Author: UKMS

  • Bisnis Gak Perlu Sesek Napas, Rahasia Dewa Arus Kas lewat Jurus Rahasia Restitusi Pajak Cepet Tanpa Drama

    Bisnis Gak Perlu Sesek Napas, Rahasia Dewa Arus Kas lewat Jurus Rahasia Restitusi Pajak Cepet Tanpa Drama

    ukms.or.id Bisnis Gak Perlu Sesek Napas: Rahasia Dewa Arus Kas lewat Jurus Rahasia Restitusi Pajak Cepet Tanpa Drama

    Lo pernah gak sih, lagi buka spreadsheet, terus ngeliat saldo bisnis lo… dan lo kayak, “Gue seriusan cuma punya segini buat ngegaji anak-anak kantor??”
    Sementara tagihan numpuk, supplier udah nge-WA pake capslock, dan lo masih harus setor pajak. Fix. This is not it, bro.

    Tapi tenang dulu. Lo gak sendiri. Banyak pelaku usaha – bahkan yang udah jalan bertahun-tahun – juga sering ngadepin momen sakaratul arus kas kayak gini. Kenapa? Salah satu biangnya? Pajak.

    Yes, pajak tuh ibarat pisau dua sisi. Di satu sisi, itu kewajiban. Tapi di sisi lain, kadang lo udah bayar lebih, tapi duitnya ngendap lama kayak mantan yang gak move on. Untungnya, negara kita punya cheatcode rahasia buat ngelolosin lo dari drama ini: Pengembalian Pendahuluan Pajak. Dan ini bukan hoax.

    Jadi, ini ceritanya…

    Ada satu pengusaha kafe di Jakarta Selatan. Namanya Yudha. Gaya-gayaan buka cabang dua waktu 2022, karena FYP terus di TikTok. Tapi 2023? Pelanggan nyusut, inflasi nyekik, dan dia baru sadar: dia kelebihan bayar pajak hampir 120 juta. Pas mau ngajuin restitusi, katanya harus nunggu pemeriksaan. Lah, bisa kering duluan nih bisnis.

    Untung ada seniornya, anak finance, yang kasih tau soal satu “jalan ninja”: Pengembalian Pendahuluan.
    Yudha gas minta bantuan ke konsultan pajak deket Pasar Minggu, dan boom! Tiga bulan kemudian duitnya balik sebagian, bisnisnya bisa nafas, dan dia selamat dari kolaps.

    Restitusi Pajak Cepet
    Restitusi Pajak Cepet

    Nah, sebenernya ini apaan sih?

    Pengembalian Pendahuluan tuh sistem dari Direktorat Jenderal Pajak (alias DJP) yang kasih opsi ke Wajib Pajak (WP) buat dapet balik uang pajak yang kelebihan bayar TANPA harus ngelewatin proses pemeriksaan pajak yang ribet dan makan waktu kayak sinetron.

    Regulasinya juga ada bro, bukan kaleng-kaleng. PMK No. 39/PMK.03/2018 – yang udah di-remake jadi PMK No. 209/PMK.03/2021. Intinya, kalo lo masuk ke kategori WP tertentu yang dianggap patuh, duit lo bisa cair cepet.
    Tujuannya? Biar lo gak megap-megap urusin cash flow sambil dikejar-kejar kewajiban pajak.

    Kategori yang Bisa Gaskeun Program Ini

    Lo gak bisa asal dateng ke kantor pajak terus bilang “bang, ane kelebihan bayar nih, minta balikin ya.” Gak gitu, bestie. Lo harus masuk ke 3 kelompok ini:

    1. Wajib Pajak Patuh (a.k.a WP Teladan 2025)

    Ini semacem anak emas DJP. Yang eligible dapet label ini tuh yang:

    • Gak pernah telat lapor SPT,
    • Gak punya utang pajak, atau kalo ada, udah dicicil/direschedule,
    • Tiga tahun berturut-turut laporan keuangan lo diaudit dan dapet opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),
    • Gak pernah kena pidana pajak lima tahun terakhir.

    Dan lo kudu apply ke KPP paling lambat 10 Januari tahun berjalan. Proses pengembalian:

    • PPh (pajak penghasilan): maksimal 3 bulan,
    • PPN (pajak pertambahan nilai): maksimal 1 bulan.

    Bayangin, lo gak perlu nunggu 1 tahun cuma buat narik duit lo sendiri. That’s a game changer.

    Restitusi Pajak Cepet
    Restitusi Pajak Cepet

    2. Kelompok UMKM & WP Kecil dengan Kebutuhan Khusus

    Kalo lo masih kecil-kecilan, tapi udah terdaftar resmi, lo punya hak juga. Bahkan, lo cuma perlu centang kolom di SPT “Pengembalian Pendahuluan” dan done. Gak perlu drama nulis surat, bikin proposal, dll.

    Plafon nominal pengembaliannya:

    • WP Pribadi (bukan pelaku usaha): sampe Rp100 juta,
    • WP Pribadi (pelaku usaha): sampe Rp100 juta juga,
    • WP Badan: sampe Rp1 Miliar,
    • PKP (Pengusaha Kena Pajak): sampe Rp5 Miliar.

    Update-nya? Dulu limit PPN cuma Rp1 Miliar, tapi sejak 1 Januari 2022, udah naik jadi Rp5 Miliar. Lumayan gila naiknya. Cocok banget buat perusahaan yang skalanya udah mulai merangkak naik tapi cash flow masih drama Korea.

    3. PKP Risiko Rendah

    Ini buat lo yang udah masuk ke kategori elite PKP. Bukan soal jumlah omzet doang, tapi juga soal status dan struktur perusahaan. Biasanya yang masuk sini:

    • Perusahaan publik (listing di BEI),
    • BUMD,
    • Anak perusahaan BUMN (saham minimal 50%),
    • Operator Ekonomi Bersertifikat (dari Bea Cukai),
    • Industri farmasi, ekspor, alat kesehatan, dll.

    Lo juga kudu:

    • Rajin lapor SPT 12 bulan terakhir,
    • Gak sedang disidik atau diperiksa pajak,
    • Bebas dari pelanggaran pajak dalam 5 tahun terakhir.

    Kalau lo masuk sini, proses restitusi bisa secepat kopi instan. Ya, sebulan-an lah paling lambat.

    UMKM Juga Bisa Gigit Jatah, Tapi…

    Masalahnya: banyak pelaku UMKM gak ngeh sama sistem ini. Mereka pikir, urusan pajak tuh ranah korporat. Padahal justru yang paling butuh cash cepet tuh UMKM. Apalagi setelah insentif PPh Final 0,5% buat UMKM udah expired setelah 7 tahun. Mulai 2025, mereka harus pindah ke tarif umum. Gede, bro. Kaget gak lo?

    So yeah, banyak yang akhirnya kebingungan, bingung ngatur ulang pembukuan, atau malah milih gak lapor sama sekali. Dan itu bikin mereka gak bisa klaim kelebihan bayar, padahal duitnya bisa bantu banget buat survive.

    Solusi Nyata, Bukan Cuma Wacana

    Makanya, punya konsultan pajak tuh bukan buat gaya-gayaan. Sekarang banyak jasa konsultan (terutama di Jakarta) yang bisa bantu dari awal sampe akhir proses pengembalian pendahuluan ini. Mereka ngerti format laporan, cara wording pengajuan yang disukai sistem, dan tau celah kecil yang bisa jadi pembeda antara pengajuan lo diterima atau dimention aja di email sama sistem.

    Lo juga bisa manfaatin teknologi kekinian: software pembukuan otomatis, aplikasi kasir yang bisa generate laporan pajak, atau bahkan sistem point of sale (POS) yang bisa disambungin ke pelaporan pajak digital.

    baca juga

    Kalau lo merasa bisnis lo udah kelebihan bayar pajak, jangan diem aja nunggu mukjizat. Duit lo itu bukan sedekah ke negara. Lo punya hak buat minta balik—dan sistem Pengembalian Pendahuluan ini adalah jalannya.

    Gak semua bisnis punya privilege buat bertahan dalam cuaca ekonomi yang gak nentu. Tapi dengan strategi yang bener, termasuk soal pajak, lo bisa nafas lega dan lanjut grow.

    Konsultan Pajak Jakarta bisa jadi tandem lo. Bukan cuma biar urusan pajak lo rapi, tapi juga buat bantu lo mikirin strategi besar jangka panjang.

    Remember: bukan soal lo bisa atau enggak, tapi soal lo MAU mulai atau terus stuck di mode “survive”.

  • Waralaba Brownies Amanda

    Waralaba Brownies Amanda

    ukms.or.id – Brownies Amanda Siapa yang tidak suka dengan kue brownies? Kue yang identik dengan rasa coklat manis ini disukai banyak orang, dari anak kecil hingga orang tua, tidak sedikit yang menyukai kue brownies. Namun, tidak banyak orang yang bisa membuat kue brownies dengan rasa yang enak dan tekstur yang lembut.

    Bahkan, sebelum bisnis kue yang sekarang berkembang hingga ke kalangan artis, bisnis kue brownies sedikit peminatnya, namun lebih banyak penggemarnya.

    Peluang inilah yang dilihat oleh Hj. Sumiwiludjeng dan H. Sjukur. Pasangan suami istri tersebut memulai bisnisnya dari resep kue brownies rumahan. Keduanya merintis bisnis kue brownies dengan merk Amanda. Anda pasti kenal dengan Brownies Amanda bukan?

    Seiring berjalannya waktu, saat ini Amanda memiliki ratusan gerai dan toko yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, seperti Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Malang, Yogyakarta, hingga Medan.Merk kue yang khusus membuat brownies kukus tersebut dulunya adalah oleh-oleh khas Bandung, tempat asal pembuatnya.

    Tapi, tahukah Anda jika bisnis kue brownies kukus Amanda yang memiliki gerai, toko, dan pabrik kue tersebut, bermula dari industri rumahan yang hanya dikerjakan oleh Sumi, panggilan akrab Hj. Sumiwiludjeng, dan beberapa anggota keluarganya?

    Jika Anda penasaran, Anda wajib membaca ulasan bisnis UKM brownies kukus Amanda berikut ini.

    Brownies Amanda

    Merintis Bisnis dari Kue Pesanan dan Resep Saudara

    Bermodal kemamapuan memasak yang diperoleh dari Pendidikan Kesejahteraan dan Keluarga, Sumi mulai merintis bisnis kulinernya dengan menerima pesanan kue dan makanan untuk acara khusus. Lulusan IKIP Jakarta tersebut memang suka dan pandai dalam memasak, karenanya tidak heran jika banyak orang yang percaya dengan rasa masakannya hingga kue dan makanan buatannya pun sering dipesan untuk acara-acara penting seperti syukuran, ulang tahun, hingga pernikahan.

    Meski terbilang cukup ramai pesanan, Sumi tetap terus mengembangkan keahlian memasaknya hingga ia mendapat resep baru dari saudaranya, yakni pada akhir 1999. Ketika itu, Sumi mendapat resep bolu kukus. Ia mencoba resep tersebut berulang-ulang hingga berhasil memperoleh takaran yang tepat untuk mendapatkan rasa dan tekstur bolu yang pas.

    Pada tahap merintis ini, Sumi tidak sendirian. Ia didukung oleh anggota keluarganya. Ketika memasarkan bolu coklat buatannya, ia dibantu oleh Joko Ervianto dan Atin, anak dan menantunya. Sumi memasukkan bolu coklat kukus buatannya ke dalam menu katering dan ditawarkan pada pelanggannya.

    Usaha Sumi untuk membuat bolu coklat kukus membuahkan hasil, kue tersebut dimintai oleh konsumen dan pelanggan katerinya karena rasanya yang enak dengan tekstur dan citarasa yang unik. Lama-kelamaan, bolu coklat kukus yang lebih dikenal dengan nama brownies kukus tersebut semakin diminati, bahkan melebihi kue buatan Sumi lainnya.

    Karena antusiasme yang luar biasa tersebut, Sumi, dibantu keluarganya, nekat membangun bisnis kue brownies kukus yang diberi nama Amanda pada 2000. Nama tersebut adalah akronim dari Anak Mantu Damai, yang maknanya harapan agar anak dan menantunya bisa hidup dalam keadaan rukun dan damai.

    baca juga

      Langkah-langkah Awal Usaha Brownies Amanda

      Selalu ada masalah untuk setiap orang yang berusaha, termasuk untuk Sumi dan keluarganya. Kios kue yang dibangunnya di komplek pertokoan Metro Bandung, tergusur setelah peristiwa kebakaran di komplek tersebut. Mereka pun pindah dan menyewa tempat untuk memulai kembali bisnis kue brownies Amanda di daerah Jalan Tata Surya Bandung.

      Dengan berpindahnya tempat usaha, otomatis suasana dan pelanggan pun baru. Tanpa rasa sesal dan dengan tekad yang semakin kuat, Sumi dan keluarganya tertantang untuk menyesuaikan diri di lokasi usaha baru dengan mendapatkan pelanggan baru yang lebih banyak dari lokasi sebelumnya.

      Rasa brownies Amanda memang enak untuk segala lidah, terbukti dengan antusias masyarakat di lokasi usaha baru Amanda yang lebih besar dari lokasi sebelumnya. Keuntungan ini pula yang membuat kue Amanda selalu ludes terjual setiap hari. Bahkan, banyak konsumen yang harus kecewa dan pulang dengan tangan kosong karena brownies kukus Amanda habis terjual dengan cepat.

      Mengunduh Kesuksesan dari Bisnis Kue Rumahan

      Dari waktu ke waktu, popularitas kue brownies kukus Amanda semakin meningkat. Akibat baiknya, lokasi penjualan di kawasan Jalan Tata Surya Bandung tidak lagi bisa menampung kapasitas produksi. Sumi pun memindahkan lokasi usahanya ke tempat yang lebih besar di Jalan Rancabolang Bandung pada 2002.

      Karena sudah tersebar luas, tidak sulit untuk brownies kukus Amanda berjaya kembali di kawasan lokasi baru. Bisa dibilang, brownies Amanda sudah memiliki penggemar dan pelanggan setia yang akan mengikuti ke manapun Amanda pergi. Pada titik inilah, usaha brownies kukus Amanda milik Sumi sedang menunjukkan kemajuan yang luar biasa.

      Kue yang dulunya hanya dibuat di rumah dengan bantuan beberapa pasang tangan, sudah berubah menjadi industri kue yang sukses. Selain karena faktor rasa yang lezat dan belum banyak pesaing, pemilihan lokasi penjualan juga turut berperan mempengaruhi keberhasilan brownies kukus Amanda.

      Dengan nama yang sudah populer di mana-mana, pada 2004 brand brownies kukus Amanda telah dipatenkan secara resmi sebagai produk kue buatan Sumi atau Hj. Sumiwiludjeng dan keluarganya.

      Selain Joko Ervianto, Sumi juga dibantu oleh dua anaknya yakni Andi Darmansyah dan Sugeng Cahyono beserta para menantunya. Puluhan cabang gerai dan toko telah tersebar ke berbagai kota di Indonesia dengan area penyebaran terbanyak di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat.

      Jika Anda berasa di Jawa, Anda bisa menemukan brownies kukus Amanda di gerai yang tersebar di berbagai lokasi strategis seperti komplek pertokoan, pusat perbelanjaan, sitributor kue khas, hingga toko resmi di tengah kota.

      Jika dulunya brownies kukus Amanda dibuat dengan varian rasa coklat, sekarang ada lebih dari dua puluh varian produk brownies kukus yang bisa Anda dapatkan di outlet Amanda, seperti Coklat Original, Banana Bizz, Blueberry, Cheese Cream, Choco Marble, Pink Marble, Sarikaya Pandan, Tiramisu Marble, Strawberry Cheese, Lemon Cheese, Green Tea and Cheese, dan masih banyak lagi. Amanda juga mengembangkan resep kue baru yakni brownies bakar, brownies kering, macaroon, lapis legit, pisang bolen, cheese stick, bangket duo dan mutiara, monkis (kripik), hingga sus kering.

      Dengan harga Rp 46.000 – Rp 160.000,-, brownies kukus Amanda bisa terjual hingga ribuan kotak setiap hari di setiap cabang gerai/toko. Jika dihitung, omzet penjualan Amanda bisa mencapai ratusan juta tiap bulan. Menggiurkan, bukan?

      Amanda adalah satu di antara puluhan jajaran bisnis UKM yang mulai dari industri rumahan dan sukses memiliki ratusan outlet di berbagai kota. Meski zaman semakin berkembang dan semakin banyak bisnis serupa Amanda, inovasi dan kreativitas mengembangkan resep kue senantiasa dilakukan oleh Hj. Sumiwiludjeng dan keluarganya.

      Untuk itu, bagi Anda yang sedang merintis usaha rumahan, jangan menyerah ketika mendapat satu-dua masalah. Karena setiap pebisnis sukses, memulai usahanya dengan menjadi pengusaha skala kecil, kemudian menjadi pengusaha UKM, dan jika tetap dipertahankan dengan ide-ide dan usaha yang inovatif, akan menjadi usaha yang besar.

      Bisnis toko roti merupakan salah satu jenis bisnis di bidang kuliner.

      Tak kalah dengan bisnis makanan atau minuman, toko roti menghadirkan konsep bisnis kuliner yang juga mampu bersaing dalam memperoleh omset.

      Selain itu, roti juga memiliki usia ketahanan yang lebih lama dibanding masakan yang hanya bisa bertahan dalam satu hari.

      Harga jualnya pun juga lebih tinggi sehingga kita bisa mendapat margin profit yang lebih tinggi.

      Tak hanya itu, kita juga bisa bebas melakukan kreasi produk karena produk roti bisa sangat beragam variannya.

      Dengan kreasi, maka toko roti kita pun akan semakin laris.

      Brownies Amanda Ikon Kota Bandung

      Siapa yang belum pernah mendengar brownies merk Amanda ini?

      Bisnis toko roti brownies yang satu ini berasal dari kota Bandung sehingga sering sekali orang-orang yang mengunjungi kota Bandung akan membawa oleh-oleh berupa brownies Amanda.

      Namun semenjak Amanda Brownies memutuskan untuk menghadirkan peluang kemitraan berupa sistem franchise, maka masyarakat menjadi lebih mudah untuk menemukan gerai Brownies Amanda yang memang tersedia di berbagai wilayah di Indonesia.

      Cita rasa khas dari brownies yang dihasilkan oleh Amanda pun menjadi lebih dijangkau sehingga brand Amanda menjadi semakin dicari dan dijadikan menjauh.

      Inovasi Menu Brownies Dari Amanda

      Seperti halnya toko roti pada umumnya, brownies dari Amanda juga hadir dalam berbagai varian rasa yang keseluruhannya sangat pantas untuk dicicipi.

      Menu tersebut antara lain adalah brownies Amanda varian Cream Cheese, Choco Marble yang cocok untuk penyuka cokelat, Tiramisu yang menjadi koukms.or.id/nasi rasa rempah yang dicampur dengan keju, Pandan Srikaya brownies hijau rasa pandan lembut yang ditaburi wijen.

      Selain itu ada pula rasa Blueberry yang memadukan cita rasa manis dan juga asam secara bersamaan, varian Banana Bizz juga tak kalah karena tak hanya memiliki cita rasa buah pisang yang digemari, tetapi juga ada biskuit di lapisan bagian tengah brownies.

      Brownies Amanda juga tersedia menjadi 2 jenis brownies, yaitu brownies kering yang dikukus dan juga brownies bakar yang masih sangat jarang ditemui di Indonesia.

      Selain menu Brownies, toko roti Amanda Brownies juga menyajikan pilihan produk lainnya seperti cheese pastry yang merupakan camilan stick keju pastry yang sangat renyah dan juga gurih.

      Terdapat pula chicken pastry yang merupakan olahan puff pastry yang menggunakan isi berupa olahan ayam dengan bumbu khas yang lezat.

      Varian produk unik lainnya hadir dalam bentuk cake ketan bakar yang merupakan cake ketan putih yang disajikan dengan cara dipanggang dan di atasnya dilengkapi taburan kacang almond plus selai buah blueberry.

      Sangat Mudah Membuka Franchise Amanda Brownies

      Sama halnya ketika akan membeli hak waralaba dari suatu brand bisnis, kita perlu menghubungi pihak perusahaan atau marketingnya.

      Selanjutnya akan ada konsultasi mengenai harga paket investasi yang ditawarkan pihak perusahaan.

      Apabila kita setuju, maka akan dilanjutkan dengan proses kesepakatan yang ditandai dengan adanya perjanjian hitam di atas putih atau tanda tangan kontrak franchise yang biasanya terikat untuk jangka waktu beberapa tahun.

      Kemudian kita akan menerima kiriman paket investasi yang telah menjadi fasilitas franchise yang ada di dalam paket investasi yang kita bayarkan.

      Setelah training dan sosialisasi terkait sistem penjualan maupun prosedur operasionalnya, kita akhirnya sudah bisa mengoperasikan bisnis toko roti Brownies Amanda dan menikmati omset dan keuntungan yang mampu dihasilkan.

      baca juga

      Dum Dum Thai Tea Menjadi Merk Franchise Thai Tea Best Seller

      Franchise Randol (Raja Cendol), Omsetnya Juga Raja Banget!

      350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

      Franchise Brownies Amanda

      Jalan Rancabolang Nomor 29, Bandung – Jawa Barat

      (022)-92754191/(022)-70774113

    • Konsultan Pajak sebagai Trainer & Educator

      Konsultan Pajak sebagai Trainer & Educator

      ukms.or.id Konsultan Pajak sebagai Trainer & Educator , Hari itu, suasana di kantor pusat PT Seruni Agritech berbeda dari biasanya. Di ruang aula lantai tiga, puluhan staf dari berbagai divisi—keuangan, operasional, bahkan pemasaran—duduk berjajar rapi. Di depan mereka, papan tulis digital sudah siap, dan ada tulisan besar di layar proyektor: “Pelatihan Pajak Terbaru: Pahami, Terapkan, Lindungi Perusahaan Anda.”

      Vira, kepala bagian keuangan, menatap sekeliling. “Sejujurnya, saya sendiri belum yakin semua orang bakal paham. Pajak itu… ya kamu tahu lah, kayak labirin.”

      “Justru itu kenapa kita perlu pelatihan ini,” jawab Raka, staf senior akuntansi. “Apalagi sekarang DJP sudah mulai implementasi Coretax. Salah klik bisa jadi salah lapor.”

      Tepat pukul sembilan, masuklah seorang wanita berusia 40-an, berpenampilan profesional namun ramah. Ia memperkenalkan diri, “Selamat pagi, saya Bu Ratih, konsultan pajak sekaligus trainer. Hari ini saya tidak akan jadi dosen yang membosankan. Saya datang sebagai mitra belajar.”

      Seketika suasana mencair. Bu Ratih membuka sesi dengan kuis interaktif. Pertanyaan pertama: “Siapa yang tahu bahwa tarif PPN naik jadi 12% mulai tahun depan?” Hanya separuh ruangan yang mengangkat tangan.

      “Nah, ini alasan pertama kenapa pelatihan pajak itu penting. Perubahan regulasi itu cepat, dan efeknya langsung ke operasional kita. Nggak bisa kita cuma andalkan bagian pajak atau keuangan saja. Semua divisi terlibat.”

      Konsultan Pajak sebagai Trainer & Educator

      Ia memaparkan perubahan-perubahan utama dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), seperti pengenaan pajak atas natura, perubahan skema PPh 21, dan kebijakan pengawasan digital melalui e-Meterai dan integrasi NIK-NPWP.

      “Tapi saya nggak akan kasih teori doang. Kita langsung bahas studi kasus dari sektor agritech. Misalnya, kalau kalian kasih insentif panen ke petani dalam bentuk pupuk, itu sekarang bisa kena PPh natura, loh.”

      Vira terkejut. “Selama ini kami menganggap itu bantuan, bukan penghasilan.”

      “Makanya penting kita pahami konteksnya. Ada pengecualian, tapi syaratnya harus dipenuhi dan dilaporkan dengan benar. Kalau nggak, bisa jadi beban PPh Badan kalian naik.”

      Pelatihan pun berubah menjadi diskusi dua arah. Bu Ratih membagi peserta ke dalam kelompok kecil, masing-masing diminta menganalisis skenario fiktif berdasarkan data internal perusahaan.

      “Tugas kalian: identifikasi potensi risiko pajak dari transaksi ini, dan rekomendasikan cara pelaporannya.”

      Dua jam berlalu tanpa terasa. Bahkan staf dari gudang dan pemasaran mulai aktif bertanya. Salah satu bertanya, “Bu, kalau kami kirim hadiah promo ke distributor, itu juga kena pajak ya?”

      “Iya, itu masuk objek PPh Pasal 21 atau 23 tergantung penerima dan bentuknya. Tapi, tenang, semua bisa dikelola asal kita punya SOP dan pelaporan yang rapi.”

      Setelah makan siang, sesi dilanjutkan dengan workshop pembuatan SOP pajak berbasis divisi. Bu Ratih memfasilitasi setiap kelompok untuk merancang alur sederhana dari transaksi ke pelaporan pajak.

      Konsultan Pajak sebagai Trainer & Educator

      “Kita bikin sistem yang bukan cuma patuh hukum, tapi juga mudah dipahami. Pajak bukan urusan departemen pajak saja, tapi tanggung jawab semua yang terlibat dalam transaksi.”

      Menjelang sore, pelatihan ditutup dengan refleksi.

      “Hari ini saya belajar bahwa pajak itu bukan cuma angka, tapi cerita tentang aktivitas kita. Kalau kita mengerti aturannya, kita bisa menceritakan cerita itu dengan cara yang benar,” ujar Raka.

      Bu Ratih mengangguk. “Dan kalau kalian bisa mengajarkan ini ke rekan-rekan lain, maka kalian sudah jadi educator juga. Pajak adalah bagian dari budaya perusahaan.”

      Tiga bulan setelah pelatihan itu, PT Seruni mencatat peningkatan signifikan dalam kepatuhan internal. Kesalahan input PPN turun 80%, dan proses pelaporan tahunan berjalan lancar tanpa koreksi berarti dari KPP.

      baca juga

      Dalam laporan manajemen tahunan, tertulis: “Investasi terbaik kami tahun ini bukan pada alat atau sistem, tapi pada pemahaman tim tentang kewajiban fiskal. Melalui pelatihan intensif, kami membangun organisasi yang sadar pajak, dan itu tidak ternilai.”

      Dan Bu Ratih? Ia tetap hadir tiap kuartal untuk pelatihan lanjutan, tidak hanya sebagai konsultan, tapi sebagai bagian dari perubahan budaya perusahaan.

      Karena seorang konsultan pajak yang baik tidak hanya menyelesaikan masalah. Ia mencegahnya. Dengan mengajarkan, mendengar, dan membangun pemahaman—satu tim, satu sesi, satu cerita pada satu waktu.

    • Kriuk Kreatif – Snack Lokal Rasa Global

      ukms.or.id Kriuk Kreatif – Snack Lokal Rasa Global , “Lo inget nggak keripik singkong pedes buatan ibu gue?” tanya Rian sambil ngunyah sesuatu dari plastik bening.

      “Inget banget! Itu yang waktu kita bawa ke kampus langsung habis satu toples?” jawab Aldi sambil ketawa.

      “Nah, gue kepikiran buat naikin levelnya. Bikin brand sendiri, tapi packaging-nya keren, rasa-nya out of the box. Nggak cuma rasa balado doang, tapi kita coba fusion, kayak singkong rasa BBQ Korea atau keripik tempe rasa keju parmesan,” jelas Rian antusias.

      Ide itu akhirnya mereka eksekusi. Dari dapur kecil di rumah Rian, mereka mulai eksperimen rasa. Bumbunya mereka racik sendiri. Ada yang enak banget, ada juga yang gagal total.

      “Waktu nyobain rasa matcha ke tempe goreng, gue nyerah. Nggak semua ide kreatif tuh bagus, ternyata,” kata Aldi.

      Tapi mereka akhirnya nemuin kombinasi rasa yang bikin nagih. Keripik singkong rasa salted egg, keripik tempe rasa smoky beef, dan kerupuk kulit rasa tom yum.

      Mereka sepakat pakai nama Kriuk Kreatif, dengan tagline: Snack Lokal Rasa Global. Targetnya jelas, anak muda yang doyan ngemil tapi pengen rasa yang beda.

      Packaging-nya mereka desain modern, pakai ilustrasi lucu dan warna-warna cerah. Nggak kayak keripik biasa, tiap bungkusnya ada QR code yang bisa di-scan buat lihat cerita dibalik tiap rasa.

      “Jadi kita jual experience juga. Bukan cuma makanan,” ujar Rian.

      Strategi marketing mereka pure digital. Bikin konten snack review ala TikTok, kirim sample ke micro influencer, dan bikin meme soal “snack lokal rasa luar negeri”.

      Hasilnya? Dalam dua bulan, mereka tembus 1.000 paket penjualan dari marketplace dan DM Instagram. Bahkan sempat masuk ke curated list snack lokal favorit salah satu food blogger ternama.

      “Paling satisfying tuh pas kita masuk toko oleh-oleh modern di PIK. Gue kayak nggak percaya produk dari dapur rumah bisa nyampe rak premium,” kata Aldi.

      Tapi masalah mulai muncul pas permintaan naik drastis. Produksi manual bikin mereka kewalahan.

      “Gue sampe ngorbanin kamar buat dijadiin gudang bumbu. Nyokap sampe bilang, ‘ini rumah apa pabrik?’” cerita Rian sambil ngakak.

      Akhirnya mereka gandeng UKM pengolahan snack yang udah punya alat produksi. Rasa dan standar kualitas tetap mereka kontrol, tapi prosesnya jauh lebih efisien.

      baca juga

      Mereka juga mulai main ke pasar luar negeri lewat ekspor kecil-kecilan ke komunitas diaspora Indonesia di Malaysia dan Singapura.

      “Kata mereka, rasa tom yum kita lebih nendang dari yang di minimarket Asia. Gue kaget juga,” ujar Aldi.

      Sekarang Kriuk Kreatif udah punya lebih dari 12 varian rasa dan dijual di lebih dari 30 toko offline serta beberapa e-commerce besar. Mereka juga rancang collab edisi terbatas bareng selebgram kuliner.

      Salah satu yang viral adalah kolaborasi keripik tempe rasa rendang vegan bareng food influencer yang concern ke isu lingkungan.

      “Buat kita, makanan ringan tuh medium buat eksplorasi budaya juga. Lo bisa makan tempe, tapi dengan rasa khas luar negeri. Atau sebaliknya, bumbu tradisional Indonesia dipadukan dengan snack kekinian,” kata Rian.

      Mereka juga aktif ngadain kuis “rasa minggu ini” di IG, di mana followers bisa vote kombinasi rasa yang bakal mereka produksi terbatas.

      “Pernah kita keluarin keripik singkong rasa sambel matah, sold out cuma dalam sehari. Gue baru sadar, ide liar tuh kalau disalurin ke produk bisa jadi cuan banget,” ujar Aldi.

      Cerita Kriuk Kreatif membuktikan kalau kreativitas bisa jadi pondasi usaha yang sustainable. Dengan keberanian buat beda dan tetap setia sama akar lokal, snack sederhana bisa jadi brand keren yang go internasional.

    • Bakso Lava Premium – Sensasi Pedas Meledak!

      Bakso Lava Premium – Sensasi Pedas Meledak!

      ukms.or.id Bakso Lava Premium – Sensasi Pedas Meledak! “Lo pernah ngerasain bakso yang isinya sambel meluber sampe bikin keringet ngucur kayak habis lari marathon?” tanya Bagas sambil ketawa kecil.

      “Serius lo? Ada ya yang kayak gitu?” sahut Dimas, penasaran.

      “Makanya gue pengen bikin! Nama brand-nya udah gue siapin, ‘Bakso Lava Premium’. Konsepnya, bakso jumbo isi sambel super pedas, sampe meledak di mulut,” jelas Bagas dengan mata berbinar.

      Dari situ, mereka mulai eksperimen resep. Mereka coba berbagai jenis cabai, dari cabai rawit lokal sampai Carolina Reaper. Beberapa kali gagal total. Pernah juga dapet komplain dari tetangga karena satu kompleks kecium aroma pedas dari dapurnya Bagas.

      “Gue jadi penasaran, ini bakso apa gas air mata,” celetuk Dimas saat itu.

      Tapi setelah sebulan coba-coba, akhirnya mereka nemu formula pas. Isian sambel yang pedasnya nyelekit tapi masih nikmat. Nggak cuma pedas doang, tapi ada rasa gurih, manis, dan sedikit asam.

      Mereka mulai jualan via pre-order online. Pas pertama kali buka PO, mereka cuma siapin 50 porsi. Tapi ternyata, habis dalam 3 jam. Dari situ mereka sadar, bakso pedas punya pasar gede banget.

      “Gue sampe ditelpon orang random yang minta dikirimin ke Surabaya. Padahal kita baru jualan di Jakarta!” kata Bagas.

      Dimas langsung kepikiran, “Gimana kalo kita mulai ekspansi lewat sistem kemitraan? Biar bisa buka cabang tanpa harus kelola semuanya sendiri.”

      Akhirnya mereka bikin sistem franchise sederhana. Dengan modal terjangkau, mitra bisa jualan pakai brand “Bakso Lava Premium”. Mereka sediain bahan baku inti, bumbu rahasia, dan SOP lengkap.

      Salah satu mitra pertama mereka di Depok cerita, “Mas, saya jualan baru 3 hari udah balik modal. Yang beli itu rata-rata anak-anak kampus yang doyan pedas.”

      Setiap pelanggan yang nyobain pasti kasih reaksi lucu. Ada yang langsung merah mukanya, ada yang keringetan, bahkan ada yang nangis.

      “Tapi semuanya bilang enak! Itu yang bikin gue makin semangat,” kata Bagas.

      Konten video reaksi makan bakso lava jadi viral di TikTok. Views-nya tembus ratusan ribu. Mereka juga bikin challenge: siapa yang bisa makan 3 bakso lava tanpa minum, dapat voucher gratis sebulan.

      Bakso Lava Premium

      baca juga

      Marketingnya makin kenceng. Mereka ikut festival kuliner, buka booth di event musik, dan kerja sama sama food vlogger.

      Tapi nggak semua mulus. Pernah juga ada pelanggan yang terlalu sensitif dan malah komplain karena terlalu pedas.

      “Kita harus sediain level-level pedas. Jadi pelanggan bisa pilih sesuai kemampuan lidahnya,” saran Dimas.

      Akhirnya mereka bikin 3 level: Lava Junior, Lava Original, dan Lava Neraka. Ternyata strategi ini ampuh. Pelanggan pemula bisa mulai dari level rendah, terus naik level setiap beli.

      Mereka juga tambahin varian baru: bakso isi keju pedas, bakso mercon mozarella, dan mie bakso lava. Inovasi itu bikin pelanggan nggak bosen.

      Dalam setahun, mereka udah punya 12 mitra franchise aktif dan satu dapur pusat. Mereka juga siap launching frozen food biar bisa dijual ke luar kota.

      “Gue nggak nyangka ide iseng ini jadi bisnis serius. Dan ternyata, lidah orang Indonesia emang nggak bisa jauh dari pedas!” kata Bagas sambil senyum puas.

      Kisah Bakso Lava Premium jadi contoh nyata kalau inovasi sederhana dengan eksekusi konsisten bisa jadi peluang usaha yang meledak. Literally!

    • Kopi Susu Kekinian – Nikmat Setiap Hari

      ukms.or.id Kopi Susu Kekinian – Nikmat Setiap Hari , “Eh, lo nyadar nggak sih? Sekarang tiap sudut kota isinya warung kopi semua,” kata Aldi sambil nyeruput kopi susu dari gelas plastik bening.

      Dina duduk di seberangnya sambil buka laptop, “Iya, tapi lo perhatiin deh, yang laku itu ya kopi susu kekinian. Nggak cuma enak, tapi juga estetik buat difoto.”

      Aldi mengangguk. “Makanya gue lagi kepikiran buka usaha kopi susu. Tapi yang beda, jangan kayak yang udah-udah. Harus ada ciri khasnya.”

      Dari obrolan iseng itu, lahirlah ide bisnis mereka: Kopi Susu Kekinian. Bukan sekadar kopi, tapi kopi yang punya konsep lifestyle. Mereka mulai dengan menyusun menu yang unik. Ada kopi susu aren, kopi susu pandan, sampai kopi susu jahe yang semuanya disajikan dalam botol lucu dengan label minimalis.

      Modalnya? Nggak gede-gede amat. Cuma cukup buat beli peralatan dasar, sewa booth kecil di depan minimarket, dan bahan baku awal. Tapi semangat mereka gede banget.

      “Gue yang urus resep dan produksi ya. Lo yang handle sosmed dan marketingnya,” ujar Dina.

      Aldi setuju. Dia mulai bikin konten TikTok dan Instagram dengan gaya yang fun dan relatable. Dalam seminggu, salah satu video mereka viral. Isinya tentang perjuangan buka booth kopi pertama kali sambil hujan-hujanan.

      “Gue pikir nggak ada yang bakal nonton. Ternyata viewers-nya sampe puluhan ribu!” kata Aldi kaget.

      Besoknya, antrean panjang di depan booth mereka bikin kaget sendiri. Banyak yang datang karena lihat video itu. Mereka mulai kebanjiran order. Bahkan ada yang rela nunggu 30 menit cuma buat segelas kopi.

      “Mbak Dina ya? Wah, gue lihat TikTok-nya kemarin. Keren banget perjuangannya. Gue jadi pengen nyobain kopinya langsung,” kata salah satu pelanggan baru.

      Seiring waktu, mereka mulai belajar soal konsistensi rasa, manajemen stok, sampai ngatur karyawan tambahan. Nggak semua mulus. Pernah juga mereka salah prediksi bahan baku dan kehabisan susu di tengah jam sibuk.

      “Gue panik banget, Di. Kita harus belajar dari kesalahan ini,” ujar Aldi waktu itu.

      Tapi dari situ, mereka belajar lebih disiplin. Dina bahkan ikut pelatihan barista online biar resepnya makin mantap.

      Enam bulan berjalan, Kopi Susu Kekinian punya tiga booth di lokasi strategis. Mereka juga mulai menerima pesanan lewat aplikasi online. Konsep mereka tetap sama: kopi susu enak, harga terjangkau, dan tampilan yang menarik.

      Mereka juga rajin dengerin feedback pelanggan. Ada yang minta less sugar, jadi mereka bikin opsi “manis normal” dan “manis dikit”. Ada yang nggak suka es, jadi disiapin juga versi hot-nya.

      baca juga

      “Gue seneng banget, kita tuh beneran berkembang bareng pelanggan. Dari awalnya cuma iseng, sekarang kita punya bisnis yang jalan sendiri,” ujar Dina.

      Yang bikin mereka beda adalah pendekatan personalnya. Mereka sering tulis pesan-pesan kecil di botol kopi, kayak “Semangat kerja hari ini ya!” atau “Lo hebat udah bertahan sampai sekarang”. Dan itu ternyata bikin pelanggan balik lagi.

      Di tahun pertama, usaha mereka udah bisa balik modal dan mulai mikir buat bikin konsep coffee shop mini di dalam kontainer.

      “Biar lebih cozy, tapi tetap affordable. Kita tetap pegang konsep kopi buat semua kalangan,” kata Aldi.

      Cerita mereka jadi bukti kalau bisnis kopi belum mati, asal bisa adaptasi dan kasih nilai lebih. Kopi Susu Kekinian jadi bukti nyata kalau nikmat setiap hari bisa lahir dari ide sederhana dan konsistensi luar biasa.