernah ada di majalah Harpers Bazaar Indonesia serta Scarf Magazine, ” sebutnya.

      Amygdala Bamboo Bisa Mencapai Omzet Beberapa ratus Juta Melalui Kiat Jitu

      Harry Anugrah Mawardi tak beberapa 1/2 tekuni usaha Amygdala Bamboo. Untuk membesarkan nama Amygdala Bamboo, beragam kiat usaha mulai Harry kembangkan.

      Menurut Harry, kiat spesial yang ditempuh Amygdala yaitu berkelanjutan menyesuaikan diri sebagai yang paling depan untuk product bambu moderen. Hal semacam ini diusahakan dengan ikuti sebagian pertandingan untuk meningkatkan nilai competitiveness dari brand ini. “Melalui prestasi dari pertandingan yang diikuti, diinginkan keyakinan orang-orang
      selalu bertambah serta menumbuhkan rasa mesti mempunyai product Amygdala, ” katanya.

      Diluar itu, Amygdala mengaplikasikan system crowd sourcing pada pengrajin sebagai ujung tombak Amygdala. Ini berarti SDM Amygdala diperoleh dari orang-orang luas. Amygdala bangun jejaring dengan pengrajin bambu di Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Lembang, Banten serta Bandung.

      Jejaring ini di bangun untuk memutarkan serta membagi produksi Amygdala sesuai sama type product serta type ketrampilan pengrajin supaya pemakmuran pengrajin jadi rata serta pas manfaat. Keuntungan dari system ini menurut Harry yaitu tak dibutuhkan workshop sendiri lantaran yang diperlukan cuma storage sebagai tempat transit untuk quality control dari pengrajin ke end user.

      “Dengan jejaring ini, diinginkan Amygdala bisa jadi most wanted bamboo product in Indonesia lantaran Amygdala berkoneksi dengan nyaris semuanya produsen bambu di Jawa Barat, ” sebutnya.

      Nah kiat usaha lain yang digerakkan Amygdala yaitu teratur ikuti pameran bertaraf internasional seperti Trade Expo, Crafina, IFEX, serta INACRAFT. Di pameran- pameran itu Amygdala mempromosikan product Amygdala lihat reaksi pasar pada product tawaran Amygdala. Hingga terkecuali promosi, arena ini jadi penelitian untuk Amygdala.

      Sesaat Harry juga mengaplikasikan system titip jual di website collective brand. Dituturkan Harry, langkah tersebut mempermudah pengurusan retail serta kurangi cost promosi karena konsinyasi pada website itu telah termasuk juga promosi. Sekarang ini Amygdala juga tengah coba menjajaki peluang penjualan off line dengan system stok di toko fisik. Namun menurut dia diperlukan modal untuk stok serta distribusi teratur ke toko itu.

      Paling akhir kiat usaha yang dikerjakan Amygdala yaitu coba keluarkan dana penambahan tiap-tiap bln. sekitaran Rp 500. 000 berbentuk product untuk lakukan endorsing pada sebagian public profile seperti ilustrator Rukmunal Hakim, komikus Tita Larasati, sampai researcher Belanda Jessica Mills.

      “Dan yang paling baru yaitu dengan hijab designer Jenahara, ” sebutnya.

      Kiat usaha ini disadari Harry beresiko positif pada penambahan jumlah keinginan product bambu bikinannya. Omzet yang didapatnya saat ini berkisarhingga beberapa ratus juta rupiah.

      “Sudah, omzet Rp 200-300 juta/th. dengan jumlah 8 ketua grup pengrajin, ” tuturnya.

      Amygdala Bamboo Di jual ke Jakarta Sampai Australia

      Dengan gencarnya beragam promosi penjualan serta kiat usaha tepat yang diperkembang buat product Amygdala Bamboo di kenal orang-orang. Alhasil product buatan Harry Anugrah Mawardi ini berhasil di pasarkan didalam negeri.

      “Di dalam negeri kita telah jual di Bandung, Jakarta, Bali, serta Makassar, ” sebutnya.

      Bukan sekedar berhasil didalam negeri, penjualan product Amygdala Bamboo juga telah menyasar ke mancanegara. Mulai sejak th. 2015, product Amygdala Bamboo telah sukses menembus pasar Singapura, Jepang sampai Australia.

      “Di luar negeri itu ke Australia, Jepang, Korea, Malaysia, serta Singapura, ” imbuhnya.

      Baca juga : bisnis-perhiasan-dilakoni-wanita-ini-hingga-menjadi-pebisnis-wanita-sukses/

      Untuk pasar ekspor, selama ini Harry menyampaikan tak ada kendala yang penting. Menurut dia tanggapan customer luar begitu sangat bagus dengan ketertarikan serta mempunyai rasa penasaran yang cukup tinggi pada product handmade Indonesia. Tetapi persoalan harga kadang-kadang jadi ganjalan untuk pasar yang lebih tidak kecil.

      “Hal ini mungkin saja karena mereka memperbandingkan product handmade craft dengan manufactured craft yang pasti dapat lebih murah karena di produksi oleh mesin dengan kuantiti tidak kecil, ” sebutnya.

      Sekarang ini 90% pasar product Amygdala Bamboo yaitu didalam negeri serta cuma 10%-nya yaitu pasar ekspor. Walau mempunyai jumlah yang lebih tidak besar, Harry menilainya potensi pasar ekspor ke depan cukup tidak kecil. Harry menyampaikan negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea, serta Eropa mulai jemu dengan lifestyle moderen. Sedang trend sustainable serta go green sekarang ini malah berkembang serta bertambah hingga mereka cendrung menginginkan kembali pada alam.

      Product craft memiliki bahan alami seperti bambu dinilai Harry akan cukup disukai oleh orang-orang luar negeri. Terlebih segmen pasar ini berpeluang menyasar ke beberapa young intellectual dengan cita rasa estetika serta mempunyai local pride. Kenyataannya sebagian besar customer Amygdala Bamboo ada dari kelompok artis, eksekutif muda, serta young
      pengusaha yang lain.

      Harry optimis kesempatan usaha product bamboo akan selalu bertambah. Hal semacam ini lantaran masihlah sedikit entrepreneur yang bermain dengan material bamboo lantaran sistem produksinya yang memerlukan treatment spesial.

      “Saya pastinya mempunyai keinginan untuk masuk market negara-negara itu, pastinya sesudah preparasi yang masak serta terarah, ” tegasnya.

      BAca juga

      Amygdala Bamboo Pernah Buat Orang Jepang Kaget

      Dari pojok pandang Harry Anugrah Mawardi, beberapa orang Indonesia pintar serta trampil bikin kerajinan tangan. Hal semacam itu dibuktikan Harry yang pernah lakukan riset serta lalu berjumpa dengan orang Jepang. Orang Jepang itu menantangnya untuk bikin sarung bantal dari anyaman bambu.

      kami didapati buyer dari Jepang. Seperti buyer yang datang, mereka senantiasa membawa design sendiri, ” tuturnya.

      Ketika itu, disadari Harry mereka menginginkan bikin sarung bantal dari gabungan anyaman bambu serta kain. Mereka memberi Harry bahan kainnya serta aksesori pendukung yang lain.

      “Ketika beres kami lakukan sampelnya cuma dalam 2-3 hari, orang Jepang itu terdiam serta heran bagaimana kami dapat mengerjakannya, walau sebenarnya mereka telah keliling Jepang serta Cina mencari yang bisa lakukan hal itu dengan bagus, namun tak temukan, ” katanya.

      Dari peristiwa itu Harry sadar kalau Indonesia mempunyai skill tangan serta kreativitas yang cukup tinggi. Cuma dari sketsa gambar tangan seadanya, dapat bikin produknya dengan cara cepat serta pas. Tidak sama dengan orang luar negeri yang telah punya kebiasaan bekerja dengan memakai mesin.

      “Intinya empati serta solutif lantaran kadang-kadang kita lupa kalau jalan keluar paling baik yaitu yang paling dekat di sekitaran kita, ” ucapnya.

      Harry mengakui semangatnya makin bertambah untuk tekuni bisnisnya ini. Ia optimis Amygdala Bamboo akan tidak kecil serta di kenal ke semua dunia.

      “Selalu siap dengarkan serta aware bakal kondisi sekitaran, dan janganlah sangsi mencari mentor untuk menasihati. Senantiasa yakin serta konsentrasi pada mimpi awal kita saat mengawali usaha, serta dengan usaha keras-kerja cerdas, mimpi itu bakal sedikit untuk sedikit mulai jadi riil, ” tutupnya.

    • Nanie’s Jewellery : Pebisnis Wanita Sukses Dengan Pameran Usaha

      ukms.or.id– Nanie’s Jewellery , Pebisnis Wanita Super ini Sukses Dengan Pameran Usaha   “Setiap ciri-ciri aksesori saya berikan nama ciri-ciri budaya daerah Indonesia. Diluar itu saya juga berupaya bikin aksesori seunik mungkin saja dengan arti pelaksanaannya yaitu tatah (pahat). Saya paling sukai dengan tatah lantaran dia dapat pancarkan sinar, ” catat Yang memiliki Usaha Nanie’s Jewellery, Nani Ariyatejo.

      Nyaris semuanya wanita tentu suka pada bermacam aksesories serta perhiasan seperti bros, anting, gelang, kalung, serta cincin. Tingginya keinginan bikin kesempatan usaha perhiasan wanita terbuka lebar.

      Di dalam ketatnya persaingan, saat ini beberapa pemain usaha perhiasan wanita berlomba sediakan layanan penjualan perhiasan. Salah nya ialah Nani Ariyatejo (58) dengan brand Nanie’s Jewellery.

      “Usaha saya ini mengenai perhiasan serta aksesori. Disini saya mengetengahkan kalau saya miliki misi yakni bebrapa inspirasi dalam pembuatan perhiasan ini, ” ungkap Nani

      Ia menjelaskan product Nanie’s Jewellery mengusung nilai-nilai tradisional. Nani mengaukms.or.id/l jenis serta bentuk perhiasan yang datang dari semua propinsi yang ada di Indonesia, terlebih di Pulau Jawa.

      “Masing-masing propinsi itu kan mempunyai budaya yang tidak sama, lalu saya aukms.or.id/llah untuk melestarikan budaya ini lewat aksesori. Nyatanya banyak yang tidak tahu budaya propinsi di Indonesia. Serta saat saya tuang kedalam aksesori ini nyatanya banyak yang sukai lantaran tampak bagus, ” katanya.

      Nanie’s Jewellery : Pebisnis Wanita Sukses Dengan Pameran Usaha

      Pebisnis Wanita Super ini Sukses Dengan Pameran Usaha  Nani bercerita semula usaha ini telah dirintis mulai sejak th. 1990-an. Awal mulanya, Nani cuma jual product perhiasan emas serta berlian. Lalu berkembang ke sterling logam di th. 2003. Waktu itu modal yang di keluarkan lebih kurang Rp 45 juta.

      “Sudah lama ya dari th. 90-an. Bila awal jual emas berlian saya dari th. 1995 namun bila usaha aksesori ini dari th. 2003. Awalannya saya itu jualan emas, namun lantaran emas mahal, berlian juga mahal saya lalu lihat market share (kesempatan pasar) nyatanya market share ini (akesoris tembaga, perak) yang di cari, ” tuturnya.

      Nanie’s Jewellery Jamin Product yang Di jual Bukanlah Imitasi

      Yang memiliki Nanie’s Jewellery Nani Ariyatejo meyakinkan product yang di jual asli serta tak imitasi. Nanie’s Jewellery sediakan serta jual banyak jenis pilihan untuk aksesori wanita. Sebut saja kalung, gelang, anting-anting, bros, dan sebagainya.

      Semuanya aksesori serta product perhiasan ini terbuat dari sterling logam seperti tembaga serta perak digabungkan dengan mutiara yang indah dan batu permata.

      “Bahan-bahannya ada dari perak bakar, mutiara, tembaga, batu, serta saya tak jual yang imitasi, ” tegas Nani.

      Nani menyampaikan konsumen dapat juga memastikan pilihan sesuai sama style serta design yang dikehendaki. Ia juga meyakinkan semuanya produknya di buat dengan tangan beberapa pengrajin yang dibalut dengan perhiasan sterling dari Jawa. Sebagian bahan lain juga dipakai sebagai pelengkap sebut saja manik-manik, mutiara, batu permata, dan
      lain-lain.

      “Kalau berbahan sendiri saya peroleh dari Yogya serta memanglah saya sistem produksinya di Yogya, saya hanya mendesainnya saja. Semuanya sistem produksinya di sana, hanya ya kesempatan pasarnya di Jakarta. Namun beberapa (bahan baku) juga saya peroleh dari Pacitan serta (diimpor) China, ” imbuhnya.

      Nani meyakinkan product yang di jualnya mempunyai kwalitas yang bagus (high quality). Walau kwalitas yang terjamin, rata-rata harga aksesori fashion buatan Nani cukup terjangkau dengan kata lain tidaklah terlalu mahal. Tetapi harga accessories bergantung bahan baku yang dipakai.

      “Kalau harga beberapa macam kisaran harga Rp 200 ribu hingga jutaan, itu untuk aksesori bros. Bros itu dapat digunakan untuk kalung juga jadi multi manfaat. Ada pula yang harga nya Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu seperti ikat pinggang. Namun bergantung dari berbahan juga. Bila umpamanya saya bikin berbahan dari mutiara air laut ya
      sudah pasti mahal, ” tuturnya.

      Nanie’s Jewellery : Jualan dari Pameran ke Pameran

      Nani Ariyatejo, yang memiliki usaha Nanie’s Jewellery mempunyai kiat pemasaran/penjualan yang unik. Untuk mendongkrak penjualan serta lebih mendekatkan dan mengenalkan produknya ke orang-orang, Nani rajin ikuti pameran ke pameran.

      “Saya tak mempunyai toko lantaran aktivitas turut pameran, ” ucap Nani.

      Tehnik penjualan dengan megikuti pameran ke pameran dinilai Nani cukup efisien manaikan omzet/pendapatan perusahaannya. Pikirkan saja, rata-rata pendapatan yang di terima Nani waktu ikuti satu pameran dapat meraih Rp 150 juta. Jumlah itu lebih tidak kecil apabila cuma jual product lewat gerai. Nani mempunyai sebuah
      gerak/workshop yang berlokasi di Apartement Cinere, Jakarta Selatan.

      “Kalau turut pameran ini sepanjang 5 hari mungkin memperoleh Rp 150 juta per bln.. Namun dirumah ada tempat workshop serta memanglah saya display disana, ” imbuhnya.

      Nani mengakui selalu jual produknya dengan ikuti pameran satu ke pameran yang lain. Begitu, product bikinannya dapat dibeli oleh beragam kelompok, bukan sekedar orang-orang umum.

      “Tapi beberapa pengrajin dari tiap-tiap daerah banyak juga yang beli karya saya. Yang tentu saya lihat mereka begitu percaya diri memakai aksesori ini serta mereka ketahui fashion, ” tuturnya.

      baca juga

      Nanie’s Jewellery: Pernah Belajar ke Paris Sampai Sasar Pasar Mancanegara

      Yang memiliki usaha Nanie’s Jewellery, Nani Ariyatejo bercerita argumen dia tekuni usaha penjualan product accessories perhiasan. Terkecuali hoby mempunyai dan amengoleksi perhiasan, wanita yang saat ini mempunyai omzet rata-rata beberapa ratus juta rupiah per bln. ini mengungkap pasar product perhiasan di Indonesia cukup tidak kecil.

      “Menurut saya bagus ya. Namun dasarnya ya kita mesti dapat membaca market share serta apa yang disukai mereka, ” kata Nani.

      Sebelumnya betul-betul terjun lebih dalam ke usaha penjualan accessories perhiasan, Nani mengakui pernah ikuti satu pelatihan pembuatan perhiasan di Paris, Prancis. Disana, Nani diberikan pelajaran bagaimana tehnik bikin perhiasan dengan beragam jenis pola serta design.

      “Awalnya lantaran saya hoby serta saya memahami dengan usaha ini. Terlebih saya pernah turut pelatihan tentang ini di Paris pada th. 90-an, ” katanya.

      Sekembalinya ke Indonesia, Nani tak seratus % mengaukms.or.id/l semua pelajaran yang ia peroleh di Paris. Ia berusaha untuk bikin accessories perhiasan yang unik serta sesuai sama budaya Indonesia.

      “Selain itu juga saya dapat mengangkat budaya indonesia lewat aksesori ini. Terlebih kan aksesori in dapat di mix and match kan dengan kain kebaya serta tenun sebagai ciri khas serta budaya indonesia, ” imbuhnya.

      Beragam product accessories perhiasan telah sukses ia produksi seperti kalung, bros, ikat pinggang, gelang, serta anting-anting. Sekarang ini Nani coba memakai langkah baru yakni memberi nama tokoh wayang seperti Arjuna, Semar serta Gunungan dalam ciri-ciri karya aksesori bikinannya. Inovasi ini dikerjakan supaya produknya disukai tak saja didalam negeri namun juga diluar negeri.

      “Ya bisa disebut telah (ekspor), hanya kita tak sebagai eksportir. Kan pemerintah juga menolong serta mendorong kita untuk menembus pasar mancanegara. Dari pameran seperti ini saya dapat jual ke Hongkong, China, Brunei, Singapura serta Malaysia, ” sebutnya.  Pebisnis Wanita Super ini Sukses Dengan Pameran Usaha 

    • Rafita’s Cake , Kreatif dan Relevan

      ukms.or.id – Rafita’s Cake , Kreatif dan Relevan , Pelaku industri kue kering perlu kreatif dalam membuat varian produk yang lebih baru. Termasuk menjaga relevansi dengan permintaan pasar. Langkah ini perlu diambil agar bisa menjaga daya saing bisnis melawan kompetitor di industri.

      membantu usaha untuk menciptakan citra yang baik, terutama di kalangan pasar utama usaha
      yoki umat Islam Membuat bisnis kue kering yang mampu bertahan juga memiliki tantangan tersendiri.
      Salah satunya dari sisi pembiayaan. Di akui Raita, pembiayaan untuk pembuatan produknya membutuhkan biaya yang tak sedikit.


      Karenanya, Rafita membangun jaringan distribusi agen reseller. Dari jaringan ini, satu agen diminta untuk melakukan deposit sebanyak Rp 5 juta. Dari Rp 5 juta ini, setiap agen mendapat 100 toples kue kering

      kue kering menjadi suguhan yang jamak dim banyak rumah, terutama di Indonesia. Karenanya eksistensi industri kue kering ini tetap bertahan Melewati pandemi, industri Ini juga terbukti kokoh Semakin jamaknya varian kue kering mula dari kastengel, putri salju, nastar, dan masih banyak lagi, menuntut pelakunya labih kreat Pelaku industri dituntut mampu menjajakan produk yang lebih unggul dari segi rasa.

      Produk juga dituntut lebih relevan dengan permintaan pasar yang terus berubah
      Inilah yang disadari oleh Noor Rafita. Pemik usaha kue kering Rafita’s Cake ini mengaku perlu memutar otak dalam berkreses, Selan membuat produk kue kering, usaha ini juga membuat produk lain yang dinilai kekinian, seperti Red Velvet, Green Tea, dan Choco Thamrin.


      Selain menjual aneka kue kering, merek usaha ini juga menjual aneka kue lain dalam menyambut permintaan pasar. Seperti kue ulang tahun, custom cake, Korean cake, dan aneka roti manis. Selain itu, ada juga snack box, cupcake, aneka kue lapis, sifon cake, bolu, dan donat.


      Untuk harga anaka kue kering. Rita’s Caka menjual dengan harga Rp 80.000 untuk setiap varian Sementara, untuk custom cake dan Korean cake, harganya dipatok mulai dari Rp 85.000 hingga 250.000, tergantung dari diameter kuenya.


      “tu kami keluarkan sehingga pasar tidak jenuh. Jadi, selalu ada inovasi yang kami lakukan supaya kami masih bisa bersaing di pasar,” ujar Rafits


      Selain kreatif, usaha kue kering perlu menjadi unik dan berbeda. Memiliki diferensiasi juga dinal Rafts penting. Apalagi di tengah usaha kue kering yang jumlahnya kian bertambah.


      Rafia’s Cake didirikan dengan mengusung konsep halal cake solution. Mulai dari bahan hingga proses, Rafita’s Cake menggunakan bahan-bahan yang sudah tersertifikasi halal.

      Ini langsung dapat dual. Selain mendapat produk jadi, para agen juga mendapat konten, katalog. copywriting banner, dan marketing tools yang sudah disiapkan Rafita’s Cake.


      “Saya dapat sepuluh orang distributor yang memberi langsung deposit Rp 5.000.000. Modal itulah yang saya putarkan untuk saya produksi kue kering. Sampai sekarang, kami masih bisa bertahan. Kondisinya lumayan karena kami skalanya masih UKM. Jadi perjuangan kami harus lebih keras,” ujarnya. Usaha yang didirikan sejak awal tahun 2012 ini mampu bertahan hingga sebelas tahun karena konsistensinya.

      Konsistensi pada rasa menjadi kunci mengapa usaha ini bertahan. Menurut Rafita, konsistensi rasa perlu untuk mempertahankan loyalitas konsumen Selain rasa, kualitas produk juga perlu diperhatikan Koreumen cenderung membandingkan produk satu dengan yang lan. Sehingga penting memperhatikan kualitas produk yang dijual agar tetap lebih unggul.


      Tidak hanya rasa dan kualitas, konsumen juga mempertimbangkan kemasan produk. Semakin menarik kemasannya, potensi konsumen untuk membelinya semakin besar. Hal ini yang terus dilakukan oleh Rafita. Selain itu, ia juga melakukan strategi bundling Dengan kondisi ekonomi yang sult, tentu daya ball masyarakat pun turun. Stratagi ini menjadi jawaban atas kondisi tersebut dengan menawarkan paket yang terjangkau.


      “Kami harus inovatif. Jeli membaca peluang dan kebutuhan pasar. Pada sekarang ini, daya beli masyarakat menurun. Kami harus pintar mencari celah atau melihat peluang,” katanya. Kombinasi kreativitas dan upaya menjaga relevansi dengan pasar berbuah manis. Produksi kue kering Rafita’s Cake setiap bulannya bisa mencapai belasan ribu toples Pada tahun ini, usaha sudah menyiapkan 10.000 toples, dan sudah 7.000 toples yang terserap oleh pasar


      Diakui Rafita, jumlah pesanan di tahun ini menurun cukup signifikan. Pada tahun lalu. usaha mampu menjual 10.000 hingga 15.000 toples setiap bulannya. Bahkan, saat pandemi usaha ini justru menjual hingga 25.000 toples per bulan


      Omzetnya pun menggiurkan. Per bulan, usaha ini mampu mendatangkan pundi-pundi dengan rata-rata Rp 250 juta. Namun, sast momen Ramadan dan Idulfitri, terjadi anomali di mana omzet usaha mampu mencapai Rp 1 miliar hanya dalam satu bulan


      Omzet ini pun bukan tanpa pemasaran yang baik. Rafita’s Cake melakukan pemasaran tidak hanya secara offline namun juga secara online dengan menggunakan media sosial. Selain tu penjualan pun dilakukan melalui online marketplace


      Usaha yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar nomor 2, Kedung Badak Baru, Kacangatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat ini memiliki lika-liku saat pendiriannya Rafita menceritakan, selain masalah peruan
      yang sedang turun, permodalan, dirinya mengaku pernah ditipu la pernah menitipkan produknya di toko oleh-oleh, namun tidak mendapat bayaran dan toko oleh-oleh tersebut Moman sukanya, usaha ini bisa beroperasi cukup sibuk, terutama saat menjelang momen Lebaran. Rafita menceritakan, s dan karyawannya masih harus mengurus pengiriman produk bahkan saat di malam
      takbiran. “Itu happy problem. Omzat meningkat drastis,” katanya.

      Selalu ada inovasi yang kami lakukan supaya kami masih bisa bersaing di pasar.
      Noor Rafta Pam’s Cake

      baca juga

        Strategi Merencanakan Produk , Produk yang sukses di pasar tidak dirancang dalam satu malam. Ada berbagai proses yang melibatkan berbagai unsur dalam perusahaan

        Perencanaan produk yang efektif memungkinkan bisnis untuk mengembangkan produk yang sukses. Artinya,
        produk yang dihasilkan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, memiliki kualitas yang baik serta mampu menghasilkan keuntungan bagi bisnis.
        Perencanaan produk harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur, sehingga bents dapat memastikan bahwa produk yang dikembangkan terbukti menjadi solusi bagi konsumen. Untuk membuat perencanaan produk yang efektif, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan, antara lain:

        1. Menganalisis Pasar dan Pesaing Melakukan analisis pasar dan pesaing adalah langkah awal dalam membuat perencanaan produk yang efektif. Bisnis perlu memahami kebutuhan, keinginan, dan preferens konsumen, serta tren pasar saat ini. Analisis pesaing juga penting untuk melihat kelebihan dan kekurangan produk mereka sehingga bisnis dapat menentukan bagaimana produk mereka dapat bersaing di pasar
        2. Menentukan Tujuan Produk
          Setelah menganalisis pasar dan pesaing. bisnis perlu menentukan tujuan produk. Apa yang ingin dicapai dengan produk in? Apa manfaat dan keunggulan yang akan ditawarkan? Menentukan tujuan produk akan membantu bisnis dalam membuat strategi dan rencana yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
        3. Menetapkan Spesifikasi Produk Menetapkan spesifikasi produk menjadi
          langkah selanjutnya dalam membuat
          perencanaan produk yang efekti perlu membuat spesifikasi produk yang jelas dan terperinci yang mencakup fitur, fungsi, dan kualitas yang diinginkan oleh konsumen
        4. Membuat Prototipe Produk
          Setelah menetapkan spesifikasi produk, bisnis dapat membuat prototipe produk untuk menguj dan memvalidasi spesifikasi tersebut. Prototipe ini juga dapat digunakan untuk mendapatkan umpan balik dan konsumen dan memperbaiki produk sebelum diluncurkan ke pasar.
        5. Membuat Rencana Produksi dan Distribusi
          Setelah produk dikembangkan, bisnis perlu membuat rencana produksi dan distribusi yang mempertimbangkan aspek logistik dan keuangan. Blanis perlu memastikan bahwa produksi dan distribusi produk dapat dilakukan dengan efisien dan efektif.
        6. Membuat Rencana Pemasaran
          Setelah produk siap dipasarkan, binis perlu membuat rencana pemasaran yang efektif untuk memperkenalkan produk ka pasar dan meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk tersebut. Rencana pemasaran harus mencakup strategi promosi, penentuan harga, dan distribusi produk
        7. Melakukan Evaluasi dan Pengembangan Produk
          Setelah produk diluncurkan ke pasar, bisnis perlu terus memonitor kinerja produk dan respons konsumen terhadap produk tersebut. Bisnis dapat menggunakan hasil evaluasi ini sebagai acuan dalam meningkatkan dan mengembangkan produk di masa depan
          Menggunakan OKR Sebagai Framework
          Objectives and Key Results (DKP) merupakan
          sebuah kerangka kerja yang digunakan dalam manajemen strategis untuk menetapkan dan mengukur tujuan dan pencapaian kinerja dalam organisasi DKR membantu organisasi untuk fokus pada tujuan-tujuan yang spesifik dan terukur, serta memberikan struktur yang jelas untuk mengukur kemajuan dan pencapaian tujuan
          OKR terdiri dari dua bagian utama yaitu objektif (objective) dan hasil kunci (kay results). Objektif adalah tujuan besar yang ingin dicapa oleh organisasi dalam jangka waktu tertentu, sedangkan hasil kunci adalah ukuran-ukuran kinerja spesifik yang harus dicapai untuk
          mencapai tujuan tersebut. OKR digunakan untuk membantu organisasi untuk fokus pada tujuan-tujuan yang penting, mengukur kemajuan, dan memastikan bahwa semua bagian dari organisasi terlibat dalam mencapai tujuan yang sama.

        Mengacu pada kerangka kerja OKR tersebut, kita bisa menggunakan mes untuk meningkatkan perencanaan produk dengan elektif, sehingga fokus tim Anda bukan hanya pada membangun fitur produk melainkan juga pada pencapaian tujuan strategis organisa

        Dengan menggunakan kerangka karja OKR untuk merencanakan produk baru, entrepreneurs dapat memastikan bahwa proses pengembangan produk selaras dengan keseluruhan strategi dan sasaran dalam bisnis mereka dan perkembangannya dapat diukur dan dilacak secara efektit. Hal ini dapat membantu memastikan bahwa sumber days yang tersedia digunakan secara efektif sehingga produk baru tersebut diposisikan untuk bisa diterima pasar dengan baik.


        Kerangka kerja OKR awalnya dikembangkan oleh Andy Grove di intal pada tahun 1970-an dan telah diadopsi oleh banyak perusahaan, termasuk Google, Linkedin, dan Twitter.

        Ide dasar OKR adalah untuk menetapkan tujuan yang spesifik dan terukur yang ambisius, tetapi dapat dicapai dan kemudian menentukan halutama yang akan menunjukkan apakah tujuan tersebut telah berhasil dicapai

        Hasi utama biasanya berupa target numerik yang dapat dilacak dari waktu ke waktu, seperti pertumbuhan pendapatan, akuisisi pelanggan, atau peluncuran produk

        OKR sering dikaitkan dengan rencana produk dalam bisnis karena dengan menggunakan
        kerangka OKR, tim produk dapat menetapkan tujuan spesik yang mendukung tujuan strategis perusahaan. Kemudian, menentukan hasil utama yang mengukur kemajuan menuju tujuan tersebut.

        Misalnya, tim produk mungkin menetapkan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengguna aktif di platform mereka sebesar 50% selama kuartal berikutnya. Mereka kemudian dapat menentukan hasi utama, seperti jumlah pendaftaran pengguna baru, persentase
        pengguna yang kembali ke platform dalam seminggu, dan jumlah fitur yang diri untuk meningkatkan keterlibatan pengguna.


        Dengan menghubungkan rencana produk ke OKR, tim produk dapat memastikan bahwa upaya mereka terfokus pada tujuan paling penting untuk bisnis.

        Perkembangan menuju tujuan tersebut dilacak dan dukur
        dari waktu ke waktu. Sekali lagi, ini untuk membantu memastikan bahwa pengembangan produk selaras dengan strategi keseluruhan perusahaan dan sumber daya digunakan secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan Untuk menggunakan framework OKR dalam perencanaan produk yang efektif, terdapat beberapa langkah yang dapat dikuti

        Menentukan Visi dan Misi Produk Sebelum membuat OKR, bisnis perlu menentukan visi dan misi produk terlebih dahulu. Visi dan misi ini akan menjadi landasan untuk membuat OKR yang sesuai dengan tujuan jangka panjang produk


        Menentukan Objektif Produk

        Setelah menentukan visi dan misi produk, bisnis dapat menentukan objektif produk
        untuk jangka waktu tertentu. Objektif ini harus spesifik, terukur, dapat dicapa relevan, dan memiliki waktu yang ditetapkan

        • Membuat Key Results
          Setelah menentukan objektif produk, banis perlu membuat kay results untuk mencapai objektif tersebut. Key results harus spesifik terukur dan relevan dengan objektif produk Key results dapat mencakup target penjualan, pangsa pasar, pengembangan fitur produk atau lainnya
          Menentukan Tindakan/Initiatives yang Diperlukan
          Setelah membuat key results, bisnis perlu

        menentukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai key results tersebut. Tindakan ini harus spesifik dan terukur, serta harus dilakukan dalam jangka waktu yang ditetapkan


        Melakukan Evaluasi dan Perbaikan Setelah OKR dibuat dan tindakan dilakukan, bisnis perlu melakukan evaluasi untuk melihat apakah key results telah tercapai atau tidak. Jika belum tercapai bisnis dapat melakukan perbaikan pada tindakan yang dilakukan untuk mencapai key results tersebut.

        Tanggung jawab untuk mendefinisikan OKR dalam suatu organised dapat bervariasi, tergantung pada ukuran dan struktur perusahaan.

        Namun, secara umum, OKR biasanya didefinisikan secara kolaborat antara kepemimpinan, manajer, dan kontributor individu


        Katika dibuat dan dikomunikasikan dengan cara yang benar, OKR dapat membantu melibatkan semua tim dalam berbagai fungs dan departemen dalam tujuan bersama yang Jelas untuk dicapai. Hal ini dapat membantu semua orang tetap fokus dan terus meninjau tugas mereka sendiri untuk memastikan mereka selaras dengan tujuan yang lebih besar.

        Sehingga tujuan dan hasil utama dapat meningkatkan keterlibatan karyawan
        Kurangnya antusiasme tim pada suatu proyek dapat memperlambat produktivitas dan mencegah anggota tim lainnya dalam melakukan pekerjaan terbaik meraka. Ini sering terjadi ketika karyawan tidak memahami tujuan dan tugas mereka.

        Serangkaian OKR yang diputuskan bersama dapat membantu semua orang memahami tugas sehari-hari mereka dalam mendukung hasil utama yang telah ditetapkan perusahaan untuk pencapaian dirinya sendiri.

        DKR melibatkan tujuan strategis tingkat tinggi yang membutuhkan kontribu dari beberapa departemen sehingga dapat membantu menciptakan rasa kerja tim dan dukungan yang lebih besar di seluruh perusahaan.


        Banyak orang menggambarkan OKR sebagai kerangka kerja yang gesit dan masuk akal Jika sebuah perusahaan menetapkan tujuan langsung untuk beberapa tahun ke depan, kemungkinan akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menempuh jalan yang
        salah sebelum menyadari perlunya memperbaiki arah.

        Namun dengan break down menetapkan tujuan jangka pendek dan mengukur hasil setiap kuartal sehingga dengan evaluasi ini perusahaan dapat menyesuaikan priontas dengan lebih cepat dan mengalokasikan kembali sumber daya jika diperlukan.

        DKR dan KPI

        OKR dan Key Performance Indicators (KPI) adalah dua metode yang digunakan dalam manajemen kinerja untuk mengevaluasi dan mengukur kinerja organisasi. Meskipun keduanya digunakan untuk mengukur kinerja namun terdapat perbedaan antara OKR dan KPL Kedua metode ini dapat saling melengkapi dalam manajemen kinerja. OKR dapat digunakan untuk menetapkan tujuan jangka panjang dan menjaga fokus pada pencapaian tujuan tersebut, sedangkan KPI dapat digunakan untuk mengukur kinerja individu atau tim dalam mencapai tujuan tersebut secara terus-menerus.


        Idealnya, organisasi harus menetapkan Tujuan dan Hasil Utama (OKR) mereka sebelum menetapkan Indikator Kinerja Utama (KPI). Ini karena OKR adalah kerangka kerja yang digunakan untuk menetapkan tujuan yang ambisius dan menyelaraskan tim untuk mencapai tujuan tersebut, sedangkan digunakan untuk mengukur kemajuan dan kinerja tim dalam mencapai tujuan tersebut.


        Mana yang harus ditetapkan terlebih dahulu. OKR atau KP? Dengan menetapkan OKR terlebih dahulu, organisasi dapat menentukan tujuan strategis yang ingin mereka capal dan kemudian mengembangkan Hasil Utama tertentu yang akan menunjukkan apakah mereka telah mencapai tujuan tersebut atau tidak. Setelah OKR ditetapkan, KP kemudian dapat ditetapkan untuk mengukur kinerja tim dalam mencapai Hasi Utama


        Namun, penting untuk dicatat bahwa proses OKR dan KPI tidak sepenuhnya linier dan dapat ditinjau kembali dan disesuaikan sesuai kebutuhan. Kedua proses tersebut harus dilihat sebagai pelengkap dan harus bekerja sama untuk mendorong kinerja dan mencapai
        tujuan organisasi.

        Dengan menggunakan framework ini diharapkan dapat menghasilkan produk unggulan yang berdampak dan lebih sustainable di pasar. Selamat mencoba.

        Perencanaan produk harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur, sehingga bisnis dapat memastikan bahwa produk yang dikembangkan terbukti menjadi solusi bagi konsumen.

      • TANGAN , Padukan Idealisme dan Minat Pasar

        ukms.or.id – Padukan Idealisme dan Minat Pasar , Menciptakan busana yang unik dan menarik rupanya tak cukup untuk bertahan di industri fesyen. Produk fesyen tetap harus mengikuti tren dan tuntutan konsumen.

        Dalam industri fesyen, benturan antara idealisme desain dan minat pasar tak terelakkan. Di satu sisi, merek harus memiliki ciri khas yang unik dan menarik. Sementara, produk harus laku terjual untuk mencapai profit. Sehingga dua hal tersebut harus disatukan agar merek tetap punya diferensiasi dan tetap laris


        TANGAN merupakan salah satu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berhasil memadukan dua sisi tersebut. Merek fesyen ini lahir pada tahun 2015.

        Pendirinya adalah Zico Halim dan Margaretha Novianty. Zico sebelumnya memiliki latar belakang sebagai konsultan kreatif. Sementara, Margaretha atau yang akrab disapa Novi ini pernah menjadi editor di sebuah majalah fesyen.

        Dalam menciptakan koleksi TANGAN, keduanya seringkali harus beradu pemikiran. Menentukan antara desain yang menarik dan desain yang laku. Zico yang menjabat sebagai Creative Director TANGAN memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur desain produk.

        Sementara Novi yang menjabat sebagai Head of Marketing TANGAN punya tanggung jawab untuk membuat produknya laris di pasar.

        “Meskipun kami sudah mempunyai pakem desain, tapi kami sering melakukan trial and error. Jadi, eksplorasi desain tidak stagnan, tapi terus berlanjut,” kata Zico


        TANGAN merupakan label fesyen yang memiliki ciri khas unfinished alias belum rampung pada desain busananya. Nuansa unfinished ini terlihat dari detail patchwork dalam beberapa rancangannya. Namun, inilah yang membuat rancangan TANGAN memiliki ciri khas tersendiri.


        Konsep unfinished merupakan filosofi dari nama TANGAN. Zico meyakini bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia tidaklah sempurna. Sehingga ketidaksempurnaan itulah yang direpresentasikan merek ini dalam rancangan dan nama.

        Keunikan TANGAN sebagai label fesyen tak sekadar dari rancangan desainnya. Penulisan TANGAN tidak menggunakan huruf alfabet, melainkan huruf braille yang digunakan para tunanetra. “Karena kita ingin menunjukkan tidak cuma kualitas juga, tapi experience. Jadi secara kualitas dan secara material maupun tekstur, kami menetapkan standar yang tinggi,” ucap Zico


        Novi menambahkan, awalnya, TANGAN diposisikan sebagai merek fesyen premium ready to wear. Namun, lambat laun, seiring dengan eksplorasi desain, label fesyen ini
        kini memiliki empat lini koleksi. Keempat lini koleksi tersebut yakni TANGAN main collection, TANGAN WHIM, TANGAN PRIVE, dan Re- TANGAN

        Perbedaan lini koleksi tersebut tercermin
        pada segmen pasarnya. Koleksi utama TANGAN menyasar segmen pasar yang lebih dewasa yang mengerti konsep pakaian premium. Koleksi ini bersifat musiman. Untuk membelinya, konsumen harus melakukan prapesan terlebih dahulu.

        TANGAN WHIM merupakan rancangan premium yang dikemas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan koleksi utama. Selain lebih terjangkau, koleksi ini dibuat dengan mayoritas desain yang ready stock Sedangkan TANGAN PRIVÉ merupakan koleksi musiman dengan jumlah terbatas. Uniknya, desain bisa disesuaikan dengan kemauan konsumen


        Konsumen PRIVE biasanya memesan busana khusus untuk agenda tertentu, misalnya, gaun untuk pernikahan atau setelan jas untuk acara formal. “Ini memungkinkan konsumen memilih wama kain hingga jenis kain yang digunakan. Koleksi ini bersifat prapesan dengan jumlah kuota sebanyak sepuluh per musim,” tambah Novi.

        Sementara, Re-TANGAN merupakan layanan untuk mendaur ulang stok busana lama yang digabung dengan bahan kain pilihan, dirajut sedemikian rupa sehingga menjadi busana baru. Konsep ini digunakan sebagai representasi merek dalam mendukung keberlanjutan. Sama seperti koleksi utama TANGAN dan PRIVE, koleksi ini bersifat prapesan.


        Desain TANGAN yang uniseks membuat merek ini membidik laki-laki dan perempuan usia 25 hingga 35 tahun, khususnya untuk koleksi utama. Harga rancangannya berkisar di rentang Rp 2 juta hingga Rp 6 juta


        Sementara, koleksi WHIM yang harganya lebih terjangkau untuk membidik segmen yang lebih muda, mulai dari usia 16 tahun. Patokan harga WHIM memiliki dari Rp 500.000 hingga Rp 1,8 juta. Lalu, koleksi PRIVE kisaran harganya di atas Rp 6 juta.

        Tergantung dari kerumitan desain dan bahan yang digunakan. Sedangkan Re-TANGAN patokan harga juga ditentukan tingkat kerumitan dan bahan yang digunakan.


        Baik Zico dan Novi mengakui merek TANGAN sangat tersegmentasi. Unik belum tentu mampu menembus semua pasar. Namun, jelas, TANGAN mampu meraup target pasar yang dituju. Pemasaran merek ini banyak menggunakan media sosial dan word of mouth.

        Koleksi terbaru TANGAN selalu diunggah melalui media sosial. Selain itu, merek ini kerap menggelar pameran koleksi terbatas yang digelar di studionya di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Merek ini juga menggelar pameran yang bersifat private viewing hingga berpartisipasi di Jakarta Fashion Week.

        Berapa omzet merek ini? Kedua pendiri TANGAN tidak membeberkan berapa pendapatan yang diraup. Sejak pandemi, penjualan TANGAN banyak ditopang oleh
        koleksi WHIM yang mayoritas rancangannya ready stock

        baca juga


          Dampak pandemi juga membuat label fesyen ini menutup Studio TANGAN untuk private viewing. Selain itu, main collection sendiri sudah ditangguhkan sementara penjualannya sejak pandemi. Tapi menurut Zico, antusias pembeli pada koleksi tersebut yang g menginginkan main collection dari tahun sebelumnya masih banyak.

          Rencananya, pada kuartal III tahun ini koleksi utama TANGAN akan meluncur.
          Tidak hanya memiliki konsumen lokal, merek ini sudah menembus pasar internasional. “Produk kami sudah sampai Amerika Serikat, tapi belum terlalu rutin. Di Asia kami sudah sampai Hong Kong, tapi paling banyak pemesanan dari Singapura,” ujar Novi.


          Meskipun kami sudah mempunyai pakem desain, tapi kami sering melakukan trial and error. Jadi, eksplorasi desain tidak stagnan, tapi terus berlanjut.
          Zico Hallm
          Creative Director TANGAN