Author: UKMS

  • STB Pellet untuk Industri: Limbah sebagai Pengganti Batu Bara

    Buyer tidak membeli cerita limbah, buyer membeli panas yang konsisten

    Sebuah mesin pengering tidak bisa berhenti karena pelet hari ini lebih basah daripada pelet kemarin. Boiler industri juga tidak menerima alasan bahwa bahan baku sedang sulit dikumpulkan akibat musim hujan. Bagi operator, bahan bakar adalah kontrak mengenai panas, volume, jadwal, dan risiko.

    STB Pellet lahir dari pertanyaan yang lebih sederhana. Setelah melihat kebakaran tempat pembuangan akhir di Madiun, sejumlah anak muda bertanya: bila limbah dapat terbakar tanpa terkendali, mengapa energinya tidak dimanfaatkan?

    Usaha ini menjadi unit produksi milik Koperasi Jasa Digital Muda Mudi di Madiun, Jawa Timur. Fadhila Kresna Diarsa disebut sebagai founder koperasi dan co-founder STB Pellet. Profilnya mencatat STB Pellet mulai berjalan pada 2022, sementara liputan KINETIK menyebut gagasannya tumbuh pada masa pandemi ketika para pendirinya masih mahasiswa.

    Bahan bakunya mencakup ampas tebu, serbuk kayu, jerami, sekam atau gabah, residu industri mebel, serta limbah organik lain. Limbah dikumpulkan, dicacah, diatur kadar airnya, dicampur dengan komposisi tertentu, lalu dipadatkan menjadi pelet.

    Prosesnya terdengar straightforward. Menjaga hasil akhirnya tetap seragam adalah bagian yang jauh lebih sulit.

    Dua grade, dua karakter risiko

    Liputan Media Indonesia pada Januari 2026 mencatat STB Pellet memiliki dua grade. Grade A menggunakan bahan seperti limbah tebu dan kayu mebel, dengan nilai kalor yang diklaim mencapai sekitar 4.200 kilokalori per kilogram. Grade B memakai campuran limbah, termasuk residu yang berasal dari aliran menuju TPA, dengan nilai kalor sekitar 3.000 hingga 3.800 kilokalori per kilogram.

    Angka tersebut berasal dari keterangan founder dalam liputan media. STB menyatakan formulanya telah diuji bersama pihak kampus, termasuk pengujian laboratorium di UGM. Namun sertifikat analisis per batch, metode uji, kadar air, kadar abu, sulfur, klorin, nitrogen, bulk density, mechanical durability, dan ukuran pelet belum tersedia pada website publik yang diperiksa.

    Nilai kalor penting, tetapi bukan satu-satunya parameter. Buyer boiler membutuhkan kadar air rendah dan stabil agar energi tidak habis untuk menguapkan air. Abu yang tinggi menambah residu serta biaya pembuangan. Klorin dan alkali dapat meningkatkan risiko korosi, slagging, dan fouling. Debu pelet memengaruhi handling serta keselamatan kerja.

    Indonesia memiliki SNI 8675:2018 untuk pelet biomassa energi dan SNI 8951:2020 untuk pelet biomassa pembangkit listrik. STB tidak boleh disebut memenuhi SNI hanya karena nilai kalornya terlihat mendekati batu bara. Kesesuaian harus dibuktikan melalui seluruh parameter serta mekanisme sertifikasi yang berlaku.

    Grade B membutuhkan perhatian ekstra. Bahan dari aliran limbah campuran dapat membawa plastik, bahan berlapis cat, lem, logam, klorin, atau kontaminan lain. Produk untuk pembakaran industri harus memiliki sistem pemilahan dan batas bahan baku yang jelas. Istilah “limbah organik” tidak cukup sebagai spesifikasi procurement.

    Pengganti batu bara tidak selalu berarti mengganti seratus persen

    Pelet biomassa dapat digunakan pada pengering hasil pertanian, tungku, boiler, incinerator tertentu, pembangkit biomassa, atau dicampurkan dalam co-firing PLTU. Namun rasio substitusinya bergantung pada desain peralatan.

    Batu bara dan biomassa memiliki densitas energi, kadar zat terbang, karakter abu, serta perilaku pembakaran berbeda. Boiler yang dirancang untuk batu bara mungkin membutuhkan modifikasi feeding system, burner, penyimpanan, pengendalian debu, atau pengaturan udara. Pelet juga lebih sensitif terhadap kelembapan selama penyimpanan.

    Bagi UMKM pengering padi, jagung, dan tembakau, STB telah menemukan use case yang lebih dekat. Media Indonesia mencatat pembelinya mencakup pelaku UMKM dan kelompok tani di Jawa Timur yang memakai mesin pengering. Salah satu mitra koperasi pertanian di Ngawi disebut memiliki kebutuhan sekitar tiga ton per musim panen pada satu titik pengeringan.

    Untuk PLN, statusnya masih penjajakan. STB mengikuti PLN Innovation and Competition Event 2025 dan menyebut pembicaraan serta uji laboratorium untuk peluang co-firing. Ini belum sama dengan kontrak pasokan, kelulusan seluruh spesifikasi pembangkit, atau penyerapan volume komersial.

    Strategi masuk melalui dryer lokal cukup masuk akal. Siklus penjualan lebih singkat, kebutuhan teknis lebih sederhana, dan kedekatan lokasi menekan ongkos angkut.

    Kapasitas 60 ton masih harus bertemu demand yang berulang

    Menurut laporan perusahaan dalam Media Indonesia, produksi awal sekitar delapan ton per bulan dan kemudian meningkat menjadi 60 ton per bulan. Penyusutan proses disebut hanya 10 sampai 12 persen, sehingga sekitar 90 persen bahan baku menjadi produk akhir. STB juga menyebut melibatkan sekitar 10 pekerja aktif.

    Angka tersebut self-reported dan belum disertai laporan produksi bulanan yang diaudit. Kapasitas terpasang juga berbeda dari volume aktual yang terjual.

    STB membangun model jaringan dengan desa dan BUMDes yang telah memiliki mesin. Website perusahaan menyebut mitra di Desa Bambe, Gresik; Desa Morang, Madiun; dan Desa Kori, Ponorogo. Pendekatan distributed manufacturing mengurangi kebutuhan membangun seluruh fasilitas dari nol serta membawa aktivitas ekonomi ke desa.

    Namun desentralisasi menambah tantangan quality control. Mesin berbeda, operator berbeda, kadar air bahan berbeda, dan formula yang berubah dapat menghasilkan pelet tidak seragam. Buyer industri menginginkan produk yang datang dari beberapa lokasi tetapi tetap memiliki certificate of analysis yang konsisten.

    Koperasi perlu memiliki SOP pengumpulan, acceptance criteria bahan baku, recipe control, sampling, laboratorium rujukan, batch code, traceability, serta hak menolak produk yang tidak memenuhi spesifikasi.

    Harga per kilogram bukan biaya energi sebenarnya

    STB menyebut harga sekitar Rp1.600 per kilogram pada musim kemarau dan Rp1.900 hingga Rp2.000 pada musim hujan. Kenaikan tersebut mencerminkan supply bahan kering, proses pengeringan, dan kondisi logistik.

    Buyer seharusnya membandingkan biaya delivered per gigajoule, bukan hanya rupiah per kilogram. Dengan nilai kalor 4.200 kilokalori per kilogram, satu ton Grade A membawa energi teoritis lebih tinggi daripada Grade B. Namun energi berguna tetap bergantung pada efisiensi boiler, kadar air aktual, losses, dan kestabilan pembakaran.

    Biaya total juga mencakup pengiriman, bongkar, gudang, kehilangan akibat pelet hancur, modifikasi burner, pembersihan abu, maintenance, dan downtime. Pelet yang lebih murah tetapi sering menyumbat feeding system dapat menjadi pilihan paling mahal.

    Di sisi STB, margin harus menutup pembelian limbah, tenaga kerja, listrik, drying, penggilingan, pelletizing, kemasan, transportasi, pengujian, serta bagian ekonomi untuk desa dan petani. Bahan baku boleh dianggap limbah, tetapi mengumpulkan limbah tidak pernah gratis.

    Biomassa bukan bahan bakar tanpa emisi

    Pembakaran biomassa tetap menghasilkan CO₂, partikulat, karbon monoksida, nitrogen oksida, dan abu. Argumen iklimnya berasal dari siklus karbon biogenik serta penggantian bahan bakar fosil, bukan karena cerobong tidak mengeluarkan emisi.

    Manfaat iklim bergantung pada sumber bahan. Limbah pertanian yang benar-benar residual dapat memiliki profil lebih baik daripada kayu dari pembukaan hutan. Pengeringan memakai batu bara, perjalanan truk terlalu jauh, atau kebocoran metana dari penyimpanan dapat memperburuk jejaknya.

    STB memiliki nilai tambah karena berfokus pada limbah lokal dan rantai desa. Namun klaim penurunan emisi membutuhkan life-cycle assessment, baseline, jarak logistik, penggunaan energi produksi, dan metode alokasi.

    Emisi udara lokal juga harus diuji. Pelet campuran yang mengandung kontaminan dapat menghasilkan senyawa berbahaya. Buyer harus menyesuaikan sistem pengendalian emisi dan mengelola abu berdasarkan hasil karakterisasi, bukan menganggap semua abu aman menjadi pupuk.

    Peluang besarnya justru berada di pasar menengah

    STB sering dinarasikan sebagai pengganti batu bara untuk pembangkit. Volume yang dibutuhkan PLTU sangat besar dan persyaratan kontraknya berat. Untuk koperasi dengan kapasitas puluhan ton per bulan, pasar pengering pertanian, boiler UMKM, industri makanan, kiln kecil, dan fasilitas lokal bisa lebih realistis.

    Pasar ini terfragmentasi, tetapi memiliki masalah yang nyata. Kayu bakar tidak selalu stabil. Solar mahal. Pengeringan dengan matahari terganggu musim hujan. Pelet yang bersih, konsisten, dan tersedia dekat lokasi dapat memberi solusi.

    STB perlu menghindari jebakan mengejar satu pembeli raksasa terlalu dini. Membangun basis pelanggan berulang, data performa burner, kontrak bahan baku, serta quality assurance akan membuatnya lebih siap ketika tender industri besar datang.

    Dari kebakaran TPA, STB Pellet menemukan ide bisnis. Langkah berikutnya adalah mengubah ide tersebut menjadi komoditas energi yang tidak bergantung pada heroics para pendirinya setiap kali musim berganti.

    Batu bara menang selama puluhan tahun karena supply chain-nya predictable. Untuk menggantikannya, biomassa harus belajar menjadi sama membosankannya: spesifikasinya konsisten, truknya tiba, dan boiler tetap menyala.

    Catatan verifikasi dan sumber publik

    Artikel ini disusun dari sumber publik yang tersedia sampai 31 Juli 2026. Angka kapasitas, dampak, sertifikasi, klien, pendanaan, dan performa tidak dianggap sebagai hasil audit independen kecuali dinyatakan secara eksplisit.

    Posisi artikel dalam entity cluster

    Halaman ini berfungsi sebagai analisis mendalam teknologi atau model bisnis untuk STB Pellet. Baca pasangan artikelnya: STB Pellet: Profil Koperasi Gen Z dan Pelet Biomassa.

    Konteks terkait

    Untuk membandingkan model infrastruktur hijau dan akses layanan dasar, baca Algatech Nusantara: Mikroalga untuk Menangkap Karbon, Pangan, dan Energi dan WaterHub: Dari Air Lokal ke Stasiun Isi Ulang Tanpa Gunungan Botol. Rangkaian ini terhubung dengan inovasi UKM Indonesia serta tren UKM dan teknologi hijau.

  • GandengTangan: Pembiayaan Produktif dan Literasi Keuangan Berbasis Teknologi untuk UMKM

    Masalah UMKM sering bukan rugi, tetapi kehabisan napas

    Sebuah usaha katering menerima pesanan besar dari perusahaan. Bahan harus dibeli minggu ini, pekerja perlu dibayar, sedangkan invoice baru cair 45 hari lagi. Secara bisnis, order tersebut menguntungkan. Secara kas, pemiliknya sedang berdiri di ujung papan.

    Bank dapat meminta histori, agunan, dan dokumen yang tidak selalu dimiliki usaha kecil. Pinjaman cepat mungkin tersedia, tetapi biaya dan tenornya belum tentu cocok dengan siklus bisnis. Di celah inilah GandengTangan membangun layanan pembiayaan produktif.

    Platform tersebut dioperasikan PT Kreasi Anak Indonesia. Syarat dan ketentuan perusahaan mencatat perseroan didirikan melalui Akta Nomor 34 pada 11 September 2014, sedangkan perjalanan layanan GandengTangan dimulai pada 2015. Jezzie Setiawan merupakan CEO dan co-founder yang paling konsisten disebut dalam sumber publik.

    GandengTangan memperoleh izin usaha dari OJK berdasarkan KEP-89/D.05/2021 tertanggal 8 September 2021. Nama perusahaan masih tercantum dalam direktori penyelenggara LPBBTI berizin OJK per 2 April 2026. Status ini penting, tetapi izin tidak berarti setiap pinjaman bebas risiko atau setiap pendana dijamin memperoleh dananya kembali.

    Produk produktif harus mengikuti arus kas

    GandengTangan menawarkan modal kerja, invoice financing, dan micro channeling. Halaman borrower menyebut invoice financing dapat diajukan dengan limit hingga Rp2 miliar. Produk ini ditujukan untuk bisnis yang memiliki tagihan kepada klien tetapi membutuhkan kas sebelum invoice dibayar.

    Secara struktur, invoice financing lebih masuk akal bila pencairan dan jatuh tempo mengikuti kualitas invoice. Buyer perlu diverifikasi, dokumen harus autentik, pembayaran sebaiknya dialihkan ke rekening yang terkendali, dan konsentrasi pada satu pemberi kerja perlu dipantau.

    Micro channeling bekerja melalui platform digital, startup, atau koperasi yang memiliki basis pengguna. GandengTangan melakukan pendanaan kepada usaha mikro yang berada dalam ekosistem partner. Model ini mengurangi biaya akuisisi dan memberi akses ke data transaksi alternatif.

    Perusahaan juga mengembangkan embedded financing agar mitra dapat menawarkan pembiayaan di dalam platform mereka sendiri. Ini membuat akses terasa seamless, tetapi juga dapat mengaburkan siapa pemberi dana, siapa penilai risiko, berapa biaya sebenarnya, dan ke mana pengguna mengadu.

    UX yang mulus tidak boleh membuat kontrak keuangan terasa seperti tombol checkout.

    Underwriting adalah produk utamanya

    Fintech sering dinilai dari kecepatan pencairan. Padahal produk terpentingnya adalah kemampuan mengatakan “tidak” kepada pinjaman yang tidak sehat.

    GandengTangan menyebut memakai analitik berbasis AI untuk membaca rekening koran dan mendeteksi indikasi fraud lebih awal. Teknologi dapat membantu mengekstrak transaksi, memetakan pola pendapatan, melihat bounce, mengidentifikasi anomali, serta mengurangi pekerjaan manual analis.

    Namun AI tidak tahu seluruh cerita sebuah warung, koperasi, atau supplier kecil. Data bank dapat tipis, transaksi tunai tidak tercatat, usaha bercampur dengan keuangan rumah tangga, dan musim mengubah omzet. Model juga dapat bias terhadap sektor atau daerah yang datanya sedikit.

    Karena itu, credit scoring perlu menggabungkan verifikasi identitas, kemampuan bayar, tujuan penggunaan dana, histori, data usaha, kualitas invoice, informasi partner, dan penilaian manusia. OJK melalui POJK 40 Tahun 2024 serta SEOJK 19 Tahun 2025 memperkuat ketentuan LPBBTI, termasuk tata kelola, credit scoring, manajemen risiko, perlindungan konsumen, serta keterbukaan informasi.

    Kecepatan hanya bernilai ketika keputusan kreditnya tetap prudent.

    Statistik besar harus memakai definisi yang jelas

    Dalam laporan yang dikutip ANTARA pada Januari 2025, GandengTangan menyatakan menyalurkan Rp275 miliar sepanjang 2024, naik 58 persen dari Rp174 miliar pada 2023. Total penyaluran periode 2020 hingga 2024 disebut mencapai Rp545 miliar. Rasio TKB90 dilaporkan 96,5 persen.

    Publikasi yang sama menyebut lebih dari 53.293 peminjam telah merasakan manfaat, dengan 91,2 persen di antaranya pelaku UMKM. Sementara dashboard situs pada 2026 menampilkan 31.505 peminjam unik sejak berdiri.

    Kedua angka tidak otomatis bertentangan. Angka 53.293 mungkin menghitung penerima manfaat, akun pendanaan, atau transaksi kumulatif, sedangkan 31.505 dinyatakan sebagai borrower unik. Namun definisinya perlu dikonfirmasi sebelum digunakan dalam artikel final.

    TKB90 sebesar 96,5 persen berarti proporsi kewajiban yang berhasil diselesaikan dalam waktu sampai 90 hari berada pada angka tersebut, berdasarkan pelaporan perusahaan pada periode itu. Kebalikannya menunjukkan adanya pendanaan yang belum selesai tepat waktu. TKB90 bukan jaminan, bukan tingkat keuntungan, dan bukan bukti bahwa seluruh pokok pendana aman.

    Semua angka operasional tersebut merupakan self-reported kecuali dinyatakan berasal dari laporan regulator atau audit independen.

    Kondisi 2025 memberi sinyal penguatan modal

    Halaman resmi GandengTangan menyebut hasil self-assessment kesehatan LPBBTI 2025 dan laporan keuangan 2025 yang diaudit menunjukkan kondisi perusahaan memadai. Perusahaan menyatakan menerima tambahan modal disetor Rp21,5 miliar sehingga total ekuitas meningkat menjadi Rp24,48 miliar. Laporan keuangan disebut memperoleh opini wajar.

    Informasi ini merupakan ringkasan perusahaan. Untuk analisis investasi atau due diligence, pembaca tetap perlu melihat laporan audit, catatan atas laporan keuangan, identitas auditor, kualitas piutang, pendapatan, cash burn, konsentrasi lender, serta transaksi pihak berelasi.

    Penguatan modal penting karena model LPBBTI membutuhkan teknologi, compliance, fraud prevention, collection, customer service, dan reserve operasional. Namun ekuitas penyelenggara tidak sama dengan dana yang menjamin seluruh risiko kredit peminjam.

    Pendana tetap menanggung risiko sesuai perjanjian dan skema mitigasi yang berlaku.

    Literasi bukan seminar satu kali

    Judul “inklusi keuangan” mudah terdengar mulia. Pada level pengguna, inklusi yang buruk dapat berarti orang mendapatkan utang lebih cepat tanpa memahami total kewajibannya.

    Literasi untuk UMKM harus masuk ke proses pembiayaan. Pelaku usaha perlu mengetahui perbedaan bunga flat dan efektif, biaya administrasi, denda, tenor, arus kas untuk cicilan, konsekuensi keterlambatan, penggunaan data, serta dampak terhadap catatan kredit.

    Untuk invoice financing, edukasi harus mencakup risiko invoice ditolak, pembayaran terlambat, dispute pekerjaan, dan ketergantungan pada satu klien. Untuk micro channeling, partner koperasi atau platform perlu mampu menjelaskan produk tanpa mendorong pinjaman yang berlebihan.

    Website GandengTangan menampilkan materi, kalender kegiatan, dan positioning peningkatan literasi finansial. Namun belum ditemukan laporan publik rinci yang menunjukkan jumlah program edukasi, kurikulum, tingkat penyelesaian, perubahan perilaku, atau dampaknya pada kualitas pembayaran hingga Juli 2026.

    Karena itu, artikel tidak boleh menyatakan program literasi GandengTangan telah terbukti meningkatkan pendapatan atau menurunkan default tanpa evaluasi.

    Literasi terbaik kadang menghasilkan keputusan untuk tidak berutang. Platform yang matang harus nyaman dengan hasil tersebut.

    Embedded financing menambah skala dan tanggung jawab

    Integrasi dengan platform lain dapat membuka akses pembiayaan tepat ketika UMKM membutuhkan modal. Data penjualan, purchase order, inventory, atau invoice dari partner dapat memperkuat underwriting.

    Model ini juga menciptakan risiko baru. Pengguna mungkin mengira pinjaman berasal dari aplikasi tempat mereka berjualan. Consent untuk berbagi data dapat tidak dipahami. Partner dapat memiliki insentif mengejar conversion, sementara risiko pembayaran berada pada pihak lain.

    GandengTangan perlu memastikan disclosure merek, biaya, peran tiap pihak, consent, mekanisme pengaduan, dan underwriting tetap jelas. Data hanya boleh digunakan sesuai tujuan yang disetujui dan dilindungi berdasarkan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi serta regulasi sektor jasa keuangan.

    Situs perusahaan menampilkan logo ISO 27001 dan Komite Akreditasi Nasional. Nomor sertifikat, ruang lingkup, badan sertifikasi, serta masa berlakunya perlu diverifikasi sebelum artikel menyatakan seluruh platform atau proses telah tersertifikasi.

    Pembiayaan yang baik membuat usaha lebih kuat setelah lunas

    GandengTangan telah bertahan sejak fase crowdfunding sosial, melewati proses perizinan, dan bergerak menuju invoice financing, channeling, serta embedded finance. Umur operasi ini memberi pengalaman yang tidak sedikit dalam menghadapi data tipis, perilaku UMKM, dan perubahan regulasi.

    Moat-nya bukan aplikasi peminjaman. Aplikasi dapat ditiru. Keunggulan jangka panjang berasal dari partner distribution, underwriting data, collection yang etis, cost of funds, compliance, dan kepercayaan pengguna.

    Ukuran suksesnya bukan hanya jumlah dana tersalurkan. Pembiayaan produktif seharusnya membantu usaha menyelesaikan order, meningkatkan kapasitas, menjaga arus kas, dan kembali meminjam karena bisnis tumbuh, bukan karena cicilan lama belum tertutup.

    Teknologi dapat memperpendek jarak antara pemilik usaha dan modal. Tanggung jawab GandengTangan adalah memastikan jarak menuju masalah keuangan tidak ikut menjadi lebih pendek.

    Catatan verifikasi dan sumber publik

    Artikel ini disusun dari sumber publik yang tersedia sampai 31 Juli 2026. Angka kapasitas, dampak, sertifikasi, klien, pendanaan, dan performa tidak dianggap sebagai hasil audit independen kecuali dinyatakan secara eksplisit.

    Konteks terkait

    Untuk melihat model pembiayaan dan layanan bisnis yang saling melengkapi, baca Ternakin: Dari Sensor Kolam ke Pembiayaan dan Akses Pasar Petambak dan Ternakin: Petambak Tidak Butuh Dashboard Keren Kalau Ikannya Tetap Sulit Dijual. Rangkaian ini terhubung dengan kategori usaha keuangan serta studi kasus UKM Indonesia.

  • Waralaba Sabana Fried Chicken

    Waralaba Sabana Fried Chicken

    ukms.or.id/ – Waralaba Sabana Fried Chicken Satu diantara type kuliner rakyat yang paling disukai sampai sekarang ini yaitu ayam goreng tepung.

    Terkecuali gampang dalam soal pemrosesan, nyaris seluruhnya susunan orang-orang suka pada type kuliner yang satu itu.

    Potensi dari product ayam goreng tepung kenyataannya juga dilirik banyaknya pelaku bisnis.

    Dari situlah saat ini sangat banyak usaha ayam goreng tepung bertebaran di beberapa tempat. Satu diantaranya yaitu Sabana Fried Chicken yang didirikan oleh seseorang entrepreneur bernama M. Syamsalis.

    Lihat besarnya potensi dan ketertarikan orang-orang, M. Syamsalis mulai bangun usaha ayam goreng tepungnya yang saat ini telah memiliki jaringan kemitraan waralaba.

    Satu hal yang senantiasa jadi patokan untuk dianya yaitu meyakinkan kwalitas dari segi kebersihan, kesehatan dan kehalalan product Sabana Fried Chicken. Sedetailnya perihal penjelasan usaha Sabana Fried Chicken , sudah kami rangkum pada artikel di bawah ini.

    Waralaba Sabana Fried Chicken

    Awal Mula Membangun Sabana Fried Chicken

    Saat sebelum mulai meningkatkan usaha ayam goreng tepung, awalannya yang memberikan inspirasi M. Syamsalis untuk jual product itu yaitu lihat banyak warga di seputar rumahnya yang kerapkali beli product olahan ayam.

    Mereka yang biasanya baik beli di pasar maupun melalui tukang sayur keliling, tidak tidak sering memiliki keluhan yaitu dalam soal ketersediaan ayam.

    Waralaba Murah Sabana Fried Chicken Yang Menjanjikan Pada beberapa saat spesifik, ayam yang dibutuhkan tidak selamanya ada. Belum lagi permasalahan kebersihan serta kesehatan ayam itu, jadi permasalahan yang cukup merisaukan hati beberapa customer.

    Beranjak dari persoalan itu, M. Syamsalis lalu mulai meningkatkan menu ayam goreng tepung yang seumpamanya dapat menarik ketertarikan orang-orang.

    Tepatnya pada th. 2006, M. Syamsalis mulai meningkatkan usaha itu. Bermodalkan duit yang terbilang tak terlampau tidak kecil yaitu Rp. 9 juta, ia tak sangsi mengaukms.or.id/l langkah untukmu bangun outlet ayam goreng tepung pertamanya.

    Diluar itu dalam soal pengelolaan, dianya senantiasa berkaca pada ketekunan melindungi kwalitas kebersihan, kesehatan dan kehalalan ayam olahannya.

    Inilah sebagai kemampuan dari brand usaha Sabana Fried Chicken. Tentang product yang di tawarkan oleh Sabana Fried Chicken, pada intinya tak terlampau banyak ragamnya. Terkecuali tawarkan rasa original, ada pula gabungan dengan cita rasa pedas pada olahan ayam goreng tepung itu.

    baca juga

    Mulai Meningkatkan System Kemitraan Waralaba

    Dalam perjalanan usaha Sabana Fried Chicken, awalannya outlet yang dikelola M. Syamsalis cuma memproses seputar 10 ekor ayam dalam satu hari.

    Dengan ketekunan melindungi kwalitas yang sudah dijelaskan diatas, makin lama usaha Sabana Fried Chicken makin di kenal serta diakui customer. Dari situ M. Syamsalis melihat bahwa bisnisnya itu pantas untuk lebih di kembangkan. Serta sesudah memperhitungkan selanjutnya, pada akhirnya yang mengaukms.or.id/l keputusan untuk buka kemitraan #waralaba Sabana Fried Chicken.

    Yang membedakan pada kemitraan ayam goreng tepung punya M. Syamsalis dengan brand yang lain yaitu dalam soal pengelolaan.

    Sabana Fried Chicken memberi kebebasan lebih pada beberapa mitranya untuk mengatur system manajemennya sendiri dari mulai awal.

    Dengan demikian tiap-tiap mitra dapat lebih meningkatkan usaha dengan cara fleksibel tidak ada beberapa batasan spesifik yang mengikat.

    Ditambah dengan dukungan product serta pemrosesan yang sudah teruji oleh tim Sabana Fried Chicken, tentu akan tidak susah untuk mitra untuk dapat menggerakkan bisnisnya dengan cara berkelanjutan serta membuahkan.

    Sistem Pendaftaran Mitra Waralaba

    Untuk bebrapa rekanan yang mau jadi Mitra dari Sabana Fried Chicken, Dapat menghubungi pengelolanya dan memperoleh info komplit pada laman website Sabanafriedchicken. com.

    Disana telah tercantum dengan komplit dari mulai kriteria, sistem dan administrasi untuk jadi mitra Sabana Fried Chicken.

    Tentang potensi keuntungan yang di tawarkan, founder Sabana Fried Chicken mengemukakan bahwa beberapa mitra dapat memperoleh untung sampai 5 juta dalam sebulan.

    Angka itu pasti sangatlah relatif tergantung pada banyak hal seperti kwalitas service dan tempat mitra dalam menjual produknya.

    Tetapi pada umumnya bila dapat digerakkan dengan baik sesuai sama standar operasional, setiap mitra dapat meukms.or.id/dik keadaan balik modal sesudah 4 bln. Waralaba Murah Sabana Fried Chicken Yang Menjanjikan

  • Waralaba Maestrowash

    Waralaba Maestrowash

    ukms.or.id – Waralaba Maestrowash, Laundry yang Tak Pernah Surut , Bisnis laundry dipercaya sebagai jenis bisnis yang takkan pernah surut.

    Jasa laundry memberi peluang pemiliknya untuk profit sepanjang tahun. Apalagi jika jasa laundry yang dibukanya dapat mengikuti trend yang sedang berkembang.

    Seperti bisa memberi voucher diskon berlangganan dan lain sebagainya.

    Waralaba Maestrowash Bisnis yang Terus Bertumbuh

    Perkembangan bisnis binatu bahkan akan terus bertumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat modern yang tidak memiliki waktu untuk mencuci sendiri pakaiannya.

    Pekerjaan membuat mereka sangat sibuk untuk melakukan pekerjaan domestik seperti mencuci.

    Karena itulah jasa landry seperti Maestowash dibutuhkan di perkotaan.

    Jasa yang dapat melihat peluang besar ini kemudian menawarkan kemitraan dengan nilai investasi sekitar IDR8,5 juta-75 juta.

    Usaha yang berbasis di Bogor, Jawa Barat ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 2011.

    Dengan pengalamannya yang panjang membuatnya tak perlu diragukan lagi dari segi kualitasnya.

    Waralaba Maestrowash

    Mitra Maestrowash

    Perkembangan usaha Maestrowash juga tak perlu diragukan lagi mengingat merek ini sudah memiliki sekitar 11 gerai.

    Dari 11 gerai yang ada empat gerai merupakan milik sendiri, sisanya adalah milik mitra.

    Jumlah ini masih akan berkembang, mengingat merek ini sudah sampai di Batam dan Gorontalo yang dapat memicu peminat kemitraan menjadi lebih tinggi.

    Waralaba Maestrowash Paket Cuci Pakaian

    Maestrowash menawarkan jasanya dengan cara menawarkan paket cuci pakaian.

    Paket ditawarkan dalam bentuk paket reguler dibanderol dengan harga IDR 6000 per kilo.

    Paket reguler akan dikerjakan dalam waktu maksimal 48 jam.

    Sedangkan paket kedua disebut paket eskpres yang butuh waktu hanya 24 jam dengan harga IDR 9.000 per kilo.

    Lalu ada paket Kilat yanga hanya 12 jam dengan harga IDR 12,000 per kilo.

    Terakhir paket super kilat yang dikerjakan dalam waktu hanya 4 jam bertarif IDR 25.000 per kg.

    Kemitraan Maetrowash

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, Maetrowash menawarkan paket kemitraan dengan empat jenis investasi.

    Mulai dari paket Start up senilai Rp 8,5 juta, paket hemat dengan investasi Rp 23 juta, paket investor sebesar Rp 50 juta dan paket industri senilai Rp 75 juta.

    Masing-masing paket akan difasilitasi dengan peralatan usaha sesuai dengan harga paket.

    Estimasi omzet juga akan sesuai dengan pilihan paket.

    Sementara terkait dengan lokasi, franchiser dapat mengajukan tempat, namun ekseskusi akan ada di tangan pemilik merek.

    Pemilik akan mensurvei terlebih dahulu lokasi yang diinginkan franchise kemudian diputuskan baik atau tidak laundry dibuka di kawasan terkait.

    Waralaba Maestrowash Kemitraan Tanpa Batas Waktu

    Ketentuan hubungan kemitraan ini menuntut mitra untuk menggerakkan sendiri operasional laundry.

    Terutama bagi mitra yang memilih paket investasi investor.

    Dalam paket tersebut, mitra juga akan mendapatkan mesin cuci lebih banyak daripada paket dengan nilai di bawahnya.

    Maestrowash juga tidak memungut franchise fee, sehingga mitra dapat menikmati omzet sepenuhnya.

    Kemitraan ini juga dijalin tanpa batas waktu, namun akan ada royalti fee sebesar 30 persen per bulan khusus untuk paket investor.

    Sedangkan untuk paket industri, besaran omzet mencapai 10 persen.

    Pusat akan membantu promosi usaha milik mitra supaya tingkat pendapatannya selalu sesuai dengan target yang ingin dicapai.

    baca jg

    Konsep Maestrowash

    Maestrowash menerapkan konsep usaha laundry kiloan dan satuan.

    Konsep ini sudah umum, dan sengaja dipilih agar mampu bersaing dengan laundry lain yang berdiri di kawasan yang sama.

    Laundry kiloan juga jauh lebih mudah diterima oleh pelanggan karena pelanggan dapat menghitung sejak dari rumah berapa biaya yang akan dikeluarkan jika melaundry pakaian.

    Demikian pemaparan tentang kesempatan berbisnis dengan Maestrowash.

    Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di

    Alamat :

    1. ASHARIJAYA 1 NO 1 BOGOR.
  • Franchise Apotek K-24

    Franchise Apotek K-24

    ukms.or.id – Franchise Apotek K-24 , Jangan sampai kita salah menempatkan modal kita untuk investasi bisnis yang belum jelas peluang apalagi prospek ke depannya bagaimana.

    Sebagai seorang pebisnis, sangat penting bagi kita untuk jeli meneliti setiap kesempatan bisnis secara hati-hati dari berbagai aspek dan sudut pandang.

    Kenali juga potensi risiko dari bisnis franchise tersebut dan bagaimana manajemen risikonya.

    Sistem franchise merupakan pilihan bisnis terkini yang memiliki potensi keuntungan yang sangat tinggi dan potensi risiko yang cenderung rendah.

    Dengan mengusung konsep perizinan hak brand, membuat kita dapat menjualkan produk dengan brand dan standar dari suatu perusahaan besar atau bisnis yang brand-nya telah besar dan dikenal masyarakat luas.

    Menanamkan modal kita untuk membeli franchise merupakan keputusan yang sangat tepat karena sistem bisnis yang satu ini memang memiliki berbagai keunggulan dan minim risiko.

     

    Franchise Apotek K-24
    Apotek K-24 waralaba

    Franchise di Bidang Kesehatan Sangat Menjanjikan

    Ada banyak sekali bidang bisnis yang berkembang di Indonesia.

    Ada bisnis di bidang pendidikan, peternakan, ekonomi, properti, kuliner, hingga kesehatan.

    Bisnis di bidang kesehatan ternyata terbukti mampu wujudkan keuntungan yang sangat berlipat ganda.

    Bayangkan, kesehatan merupakan sesuatu yang sangat mahal yang dimiliki dan diidamkan oleh setiap orang.

    Memiliki sebuah apotek merupakan contoh bisnis di bidang kesehatan.

    Apotek K-24 dengan Segudang Nilai Plusnya

    Apotek K-24 adalah satu rekomendasi untuk kita yang ingin membuka bisnis di bidang kesehatan.

    Mengapa kita harus memilih Apotek K-24 sebagai brand yang akan kita beli hak franchise-nya?

    Hal ini tentu karena analisis yang kita dapat setelah mengetahui apa saja nilai plus dari Apotek K-24.

    Brand bisnis untuk apotek yang satu ini terkenal dengan konsep usahanya yang buka selama 24 jam sehingga dapat memberikan pelayanan penuh terhadap konsumen yang membutuhkan.

    Ditambah lagi dengan jaminan mutu serta keaslian produk obat yang disediakan, Apotek K-24 semakin dikenal baik dan dipercaya oleh seluruh masyarakat Indonesia.

    Sistem yang jelas pun dimiliki oleh Apotek K-24 sehingga dapat mengontrol para franchiser serta memastikan SOP atau Standar Operasional Prosedur telah berjalan di segala aspek baik aspek pelayanan, standar kebersihan gerai, hingga pengkajian produk.

    Dengan jaminan mutu dan nilai-nilai plus tersebut, Apotek K-24 yang sejak tahun 2015 membuka peluang franchise ini pun terus saja menerima pengajuan penawaran mitra franchise hingga sekarang.

    Franchise Apotek K-24

    Modal dan Keuntungan Menjadi Franchiser Apotek K-24

    Modal untuk membeli franchise dari Apotek K-24 adalah dimulai dari nilai 1 milyar rupiah dengan minimal lokasi memiliki luas 60 m2.

    Apa saja keuntungan dari modal ini?

    Kita tidak perlu memikirkan lokasi mana yang akan kita jadikan gerai franchise karena Apotek K-24 sudah menyediakan bangunan sewa yang nanti akan ditanggung biaya renovasi serta dekorasinya, papan nama dari egrai tersebut, desain eksterior hingga interior, perkakas mebel, sistem bisnis dan berbagai software IT, modal operasional untuk jangka waktu 3 bulan pertama, inventaris peralatan dan perlengkapan gerai, hingga berbagai training SDM.

    Selain modal yang dimulai dari 1 milyar rupiah, kita juga harus menyediakan biaya awal sejumlah 120 juta rupiah untuk kontrak dan jasa manajemen selama 6 tahun perjanjian, serta biaya bulanan atau fee royalti sejumlah 1,8% dari total omzet yang diperoleh per bulannya.

    Break Event Point atau nilai balik modal dari Apotek K-24 telah diproyeksikan bisa hanya dalam kurun waktu kurang lebih 3 tahun saja.

    Untuk langkah-langkah menjadi mitra franchise Apotek K-24, saya hanya perlu mempelajari petunjuk yang ada pada laman apotek-k24.com/franchise.

    Raup Untung Melimpah Lewat Franchise Apotek K-24

    Siapa yang tidak kenal dengan apotek K-24? Apotek ini memang sudah dikenal luas oleh masyarakat dan sudah tersebar luas diberbagai wilayah Indonesia.

    Franchise Apotek K-24

    Asal Mula Apotek K-24

    Apotek K-24 sendiri berdiri pertama kali pada 24 Oktober 2002 di Yogyakarta. Apotek ini didirikan oleh dr. Gideon Hartono dan dikelolang langsung oleh PT. K-24 Indonesia. Awalnya dr. Gideon Hartono merupakan dokter umum yang bertugas di Puskesma Gondokusuman II, Yogyakarta. Pada saat bertugas, seringkali dia mendapat kesulitan akses obat terutama disaat tengah malam.

    Alasannya logis karena jarang ada yang buka apotek saat tengah malam. Seandainya ada yang buka, itupun harganya dibandol lebih mahal dibanding harga normalnya. Pengalaman kerja inilah yang membuat dr. Gideon Hartono memiliki ide untuk membangun apotek K-24.

    Singkatan K-24 sendiri adalah komplit 24 jam. Apotek ini menghadirkan 5 jaminan pasti yaitu komplit 24 jam, pagi siang malam libur harga tetap sama, hanya menjual obat asli, layana konsultasi apoteker gratis, dan adanya layanan antar.

    baca juga

    Franchise Apotek K-24

    Ternyata antusias masyarakat sangatlah baik dengan adanya apotek ini. Oleh karena itu, pada tahun 2005, dr. Gideon Hartono membuat apotek K-24 untuk dijadikan franchise.

    Franchise pertama adalah di Semarang dan hasil yang didapat sungguh luar biasa. Sekarang apotek K-24 telah berhasil membuka 370 gerai yang tersebar di 103 kabupaten/kota pada 24 provinsi dan 1 cabang yang berada di Timor Leste. Dalam satu apotek disarankan untuk memperkerjakan 9 karyawan yang sebelumnya telah mendapat pelatihan dari pusat.

    Mengapa Harus Memilih Apotek K-24?

    Pertama banyak orang pasti beranggapan kenapa tidak bangun apotek sendiri saja tentu lebih mudah kan?. Namun dibalik semua itu ternyata setelah dipikiran lagi memang lebih cocok jika franchise apotek saja, alasannya:

    • Merk usaha pasti telah dikenal masyarakat luas
    • Dukungan promosi bersama (nasional)
    • Hemat dari segi biaya, tenaga, dan waktu
    • Minimalisis risiko gagal dalam berusaha
    • Adanya panduan serta dukungan dari bagian pusat.

    Apa saja keunggulan Franchise Apotek K-24?

    1. Konsep bisnis apotek yang terbukti keunggulannya
    2. Apotek waralaba terbaik tahun 2010 dan 2011
    3. Apotek asli Indonesia yang mengerti kebutuhan masyarakat Indonesia
    4. Langsung menjadi pemiliki sarana apotek (PSA) yang aktif dalam pengembangan usaha
    5. Dilakukan pendampingan persiapan pembukaan apotek operasional yang meliputi ijin operasional apotek, sistem IT, renovasi bangunan, rekrutmen pegawai, pelatihan staf, strategi pemasaran hingga operasional
    6. Memiliki bisnis sekaligus ibadah yang mampu menjadi berkah dan manfaat untuk memberikan akses obat yang mudah, murah, dan berguna bagi masyarakat Indonesia
    7. Modal Terjangkau

    Khusus untuk modal memang tergantung masing-masing investor. Hal ini tergantung kesepakatan bersama. Khusus daerah pulau Jawa untuk gerai dengan luas tanah 60m2  ditawarkan harga sebesar Rp 970 juta.

    Investasi tersebut sudah termasuk biaya franchise fee (royalti pemakaian merk), stok obat, renovasi bangunan, gratis sewa bangunan selama 1 tahun, interior dan mebel, modal kerja selama 3 bulan, sistem dan software IT, perizinan operasional, administasi pembukaan apotek, pelatihan staff, dan inventaris gerai seperti sepeda motor, AC, PABX, genset, dan lain-lain. Jadi,anda cukup siap jadi tanpa harus membeli bahan dari luar lagi. Sedangkan  khusus untuk biaya awal waralaba sebesar Rp 110 juta untuk masa waralaba 6 tahun.

    1. Franchise fee sebesar 1,5% dari omset perbulannya
    2. Profit

    Hal ini tergantung dari terget penjualan dan target margin anda. Jika target tersebut tercapai, anda dapat memenuhi biaya operasional. Pada umumnya balik modal keseluruhan akan terjadi dalam kurun waktu kurang lebih 3 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan balik modal terjadi lebih cepat jika pertumbuhan dan target yang dicapai melebihi yang ditetapkan.

    Bagaimana Alur Untuk Frachise Apotek K-24?

    • Mengisi Enquiry Form (formulir aplikasi)
    • Mengikuti presentasi waralaba Apotek K-24
    • Menandatangani MOU
    • Menentukan Lokasi Gerai
    • Menandatangani Perjanjian Waralaba
    • Memulai langkah pra-operasional (akan dipandu oleh P.T. K-24 Indonesia sebagai pewaralaba)
    • Mengikuti Pelatihan Awal
    • Pembukaan Gerai

    Jadi, bagi anda yang memiliki minat untuk membangun usaha dibidang kesehatan, memiliki jiwa sosial untuk melayani masyarakatm terlibat langsung sebagai operasional usaha bukan investor semata maka Apotek K-24 menjadi pilihan yang tepat bagi anda. Oleh karena itu, jangan asal pilih

    Jika anda menginginkan segala informasi atau tertarik dengan franchise Apotek K-24 anda dapat menghubungi telpon HOTLINE 0812 1201 2424 atau kunjungi website www.apotek-k24.com

    Berapakah jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk menjalankan 1 unit gerai? Dibutuhkan 9 karyawan di setiap apotek, bisa bertambah sejalan dengan ­pertumbuhan bisnis.

    Franchise Apotek K-24

    Kantor Yogyakarta

    Alamat: Jl. Magelang, Karangwaru Kidul – PR 24, Yogyakarta 55241

    Telepon Kantor: (0274) 542024 / 542025

    Telepon Waralaba : 081212012424

    Website : apotek-k24.com/

  • Franchise Warunk Upnormal

    Franchise Warunk Upnormal

    ukms.or.id – Terungkap! Rahasia Franchise Warunk Upnormal Sampai Bisa Terkenal. Franchise Warunk Upnormal sangat mudah ditemukan di kota-kota besar di Indonesia. Tidak tahu apa sebabnya, akan tetapi mereka tercatat sudah mempunyai ratusan cabang yang tersebar dari ujung barat sampai dengan timur nusantara.

    Begitu bergairahnya bisnis mereka, lantas membuat para investor pun jatuh hati untuk membukanya. Sebab banyaknya orang yang tertarik pada Warunk Upnormal, menjadikan harga franchise Upnormal pun berada di kisaran yang sangat tinggi, yakni sebesar Rp6 Miliar, dan sudah termasuk tempat, pelatihan, dan lain sebagainya.

    Lantas, pasti dalam benak anda pun terpikir, sebenarnya “apa yang membuat Warunk Upnormal bisa terkenal dan mampu untuk mendatang banyak pengunjung, serta investor secara bersamaan?”

    Maka dengan adanya anda di artikel ini, kami pun akan mencoba menjawabnya dengan sangat spesial.

     

    Franchise Warunk Upormal, Kenapa Bisa Terkenal?

     

    Faktor pertama yang menjadikan Warunk Upnormal bisa dengan mudahnya terkenal, karena mereka sendiri mencoba untuk memenuhi hasrat para konsumen yang berada pada segmentasi anak muda. Konsumen mereka pun biasanya diisi oleh Anak Sekolahan, dan Anak Kuliahan.

    Tentu, sebagai konsumen di atas, mereka akan membutuhkan tempat yang nyaman untuk nongkrong, mengerjakan tugas, atau bersenda gurau. Selain itu, mereka pun akan membutuhkan jajanan yang harganya sangat terjangkau di kalangan mereka.

    Keresahan konsumen itulah yang coba dijawab oleh Warunk Upnormal. Sebab dari segi harga menu, mereka mematok dengan sangat murah, dan dari tempat mereka desain, dan mereka atur dengan sangat indah.

    Jadi, faktor itulah yang menjadi dasar awal kenapa franchise Warunk Upnormal cepat terkenal.

     

    Warunk Upnormal

     

    Faktor Penyajian Warunk Upnormal Yang Luar Biasa

     

    Faktor kedua, ditinjau dari segi penyajian menu yang awalnya biasa, tetapi diubah menjadi luar biasa.

    Bila anda merupakan salah satu orang yang pernah atau sering datang ke Upnormal, tentu anda pun akan memperhatikan bahwasanya kebanyakan menu yang mereka buat berasal dari makanan yang biasa, sebut saja; Mie Instan, Nasi Goreng, dan camilan.

    Namun, fanchise Warunk Upnormal itu pun menyulap bahan dasar tadi menjadi sebuah olahan yang inovatif. Seperti Mie Instan, yang mereka  kombinasikan dengan racikan kuah yang khas, ikan tongkol, kikil, dan cabai rawit. Lalu, nasi goreng yang mereka campurkan dengan daging sapi, kambing, dan ayam.

    Dengan keunikan dari segi menu itulah, mereka pun dengan mudah membuat konsumen tidak asing dengan rasa yang ditawarkan oleh Warunk Upnormal, sehingga franchise mereka pun dengan mudah pula terkenal.

    Faktor ketiga, Warunk Upnormal mencoba menyajikan menu yang berbeda pada segi minumannya juga.

    Sebenarnya, hal ini pun masih berhubungan dengan bahan dasar yang biasa, akan tetapi mereka olah menjadi sedemikian rupa. Sebut saja menu minuman kopi, yang dengan beraninya mengajak kerja sama salah satu kedai kopi terkenal.

    Lalu Nutrisari, yang mereka sajikan dengan segar dan penuh rasa, kemudian susu aneka rasa, yang mereka pilih sesuai standar dan kriteria restorannya.

    Warunk Upnormal

     

    Faktor Citarasa Minuman Baru

     

    Ketiga jenis minuman biasa itu merupakan salah satu faktor yang mendukung franchise Warunk Upnormal menjadi lebih dikenal.

    Faktor Keempat, ditengarai oleh para pramusaji yang masih muda, dan menarik dalam tampilan serta gaya berpakaiannya.

    Selanjutnya, hal yang menarik dari franchise Warunk Upnormal ialah para pramusaji yang masih muda, cekatan, ganteng, dan cantik. Yap! Mereka memang tidak asal-asalan dalam mengisi sumber daya manusia di sana, karena Warunk Upnormal pun ingin menyesuaikan pelayanannya, dengan konsumennya.

    Selain daripada itu, para pramusaji juga dibekali dengan seragam yang terlihat kekinian, dan beda dari restoran lain. Secara tidak langsung, mereka pun ingin menunjukkan salah satu perbedaan yang jelas antara warung biasa, dan Warunk Upnormal.

    Jadi, faktor pramusaji pun mendukung upaya franhise warunk upnormal untuk semakin dikenal.

    Faktor kelima, harga dari setiap menu dipatok dari mulai Rp 5 ribu sampai dengan Rp30 ribu.

    Alasan lain kenapa franchise Warunk Upnormal mudah dikenal di mana-mana, ya karena memang dari segi target konsumen dan harga, mereka menemukan titik yang pas.

    Dengan demikian, para pelanggan yang didominasi kalangan muda akan dengan mudah memilihnya sebagai tempat untuk singgah, dan makan di sana.

    Bayangkan saja, harga yang mereka patok sangatlah murah, yakni hanya berkisar di Rp5.000 sampai dengan Rp.30.000. Jadi, para anak muda di situ pun akan dengan betah nya makan di tempat murah, namun fasilitasnya tetap sangat mewah.

    Begitulah faktor kelima yang turut pula membangun franchise Upnormal menjadi lebih dikenal.

    baca juga

       

      Faktor Promosi Jitu Ala Warunk Upnormal

       

      Faktor terakhir, pemanfaatan media sosial sebagai sasaran promosi bisnisnya.

      Dalam hal yang terakhir ini, sangat menguatkan posisi Warunk Upnormal sampai pada tahap untuk mudah dikenal di mana-mana. Mereka dengan sangat lihai memanfaatkan sosial media, untuk branding, marketing, dan selling.

      Tanpa tanggung-tanggung, mereka pun dengan berani berpromosi menggunakan paid promote di salah satu akun besar yang memiliki banyak pengikut anak muda. Bahkan baru-baru ini, mereka membuat kartu member yang bisa dibuat melalui website resminya.

       

       

      Hal itulah yang jelas menjadi faktor kunci franchise Warunk Upnormal dalam membuat brand nya semakin dikenal.