Category: UKM

Kategori UKM di UKMS.or.id membahas Usaha Kecil dan Menengah sebagai sistem bisnis nyata, bukan sekadar label statistik. Fokus utamanya adalah bagaimana UKM dijalankan sehari-hari: mengambil keputusan, menghadapi keterbatasan, beradaptasi dengan teknologi, dan bertahan dalam konteks pasar Indonesia yang unik.

Pembaca akan menemukan analisis operasional, pola pemasaran, serta implikasi teknologi—termasuk AI—yang relevan untuk UKM skala mikro hingga menengah. Konten disusun untuk membantu memahami apa yang benar-benar terjadi di lapangan, bukan versi ideal yang sering muncul di buku atau seminar.

Seluruh pembahasan ditempatkan dalam konteks Indonesia: regulasi lokal, perilaku konsumen, struktur biaya, dan realitas UMKM. Setelah bagian ini, artikel-artikel terkait UKM ditampilkan sebagai pendalaman topik.

  • Bisnis Kacamata Kayu Sahawood

    ukms.or.id/ – Seorang pecandu sangat sulit untuk sembuh dari ketergantungan narkotika. Tak sedikit yang kembali menggunakan barang haram meski telah masuk lapas dan direhabilitasi. Agar tak kembali ke dunia gelap, salah seorang mantan pecandu sekaligus mantan napi, Theo memilih jalan menjadi wirausaha dengan merintis bisnis kacamata kayu.

    Theo atau yang memiliki nama lengkap Muhammad Tio Zainuri tersebut tak ingin selamat seorang diri. Ia ingin sembuh total dan mengajak teman-temannya agar tak kembali menjadi sampah masyarakat. Karena itulah ia membentuk sebuah yayasan sebelum memulai bisnis kacamata yang menjadi pendapatannya.

    Menggalang Komunitas Untuk Berkreasi dan Berbisnis

    Yayasan Harapan Hati, demikian wadah non profit yang dibentuk Theo untuk menampung orang-orang yang bernasib sama. Bahkan tak hanya mantan pecandu narkoba dan mantan narapidana, yayasan tersebut pula menaungi para pengidap HIV/Aids. Dari yayasan inilah diajarkan bagaimana para anggotanya dapat memulai usaha dan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi secara mandiri.

    Theo sendiri telah menjajal banyak bisnis sembari mengurus yayasan. Ia pernah terjun di usaha pertanian organik, kerajinan membuat asesoris hingga usaha pakaian jadi. Namun semua bisnis tersebut berakhir gulung tikar. Meski selalu gagal, Theo tak pernah menyerah untuk menjadi wirausaha.

    Hingga suatu hari, seorang aktivis peduli HIV/Aids dari Australia, Simon Field, berkunjung ke Yayasan Harapan Hati. Simon mengenalkan kaca mata kayu kepada Theo dan mengajarkan bagaimana mengembangkan bisnis kacamata tersebut. Segera Theo merasa sangat tertarik.

    Theo melihat adanya peluang bisnis yang menjanjikan dari bisnis kacamata.  Apalagi bahan yang digunakan sangat unik, yakni dari kayu. Itu pun kayu sisa dari industri mebel. Dari situ Theo pun memutuskan untuk merintis usaha kerajinan dengan membangun bisnis kacamata kayu.

    Mahakarya Theo Yayasan Harapan Hati ; Kacamata Kayu Sahawood

    Theo memilih nama Sahawood sebagai brand usaha kacamata kayu yang dirintisnya. Semua bahan yang digunakan dalam produksi adalah bahan daur ulang. Ia menggunakan kamprat rantai sepeda untuk engsel kacamata, bahan utama kayu pun didapat dari limbah mebel kayu jati, sisa kayu jadi dan sonokeling asal Surabaya dan Malang.

    Menurut Theo, kualitas kacamata kayu Sahawood tak jauh berbeda dengan kacamata biasa yang terbuat dari plastik. Bahkan lebih dari itu, kacamata kayu memiliki keunggulan tersendiri dalam hal keunikan dan serat yang membuatnya indah. Karena serat yang beragam pula, membuat kacamata satu dengan yang lain memiliki corak berbeda meski modelnya sama.

     

     

     

    Selain memproduksi frame kacamata kayu dan sunglasses, Sahawood juga memproduksi kacamata polarized UV 400. Theo menuturkan, kacamata tersebut berfungsi sebagai penangkal sinar ultraviolet atau UV yang dapat merusak mata.

    Bisnis Kacamata Kayu Sahawood Adapun harga yang dibanderol Sahawood tak berbeda dengan rata-rata harga kacamata biasa. Untuk sebuah kacamata kayu Sahawood, pembeli hanya perlu mengeluarkan kocek Rp 150 ribu hingga Rp 575 ribu. Theo juga menawarkan jasa custom order yang dapat dipesan sesuai keinginan pembeli. Untuk custom order, Theo hanya menarik biaya tambahan sebesar Rp 150 ribu saja.

    Sahawood telah memiliki pelanggan di beragam kota di Indonesia, yakni Malang, Bali, Yogyakarta hingga Jakarta. Adapun untuk ekspor, Sahawood telah menembus pasar ekspor ke negara Inggris. Saat ini Theo pun telah menandatangani kontrak dengan distributor di Swiss dan Australia.

    Dalam sebulan, omset yang didapat Theo dari kacamata kayu Sahawood mencapai Rp 20 juta. Angka itu belum termasuk penjualan untuk ekspor. Adapun laba bersih Sahawood, Theo donasikan 10 persennya untuk program sosial yayasan.

     

    Memilih Dan Mengembangkan Konsep Social Entrepreneur Dalam Bisnisinya

    Theo menjalankan bisnis sebagai social entrepreneur atau wirausahawan sosial. Sebanyak 10 persen laba Sahawood digunakan Theo untuk donasi sosial baik program rehabilitasi untuk para pecandu narkoba, penanggulangan penyakit HIV/Aids hingga untuk program pendidikan anak-anak tak mampu secara ekonomi.

    Selain itu, Theo juga merekrut pekerja dari teman-temannya yang telah menyelesaikan rehabilitasi dari kecanduan narkoba. Melalui yayasan yang dibangunnya, ia ingin membentuk komunitas mantan pecandu, mantan napi dan pengidap HIV/Aids agar dapat menyelesaikan masalah bersama, terutama masalah sosial ekonomi. Dengannya, mereka tak akan kembali mengulang kesalahan di masa lalu.

    Namun ternyata segala upaya Theo perlu usaha yang lebih keras. Merangkul mereka untuk bekerja di Sahawood tidaklah semudah yang dibayangkan.

    Theo sempat mengalami kesulitan untuk membujuk mereka bergabung dan mencari kesibukan agar tak kembali ke jalan yang salah. “Meyakinkan mereka cukup sulit, karena narapidana dan pecandu ini memiliki mental instan dalam mencari uang. Belum lagi, banyak pemicu yang membuat mereka kembali,”

    baca juga

    1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

    800 Jenis Usaha Yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil

    100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

    Bisnis Kerajinan Tangan Modal Kecil Hasil Luar Biasa

     

    Meski demikian, upaya Theo menjadi social entrepreneur cukup berhasil. Ia kini merekrut 11 pekerja dari mantan pecandu, mantan napi dan pengidap HIV/Aids untuk bekerja di lokasi produksi atau workshopnya di Kota Malang. Ia memberi upah Rp 100 ribu per kacamata yang dibuat. Setiap pekan, Sahawood mampu memproduksi hingga 50 buah kacamata kayu.

    Kedepan, Theo berkeinginan untuk menjual Sahawood di gerai-gerai TB Gramedia. Ia juga tengah memikirkan ekspansi dengan membuat jam tangan kayu dan lampu kayu di Kota Pasuruan dengan kerja sama yang dijalin bersama komunitas mantan pecandu pula.

    Untuk melihat koleksi Theo, dapat dilihat melalui IG @sahawood.woodenglasses.Mantan Pecandu Sukses Bisnis Kacamata Kayu Sahawood

  • Chocodot Inovasi Perpaduan Bisnis Coklat Dodol

    ukms.or.id – Chocodot Inovasi Perpaduan Bisnis Coklat dan Bisnis Dodol | Kreatifitas saat ini kelihatannya sudah banyak merubah muka dunia ekonomi serta usaha. Bagaimana tak, angka sebesar Rp 119 triliun (10 miliar dollar AS) sudah disumbangkan dari bidang Industri Kreatif untuk Indonesia pada th. 2013.

    Oleh karena itu bermacam inovasi serta kreatifitas dalam usaha saat ini dipercaya beberapa orang sebagai teknik untuk meraih berhasil serta membuahkan keuntungan optimal. Tidak ayal, beberapa pelaku bisnis lokal lalu berlomba berinovasi serta berkreasi untuk dapat memperoleh tuah dari tingginya prospek industri kreatif ini.

    Satu diantara product lokal hasil inovasi serta kreatifitas yang nampak di Garut, Jawa Barat yaitu Chocodot. Satu inovasi di #bisnis kuliner dari Kiki Gumelar yang memadukan cokelat dengan jajanan khas Garut yaitu dodol ini sekarang ini sudah jadi jajalan yang begitu disukai orang-orang Indonesia. Chocodot saat ini sudah alami perubahan yang cukup penting dari naik dari 20% sampai 200% per th. dari pertama kemunculannya pada bln. Agustus 2009.

    Dengan pasar yang telah menembus luar negeri seperti Malaysia, Singapura serta Australia ini automatis bakal mendongkrak pendapatan chocodot. Dipercaya omset Chocodot sekarang ini sudah meraih beberapa ratus bahkan juga dapat meraih miliaran rupiah per bulannya. Lantas seperti apakah jajanan Chocodot ini sendiri sesungguhnya? Tersebut penjelasannya.

     

    Inspirasi Usaha Chocodot

    Menurut pernyataan Kiki Gumelar, founder Chocodot, kalau penemuan chocodot ini berlangsung dengan cara kebetulan. Satu saat Kiki Gumelar dengan cara tak berniat menjatuhkan dodol yang bakal dimakannya kedalam adonan coklat. Serta waktu dikonsumsi kembali nyatanya rasa-rasanya enak. Pada peristiwa tersebut nampak inspirasi Kiki untuk bikin olahan coklat isi dodol serta lahirlah chocodot.

     

    Sistem Pembuatan Chocodot Garut

    Diliat dari sistem membuatnya, untuk membuahkan chocodot ini termasuk gampang serta simpel. Ada tiga varian cokelat yang dipakai dalam pembuatan chocodot yakni dark chocholate, white chocolate, serta milk chocolate. Cokelat-cokelat batangan ini pertama-tama dilelehkan lantas diciptakan kembali dengan di isi dodol bermacam rasa di bagian tengahnya.

     

    Chocodot Inovasi Perpaduan Bisnis Coklat dan Bisnis Dodol Dodol yang dipakai sendiri yaitu dodol keju serta dodol buah-buahan seperti jeruk, sirsak, duren, dan sebagainya. Sistem selanjutnya sesudah dodol dimasukkan kedalam cokelat yaitu mendinginkan cetakan dengan suhu di bawah 400 C, sampai adonan cokelat serta dodol betul-betul menyatu.

    Dengan Strategy Penamaan Yang Unik

    Yang unik dari chocodot yaitu penamaan sebagian produknya, seperti “cokelat obat stres” yang disebut cokelat rasa mint. Ada pula “cokelat mudah jodoh” yang mempunyai tiga varian yaitu milk, soft, serta dark. Lalu ada lagi “cokelat rasa sayang” yakni cokelat dengan rasa milk.

    Lain lagi dengan “cokelat hindari alay” yang mempunyai dua type rasa. Penamaan cokelat yang unik ini terang makin jadikan chocodot sebagai product inovatif serta kreativ yang menarik hati.

    Product Inovasi Coklat lainnya

    Dengan perubahan chocodot, Kiki Gumelar lalu meningkatkan beberapa produk yang lain di bawah bendera PT. Tama Cokelat Indonesia. Product inovasi lain olahan cokelat dari Kiki diantaranya BRODOL (Browniez Dodol), yakni brownies khas Amerika yang disebut cake bantat dimodifikasi dengan isi dodol khas garut.

    Ada juga GAGE CHOCO (Garut Geulis Cokelat) yang memprioritaskan paket dengan besek khas Parahyangan. Lalu ada juga product RANGICOK EUY (Ranginang Celup Cokelat EUY) yang disebut product makanan ranginang khas Garut yang di gabung dengan balutan cokelat yang begitu menggoda serta lezat.

    Seolah tidak ingin tidak bergerak berinovasi, pada bln. Agustus 2010, Kiki kembali bikin “Cofee Choc” yakni satu olahan cokelat yang di gabung dengan beragam type biji kopi dari Papua, Toraja, Jawa, Bali, serta Sumatra. Serta masihlah di bln. yang sama PT. Tama Cokelat Indonesi juga melaunching Cokelat DoGar (Domba Garut) yang memadukan cokelat dengan gabungan abon yang nikmat.

     

     

    Visi serta Misi Chocodot

    Dinyatakan oleh Kiki Gumelar kalau Chocodot serta PT. Tama Cokelat Indonesia mengusung misi lain serta bukanlah sekedar hanya untuk mencari keuntungan. Dia menginginkan kalau dari beberapa produk yang sudah di produksi oleh PT. Tama Cokelat Indonesia, termasuk juga Chocodot ini, ia dapat mengangkat citra kuliner Indonesia dimata dunia serta kuliner Garut pada terutama. Sang kreator Chocodot ini dapat menginginkan tunjukkan pada dunia kalau Indonesia juga mempunyai coklat yang tidak kalah lezat di banding cokelat-cokelat yang lain diluar negeri.

     

    baca juga

    1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

    800 Jenis Usaha Yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil

    100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

    Cara Sederhana Ini Mampu Meningkatkan Penjualan Kartu Perdana

     

    Kiki mengharapkan kalau dengan bermacam kreasi cokelatnya ini dapat memperkaya sajian kuliner yang ada di kota Garut. Dibawah bendera perusahaannya, PT. Tama Cokelat Indonesia, Kiki mempunyai visi untuk “mencokelatkan” kota Garut serta jadikan cokelat sebagai duta budaya Indonesia. Chocodot Inovasi Perpaduan Bisnis Coklat dan Bisnis Dodol

  • Bisnis Aquascape , Taman Bawah Laut Di Aquarium

    ukms.or.id/ –  Bisnis Unik Buat Taman Bawah Laut Di Aquarium , Pembuatan taman di bawah air tidaklah mudah.

    Membutuhkan kesabaran ekstra dan perawatan yang intens dalam membuat aquascape atau taman air.

    Terutama bagi para pemula yang belum mengetahui aquascape maka akan merusak bisnis aquascape ini.

    Karena bisnis ini tidak hanya bermodalkan ide dan juga material saja, namun perawatan dan pengamatan yang intens dibutuhkan oleh para peukms.or.id/snisnya.

    Karena disini yang diolah sebagai hobi dan estetika seni adalah makhluk hidup.

     

    Kesalahan Pemula dalam Bisnis Aquascape

    1. Penggunaan Tanaman Darat

    Bagi para pemula yang ingin berbisnis dan memiliki modal yang murah, biasanya memaksakan diri dengan menggunakan tanaman darat sebagai pengganti tanaman dalam air.

    Tentunya hal ini sebenarnya kesalahan fatal, karena selain membuang waktu maka anda juga membuang uang untuk hal-hal yang sia-sia.

    Tanaman tidak akan tumbuh karena dipaksa hidup di tempat yang bukan habitatnya, sehingga ada baiknya dari awal anda tidak memilih tanaman darat walaupun hanya untuk dekorasi aquarium.

     

    Selain itu penggunaan pupuk dan lain sebagainya dibutuhkan dalam tanaman darat, namun jika ditanam di air maka tanaman tersebut tidak dapat diberikan pupuk, karena akan meracuni fauna di dalam aquarium.

    2. Tidak Sabaran Seperti Peukms.or.id/snis Pemula

    Tidak sabaran merupakan salah satu kesalahan yang biasa dilakukan oleh para pemula.

    Jika ingin aquascape berjalan dengan cepat maka anda tidak bisa memaksakan.

    Harus ada selang dimana anda membuat aquarium, menghias dengan tanaman, mengendalikan laju udara dengan mesin.

    Setelah semuanya sempurna baru anda masukan fauna yang mempercantik aquascape.

     

    Sehingga tidak ada yang keracunan, dan aquascape dibuat sesuai rencana.

    Dengan tidak adanya kesalahan-kesalahan, aquascape dapat dibuat lebih cepat, dan bisnis anda menjadi lancar tanpa kekurangan atau adanya fauna yang keracunan.

    Jadi, bersabarlah dalam membuat dan merawat aquascape.

    Kesabaran anda akan terbayar dengan nilai seni dan estetika yang tinggi dari taman bawah air buatan ini.

     

     

     

    3. Memulai Tanpa Persiapan

    Jika anda ingin berbisnis , anda haruslah mempersiapkan segala sesuatunya. Terutama hal yang dapat mendukung pembuatan aquascape.

    Disarankan bagi anda yang ingin membuat, ada baiknya sering main ke toko yang menyediakan aquascape dan segala peralatannya, atau yang hobi dengan aquascape.

    Datangi rumahnya, sehingga anda memiliki inspirasi dalam membuat aquascape.

    Pikirkan secara matang-matang konsep yang akan dibuat, maka pembuatan aquascape akan lebih terarah dan mudah.

    Setelah pengetahuan sudah memadai, maka akan mudah dalam membuat aquascape.

    Tujuan lainnya adalah mengurangi penggunaan waktu yang tidak penting dan menghasilkan.

    Serta mengurangi pengeluaran dan modal bisnis untuk bisnis yang salah.

    Sehingga ada baiknya jika anda memikirkan dengan matang rencana sebelum berbisnis dan membuat aquascape.

     

    4. Cicil Tanaman Satu Persatu

     

    Ada baiknya untuk tidak mencicil tanaman.

    Jika anda memisahkan penataan tanaman dengan penggunaan fauna tidak masalah, namun untuk tanaman ada baiknya dimasukan secara bersamaan.

    Sehingga anda tidak memberi kesempatan bagi algae untuk tumbuh dalam aquarium.

     

    Bisnis Unik Aquascape  

    Adanya algae akan mematikan tanaman umum dan juga mengganggu fauna dengan warnanya.

    Karena algae memiliki warna yang cantik menyebabkan aquarium berubah warna menjadi seperti warna algae yang tumbuh.

    Namun untuk di aquarium, taman bawah air anda menjadi terhalang dan tidak terlihat apapun. Selain itu, ikan hias anda akan mudah mati.

    Pikirkan di awal tanaman apa saja yang akan digunakan, sehingga ditanam sekaligus dan menghemat waktu serta energi anda.

     

    5. Lampu Yang Tidak Pernah Diistirahatkan

    Jika anda berpikir lampu memperindah aquascape anda memang benar. Namun tahukah anda, tanaman dan fauna anda juga butuh istirahat.

    Ada baiknya tidak memasang lampu 24 jam total, sama halnya seperti manusia.

    Makhluk hidup yang hidup dalam aquarium membutuhkan lampu sekitar 6-9 jam saja.

    Selain itu tanaman butuh respirasi, ikan butuh tempat gelap untuk bernafas.

    Jika lampu dinyalakan terus maka tanaman akan jelek tumbuhnya, dan algae akan tumbuh dengan sendirinya. Selain itu tentunya anda menghemat listrik.

     

    6. Tidak mencuci tangan

    Jangan dikira jika anda memasukan tangan kedalam aquarium maka bebas-bebas saja.

    Bakteri yang terkandung dalam tangan sangat banyak dan ketika dimasukan kedalam aquarium, bakteri di tangan anda akan langsung bercampur dengan air yang ada di aquascape.

    Sehingga ada baiknya jika cuci tangan terlebih dahulu.

    Karena anda membuat aquascape untuk menciptakan adanya ekosistem taman bawah air, jika disebarkan bakteri maka sama saja anda membunuh biota yang sudah anda buat dan jaga.

     

     

    Menghindari Kesalahan dalam Aquascape

                Ketika anda ingin menjaga bisnis anda dengan kualitas yang baik, maka ada baiknya jika anda merawat aquascape yang anda buat atau anda beli.

    Walaupun anda termasuk pemula, namun usahakan lakukan kegiatan sederhana yang tidak merusak aquascape anda.

    Bisnis anda akan terjalin dengan baik jika kualitas produk anda dijaga.

    Selain itu, pembuatan aquascape juga memakan waktu yang relatif lama, sehingga ada baiknya jika anda berjaga untuk menghindari kesalahan dari awal

    sehingga bisnis anda berjalan lancar tanpa memakan waktu dan biaya yang berlebih.

     

    baca juga

    1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

    800 Jenis Usaha Yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil

    100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

    Decoupage , Bisnis Kerajinan Tangan

     

     

    Ingat, dalam bisnis tidak hanya uang yang harus dihasilkan tetapi juga efisiensi waktu serta kualitas dari hasil usaha tersebut.Bisnis Unik Buat Taman Bawah Laut Di Aquarium 

  • Decoupage , Bisnis Kerajinan Tangan

    ukms.or.id/ – Belajar Autodidak, Ibu Rumah Tangga ini Sukses Bisnis Kerajinan Tangan , Aneka decoupage, bros cantik dan tas modis diproduksi seorang ibu rumah tangga bernama Angelina Nauli.

    Berawal tanpa keterampilan, ia belajar autodidak dan merintis bisnis kerajinan tangan atau homemade yang beromset menjanjikan.

    Decoupage Awal Bisnis Mengubah Nasib nya

     

    Sebuah video yang ditayangkan Net TV menampilkan sebuah home industri yang dirintis Angelina,

    seorang ibu rumah tangga yang kini sukses melakoni bisnis kerajinan tangan atau homemade.

     

    Karya-karyanya sangat rapi dan cantik serta menonjolkan nilai kreasi yang tinggi.

    Wanita yang melihat produk kerajinan tangan Angelina ini pastilah akan langsung tertarik untuk memilikinya.

     

     

    Sebut saja decoupage serta bros bunga dengan manik-manik dan mutiara yang sangat cantik untuk pelengkap penampilan wanita.

    Selain itu ada pula tas-tas warna-warni yang tak kalah apik.

     

    Pun kreasi lain seperi tempat tissue dan hiasan stoples dengan beragam kain,

    renda hingga burkat yang dikreasikan dengan sangat manis.

     

    Semua kerajinan tangan dibuat Angelina dengan tangan, atau murni homemade.

    Meski demikian, harga yang ditawarkan tidaklah semahal produk homemade pada umumnya.

     

    Wanita asal Tanjung Pinang tersebut hanya memasang harga Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu.

    Meski demikian ia mampu meraup laba jutaan rupiah tiap bulan.

     

     

    Belajar Decoupage Autodidak

     

    Saat memulai bisnis kerajinan , Angelina hanya bermodalkan hobi.

    Ia senang membuat kerajinan tangan untuk kebutuhannya sendiri dan kebutuhan rumah tangga.

    Ia kemudian mencoba aneka kreasi, termasuk decoupage secara autodidak.

     

    Belajar  Kerajinan Tangan Via Youtobe

     

    Melalui YouTube, Angelina belajar aneka kreasi decoupage dan kerajinan lain.

    Ia menonton beragam cara membuat kreasi atau DIY lalu mempraktekkannya. Dibuatnya beragam kreasi untuk ia sendiri dan keluarganya.

     

    Lama kelamaan, kreativitas Angelina diketahui banyak teman.

    Tak sedikit dari mereka yang bertanya-tanya dan berkeinginan memilikinya.

     

    Dari sinilah Angelina melihat celah bisnis yang besar.

     

    “Awalnya iseng-iseng buat bros kecil-kecil buat sendiri, terus teman-teman suka,”

    ujarnya

     

     

    Memulai Bisnis Rumahan Dengan Modal Kecil 

     

    Angelina yang sebelumnya hanya ibu rumah tangga dengan aktivitas rumah mengurus suami dan anak itu

    kini menjadi pelaku usaha dengan omset jutaan rupiah.

     

    Rumahnya menjadi workshop kreasi bisnis kerajinan tangan yang model dan produknya terus berkembang.

    Ia terbilang sukses membangun bisnis rumahan bermodal kecil dan mengandalkan seni kreativitas saja.

     

     

    Saat ini Angelina memiliki banyak pelanggan dan pembeli.

    Tak hanya menjual produk kreasi yang sudah jadi, ia pun menerima order sesuai pesanan pembeli.

     

    Request Model Decoupage

     

    Mereka dapat merequest model ataupun kreasi yang diinginkan.

    Angelina hanya perlu mengeksekusi seni decoupage sesuai keinginan mereka.

     

    “Terkadang mereka ada request Kebutuhan mereka masing-masing. Jadi dibuatlah sesuai keinginan mereka,” tutur Angelina.

     

    Dari sekedar hobi, lalu belajar mandiri,

    Angelina ternyata mampu membuat bisnis kerajinan beromset jutaan rupiah.

    Meski ibu rumah tangga, ia mampu membuka usaha rumahan dengan membuka seni kerajinan homemade yang tentunya banyak disukai terutama oleh para wanita.

     

    “Siapa sangka, dari hobi para ibu di kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau ini bisa hasilkan omzet jutaan rupiah dengan berbisnis kerajinan handmade. Ada kreasi decoupage sampai bros cantik berbahan manik-manik dan kain,”

     

    Usaha Sukses Walau Hanya Dari Modal Kecil

     

    Usaha yang dirintis Angelina ini menunjukkan bahwa usaha dapat dilakukan dengan modal kecil.

    Selain itu, di luar sana begitu banyak usaha rumahan yang cocok untuk ibu rumah tangga.

    Keterampilan hanyalah salah satu modal yang dibutuhkan. Ada banyak ide bisnis lain seperti kuliner hingga menjahit.

     

    baca juga

    1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

    800 Jenis Usaha Yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil

    100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

    Ide Bisnis Modal Kecil Kaos Anak Islami

     

    Berawal dari hobi, Angelina menjalankan bisnis dengan senang hati.

    Siapa pun yang melakukan usaha berdasarkan hobi,

     

    pasti sangat disukainya dan dikerjakan secara menyenangkan.

    Karena itulah hobi dapat dipertimbangkan sebagai ide awal usaha apa yang hendak dirintis.

    Tak berhenti belajar juga menjadi kunci agar bisnis berdasar hobi itu dapat berkembang dan bernilai profesional.

  • Kreatif! Bisnis Kerajinan Limbah Kayu Ini Tembus Pasar Internasional

    ukms.or.id/ –  Siapa sangka limbah kayu yang biasanya hanya menjadi bahan bakar itu mampu disulap menjadi wallpaper dinding yang cantik.
    Di tangan Bambang Sukamto lah kreasi itu tercipta. Warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Beringin, Kabupaten Ngawi tersebut berhasil membuka bisnis kerajinan limbah kayu yang bernilai tinggi dan tembus pasar internasional.

    Awal Ide Usaha Kreatif  Limbah Kayu

    Sebelum sukses membuka usaha kerajinan limbah kayu, Bambang hanyalah pengepul limbah yang dijual kepada para pengrajin.
    Ia mencari kayu-kayu bekas dari limbah industri dan akar kayu jati yang banyak di temui di daerah tempat tinggalnya. Lama kelamaan, ia berpikir untuk tidak menjualnya kepada pengrajin melainkan membangun bisnis kerajinan limbah kayu sendiri.
    Maka dirintislah usaha tersebut hanya dengan modal Rp 5 juta. Ia membuka sebuah sentra usaha kecil menengah bernama UD Tunggak Mas pada tahun 2013. Dari situlah bisnis kerajinan limbah kayunya dimulai. Awal buka, Bambang pun menghadapi beragam rintangan, terutama dalam hal pemasaran.
     
    Kreatif! Bisnis Kerajinan Limbah Kayu Ini Tembus Pasar Internasional Namun Bambang tak habis akal. Ia terus berusaha agar usahanya sukses. Beragam pameran diikutinya. Ia mencari modal tambahan dan berusaha mendapat binaan dari pemerintah setempat.
    Kerja keras Bambang tak sia-sia. Usahanya menjadi UKM binaan salah satu perusahaan BUMN. Dengannya ia mendapat begitu banyak keuntungan, dari mengikuti penyuluhan manajemen usaha, tambahan modal hingga diikut sertakan berbagai pameran di luar kota. Dengannya, bisnis kerajinan limbah kayu miliknya berkembang sangat pesat. Produknya mulai dikenal dan Bambang pun mulai kebanjiran order.

    Perkembangan Ide Usaha Bambang 

    Dari mana Bambang memiliki ide usaha membuat kerajinan dari limbah kayu, maka pengalaman dan hobi adalah jawabannya. Sebelumnya, Bambang sering kali berinteraksi degan para pengrajin kayu sebagai rekan usaha. Ia pula memiliki hobi dan kreativitas memahat kayu. Bisa dibilang, di sanalah passion Bambang berada.
    Hingga kemudian Bambang melihat aneka wall clading yang mayoritas dibuat dari batu. Belum ada satu pun pengrajin yang membuatnya dari kayu. Dari sanalah ide usaha bermula. Ia mulai berpikir bagaimana membuat wall clading dari limbah kayu yang selama ini biasa ia kumpulkan dan dijual.
    “Dari pameran kita lihat wall clading dari batu. Saya punya ide dengan bahan-bahan yang saya bisa bikin seperti batu. Itu awalnya,” ujar Bambang Sukamto
     
    Bambang kemudian berhasil membuat produk wall clading yang apik meski dibuat dari limbah kayu. Ia membuat beberapa desain yang ragamnya terus dikembangkan. Desain-desain tersebut dibuat dari ide yang muncul dari bentuk limbah kayu yang ada.
    Bentuk kayunya seperti apa, maka jadilah desain produk yang mirip. Jika limbah itu berupa akar kayu, maka wall cladingnya menyerupai gambar akar yang sangat menarik.

    Banjir Order Dari Diversifikasi Usaha Wallpaper Limbah Kayu

    Produk usaha Bambang, yakni wallpaper dinding dari limbah kayu pun mulai dikenal publik. Ia mendapat respons positif dari banyak orang. Saat mengikuti pameran, banyak pengunjung yang bertanya dan merasa tertarik.
    “Awal-awal responnya luar biasa. Meski belum beli, responnya bagus. Jadi ada harapan untuk ke depan,” tutur Bambang.
    Harapan itu benar adanya. Tak lama kemudian, ia kebanjiran order. Bengkel kerajinan Bambang di Kota Ngawi mulai sibuk. Pekerja terus ditambah. Usahanya mampu menjual produk kepada konsumen lokal hingga pasar internasional.
    Di tahun-tahun awal, Bambang mampu mengeluarkan biaya produksi hingga Rp 20 juta. Saat ini jumlah pekerja atau pengrajin di bengkel Bambang berjumlah 40 orang. Selain pembeli lokal, ia pun mendapat pelanggan dari mancanegara seperti Swiss, Belanda hingga Lebanon.
    Laris manisnya bisnis kerajinan limbah kayu milik Bambang tersebut bukan tanpa alasan. Produk yang ia hasilkan memang sangat apik dan menarik. Seorang tak akan menyangka bahwa wallpaper dinding yang dibuatnya berbahan dari limbah kayu yang tak berharga.
     
    Untuk membuatnya, Bambang memilah limbah kayu yang masih baik untuk kemudian dipotong dan dibuat sesuai desain. Ada proses pengeleman hingga penjemuran selama 8 jam. Proses yang tidak singkat, namun menghasilkan wall clading atau wallpaper dinding yang apik dan bernilai seni.
    baca juga
    Bisnis Waralaba Coffee Shop yang Terkenal di Dunia
    100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
     
    “Harga relatif lebih tinggi dibanding keramik dan batu. Tapi uniknya kayu itu. Nilainya tidak bisa dinilai dengan uang. Ada nilai-nilai (seni) tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan uang,” ujar salah seorang pelanggan, Ris Gianto.Kreatif! Bisnis Kerajinan Limbah Kayu Ini Tembus Pasar Internasional

  • Kerajinan Tangan Decocraft Bali

    ukms.or.id – Beberapa orang memiliki jiwa bisnis yang kuat.

    Buktinya, ada banyak orang yang memiliki penghasilan tetap dengan menjadi pegawai atau karyawan, namun masih ingin memiliki usaha atau bisnis sendiri.

    Meski tidak melepas status tetap pekerjaannya, banyak dari mereka yang merasa lebih senang ketika menjadi pengusaha dibanding bekerja dengan rutinitas yang sama.

    Bahkan, ada beberapa orang yang keluar dari pekerjaan tetapnya karena usahanya berkembang dengan pesat sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk mengurusnya.

    Di lain hal, untuk orang yang menjadikan bisnis sebagai usaha sampingan, mereka akan mulai dengan menjadi pelaku bisnis di sektor UKM.

    Terkadang sulit menentukan bisnis apa yang menguntungkan. Untuk itu, agar Anda yang sedang merencanakan bisnis sebagai usaha sampingan dengan keuntungan yang besar, Anda wajib membaca berbagai ulasan tentang peluang bisnis.

     

     

    Salah satu jenis produk usaha sampingan yang tidak pernah sepi peminat adalah kerajinan tangan.
    Kerajinan tangan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk UKM lain.

    Hal ini dikarenakan untuk membuat sebuah kerajinan tangan dibutuhkan kreativitas, keterampilan dan waktu karena dibuat oleh tenaga manusia.

    Juga, kerajinan tangan memiliki daya tarik dari keunikannya yang selalu berhasil menarik minat penggemar kerajinan tangan, apalagi kerajinan tangan yang fungsional.

    Produk kerajinan tangan yang memiliki nilai fungsional itulah yang bisa booming dalam waktu dekat karena keunikan yang memberi manfaat.

    Pada artikel ini, produk kerajinan tangan yang bisa Anda pelajari peluang bisnisnya adalah kerajinan anyaman.

    Dahulu, kerajinan tangan anyaman identik dengan perabot rumah tangga seperti meja, kursi, bahkan lapisan dinding.

    Seiring dengan perkembangan zaman, anyaman tidak lagi sekadar berfungsi sebagai perabot rumah, juga bisa menjadi barang dengan fungsi lainnya, satu di antaranya adalah sebagai fashion item seperti tas, dompet, sandal, juga barang fungsional lainnya seperti sandal bakiak.

     

    Decocraft Bali

    Seperti yang telah disebutkan di awal, jika seseorang memiliki jiwa bisnis, ia tidak akan puas meski memiliki penghasilan dari pekerjaan tetapnya.

    Hal itulah yang terjadi dengan Komang Ayu Kristiana Dewi Komalasari, seorang dokter asal Bali yang telah sukses membangun usaha sampingan dengan omzet mencapai 100 juta per bulan.

    Produk berupa kerajinan tangan anyaman yang dibuatnya adalah fashion item yang dibuat untuk wanita, seperti tas, clutch, dompet, dan hiasan dekorasi ruangan.

    Menjadi pengusaha kerajinan tangan dengan omzet yang besar, bukan berarti membuat wanita yang akrab disapa Ayu tersebut meninggalkan kewajiban profesinya sebagai dokter.

    Ia biasa melakukan profesi dokternya di pagi hingga menjelang malam, dan mengurus usaha sampingannya sepulang kerja.

    Hal itu dilakukan karena ia memiliki beberapa karya yang membuat kerajinan anyaman, ia hanya perlu membuat sentuhan estetik dengan memberikan hiasan seperti pewarnaan, bunga, dan sebagainya.

    Meski usaha sampingannya masih dalam sektor UKM (Usaha Kecil dan Menengah), produk kerajinan anyamannya sudah menyebar luas ke seluruh penjuru negeri.

    Bahkan ia berhasil mengimpor produk yang diberi nama Decocraft Bali tersebut ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, hingga Arab Saudi.

    Keberadaan Decocraft Bali memberikan angin segar pada para calon pengusaha maupun yang sedang mengalami kesulitan bergelut dengan bisnis kerajinan tangan.

    Meski banyak pesaing di bidang kerajinan tangan, bukan berarti harus meremehkan atau berputus asa dengan peluang usaha kerajinan tangan.

    Jika sudah memiliki nama dan pelanggan, serta konsisten dalam memproduksi kerajinan tangan yang unik dan kreatif, maka omzet puluhan juta pun bisa diraih.

    Nah, apakah Anda tertarik untuk menggeluti bisnis di bidang kerajinan tangan?

    Memulai Usaha Sampingan Kerajinan Tangan

    Faktanya, memulai sebuah usaha sampingan berbeda dengan bisnis utama.

    Artinya, jika Anda memproduksi sesuatu sebagai usaha sampingan, Anda tidak perlu khawatir dengan hal-hal pokok dalam berbisnis seperti rumah produksi (toko offline) atau pegawai.

    Anda bisa memulainya dengan membuat produk yang Anda sukai dan memiliki banyak peminat.
    Juga, Anda bisa mengerjakannya secara mandiri dengan memproduksi barang kerajinan tangan dalam jumlah tertentu.

    Hal ini tentu langkah yang berbeda dengan para pengusaha utama yang memprioritaskan usahanya sehingga tidak jarang mengalami kelebihan produksi yang berakibat kerugian.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan dengan baik sebelum memulai usaha sampingan kerajinan tangan.

    Jenis Produk Kerajinan Tangan

    Bagi beberapa orang yang memiliki tangan terampil, pasti tidak mengalami kesulitan ketika membuat suatu produk kerajinan tangan.

    Namun, dalam memulai suatu bisnis kerajinan tangan, Anda harus mengamati minat pasar terhadap suatu produk kerajinan.
    Misalnya, Anda bisa dan menyukai produk kerajinan tangan berupa bros manik-manik.

    Anda harus mengetahui bagaimana minat pasar terhadap produk bros.

    Apakah bros banyak diminati? Jika ya, siapa peminatnya? Bagaimana mereka memanfaatkan produk bros selain sebagai hiasan atau fashion item? Bagaimana harga pasarnya? Berapa harga produknya? dan banyak pertanyaan lainnya yang perlu Anda ajukan.

    Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk menentukan produk kerajinan Anda dengan melakukan riset pasar.
    Bacalah ulasan tentang peluang usaha kerajinan tangan bros melalui google.

    Cari tahu produk sejenis dan keterangan model yang sedang tren, hingga harga pasarnya dengan mengunjungi marketplace seperti tokopedia, bukalapak, shopee, dan sebagainya.

    Perencanaan Pra Produksi

    Jika Anda sudah mantap untuk membuat suatu produk, Anda harus merencanakan pra produksi barang tersebut.

    Rencana pra produksi yang dimaksud bukan hanya perkara pembiayaan, juga tentang tempat Anda membeli bahan, harga produk, hingga tempat Anda menjual kerajinan tangan.

    Bahan untuk membuat kerajinan tangan sebaiknya dibeli di tempat yang menjual bahan dengan harga grosir.

    Ada banyak pasar grosir yang menjual barang dengan harga grosir, sehingga bisa menghemat pengeluaran biaya Anda.

    Meski Anda masih pengusaha pemula yang mementingkan harga bahan yang terjangkau, Anda wajib memilih bahan yang berkualitas.

    Untuk bahan bros misalnya, Anda harus membandingkan kualitas dari berbagai bahan, karena ada manik-manik yang mudah pudar, juga ada manik-manik yang awet.

    Tentu keduanya memiliki perbandingan harga yang signifikan, yang bisa membuat harga produk Anda berbeda dengan produk sejenis lainnya.

    Selanjutnya, harga produk bisa Anda tentukan dengan mengamati harga produk sejenis di pasaran.
    Anda juga harus menyesuaikan harga produk dengan biaya bahan dan tingkat kesulitan Anda ketika proses produksi.

    Selayaknya barang lainnya, harga suatu produk bisa berubah, berdasarkan sasaran penjualan dan strategi penjualan yang sedang tren digunakan.

    Sasaran dan Strategi Penjualan

    Jika Anda sudah membuat produk kerajinan tangan, Anda wajib menentukan sasaran dan strategi penjualan produk.

    Beruntungnya, produk kerajinan tangan memiliki sasaran penjualan yang luas, mulai dari remaja hingga orang tua memiliki ketertarikan secara umum terhadap produk kerajinan tangan.

    Yang perlu Anda utamakan adaah siapakah yang paling mungkin menjadi konsumen dan pelanggan Anda.

    Untuk itu, Anda bisa mempromosikan produk Anda melalui pameran UKM, melalui media sosial, atau yang paling sederhana adalah menawarkan ke teman dan kerabat.

    Kemudian, buatlah nama produk yang mudah diingat dan unik, sehingga bisa memberikan identitas tersendiri untuk produk Anda.

    Agar Anda tidak mengalami kerugian di masa promosi dan penentuan sasaran penjualan, Anda tidak perlu membuat produk dalam jumlah banyak.

    Membuat produk dalam jumlah terbatas dengan model dan desain yang berbeda bisa menjadi strategi penjualan produk kerajinan tangan yang sangat efektif.

    Jika berhasil, untuk produksi kerajinan tangan selanjutnya, Anda bisa menerapkan sistem penjualan made by order atau dibuat berdasarkan pesanan. Sistem ini lazim digunakan oleh para pelaku UKM.

    Dengan begitu, produk kerajinan tangan Anda bisa habis terjual sehingga tidak ada istilah produk yang tidak laku terjual.

    Bagaimana? Siap memulai bisnis kerajinan tangan yang menguntungkan?

    Yang perlu Anda ingat, tidak ada usaha atau bisnis yang tidak beresiko.

    Karenanya, jika Anda mengalami kendala berupa kerugian atau penurunan tingkat penjualan, Anda harus tetap memotivasi diri Anda.

    baca juga

    1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

    800 Jenis Usaha Yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil

    100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

     

    Berfokuslah pada solusi, bukan pada permasalahan.

    Jika Anda memang bermental wirausaha dan serius dalam berusaha, maka Anda tidak akan mudah menyerah dan akan selalu tertantang dengan segala permasalahan.