Kebon Alam Ecoprint: Kain, Kulit, Busana, dan Tas Ecoprint dari Surabaya

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui17 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Kebon Alam Ecoprint adalah usaha kreatif dari Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, yang memproduksi ecoprint pada media kain dan kulit. Karya Kreatif Indonesia menyebut usaha berdiri pada 2019 dan menampilkan produk berupa kain, lembaran kulit ecoprint, pakaian, tas, serta sepatu. Sumber 2024–2025 mengidentifikasi Iin Masruin sebagai pemilik atau pelaku utama bersama keluarganya.

Lokasi workshop di Sumur Welut

KKI mencantumkan Jalan Sumur Welut Nomor 20 RT 2/RW 2, Lakarsantri, Surabaya. Penelitian pengabdian masyarakat tahun 2025 menempatkan mitra di kawasan yang sama dan menjelaskan adanya workshop sekitar 5 × 10 meter, galeri, serta kebun sekitar 15 × 25 meter yang ditanami sejumlah tumbuhan untuk bahan ecoprint.

Ukuran fasilitas tersebut adalah kondisi saat program pendampingan dan tidak otomatis mewakili kapasitas produksi 2026. Namun, sumber akademik tersebut memberi bukti fisik yang lebih konkret mengenai keberadaan ruang produksi, galeri, dan kebun.

Iin Masruin dan awal belajar ecoprint

Sapa Nusa pada 2024 menyebut Iin Masruin mulai belajar melalui pelatihan sejak 2019 bersama suaminya, Eko Sujarwono. Mereka kemudian mengembangkan formula warna dan teknik hingga membangun label Kebon Alam. KKI juga memakai 2019 sebagai tahun berdiri.

Penelitian 2025 menyebut pemilik UMKM sebagai Ibu Masruin. Bentuk badan usaha, NIB, dan status merek belum ditemukan dalam sumber primer yang diperiksa, sehingga halaman ini tidak menambahkan bentuk legal tertentu.

Ecoprint pada kain katun

Produk outer dan kemeja pada KKI mencantumkan bahan katun serta pewarna alam. Ecoprint memanfaatkan bentuk dan pigmen tumbuhan untuk membentuk motif melalui kontak langsung dengan media, biasanya dengan tahapan persiapan kain, penataan daun, penggulungan, pemanasan atau steaming, pembukaan, dan fiksasi.

Hasil ecoprint tidak selalu identik antarlembar karena bentuk daun, musim, kandungan pigmen, suhu, tekanan, mordant, dan kondisi kain dapat berbeda. Variasi tersebut dapat menjadi karakter artisan, tetapi buyer perlu menyepakati toleransi warna dan motif untuk pesanan kelompok.

Ecoprint pada kulit domba dan kulit sapi

Kebon Alam juga menerapkan ecoprint pada kulit. Listing tas 03TW memakai kulit domba ecoprint dan kulit sapi polos, berukuran sekitar 28 × 13 × 21 sentimeter. Listing tas lain mencantumkan kulit sapi ecoprint dengan dimensi sekitar 30 × 15 × 20 sentimeter.

Proses pada kulit berbeda dari kain karena permukaan, penyamakan, kelembapan, dan finishing memengaruhi transfer warna. Klaim tahan air, tahan lama, dan tidak mudah luntur pada katalog adalah klaim produk yang belum disertai hasil uji laboratorium di sumber publik.

Pewarna alam dan batas klaim ramah lingkungan

KKI secara konsisten mencantumkan pewarna alam pada beberapa SKU. Media menyebut penggunaan bahan tumbuhan seperti kunyit untuk menghasilkan warna. Namun, natural dye tidak otomatis berarti seluruh siklus produksi memiliki dampak rendah.

Penilaian lingkungan yang lebih lengkap membutuhkan data mordant, asal kulit, penggunaan air, energi pemanasan, residu cair, pemanfaatan daun, dan pengolahan limbah. Karena itu, halaman ini tidak menyebut Kebon Alam sebagai zero waste atau bersertifikat sustainable tanpa bukti teknis.

Kebun sebagai bagian rantai bahan

Penelitian 2025 menjelaskan mitra memiliki lahan atau kebun untuk menanam beberapa jenis tanaman bahan baku. Ini mendukung nama “Kebon Alam” dan memberi potensi traceability lebih baik untuk sebagian daun. Sumber belum menjelaskan persentase bahan dari kebun sendiri dibanding pembelian dari luar.

Untuk dokumentasi, produsen dapat mencatat jenis tanaman, bagian yang dipanen, musim, dan frekuensi pemakaian. Cara ini membantu menjaga suplai tanpa mengeksploitasi tanaman secara berlebihan.

Limited edition dan karakter motif unik

KKI memosisikan beberapa produk sebagai limited edition dan menyebut setiap motif berbeda. Pada ecoprint, perbedaan alami memang sulit direplikasi persis. Karena itu, foto aktual produk menjadi penting terutama untuk tas atau kulit premium.

Buyer yang membutuhkan produk seragam sebaiknya memilih target palet dan komposisi daun, bukan meminta pola identik. Master sample, swatch, dan approval per batch dapat mengurangi perbedaan ekspektasi.

Pendampingan bisnis 2025

Program pengabdian masyarakat 2025 membantu Kebon Alam Ecoprint menyusun Business Model Canvas dan strategi pemasaran omnichannel. Penelitian mengidentifikasi bahwa model bisnis belum terstruktur dengan baik dan pemasaran online-offline belum konsisten sebelum pendampingan.

Temuan tersebut penting karena menunjukkan tantangan nyata usaha, bukan hanya sisi promosi. Hasil program tidak otomatis membuktikan peningkatan penjualan jangka panjang; evaluasi setelah pendampingan tetap diperlukan.

Pasar luar negeri dan batas klaim ekspor

Media 2023–2024 menyebut produk Kebon Alam diminati pembeli luar negeri dan pernah mencapai Hong Kong. KKI menggunakan aspirasi “go international”. Informasi tersebut merupakan bukti market reach yang dilaporkan, tetapi volume, buyer, tahun shipment, dan status eksportir tidak tersedia lengkap.

Karena itu, halaman ini tidak menyatakan ekspor rutin. Untuk due diligence, buyer perlu meminta invoice atau dokumen pengiriman per transaksi.

Repeat order dan variasi alami motif

Ecoprint memiliki karakter yang sulit direplikasi secara identik. Untuk repeat order, solusi yang lebih realistis adalah menyepakati keluarga warna, jenis daun, komposisi motif, dan ukuran, bukan menuntut pola yang sama persis. Kebon Alam dapat menggunakan foto referensi, kode batch, dan swatch untuk menjaga arah visual. Sistem tersebut juga membantu ketika bahan tanaman berubah karena musim. Sumber publik belum menjelaskan prosedur repeat order secara rinci, sehingga buyer sebaiknya menanyakan toleransi variasi sebelum memesan koleksi kelompok.

Keunikan yang dapat diverifikasi

Keunikan Kebon Alam Ecoprint adalah penerapan motif tumbuhan pada kain dan kulit, keberadaan kebun sebagai bagian ekosistem produksi, serta pengembangan produk dari lembaran material hingga fashion. Lokasi Sumur Welut, Iin Masruin, tahun 2019, dan fasilitas workshop didukung beberapa sumber.

Dalam Direktory UKM UKMS, Kebon Alam Ecoprint dapat dibaca bersama Jussi, Ing Madyokusuman, Isna Puring, dan Kain Tumanggal.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

  • Bentuk usaha, NIB, merek, dan klasifikasi skala.
  • Jenis tanaman, mordant, penggunaan air, energi, serta pengelolaan limbah.
  • Asal kulit, proses penyamakan, uji warna, tahan air, dan care label.
  • Kapasitas, jumlah pekerja, lead time, dan konsistensi batch.
  • Dokumen transaksi untuk klaim pasar Hong Kong atau luar negeri.

Kesimpulan netral

Kebon Alam Ecoprint mempunyai bukti yang cukup baik sebagai usaha ecoprint Surabaya sejak 2019. Produk kain dan kulit memberi diferensiasi yang jelas, sementara penelitian 2025 menambah bukti fasilitas dan tantangan bisnis. Klaim lingkungan dan ekspor tetap perlu dibatasi pada data yang dapat diverifikasi.

Konteks dan entitas terkait

Kebon Alam Ecoprint tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Kasuari Batik; Karinadesign; KARA TUNGGA. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top