Mutiara Prima adalah usaha pengolahan pangan yang tercantum dalam katalog Karya Kreatif Indonesia dengan label wilayah Solo. Alamat pada profil KKI berada di Sabuk, Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Usaha ini dikenal melalui produk bermerek Inagiri yang menggunakan singkong atau tepung singkong sebagai bahan utama.
Profil KKI menyebut Mutiara Prima didirikan pada 2010 oleh Yadi dan istrinya. Kegiatan awalnya berupa pembuatan kue untuk hajatan dan kebutuhan lokal. Pengembangan produk berbasis singkong kemudian dikaitkan dengan kondisi petani sekitar yang menghadapi harga jual rendah. Narasi tersebut berasal dari profil usaha dan belum diverifikasi UKMS melalui wawancara atau data rantai pasok.
Identitas usaha dan perkembangan produk
Jejak yang dipublikasikan KKI memperlihatkan peralihan dari jasa atau produksi kue pesanan menuju produk kemasan. Pada 2017, profil versi bahasa Inggris menyebut pengembangan roti gaplek dari tepung singkong. Lini Inagiri kemudian mencakup roti gaplek, brownies atau cookies berbasis tepung singkong, serta kacang mete khas Wonogiri.
Nama Mutiara Prima berfungsi sebagai identitas usaha, sedangkan Inagiri muncul sebagai merek produk. Relasi ini penting untuk pemetaan hubungan entitas agar halaman tidak memperlakukan keduanya sebagai dua entitas tanpa hubungan. Pada tahap implementasi, Inagiri dapat dimodelkan sebagai Brand yang dimiliki atau diproduksi oleh Mutiara Prima, sepanjang hubungan tersebut dikonfirmasi kembali.
Produk utama dan bahan
Katalog KKI menampilkan beberapa produk, termasuk cookies berbasis tepung singkong dengan varian brownies mete, cokelat mete, cokelat jahe, kayu manis, dan rempah. Produk kacang mete oven juga muncul dalam daftar. Deskripsi produk menyebut penggunaan tepung singkong atau mocaf, cokelat, mete, gula, butter, garam, dan bahan pengembang pada varian tertentu.
Beberapa halaman KKI menggunakan istilah gluten free. Klaim tersebut perlu dibaca per SKU. Penggunaan tepung singkong memang tidak mengandung gluten secara alami, tetapi status bebas gluten produk akhir bergantung pada seluruh bahan, fasilitas, dan risiko kontaminasi silang. UKMS tidak memiliki hasil uji laboratorium atau sertifikasi bebas gluten untuk memvalidasi klaim secara menyeluruh.
Halaman produk tertentu menyebut sertifikasi halal dan PIRT. Karena nomor, penerbit, masa berlaku, dan cakupan SKU tidak tampil lengkap pada bahan yang diperiksa, informasi itu dicatat sebagai klaim profil produk dan harus diverifikasi melalui dokumen terbaru.
Bahan baku lokal dan proses produksi
Nilai cerita Mutiara Prima berada pada penggunaan singkong sebagai bahan pangan olahan bernilai tambah. Wonogiri memiliki konteks pertanian singkong yang relevan, tetapi halaman ini tidak menyatakan volume pembelian dari petani lokal atau dampak ekonomi tertentu karena datanya tidak tersedia.
Profil KKI menyebut penggunaan peralatan stainless food grade dan mesin cookies otomatis. Pernyataan tersebut menggambarkan upaya standardisasi proses, namun belum dilengkapi informasi fasilitas, kapasitas, jadwal produksi, kontrol alergen, dan sistem keamanan pangan. Untuk pembelian bisnis, dokumen produksi dan spesifikasi per batch tetap perlu diminta.
Kemasan Inagiri disebut menggunakan gambar wayang sebagai representasi budaya lokal. Unsur visual ini dapat membantu diferensiasi produk, tetapi asal desain, lisensi, dan konsistensi penggunaan motif belum diperiksa.
Pasar dan kanal pemasaran
Profil KKI menyatakan produk telah memasuki ritel modern, pemasaran online, dan bergerak menuju ekspor. Kata menuju ekspor berbeda dari bukti transaksi ekspor. UKMS belum menemukan dokumen pengiriman, negara tujuan, volume, atau periode yang cukup untuk menyatakan kegiatan ekspor telah berjalan secara konsisten.
Segmen potensial mencakup konsumen camilan berbasis bahan lokal, pembeli oleh-oleh, toko produk daerah, dan pasar yang mencari alternatif tepung terigu. Untuk mitra ritel, faktor penting meliputi umur simpan, kestabilan pasokan, barcode, izin edar, margin, retur, dan dukungan promosi.
Keunikan yang dapat diverifikasi
Pembeda paling jelas adalah penggunaan tepung singkong pada produk roti dan cookies, disertai identitas Inagiri dan konteks Wonogiri. Kombinasi bahan lokal dan bentuk produk modern memberi posisi yang berbeda dari keripik singkong biasa. Namun, klaim kesehatan, manfaat gizi, atau superioritas produk tidak dapat ditarik hanya dari bahan utama.
Keunikan lain adalah perjalanan dari produksi kue hajatan ke produk kemasan. Informasi ini konsisten pada profil KKI, tetapi detail waktu, investasi, serta pertumbuhan usaha tidak tersedia.
Pertimbangan untuk calon mitra
Calon distributor atau toko modern perlu memisahkan daya tarik cerita bahan lokal dari kelayakan komersial produk. Informasi yang harus dikonfirmasi mencakup daftar SKU aktif, berat bersih, komposisi lengkap, informasi alergen, umur simpan, penyimpanan, kapasitas pasok, harga grosir, barcode, serta mekanisme retur. Label dan dokumen izin harus diperiksa pada kemasan aktual karena status dapat berubah.
Untuk klaim rantai pasok lokal, bukti pembelian singkong atau mocaf, lokasi pemasok, dan kontinuitas bahan lebih berguna daripada narasi umum. Apabila produk dipasarkan sebagai alternatif bebas gluten, pihak usaha perlu menunjukkan prosedur produksi dan dasar klaim yang sesuai. Halaman direktori ini tidak menggantikan pemeriksaan produk dan dokumen sebelum pengadaan.
Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi
- Konfirmasi apakah Mutiara Prima dan Inagiri masih berada di bawah kepemilikan yang sama.
- Periksa nomor dan masa berlaku PIRT, sertifikasi halal, serta izin untuk setiap SKU.
- Validasi klaim bebas gluten dan prosedur pencegahan kontaminasi silang.
- Konfirmasi sumber singkong atau mocaf dan bentuk hubungan dengan petani lokal.
- Verifikasi status ekspor, kapasitas produksi, masa simpan, dan wilayah distribusi.
- Konfirmasi klasifikasi skala usaha berdasarkan data legal dan keuangan yang sah.
Konteks tambahan dalam Direktory UKM
Untuk pembanding lintas kategori, pembaca juga dapat membuka Qanam, Rabita, dan Raja Kripiks. Tautan ini hanya untuk navigasi konteks dan tidak menunjukkan hubungan kepemilikan.
Kesimpulan netral
Mutiara Prima memiliki jejak publik yang cukup informatif sebagai pengolah pangan berbasis singkong dari Wonogiri. Produk Inagiri menunjukkan upaya mengubah komoditas lokal menjadi roti, cookies, dan camilan kemasan dengan identitas daerah. KKI menyediakan data dasar mengenai pendiri, tahun berdiri, produk, bahan, alamat, dan kanal pemasaran, tetapi banyak klaim operasional masih memerlukan dokumen pendukung.
Profil ini terhubung ke Direktory UKM UKMS serta profil pangan terkait Mustofa Ibu Emi. Hubungan dua arah disiapkan untuk aktif ketika halaman diterbitkan.
Sumber dan jalur koreksi
Sumber diperiksa pada 7 Agustus 2026 WIB melalui profil Mutiara Prima versi Indonesia dan Inggris serta daftar UMKM Unggulan KKI. UKMS belum menemukan situs resmi mandiri yang dapat diverifikasi. Pemilik atau pihak berwenang dapat mengajukan koreksi melalui kanal editorial UKMS dengan dokumen produk, legalitas, dan kontak resmi.
Konteks dan entitas terkait
Mutiara Prima tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.
Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Mustofa Ibu Emi (Andreyansah Corporation); NACHA; Naktaraso. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.
