Author: UKMS

  • Bisnis Ikan Hias Beromzet Jutaan

    Hobby Budidaya Ikan  Hias Mas Koki Menjadi Bisnis Beromzet Jutaan  | Berawal dari hoby semasa tidak besar yang suka pelihara ikan, Reza Stefanus (39) yang akrab disapa Reza berhasil buka usaha budidaya ikan hias mas koki (Carrasius Var Auratus) dengan nama Reza Goldfish.
    Type ikan mas koki yang diternak serta diperkembang Reza yaitu ikan mas koki type Oranda, Ryukin, serta Ranchu. Ketiga type ikan mas koki itu tengah trend serta laris di market.

    Reza bercerita apabila usahanya ini mulai dirintis mulai sejak th. 2003 di Lokasi Tanah Baru, Depok, Jawa Barat. Awalannya Reza pernah buka usaha penjualan alat catat kantor tetapi pada akhirnya menanggung derita kerugian.
    “Saya ini memanglah penggemar ikan hias serta saya terlebih dulu juga telah miliki usaha alat catat kantor tetapi usahanya anjlok, ” kata Reza
    Kemudian, Reza tanpa ada berniat tekuni pekerjaan baru sebagai seseorang kolektor ikan louhan, kebetulan ikan louhan tengah tren.

    Tetapi seiring berjalannya waktu Reza malah banting setir dengan tekuni usaha baru sebagai peternak ikan mas koki. Argumennya, ia memperoleh sepasang induk ikan mas koki hasil pertukaran ikan louhan kepunyaannya dengan seseorang rekan.
    “Ikan louhan saya dibarter dengan sepasang mas koki, ” imbuhnya.
    Mulai tekuni usaha baru dengan beternak ikan mas koki buat Reza kerajingan. Dengan modal Rp 100 ribu, Reza lalu beli bibit ikan mas koki yang lain untuk di besarkan.

    “Awal saya ingat sekali itu Rp 100 ribu modal nya. Modal itu dipakai untuk beli bibit dari petani lain lantaran menanti ikan hasil ternakan saya sangat lama panennya, ” imbuhnya.

    Alhasil ikan mas koki yang dipelihara Reza tumbuh tidak kecil. Reza lalu membulatkan tekad untuk jual ikan mas koki kepunyaannya ke sebagian toko ikan hias serta akhirnya cukup lumayan.
    “Pendapatan th. 2003 masihlah tidak besar, masihlah beberapa ratus ribu, ” tuturnya.

    Menawarkan Ikan Mas Koki Berkualitas

    Mempunyai pendapatan tetaplah dari usaha penjualan ikan mas koki buat Reza semakin penasaran. Untuk mendukung usaha ternak ikan hiasnya, di th. 2006 Reza menyewa kolam di daerah Curug Agung, Depok sebagai sarana paling utama bisnisnya. Diatas tempat itu Reza serta sang istri, Mutia Yudharia pelihara ikan mas koki dengan luas tempat pemeliharan sekitaran 195 m2.
    Hobby Budidaya Ikan Hias Mas Koki Menjadi Bisnis Beromzet Jutaan Reza mengungkap perlu modal sekitaran Rp 15 juta yang dipakai untuk menyewa tempat, bikin kolam semen, mesin pompa air, perlengkapan akuarium, pakan serta beli sebagian type bibit serta indukan ikan hias mas koki.
    “Tahun 2006 modal sewa tempat serta bangun kolam itu Rp 10 juta. Sedang Rp 5 juta itu cost pakan per bln., ” katanya.
    Dari modal itu, Reza pada akhirnya mempunyai kolam 10 buah dengan kedalaman sekitaran 30 -50 cm. Ada pula yang memiliki ukuran 5 m x 3 m sejumlah 1 kolam yang berperan tempat spesial ikan kontes. Sedang 12 kolam yang lain yang memiliki ukuran 3 x 2 m berperan sebagai pembesaran ikan serta 2 kolam memiliki ukuran 2 m x 1, 5 m berperan sebagai pembesar juga. Dengan adanya banyak kolam yang dipunyainya, ia membudidayakan semuanya type ikan mas koki dari mulai Oranda serta Ranchu
    “Penjualan laris serta keinginan selalu alami penambahan, ” tuturnya.
    Dalam penjualan serta pemasaran, Reza tawarkan segi kwalitas dari ikan tersebut. Reza menanggung, ikan yang di jual tak mempunyai penyakit seperti lernaea (cacing perioder), jamur (saprolegniasis), Bakteri Aeromonas (punctata), Bakteri Pseudomonas, sampai bintik putih (white spot).
    Untuk menghindar munculnya penyakit itu, Reza teratur melindungi kebersihan kolam pembesaran lewat cara kuras kolam 4 hari sekali.
    Saat lakukan pengurasan, ikan mas koki dipindahkan terlebih dulu ke wadah lain seperti baskom yang sudah berisi koukms.or.id/nasi air, garam serta metilen blue (umum dimaksud dengan obat biru) sepanjang sebagian menit.
    Ukuran koukms.or.id/nasi air, garam serta metilen blue yaitu untuk satu baskom air ukuran 2 liter ditambah dengan 5 sendok makan garam dapur serta satu ruas kuku jari tengah metilen blue.
    Hobby Budidaya Ikan Hias Mas Koki Menjadi Bisnis Beromzet Jutaan
    “Beternaknya ini gampang seandainya butuh sabar serta kita rajin seperti mengurusi bayi sampai jadi tidak kecil. Lalu harus juga di perhatikan pakannya, lantaran apa? lantaran marketnya kita ini jual menurut kwalitas per ekornya, ” katanya.
    Sedang dari segi kwalitas lain yang di tawarkan ikan mas koki punya Reza diantaranya memiliki bentuk serta ekor yang indah, mempunyai warna sirip yang cerah, kepalanya mirip singa, sampai warna yang bermacam, serta gerakan badannya yang gemulai lemah lembut.

    “Ikan mas koki type Oranda ini paling disenangi orang-orang serta biasanya itu semuanya sukai dari type ikan ini. Oranda ini ada warna merah, merah putih, hitam, callilo atau tutul-tutul, ” sebutnya.
    Sayangnya untuk memperoleh bibit yang berkwalitas, disadari Reza cukup susah. Dari telur ikan mas koki yang dihasilkan semasing indukan, cuma 5-10% saja yang akan jadi ikan mas koki yang berkwalitas. Hal semacam ini jadi argumen, kenapa harga ikan mas koki yang berkwalitas cukup mahal.

    “Dari satu kali bertelur, itu cuma 5-10% yang bagus serta berkwalitas, ” tukasnya.

    Cara Promosi dan Jualan Cuma Memakai Facebook

    Tingginya kwalitas ikan yang dihasilkan buat harga ikan mas koki punya Reza Stefanus (yang memiliki Reza Goldfish) dibanderol sampai jutaan rupiah. Misalnya ikan mas koki type Oranda usia 2 bln. dibanderol Rp 1 juta/ekor. Sesaat yang berusia 3 bln. telah meraih Rp 1, 5 juta sampai Rp 2 juta per ekornya.

    “Ikan mas koki type ini berkwalitas. Di jualpun harga nya lumayan. Harga nya diliat dari ukuran umpamanya usia 2 bln. kita terlepas sekitaran Rp 1 juta/ekor lalu usia 3 bln. dapat hingga Rp 1, 5 juta/ekor, ” sebutnya

    Walau harga nya yang tinggi tak menyurutkan ketertarikan beberapa calon konsumen ikan mas koki punya Reza. Mereka lalu berburu type ikan mas koki yang unik serta langka di sosial media Facebook (FB). Reza mengaku tehnik pemasaran/penjualan ikan mas koki kepunyaannya cuma dengan memakai Facebook serta dari mulut ke mulut. Ia mengakui tak mempunyai toko ikan sekalipun.
    “Mereka (konsumen) mencari kita di FB serta dari mulut ke mulut sesama kawan-kawan. Saya ini tak mempunyai store (toko), ” paparnya.
    Dengan cara tersebut, Reza dapat peroleh omzet teratur cukup tidak kecil rata-rata Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per bln.. Omzet juga bergantung bagaimana tingkat produktivitas indukan ikan mas koki yang dihasilkan.
    Pria kelahiran Jakarta, 29 September 1977 menjelaskan ikan koki adalah satu diantara type ikan hias yang unik lantaran memiliki bentuk yang indah. Dengan warna sirip yang cerah, kepalanya mirip singa, ekor serta gerakan badannya yang gemulai lemah lembut bikin beberapa orang yang jatuh cinta dengan type ikan ini.
    Dari beragam type ikan hias yang ada di Indonesia, dapat disebut ikan type ini yaitu ikan yang paling menguasai serta senantiasa di cari beberapa orang. Dasarnya, meskipun banyak ikan-ikan hias baru bermunculan tetapi peminat ikan mas koki akan tidak pernah mati.
    “Pasarnya cukup tidak kecil. Orang beli sesungguhnya orang umum, ada mahasiswa serta banyak dari mereka yang ikhlas beli ikan ini terlebih penggila kontes, ” cetusnya.

    Di pasarkan Sampai ke Singapura serta Bidik Pasar Amerika Latin

    Cuma dengan Facebook, ikan mas koki punya Reza Stefanus melalang buana sampai keluar negeri. Terkecuali sukses pasarkan sampai semua lokasi Indonesia, ikan mas koki hasil budidaya Reza telah banyak diekspor ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Singapura.
    “Kita ekspor itu telah dari 3 th. waktu lalu ke Singapura, ” tuturnya.
    Terkecuali Singapura, ikan mas koki punya Reza juga di pasarkan ke Malaysia serta Filipina. Bahkan juga sekarang ini jumlah keinginan ikan mas koki dari ke-2 negara itu cukup tidak kecil
    “Paling banyak pula Filipina serta Malaysia, ” ucapnya.
    Reza juga mengaku telah banyak keinginan dari negara-negara lain, terutama di Benua Amerika. Sebagian negara dimaksud tertarik untuk menghadirkan ikan mas koki yang di produksi Reza seperti Amerika Serikat, Kanada, Argentina serta Bolivia.
    “Yang paling banyak minta itu Argentina serta Bolivia, Kanada ada juga serta Texas juga minta ke saya namun masihlah belum saya penuhi, ” sebutnya.
    Sayangnya Reza belum dapat untuk menyuplai ikan mas koki kepunyaannya ke beragam negara di lokasi Benua Amerika. Argumennya yaitu lantaran produksi ikan mas koki kepunyaannya masihlah cukup terbatas. Belum lagi tarif pengiriman (shipping biaya) dari Indonesia ke negara-negara itu cukup mahal yakni dapat meraih Rp 9 juta sekali kirim.
    “Permintaan dari Amerika belum dapat saya layani. Masalahnya yaitu jumlah produksi saya yg tidak massal serta biaya kirim yang mengagumkan mahal, ” katanya.
    Reza masihlah mempunyai harapan untuk dapat mengerjakan pasar Amerika. Sekarang ini, Reza tengah mengupayakan untuk ekspansi tempat kolam supaya dapat menghasilkan ikan mas koki jauh semakin banyak. Begitu ia dapat penuhi keinginan yang datang dari beragam negara hingga biaya kirim tak demikian mahal.
    “Kita ini masihlah taraf tidak besar. Bila ada rejeki, saya ingin ekspansi lebih tidak kecil lagi serta sudah pasti kita menginginkan produksi massal. Hingga harapan saya, pasar Amerika latin dapat dikerjakan, ” tuturnya dengan penuh optimis.

    Kelebihan Dengan Usaha Ikan Mas Koki

    Reza Stefanus yang memiliki usaha Reza Goldfish mengungkap segi lain dari usaha ikan mas koki. Terkecuali sebagai hewan peliharaan, ikan mas koki juga sering dipertandingkan di beberapa moment baik taraf nasional ataupun internasional.
    Hal semacam itu jadi argumen, kenapa ikan mas koki diburu oleh beragam kelompok.
    “Ikan ini umumnya orang beli untuk ikuti kontes kecantikan, ” katanya.
    Dalam moment kompetisi itu, umumnya ada beragam segi yang dinilai oleh beberapa juri. Seperti memiliki bentuk unik serta indah, warna sirip yang cerah, kepalanya mirip singa, ekor yang bagus serta gerakan badan yang gemulai lemah lembut.
    “Yang dinilai itu umumnya dari segi kerapihan seperti siripnya dia terlebih yang ada di punggung. Lantas sisiknya dia mesti mengkilat serta bagus. Lalu kecerahan dia. Nah type Oranda ini bentuk kepala ditetapkan juga janganlah sangat tidak kecil serta tidak besar. Lantas style renang itu point utama serta mesti stabil, ” tuturnya.
    Di tingkat nasional, ikan type ini sering dipertandingkan di beberapa kota serta propinsi dengan hadiah yang mengundang selera. Sesaat diluar negeri, negara Singapura serta China kerap mengadakan moment sama dengan hadiah yang lebih tidak kecil.
     
    Baca juga
    Editor’s Choice
    350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
    1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
    Panduan Bisnis Online Terlengkap
     
     
    “Di luar negeri ada juga kontes kecantikan ikan mas koki terlebih di tingkat Asia. Umumnya di Singapura, namun saat ini banyak berubah ke China, ” sebutnya.
    Tekuni usaha ikan mas koki sepanjang 13 th. sampai sukses mengekspor ke beragam negara yaitu prestasi yang cukup membanggakan untuk Reza. Pernah putus harapan lantaran pernah tidak berhasil waktu buka usaha penjualan alat catat kantor, Reza bangkit serta sukses meningkatkan usaha penjualan ikan mas koki.
    Jadi entrepreneur berhasil tak bikin Reza tidak kecil kepala. Reza masihlah ingin membagikan resep berhasil pada beberapa entrepreneur di Indonesia. Maksudnya supaya usaha yang digeluti Anda dapat berhasil seperti dianya.
    “Apapun sektor bisnis yang Anda jalani seperti usaha ikan hias atau yang lain, kita mesti telaten serta mesti tekuni bagian itu hingga sukses. Bila dapat hingga titik darah penghabisan, pokoknya mesti kita perjuangkan selalu.
    Lalu kita sebagai entrepreneur harus juga jujur pada customer, lantaran dengan kejujuran itu awal dari keberhasilan, ” tutupnya.  Hobby Budidaya Ikan Hias Mas Koki Menjadi Bisnis Beromzet Jutaan

  • Bisnis Perhiasan Aeroculata

    www.ukms.or.id/- Bisnis Perhiasan Dilakoni Wanita ini Hingga Menjadi Pebisnis Wanita Sukses  |
    “Bila kita tidak berhasil kita mesti ingat di mana kita mulai, di mana waktu itu ada semangat serta tekad kita dalam mengawali usaha, ” Fenny Angela (Yang memiliki Aeroculata ).
    Muda, cantik serta memiliki wawasan usaha yang luas yaitu deskripsi dari seseorang Fenny Angela (23). Wanita kelahiran Surabaya, 14 Oktober 1993 itu saat ini jadi satu diantara entrepreneur perhiasan berhasil. Bahkan juga product perhiasan yang di buat Fenny telah melalang buana sampai ke mancanegara. Kok Bisa?
    Fenny Angela, lahir serta tidak kecil di Surabaya. Wanita lulusan Arsitektur, Kampus Petra Surabaya ini memanglah memiliki passion di bagian fashion industry mulai sejak kecil . Th. 2011 saat Fenny masihlah duduk di bangku kuliah, ia belajar mengenai jewelry design dengan cara otodidak. Serta di th. yang sama juga, Fenny meluncurkan brand Aeroculata.

    “Waktu itu saya tak memikirkan sekalipun untuk mengawali usaha accessories ini. Lantas saya beberapa cobalah produksi sendiri itu di th. 2011, ” ungkap Fenny
    Fenny mengungkap usaha ini didirikan lantaran nyaris semuanya wanita tentu suka pada bermacam aksesories serta perhiasan seperti bros, anting, gelang, kalung, serta cincin. Dengan keinginan yang selalu tumbuh tiap-tiap tahunnya, Ia optimis usaha perhiasan Aeroculata akan terbuka lebih lebar.
    “Karena apa? di Indonesia tak beberapa orang ingin bikin sendiri perhiasan, sesaat diluar negeri itu banyak. Saya pada akhirnya mengawali usaha ini di th. 2011, ” imbuhnya.

    Bisnis Perhiasan Dilakoni Wanita ini Hingga Menjadi Pebisnis Wanita Sukses Walau sebenarnya waktu itu, usaha perhiasan masihlah dilihat mata sebelah.
    Fenny menyampaikan di th. 2011, usaha perhiasan kalah berkompetisi apabila dibanding dengan usaha penjualan baju. Ia menilainya nyaris beberapa tidak kecil mal serta toko on-line di Indonesia sebagian besar berjualan baju, cuma sedikit yang sediakan penjualan perhiasan.
    “Perhiasan itu yaitu barang fashion. Di th. 2011 product yang banyak di jual di on-line shop umumnya pakaian namun perhiasan tidak sering. Saya simak orang belum banyak terjun ke usaha ini, ” katanya.
    Pada akhirnya lahirlah brand Aeroculata. Fenny mengakui pernah ada rasa tak yakin diri waktu ia mengawali usahanya itu. Terlebih modal yang dikucurkan begitu minim. Namun ia optimis, Aeroculata akan tidak kecil dengan inovasi product perhiasan yang di tawarkan pada customer.
    “Tahun 2011 itu semester 2, jadi saya masihlah kuliah. Th. lantas (2014) saya baru lulus. Lalu mencari tujuan market yang benar serta mengawali usaha ini, ” kata Fenny.
     
     

    Konsentrasi Sediakan Layanan Perhiasan Handmade Custom

    Meniti usaha Aeroculata mulai sejak Agustus 2011, Fenny Angela konsentrasi sediakan layanan perhiasan handmade custom. Ia menilainya apabila diliat dengan cara design, product Aeroculata begitu simpel, namun berkesan moderen dengan sentuhan personal untuk pemakainya.
    “Aeroculata ini di buat berdasar pada ukuran, warna, sampai jenis serta tulisan sesuai sama keinginan customer, ” katanya.
    Fenny bercerita mulai sejak berdiri, Aeroculata memanglah memercayakan custom jewelry, seperti kostumisasi tulisan, warna, juga ukuran yang dikatakan sebagai Bespoke Collection.
    Lalu di th. 2014, bermacam inovasi diaplikasikan oleh Fenny untuk meningkatkan Aeroculata. Koleksi jadi lebih bermacam dengan design yang lebih variasi serta universal atau bentuk desainnya yang lebih rencanatual. Namun customer masihlah di beri keleluasaan untuk mengkostumisasi warna serta ukuran.
    “Jadi kita itu handmade (buatan tangan) dengan ditangani oleh beberapa pengrajin lokal di Indonesia, ” tuturnya.
    Aeroculata saat ini menjawab beberapa masalah yang sering dihadapi beberapa customer.
    Sebut saja seperti jenis sampai bentuk serta ukuran yang tidak cocok. Bukan sekedar membuat design aksesori yang lebih menawan, Aeroculata saat ini jadi satu diantara pilihan orang-orang yang inginkan product perhiasan dengan balutan emas serta permata yang sesuai sama design yang dikehendaki.
    Disamping itu, untuk tujuan pasar Aeroculata yaitu sebagian besar wanita muda dengan umur 15 sampai 28 th.. Untuk memberi nilai lebih pada customer, Aeroculata berniat memberi service gift seperti menambahkan rose, ribbon, greeting card, dsb berbentuk packaging.

    “Segmentasi (customer) di pasar on-line kita umumnya dari 15 hingga 28 th.. Orangtua ada juga, ” ucapnya.
    Fenny mengakui selalu lakukan inovasi pada product Aeroculata dengan senantiasa membuat design baru yang lebih moderen. Lalu melindungi product perhiasan yang di tawarkan Aeroculata pada customer untuk selalu up to date.
    “Produk yang dihasilkan saat ini telah seratusan lebih, ada kalung, cicin dan sebagainya. Serta tetaplah mesti diingat kita itu handmade, mereka bakal minta sesuai sama custom. Lalu kita miliki product koleksi jadi bila ingin beli silakan. Untuk jenisnya kita sederhana saja tidaklah terlalu rumit, ” tekannya.

    Fenny Pernah Tak Diakui Customer

    Aeroculata memanglah tidak kecil, namun butuh diingat kalau Fenny Angela, yang memiliki Aeroculata mengawalinya dari 0. Dimuka berdiri Aeroculata, Fenny mengakui pernah alami bebrapa saat susah.
    Di th. 2011, Fenny menyampaikan belum banyak orang-orang yang mengetahui arti product lokal atau local brand. Banyak customer yang sangsi masalah kwalitas product Aeroculata, serta takut ditipu lantaran pembuatan yang condong lama pada th. itu.
    “Hambatannya pasti ada di pengrajinnya. Lantaran kita 100% buatan tangan jadi lebih cermat serta pelaksanaan lebih lama. Pertama kalinya tekuni usaha ini yakni di th. 2011 orang belum tahu kwalitas Aeroculata seperti apa. Lalu ada yang ajukan pertanyaan, ini nipu tidak ya, ” kata Fenny.
    Bangun keyakinan dengan customer jadi satu hal yang begitu susah dikerjakan. Harus, satu diantara langkah yang dikerjakan Fenny dalam bangun keyakinan itu yaitu memberi jaminan. Namun cara tersebut tak gampang dikerjakan.
    “Ya kita senantiasa jujur pada konsumen namun perlu sistem yang lama. Bahkan juga ada yang order dapat hingga 8 minggu (kita tangani). Lalu kita follow up (keinginan customer) serta kita katakan dari pertama pada mereka (customer) sistem membuatnya agak lama, ” imbuhnya.
    Kemudian, beragam langkah dikerjakan Fenny supaya Aeroculata dapat di kenal oleh orang-orang Indonesia. Pada akhirnya Fenny aktif ikuti pameran sampai bangun satu on-line shop Aeroculata. Ke-2 cara itu dinilai ampuh memperkenalkan Aeroculata ke orang-orang.
    “Awal th. ini kita tingkatkan lagi ke brand awareness. Kita endorse ke sebagian artis serta fashion investor populer hingga orang mulai yakin. Lalu untuk pemasaran, lebih ke on-line, ” katanya.
    Terkecuali permasalahan sulitnya bangun keyakinan, product Aeroculata juga awalannya dikira sangat mahal apabila dibanding dengan aksesori luar.
    Product Aeroculata dari mulai cincin, kalung, gelang, anting atau giwang, boutonniere, card wallet, serta yang lain di bandrol mulai Rp 199. 000 sampai Rp 499. 000/pcs. Namun butuh diingat, mahalnya harga product bergantung jenis yang dikehendaki.
    “Karena kita 100% buatan tangan, ” tegas Fenny.
     
     

    Di pasarkan Dari Asia Sampai Amerika

    Berhasil pasarkan perhiasan didalam negeri kurang memuaskan hati Fenny Angela. Yang memiliki usaha Aeroculata itu lalu memperlebar sayap penjualan perhiasan sampai ke mancanegara.
    Sampai saat ini Fenny mengakui mempunyai customer setia yang telah menyebar di beberapa kota, seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Medan, serta Surabaya. Terkecuali pasar lokal, Fenny juga mengekspor produknya ke Singapura, Malaysia, Jepang, Australia, sampai ke Amerika Serikat.
    “Penjualan terlebih di Indonesia masihlah di Jakarta, Medan, serta kota lain seperti Surabaya serta Bandung. Kita juga telah tiba diluar negeri hingga ke Yunani (Eropa), Jepang, Amerika, Australia, Malaysia, sampai ke Singapura, ” sebutnya.
    Sepanjang diekspor keluar negeri, product Aeroculata memperoleh sambutan mengagumkan serta tak pernah ada keluhan/komplain dari beberapa customer.
    “Tanggapan diluar itu ya sampai kini kita tidak pernah terima komplain, ” imbuhnya.
    Fenny menyampaikan pasar perhiasan diluar negeri cukup mungkin. Cuma saja ia mengakui menjumpai beragam kendala seperti besarnya tarif pengiriman. “Ada (kendala) yakni pengirimannya sulit sekali terlebih high biaya untuk di kirim ke Amerika serta Australia. Sekarang ini beberapa orang luar atau orang Indonesia yang tinggal di luar
    itu bawa barang saya. Namun yang saya keluhkan itu shipping costnya mahal, ” keluhnya.
    Oleh karenanya, sekarang ini sebagian besar konsumen product Aeroculata yaitu orang-orang yang ada didalam negeri. Tiap-tiap bln., Fenny teratur mengantongi omzet rata-rata Rp 20 juta/bln. dari penjualan perhiasan lewat on-line shop.
    Namun apabila ikuti pameran, omzetnya jadi tambah rata-rata Rp 40 juta.
    Jadi entrepreneur berhasil di umur muda berbarengan Aeroculata tidaklah hal yang gampang. Perlu perjuangan serta usaha keras sampai Aeroculata dapat di kenal baik oleh orang-orang didalam ataupun luar negeri.
    baca juga
    Evrawood Bisnis Rumahan Dengan Modal Kecil
    “Karena saya tekuni bagian fashion jadi saya tekuni suatu hal yang belum banyak diliat orang. Lalu lakoni usaha itu! Ingat kegagalan itu buat kita tidak bergerak.
    Apabila kita tidak berhasil kita mesti ingat di mana kita mulai, di mana waktu itu ada semangat serta tekad kita dalam mengawali usaha, ” tutupnya. Bisnis Perhiasan Dilakoni Wanita ini Hingga Menjadi Pebisnis Wanita Sukses

  • Berg & Ozil Bisnis Sepatu Kulit Bersaudara

    Kualitas Sepatu Kulit Milik Dua Bersaudara Ini Telah Terbukti Mumpuni |   Langkah orang untuk berhasil memanglah berbagai macam bahkan juga sebagian ada yang tidak diduga-sangka.
    Sekurang-kurangnya berikut yang dihadapi oleh kakak beradik, Aditya Danandayu (Aditya) serta Aditi Erlangi (Aditi) waktu meniti usaha sepatu kulit 12 th. waktu lalu.
    Pada awal perintisannya, Aditya Danandayu serta Aditi Erlangi memanglah cuma beberapa cobalah dengan jual sepatu kulit custom dalam usahanya ini. Namun malah dari usaha beberapa cobalah berikut nyatanya peruntungan hampiri mereka.
    Saat ini usaha sepatu kulit di mana produknya dinamakan Bergh & Ozil ini sudah berhasil dengan membuahkan omset beberapa ratus juta per th.. Lantas seperti apakah cerita sepatu Bergh & Ozil ini dapat meraih berhasil? Tersebut usahanya.

    Berg & Ozil , Bisnis UMKM Berbekal Hoby Sepatu Kulit

    Aditya serta Aditi mulai sejak tidak besar memanglah telah suka pada serta hoby memakai product memiliki bahan kulit. Dari kecintaan serta hoby bergaya dengan product memiliki bahan kulit berikut lalu Aditya serta Aditi bikin product memiliki bahan kulit untuk dipakai sendiri.
    Keputusannya bikin sepatu kulit ini sendiri dilatarbelakangi oleh sulitnya peroleh type product yang sesuai sama hasrat. Tidak dinyana product buatan Aditya serta Aditi yang notabene digunakan sendiri ini banyak yang suka pada.
    Dari sinilah lalu Aditya serta Aditi mengaukms.or.id/l keputusan untuk jual sepatu bikinannya. Dengan harga yang memanglah tambah lebih mahal, dengan kwalitas yang didapatkan, Aditya meyakini bakal berhasil dengan menyasar pengagum yang segmented.
    Maka dari itu dimuka usahanya Aditya serta Aditi jual sepatu kulitnya yang lalu dinamakan Bergh & Ozil ini dengan system pesanan custom.

    Berg & Ozil Dari Mulai Jual Custom ke Jual Langsung

    Dari perubahan penjualan pesanan dengan cara custom, Aditya serta Aditi lalu meneruskan penjualan ke produksi massal dengan cara segera. Sepatu yang mempunyai kelebihan bergaya lebih ke anak muda ini sendiri memanglah banyak yang meminati.
    Oleh karena itu lalu Aditya berani membangun pabrik atau workshop sendiri di Bandung. Pabrik atau workshop yang didirikan sendiri lalu dapat membuahkan sampai 2 ribu gunakan sepatu pada tiap-tiap bln
    youtube.com/watch?v=mb15AB3wrfs
    Dari keseluruhan jumlah tersebut ada sekitaran 800 gunakan sepatu dengan merk sendiri serta bekasnya untuk produsen lain yang sudah bermitra dengan Aditya. Hingga sekarang ini sendiri workshop-nya di Bandung telah dapat kerjakan 8 merk termasuk juga merknya sendiri Berg & Ozil.
    Dari merk mitra yang ada sendiri ada tiga merk luar negeri yakni dua merk dari Australia serta satu merk dari Belanda. Kualitas Sepatu Kulit Milik Dua Bersaudara Ini Telah Terbukti Mumpuni

    Berbagai Masalah Usaha Sepatu Kulit Bergh & Ozil

    Dalam menggerakkan usaha sepatu kulit Bergh & Ozil sendiri Aditya serta Aditi pernah hadapi beragam masalah serta tantangan. Masalah serta tantangan yang kerap didapati Aditya serta Aditi sendiri seperti permasalahan tenaga kerja sampai ketersediaan bahan.
    Untuk menangani permasalahan ketersediaan bahan sendiri Aditya mengimpor bahan kulit dari luar negeri untuk type kulit yang sulit didapat didalam negeri. Sedang untuk permasalahan tenaga kerja, Aditya serta Aditi mencari tenaga kerja dengan intens yang sesuai sama kriterianya.

    Marketing serta Pemasaran Online Bergh & Ozil

    Untuk pemasarannya, sepatu kulit Bergh & Ozil ini di pasarkan lewat cara memakai media on-line seperti #Instagram, Twitter, Facebook serta situs. Untuk situs sendiri yakni berghozil. com, Aditnya berniat membuatnya dengan content bhs Inggris.
    Pemakaian bhs Inggris serta harga dalam dolar AS memanglah berniat dikerjakan oleh Aditnya dengan maksud membuat kesan internasional pada product Bergh & Ozil. Dalam perubahan product Bergh & Ozil ini Aditnya memanglah meluaskan tujuan pasarnya ke pasar internasional supaya omsetnya semakin tidak kecil.
    Terkecuali dengan cara on-line, Bergh & Ozil sendiri juga di pasarkan dengan cara off line dengan buka toko di Jl. Taman Cibeunying Utara 2A, Bandung.
    Marketing off line juga digerakkan Aditnya lewat cara aktif ikuti bazar serta pameran. Bazar serta pameran ini sendiri umumnya diikuti Aditnya empat hingga lima kali dalam satu tahun supaya dapat tingkatkan brand awareness atas mereknya.
    Dalam perjalanannya sepanjang 12 th., Bergh & Ozil sudah meraih kesuksesannya. Bagaimana tak sepatu kulit karya Aditya serta Aditi ini sudah disenangi beberapa orang serta sebagian orang terkenal.
    Sebut saja artis Ayushita, Barli Asmara, Sarah Sechan terdaftar pernah memakai sepatu Bergh & Ozil. Bahkan juga pelanggan Aditya serta Aditi ini telah meraih customer luar negeri.
    Dari sini tidak ayal apabila omset Bergh & Ozil sudah meraih beberapa ratus juta Kualitas Sepatu Kulit Milik Dua Bersaudara Ini Telah Terbukti Mumpuni

  • Chameo Couture , Bisnis Tas Rotan Sintetis Asli Lokal

    ukms.or.id/ – Salah satu fashion item yang sering digunakan oleh kaum hawa adalah tas. Apalagi di zaman serba gaya ini, seorang wanita setidaknya memiliki minimal stau hingga dua tas.
    Tas pun menjadi barang wajib bawa ketika bepergian. Selain itu, tidak sedikit wanita yang menjadikan tas sebagai ajang unjuk gaya kekinian, karena hampir setiap tahun, selalu ada perubahan tren mode fashion item satu ini.
    Apalagi, beberapa orang yang menggemari tas, bersedia membayar mahal untuk tas dengan desain yang unik dan limited edition.
    Maka, tidak heran jika bisnis tas menjadi salah satu bisnis yang memiliki peluang besar untuk berhasil.
    Hal ini pula yang menjadi alasan Yuliana Lim, lady boss dari brand tas lokal yang sudah dikenal luas bernama Chameo Couture.
    Bagaimana kisahnya?
     
     
     

    Tas Anyam Kekinian Chameo Couture

    Yuliana, sapaan akrabnya, adalah seorang pecinta tas. Ia adalah salah satu wanita yang memahami alasan di balik harga mahal sebuah tas.
    Ketika melihat tas anyaman hasil perajin Yogyakarta, terlintas di benak Yuliana untuk membuat tas anyaman dengan desain yang lebih fashionable dan daily wear.
    Ia juga menyadari bahwa perlahan masyarakat Indonesia mulai menggemari produk lokal yang dengan sentuhan khas budaya Indonesia.
    Meski antusiasme masyarakat Indonesia meningkat, Yuliana mengamati bahwa produk tas lokal kurang begitu dilirik dan cenderung kalah saing dengan brand asing yang sudah dulu berjaya.
     
     
    Agar tas lokal memiliki daya saing yang sama kuatnya dengan brand  asing, Yuliana dan suaminya membangun bisnis produksi tas bernama Chameo Couture pada 2008.
    Ia memanfaatkan kerajinan anyaman rotan produksi lokal. Sang suami yang telah menekuni bisnis furniture-lah yang membantunya mengembangkan ide produksi tas Chameo Couture agar menjadi tas berdesain kekinian.
     
     

    Kualitas Desain dan Bahan Chameo Couture

    Sesuai namanya, Chameo Couture adalah brand tas lokal yang menargetkan fashionista dari kalangan menengah ke atas.
    Karenanya, Yuliana sangat selektif dalam menentukan kualitas bahan agar tas Chameo Couture bisa menjadi tas berkualitas yang tidak kalah dengan tas-tas branded impor.
    Ia juga senantiasa menyesuaikan desain tas Chameo Couture. Yuliana membuat tas produksinya menjadi tas yang tidak hanya fashionable tetapi juga wearable, yang artinya bisa digukanan siapapun dan kapanpun.
     
     

    Pemasaran TAS Chameo Couture

    Awalnya, Yuliana menggunakan strategi pemasaran offline dengan membuka toko tas di FX Plaza Jakarta.
    Namun, karena merasa kurang efektif, Yuliana menutup tokonya dan berganti strategi. Kali ini, ia memasarkan produk Chameo Couture dengan mendistribusikan secara luas ke beberapa department store, seperti Sogo, Metro, Pasaraya, hingga Alun-alun Indonesia.
    Hasilnya, tas Chameo Couture semakin dikenal luas oleh masyarakat. Di sisi lain, meski strategi pemasaran ini cukup lancar, Yuliana tetap memasarkan Chameo Couture, melalui media online.
     
     
     
    baca juga
    1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
    800 Jenis Usaha Yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil
    100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
    Undercover Sediakan Jasa Pembuatan Website Khusus Untuk UKM
     
     
    Dari bisnis Chameo Couture, Anda bisa tahu bahwa ide bisnis bisa muncul dari mana saja Kebanyakan dari pengusaha memulainya dengan sesuatu yang mereka sukai, mewujudnyatakan rasa suka menjadi keuntungan.
    Sekarang, Chameo Couture menjadi brand lokal yang banyak diminati dan tergolong sukses. Mengapa?
    Karena dilihat dari omzetnya, bisnis yang diawali dengan kegemaran terhadap tas ini bisa memberikan keuntungan kepada Yuliana hingga mencapai ratusan juta rupiah dan berhasil mengekspornya hingga ke beberapa negara, seperti Singapura, Jepang, Australia, Amerika, dan Finlandia.

  • Hias Atelier, Memanfaatkan Piring Menjadi Media Lukis

    ukms.or.id/ – Anda penggemar lukisan? Atau sedang mencari hiasan media potret yang unik untuk hiasan rumah Anda? Coba tengok Hias Atelier.

    Bisnis yang digagas oleh sepasang sahabat, Ragil Surya Mega dan Citra Hariyanti tersebut berfokus pada pembuatan lukisan.

    Namun, lukisan yang dibuat Hias Atelier bukanlah lukisan biasa yang dibuat dengan media kanvas, kain, atau sejenisnya.

    Hias Atelier Berawal Dari Permintaan Sahabat

    Ragil, seorang lulusan Institus Seni Indonesia, memang seorang pelukis.

    Ia baru membuat lukisan unik karena permintaan sahabatnya yang akan menikah, yaitu membuat lukisan dengan media piring.

    Bagi seorang seniman, tentu ini adalah sebuah tantangan yang menarik. Ketika Ragil berhasil membuat sesuai permintaan sahabatnya, ia memposting lukisan tersebut di media sosial pada 2014.

    Tidak disangka banyak yang berminat dengan lukisan tersebut.

    Teman-temannya yang lain pun ingin memesan lukisan yang sama.
    Karena tidak berniat untuk menjadikan lukisannya sebagai bisnis, ia hanya menerima pesanan satu hingga empat pesanan dalam setahun, tanpa promosi.

     

    Mulai Berbisnis Hias Atelier

    Ragil baru menyadari potensi bisnis lukisan piring miliknya karena saran dari sahabatnya, salah satunya Citra. Keduanya pun berkolaborasi untuk membangun bisnis lukisan piring dengan media pemasaran online.

    Dari akun instagram khusus yang diberi nama Hias Atelier, pesanan demi pesanan datang silih berganti. Perkembangan yang tidak diduga ini cukup menyulitkan karena Ragil hanya mengerjakan lukisan tersebut sendiri.

     

     

    Strategi Produksi Hias Atelier

    Ketika sebuah produk bisnis diminati banyak orang sedangkan tenaga kerja terbatas, maka diperlukan strategi agar tidak ada pelanggan atau calon pelanggan yang kecewa.

    Berdasarkan permasalahan yang sama, Ragil menerapkan sistem Pre Order satu bulan. Dengan sistem tersebut, ia hanya menerima tiga hingga lima buah pesanan  full body dalam sebulan.

    Dalam setiap pesanan yang kebanyakan datang dari surel itu, ia selalu meminta pemesan untuk menyertakan foto berukuran 4 – 5 mb, yang memiliki resolusi besar agar lebih mudah untuk dilukis.

     

     

    Kini, semakin banyak yang berminat pada lukisan Hias Atelier yang dijual dengan harga 2,5 – 13,5 juta rupiah. Harga tersebut ditentukan oleh tingkat kerumitan proses melukis dan bahan baku piring berkualitas dan cukup mahal.

    baca juga

    Elders Garage, Di Balik Kesuksesan Bisnis Motor Custom

    100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

     

    Meski begitu, lukisan milik laki-laki yang tinggal di Yogyakarta tersebut pernah terpilih menjadi Vendor of The Week pada situs Bridestory pada April 2017 lalu.

    Hal ini menyiratkan bahwa bisnis yang terbatas karena faktor tenaga kerja pun bisa sukses asal dijalankan dengan sungguh-sungguh.

  • Javara Brand Rempah Terbaik

    Pada masa lampau Nusantara sudah terkenal akan kekayaan pangan dan rempah-rempahnya.

    Sayangnya reputasi tersebut sudah mulai memudar pada masa sekarang karena kurangnya perhatian dari para pemangku kepentingan termasuk pemerintah.

    Helianti Hilman, Mengenalkan Potensi Pangan Indonesia melalui Javara

    Bahkan banyak petani tradisional yang harus kehilangan tanahnya karena diaukms.or.id/l sepihak oleh perusahaan-perusahaan besar.

    Melihat potensi pangan Indonesia di pasar dunia, Helianti Hilman memutuskan untuk mendirikan Javara yang bergerak di bidang pengolahan dan penjualan rempah Indonesia dan pangan lainnya.

    Salah satu visi dari Helianti untuk Javara adalah untuk kembali mengangkat derajat Indonesia sebagai negara penghasil rempah-rempah terbaik di dunia.

    Dimulai dari Luar Negeri

    Sebelum memulai bisnis Javara, Helianti banyak menghabiskan waktunya di luar negeri.

    Pemilik gelar sarjana Hukum Internasional dari Universitas Padjajaran ini melanjutkan pendidikannya di University of London untuk program master hak kekayaan intelektual.

    Saat bermukim di London itulah Helianti mendapati fakta bahwa permintaan untuk pangan organik di sana sangatlah besar.

    Saat itulah ia mulai berpikir bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan pasti mampu menyediakan seluruh pangan organik yang sangat dibutuhkan di sana.

    Namun tekadnya untuk mendirikan Javara baru muncul ketika ia pulang ke tanah air.

    Pada tahun 2004, Helianti pergi menyusuri kantung-kantung pertanian yang ada di pulau Jawa dan Bali dan bertemu dengan temannya yang bekerja untuk Food and Agriculture Organization dari Perserikatan Bangsa-Bangsa

    Selama perjalanannya menyusuri Pulau Jawa dan Bali tersebut, Helianti mendapati bahwa banyak sekali petani tradisional yang menjadi korban dari perampasan tanah secara sepihak oleh perusahaan besar.

    Salah satu petani yang ia temui dalam perjalanan yang ia sebut sebagai perjalanan spiritualnya adalah Mbah Suko.

    Mbah Sukolah yang memperkenalkan filosofi spiritual dari pertanian tradisional yang sedang menghadapi ancaman dari perusahaan besar kala itu.

    Perkenalan dengan Mbah Suko ditambah dengan dukungan yang diberikan oleh suaminya membuatnya memutuskan untuk mendirikan Javara.

    Sebagai penanggung jawab langsung dari Javara, hal pertama yang dilakukan oleh Helianti adalah mencoba mengangkat derajat para petani yang ia temui.

    Setiap dua tahun sekali sejak Javara berdiri, ia secara telaten mengirim para petani untuk belajar tentang ilmu pertanian dari para petani modern di Italia.

    Sempat Nyaris Bangkrut

    Helianti sempat merasakan masa-masa sulit menjadi seorang pengusaha , hal yang benar-benar baru baginya kala itu.

    Pada waktu awal mendirikan Javara, Helianti mencoba optimis bahwa pasar dalam negeri sudah siap untuk menerima produk produk organik hasil dari pertanian Indonesia.

    Dengan mengandalkan produk-produk yang tidak begitu asing bagi orang Indonesia seperti beras organik, rempah-rempah, dan lain-lain, Javara sempat menderita kerugian yang cukup besar.

    Meskipun produk tersebut cukup dikenal oleh orang Indonesia, nyatanya harganya yang di atas rata-rata menjadi ganjalan utama untuk penerimaan konsumen terhadap produknya.

    Titik terang untuk Javara mulai muncul ketika ia memutuskan untuk mengubah haluan pasar menjadi fokus ke pasar luar negeri.
    Ia mulai bergerilya mengikuti berbagai pameran yang ada di luar negeri seperti Biofach dan SIAL untuk memperkenalkan brand Javara.
    Tidak hanya itu, Helianti bahkan sampai rela melakukan demo memasak sendiri makanan asal negara yang ia kunjungi dengan produk rempah dari Javara.

    Hasilnya, Ia berhasil membalikkan peruntungan Javara yang tadinya sempat nyaris bangkrut hingga berhasil bertahan dengan mengandalkan 80% penjualan dari luar negeri

    Produk-produk Javara yang berhasil menembus pasar Eropa diantaranya adalah beras, kopi, madu, kokoa, gula aren, hingga minyak kelapa yang sebenarnya sudah dikenal di dalam negeri.

    Produk-produk tersebut diekspor ke berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan negara-negara Eropa tengah.

    baca artikel kategori

    Membangun Sekolah Seniman Pangan

    Sebagai entrepreneur sosial, Helianti tidak hanya terpaku untuk memajukan bisnis yang ia miliki semata.

    Sebagai balas budi bagi para petani yang telah membantunya membesarkan Javara, ia membangun Sekolah Seniman Pangan bagi para petani lokal untuk mengasah kewirausahaan mereka.

    Di sekolah seniman pangan ini, Helianti sendiri bersama tim Javara memberi pelatihan selama tiga bulan kepada para petani untuk mengolah tanaman yang mereka tanam menjadi produk siap beli.

    Bagi mereka yang baru mulai dari nol alias bukan petani, Helianti memberi pelatihan dalam format long course selama dua tahun yang sebagian besar dihabiskan di kebun.

    Hingga kini sekolah seniman pangan milik Helianti telah menghasilkan berbagai lulusan dari Flores , Jawa Barat, Sumatera Selatan hingga Jailolo dan Papua.

    baca juga

      Cara Helianti Hilman Membangun Brand

      Javara dianggap sebagai salah satu perusahaan yang berhasil mengembangkan brandnya dengan baik

      Legitimasi Javara tersebut diraih ketika Javara terpilih sebagai salah satu brand yang menginspirasi oleh Arto Soebiantoro, seorang spesialis brand terkemuka di Indonesia.

      Kepada Arto Soebiantoro, Helianti menceritakan secara langsung apa strategi yang ia aukms.or.id/l untuk mengembangkan brandnya hingga menjadi besar.

      baca juga

      Pertama, Helianti menekankan pentingnya membangun produk yang kuat yang mampu menarik perhatian calon konsumen.

      Salah satu contoh produk Javara yang memiliki kesan kuat adalah beras organik jenis Menthik Susu

      Beras Menthik Susu memiliki perbedaan dengan beras biasa karena kandungan mineralnya yang tinggi dan karbohidrat yang rendah sehingga aman bagi penderita Diabetes.

      Kedua, Produk yang dijual juga harus memiliki perbedaan yang mencolok dengan barang sejenis dari pasar konvensional

      Filosofi yang ingin dibawa dari produk produk yang ditawarkan oleh Helianti adalah bahwa produk tersebut harus mencerminkan budaya dan tradisi yang melatarbelakanginya.

      Ketiga, Helianti juga menekankan pentingnya kegigihan dalam memperkenalkan suatu brand untuk mempenetrasi pasar.

      Di tengah masa-masa bisnisnya hampir terpukul oleh karena segmenting yang salah, Helianti mengaku tetap terlecut melihat bagaimana para petani produknya tetap gigih mempertahankan warisan pertanian lokal.

      Ketiga hal tersebut menjadi kunci bagi Helianti dalam membesarkan bisnis pangan lokal hingga berhasil memproduksi lebih dari 800 produk hingga sekarang.