Author: UKMS

  • Laserin: Obat Batuk Resep Keluarga yang Sudah Menasional

    ukms.or.id/ – Orang Indonesia yang pernah mengalami penyakit batuk, pasti mengenal Laserin. Namun, tidak banyak yang mengetahui asal usul Laserin.

    Bahkan, beberapa orang menganggap Laserin adalah obat impor. Kenyataannya, Laserin adalah produk obat asli Indonesia, yang berasal dari Tanah Minang. Bagaimana sejarah obat batuk Laserin yang sudah dikenal luas saat ini? Berikut kisahnya.

    Seperti produk lokal sebelumnya, terutama produk obat, Laserin berawal dari obat yang dibuat untuk konsumsi keluarga. Pembuatnya, Muliani Widjaja (almh) meramu beberapa bahan seperti jahe, sirih, cengkeh, hingga kayu manis.

    Karena obat tersebut manjur di kalangan keluarga, masyarakat di sekitarnya pun ingin mencoba. Pada 1931, Laserin menjadi populer di kalangan masyarakat sekitar dan kemudian mulai diproduksi dalam skala kecil secara home industry. Pasar utamanya belum seluas saat ini, yaitu masih di wilayah asal pembuatnya, Padang, dan seluruh wilayah Sumatera Barat.

    Awal Mulai Brand Laserin mulai dikembangkan pada tahun 1974

    Dengan popularitas dan efektivitas yang terbukti, Laserin digemari oleh banyak orang. Jumlah produksi pun semakin meningkat dan penjualan pun naik dengan pesat. Pada 1947, keluarga Muliani Widjaja memutuskan untuk mengembangkan bisnis obat herbalnya dengan berpindah ke ibukota, Jakarta. Kemudian, ia pun mendirikan sebuah perusahaan farmasi di Jakarta yang diberi nama PT Mecosin Indonesia di Jakarta pada 1962. Perusahaan farmasi yang memproduksi Laserin dalam skala lebih besar tersebut juga mulai berkonsentrasi pada  ethical product.

    Awal perkembangan bisnis obat batuk herbal di Jakarta tidak serta merta mulus. Produksi Laserin pernah terhenti pada 1963 – 1965 karena situasi politik yang tidak menentu. Tidak lama kemudian, ketika sistuasi sudah membaik, PT Mecosin mulai bangkit kembali. Permintaan pasar yang maningkat dan produk-produk yang dihasilkan yang semakin banyak, membuat PT Mecosin beralih menggunakan automatic machine (mesin otomatis).

    Proses produksi yang dilakukan dengan mesin juga mendapat pengawasan melalui  quality control berdasarkan persyaratan dan ketentuan dari perusahaan farmasi yang ada pada sertifikan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Meski demikian, bahan baku yang digunakan tidak berubah, tetap mempertahankan resep keluarga di awal pembuatan menggunakan tanaman herbal alami.

    Penasaran dengan informasi lengkap kandungan dalam Laserin? Berikut adalah keterangan kandungan, dosis, dan khasiat pada obat batuk Laserin.

    Kandungan:

    1. Buah Kardamon 0,15 gram
    2. Cengkeh 0,6 gram
    3. Daun Saga 0,3 gram
    4. Daun Sirih 1,8 gram
    5. Jahe 6 gram
    6. Herba Euphorbiahirta 0,15 gram
    7. Sari Akar Manis 0,015 gram
    8. Daun Hibiscus 0,15 gram
    9. Minyak Permen 0,15 gram
    10. Mentha Arvensis 0,15 gram

    Dosis:

    • Dewasa, 1 -2 sdm, tiga kali sehari
    • Anak-anak 1 -2 sdt, tiga kali sehari

    Manfaat:

    Membantu meredakan batuk, muntah, sakit perut, masuk angin, dan melegakan pernapasan.

    Dilansir dari swa.co.id, Irawati Tirtodinoto (Product Manager PT Mecosin Indonesia) menyatakan bahwa Laserin memiliki kekhasan baik dari bahan dan rasa. Rasa yang dihasilkan dari perpaduan tanaman herbal seperti jahe, sirih, cengkeh, kayu manis, hingga akar pakis, bisa menciptakan rasa yang manis, hangat, dan mampu melegakan tenggorokan serta aman untuk ibu hamil sekalipun. Hal inilah yang membedakan Laserin dengan obat batuk lainnya yang berbahan baku kimia.

    PT Mecosin Sebagai Perusahaan Brand Laserin

    Masyarakat beberapa generasi mengenal Laserin sebagai obat batuk herbal alami yang aman dikonsumsi siapa saja tanpa efek samping dengan khasiat yang sudah terbukti. PT Mecosin senantiasa berkomitmen menjaga dan meningkatkan mutu produk dengan melakukan pemilihan bahan baku herbal alami yang berkualitas dan melakukan product development.

    Pengembangan produk melalui penelitian dilakukan dengan mempertahankan formulasi bahan-bahan alami, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen. Laserin juga menjelma sebagai brand extension yang diyakini memiliki kekuatan untuk produk-produk lain yang dikembangkan.

    Namun, sebuah bisnis pasti akan mengalami surut suatu waktu dan tidak terduga. Sebagai bisnis obat lokal, membuat PT Mecosin  perlu berupaya untuk mempertahankan eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap Laserin.

    Jika dulu Laserin merupakan obat yang bersifat universal untuk segala usia, kini PT Mecosin melakukan terobosan baru. Untuk memperluas pangsa pasar sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen secara spesifik, PT Mecosin memproduksi Laserin dalam dua varian, yakni Laserin Madu khusus untuk Anak.

    Startegy Marketing Branding Laserin

    Strategi yang disebut sebagai differentiated marketing tersebut merupakan hasil dari kajian kondisi masyarakat yang menghasilkan kesadaran bahwa ada potensi market anak-anak dan perbedaan kebutuhan antara konsumen dewasa dan anak.

    PT Mecosin juga melakukan inovasi dalam pengemasan produk. Laserin dikemas dalam botol berukuran 30 ml dan 110 ml sejak 1980an. Lalu berkembang, dengan kemasan 60 ml dan 225 ml pada 1990. Keempat kemasan tersebut masih ada hingga sekarang, hanya ada perubahan dari proses finishing packaging hingga perubahan kemasan bahan plastik menjadi PET berdasarkan standar pemakaian obat. Lalu, dengan perkembangan adanya Laserin Madu untuk anak, kemasan Laserin Madu juga tidak jauh berbeda dengan Laserin untuk dewasa, yaitu botol ukuran 30 ml, 60 ml, dan 110 ml.

    Selain inovasi dalam pengemasan, PT Mecosin juga berupaya dalam pengiklanan. Dengan popularitas yang sudah meluas, tidak sulit membuat Laserin semakin dikenal. Pada 1991 – 1992 dan 1996 – 2002, Dewi Yull dipercaya menjadi brand ambassador  Laserin. Ia juga menjadi artis terlama yang menjadi brand ambassador Laserin, tak heran jika Laserin diidentikkan dengan dirinya. Beberapa public figure yang pernah menjadi brand ambassador Laserin adalah Nungki Kusumastuti, Cyndi Cenora, Anjasmara, Dian Nitami, dan beberapa lainnya hingga 2003.

    Sekarang, Laserin tidak memiliki brand ambassador. Namun, Laserin tetap meningkatkan eksistensinya di masyarakat dengan mengadakan event istimewa seperti acara hiburan hingga kegiatan sosial, pada waktu-waktu tertentu di beberapa tempat secara kontinyu. Hal ini diyakini mampu mndekatkan kebeeradaan Laserin dengan konsumen.

    baca juga

      Target Penjualan Laserin

      Soal harga, PT Mecosin juga menyesuaikan dengan target pasar. Pada 2011, penjualan Laserin rata-rata per bulan bisa mencapai 2,1 juta botol dengan harga Rp 3500 – RP 4000. Nilai tersebut bisa mengalami kenaikan harga hingga 10% tiap tahun. Hingga akhir 2017 lalu, harga tersebut berubah yaitu Rp 4500 – Rp 16.500 untuk Laserin Syrup dan Rp 5000 – Rp 17.800 untuk Laserin Syrup dengan Madu.

      Satu hal yang bisa disimpulkan dari kisah perjalanan bisnis obat lokal Laserin adalah bahwa segala jenis usaha/bisnis yang sudah berjaya, tidak bisa sukses selamanya. Untuk itu, meski sebuah produk telah dikenal luas dan bermanfaat bagi banyak orang, seorang pebisnis harus bisa membuat produknya tetap bertahan dan bisa lebih lama dikenal dan dirasakan manfaatnya.

      baca juga Panduan Bisnis Online – Pengertian, Tips, dan Ide Bisnis Online Terlengkap 2018

      Tentu membangun perusahaan yang bisa memproduksi dalam jumlah besar adalah langkah penting yang pasti bisa menunjang perkembangan dan kemajuan sebuah produk. Namun, prinsip untuk tetap berpegang pada warisan yang membawa produk tersebut berjaya, harus selalu diingat. Dan jangan lupa, untuk melakukan inovasi dan kreasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.



    • Koffie Fabriek Aroma: Kopi Legendaris yang Wajib Dinikmati Para Pecinta Kopi

      ukms.or.id/ – Bandung, kota kembang dengan beribu pesona. Bandung terkenal dengan wisata alam, wisata kuliner, hingga wisata budayanya. Kota yang dijuluki Paris van Java ini pun menjadi tempat berkembangnya bisnis-bisnis lokal yang sukses. Salah satu usaha yang sukses dan melegenda di Bandung, adalah Koffie Fabriek Aroma, atau yang biasa disebut Kopi Aroma.

      Bagi warga Bandung, Kopi Aroma sudah menjadi bagian dari identitas Bandung. Karena itu, jika Anda pecinta kopi, tidak lengkap rasanya ketika berkunjung ke Bandung namun melewatkan kenikmatan Kopi Aroma. Kopi Aroma memiliki ciri khas dan keunikan yang menjadikannya ‘bukan sembarang kopi’. Legenda Kopi Aroma setidaknya bisa Anda ketahui dari cerita pembuatannya yang bersejarah.

      Kopi Aroma berdiri menjadi sebuah toko sekaligus pabrik kopi sejak 1930. Kopi Aroma menyediakan pilihan dua macam kopi, yaitu kopi robusta, yang diperoleh dari kebun kopi di Lampung, dan kopi arabika, yang diperoleh dari kebun kopi di Aceh, Medan, dan Toraja.

      Pengolahan Kopi Fabriek

      Kenikmatan Kopi Aroma didapatkan sejak dari proses pengolahan. Kopi yang digunakan adalah biji kopi lokal dengan kualitas yang terjamin, mulai dari proses pemetikan hanya pada biji kopi yang sudah merah, pengeringan dengan sinar matahari langsung, pemeraman selama lima tahun untuk kopi robusta dan delapan tahun untuk kopi arabika, hingga pemanggangan.

      Proses pengeraman selama bertahun-tahun tersebut membuat kopi benar-benar siap olah dan mengurangi kadar asam kopi yang bisa menyebabkan kembung.

      Pemanggangan kopi dilakukan menggunakan mesin pemanggang kopi buatan Jerman yang tidak pernah diganti, hingga lebih dari tiga per empat abad. Bahan bakarnya pun unik, yaitu limbah kebun karet yang didatangkan dari Sukabumi dan Cianjur. Kayu karet yang digunakan dalam proses pembakaran tersebutlah yang bisa menjaga panas secara stabil pada proses pemanggangan sekaligus membuat aroma kopi semakin sedap.

      Setelah dipanggang selama dua jam dalam suhu 120° celcius, kopi diproses lagi dalam mesin penapis untuk memisahkan kopi kualitas prima (bobot berat) dengan kopi kualitas kedua (bobot ringan). Istimewanya, hanya kopi dengan kualitas prima terbaik yang digiling dan dijual di Toko Kopi Aroma.

      Bahkan, semua proses pembuatannya, dilakukan secara manual oleh Widya Pratama, generasi kedua pemilik Kopi Aroma, dengan bantuan beberapa pegawainya. Proses pembuatannya pun sama persis seperti kali pertama Kopi Aroma didirikan oleh Tan Houw Sian, ayah Widya Pratama.

      Keunikan Dari KOPI Aroma Asal Bandung

      Keunikan lainnya dari Kopi Aroma adalah bentuk bangunan yang masih sama seperti pertama berdiri pada 1930. Kental dengan kesan kuno, berdinding bata merah, bertiang besi, dan beratap seng tebal. Selain itu, proses pengemasan kopi sangat sederhana.

      Kopi yang sudah digiling, dibungkus dengan kertas berbahan daun, dilapisi dengan bungkus plastik, kemudian direkat menggunakan stapler. Kemasan kopi yang digunakan pun masih dengan desain lama dengan tulisan bahasa Belanda, “Koffie Fabriek Aroma”.

      Kini, Widya Pratama yang sudah memegang tongkat estafet sejak 1971, berhasil meningkatkan eksistensi Kopi Aroma. Ia terus mengembangkan bisnis keluarga tersebut dengan terus menyebarluaskan ke seluruh Indonesia. Bahkan, para pecinta kopi di luar Indonesia mengakui kenikmatan Kopi Aroma.

      Beberapa negara yang sudah menjadi pelanggan setia Kopi Aroma yaitu Australia, Jepang, Belanda, Kanada, dan Amerika Serikat. Hal ini membuktikan bahwa Kopi Aroma sudah menjadi salah satu komoditas produk ekspor yang membanggakan.

      Varian Kopi Arabika dan Robusta

      Kopi Aroma yang tersedia dalam varian moka arabika dan kopi robusta, dihargai Rp 12.500 – Rp 17.500. Harga tersebut bisa naik 10% tiap tahun. Namun, Anda sudah pasti tidak akan merasa rugi, karena dengan harga yang hanya beberapa belas ribu, Anda sudah bisa membawa kopi berkualitas yang terbuat dari 100% kopi tanpa tambahan essens apapun.

      Sang pemilik Widya Pratama, selalu menyarankan pada pembeli kopinya untuk menyimpan kopi di wadah kaca dengan tutup kedap udara dan di tempat yang dingin dan kering seperti kulkas, agar tetap terjaga cita rasanya. Widya Pratama juga menambahkan, meski hanya ada tanggal pengemasan, kopi sebaiknya dinikmati selama tiga bulan setelah dibeli. Lebih dari itu, aroma sedap kopi sudah tidak terjamin lagi.

      Untuk menikmati aroma dan rasa kopi secara maksimal, laki-laki yang berusia hampir 57 tahun tersebut memiliki resep rahasia yang bisa Anda terapkan.

      Cara Menikmati KOpi Ala KopI Fabriek

      Kuncinya yaitu ada pada air dan proses penyeduhan. Air yang digunakan untuk menyeduh kopi sebaiknya air mendidih, bukan sekadar panas. Ia menyarankan untuk menggunakan cangkir daripada gelas, karena cangkir lebih lama menjaga panas. Kemudian, seduh kopi hingga muncul busa halus di permukaan, dan diamkan selama kurang lebih satu menit. Lalu, tambahkan gula dengan takaran 1:2 dari kopi, satu untuk gula dan dua untuk kopi (setengah dari takaran kopi).

      Gula ditambahkan di akhir agar panas kopi tidak tetap terkonsentrasi pada pelarutan bubuk kopi. Ketika gula sudah larut dan kopi dalam keadaan hangat mengepul, Anda bisa membuktikan kenikmatan Kopi Aroma.

      Ditanya tentang rahasia pertahanan bisnis puluhan tahun tersebut, Widya Pratama menyebutkan kuncinya terletak pada kualitas produk dan pelayanan. Dilansir dari kontan.co.id, ia membatasi aktivitas produksi kopi, dengan kata lain dalam sekali produksi harus habis dalam satu hari.

      Cara tersebut diyakini bisa membuat kualitas kopi terjaga dan pelanggannya bisa mendapatkan kopi yang dibuat di hari pembelian. Pria kelahiran 1952 tersebut juga memaparkan bahwa pembelian kopi dibatasi 5 – 10 kg kopi setiap hari karena produksinya pun terbatas dan agar lebih banyak orang bisa membeli Kopi Aroma.

      baca juga

        Perjalanan Sepanjang 88 Tahun KOpi Fabrik

        Pelayanannya selalu diutamakan agar pelanggan merasa puas. Jika Anda berkunjung ke toko sekaligus pabrik kopi yang sudah berdiri hampir 88 tahun tersebut, Anda tidak hanya bisa mendapatkan kopi yang terjamin nikmatnya dengan harga terjangkau. Anda juga bisa melihat proses pembuatan kopi dan dipandu langsung oleh pemiliknya.

        Segala pertanyaan mengenai kopi dan pembuatannya, siap dijawab oleh Widya Pratama. Namun, jika ditanya tentang omzet, ia enggan menyebutkan. Ia mengaku omzet yang didapatkan selalu meningkat dari waktu ke waktu. Meski demikian, ia tidak berencana memperbesar bisnis Kopi Aroma.

        Menurutnya, skala bisnisnya sudah cukup dan sesuai dengan kemampuannya. Jika diperbesar, kualitas produk dan pelayanan bisa menurun. Di sisi lain, ia tidak berbisnis untuk sekadar mencari uang melainkan untuk mempertanggungjawabkan hasil usahanya kepada Tuhan melalui kejujuran pada konsumennya yang sudah membayar.

        Tertarik menikmati Kopi Aroma? Datang saja ke Jalan Banceuy No. 51, Bandung, Jawa Barat. Anda tidak hanya mendapatkan kopi lokal yang nikmat dan berkualitas dengan harga terjangkau di sana. Anda juga bisa melihat proses pembuatan kopi secara langsung dan mendapatkan pengetahuan baru tentang kopi dari pemiliknya. Tentu saja, Anda pelayanan yang Anda dapatkan tidak dipungut biaya.

        Percayalah, jika Anda pecinta kopi, kedatangan pertama Anda akan membuat Anda ingin datang lagi setiap berkunjung ke Kota Bandung



      • Sabun B29: Solusi di Tengah Kelangkaan dan Kemahalan Sabun di Zamannya

        ukms.or.id/ – Jika Anda adalah ibu rumah tangga, pasti tidak asing dengan sabun merk B29. Hingga saat ini, Anda masih bisa menemukan sabun buatan PT Sinar Antjol tersebut. Menurut sejarah, Sabun B29 adalah salah satu produk lokal tertua. Sabun B29 beredar pada tahun 1940an, yang menjadi solusi ketika terjadi kelangkaan sabun yang banyak dibutuhkan ibu-ibu rumah tangga.

        Setiap orang, terutama ibu rumah tangga hampir setiap hari menggunakan sabun. Sabun menjadi barang wajib yang digunakan dalam proses membersihkan, mulai dari membersihkan peralatan memasak, mencuci baju, membersihkan kaca, hingga untuk urusan mandi. Karena itu, sabun tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan keseharian.

        Sabun jaman Jadul Yang Melegenda

        Salah satu produk sabun yang terkenal pada 1940-an adalah Sabun B29. Merk sabun yang diproduksi oleh PT Sinar Antjol tersebut memiliki kisahnya tersendiri. Bermula dari keprihatinan seorang pria perantau dari Mojokerto, bernama Sewu Gunawan. Pada tahun 1930, keberadaan sabun Tjap Tangan, produksi Unilever, tiba-tiba langka. Bila ada, harganya pun mahal, sehingga banyak ibu rumah tangga yang mengeluh karena merasa tidak mampu membeli sabun sampai tidak bisa mencuci baju, perkakas rumah, hingga mandi.

        Sewu Gunawan pun ingin membantu kesulitan yang dialami para konsumen sabun. Ia meminta bantuan pada gurunya agar bisa mengganti kaustik soda (bahan utama sabun). Akhirnya ia berhasil menciptakan sabun dengan bahan baku gula dari tebu yang lebih ekonomis dan mudah didapatkan.

        Sekitar 1942, Sewu Gunawan membangun sebuah pabrik rumahan di atas lahan berukuran 300 meter persegi di Jalan Malaka, Jakarta Pusat. Ia kemudian mendaftarkan merk Sabun B29 dan merekrut seratus pegawai untuk memproduksi sabun dalam jumlah besar. Memang keberadaan Sabun B29 tidak sepopuler Sabun Tjap Tangan yang di masa itu sudah meluas ke mana-mana. Ia hanya ingin membantu kesulitan para ibu rumah tangga dengan memproduksi sabun sebanyak-banyaknya dengan harga lebih murah.

        Startegy Harga Yang Murah

        Dengan harganya yang murah, Sabun B29 langsung mendapat respon positif. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat masyarakat, terutama ibu rumah tangga agar menjadi konsumen setia Sabun B29. Hal ini didukung dengan terobosan baru yang diciptakan oleh PT Sinar Antjol yaitu membuat sabun berbentuk krim (detergent cream) atau yang terkenal dengan sebutan sabun colek, pada 1970. Ketika itu, produk sabun yang sering digunakan adalah sabun dalam bentuk bubuk.

        Menurut Eka Gunawan, anak bungsu Sewu Gunawan, sabun dalam bentuk bubuk sebenarnya adalah hasil dari sabun berbentuk krim yang dikeringkan. Karena itu, ayahnya berpikiran, “ Jika pada akhirnya akan dibasahi dengan air, mengapa tidak dijual dalam bentuk krim saja?”. Selain itu, dengan memproduksi sabun dalam bentuk krim, dapat menghemat biaya produksi sehingga tidak perlu menggunakan mesin pengering.  Sabun colek B29 juga dibuat dengan multifungsi, bisa digunakan untuk mencuci piring, mencuci baju, hingga mencuci mobil.

        Untuk mempromosikan terobosan barunya, PT Sinar Antjol membuat sebuah iklan dengan Suratmi, pelawak wanita, sebagai pemerannya. Dengan gayanya yang kenes, Suratmi mengajak para ibu memakai sabun colek B29. Keberadaan sabun colek B29 langsung mewabah ke seluruh penjuru Indonesia, hingga Suratmi pun menjadi ikon dari Sabun colek B29 dan lebih dikenal dengan nama “Ratmi B29”.

        Kewalahan Memenuhi Permintaan Yang Membludak

        Popularitas yang kian pesat, membuat Sabun B29 menjadi idola banyak orang. PT Sinar Antjol pun mengklaim bahwa Sabun B29 telah menguasai 80% pasar sabun di masa itu. Bahkan, karena banyaknya permintaan, PT Sinar Antjol kewalahan memproduksi Sabun B29 dan tidak bisa memenuhi permintaan pasar dalam waktu singkat. Dari usaha yang bertujuan membantu, menjadi bisnis dengan banyak untung.

        Namun, yang namanya bisnis, pasti selalu mengalami masa pasang dan surut. Pada 1980an, tingkat penjualan Sabun B29 mengalami penurunan karena banyak merk sabun serupa yang mulai bermunculan di pasaran. Eka Gunawan yang diserahi tongkat estafet bisnis pada 1991, pun mulai menyusun strategi untuk mengembalikan kejayaan Sabun B29.

        Ia mulai menargetkan pasar luar negeri yang belum tersentuh dengan produk sabun sejenis. Awalnya ia mengekspor sabun ke Uni Soviet (Rusia), namun penjualannya mengalami gangguan karena ada masalah politik dalam negeri Uni Soviet. Ia kemudian beralih ke negara-negara di Afrika. Alhasil, penjualannya pun meningkat dan Sabun B29 menjadi produk Indonesia pertama yang masuk ke negara dengan mayoritas orang berkulit hitam tersebut.

        baca juga

          Export Ke Luar Negri

          Dengan keberhasilan ekspor ke luar Indonesia, permintaan Sabun B29 pun membludak hingga dua kali lipat, di masa krisis ekonomi 1997. Namun, keadaan tersebut tidak dapat mengatasi dampak krisis ekonomi secara menyeluruh. Untuk menekan biaya, PT Sinar Antjol pun terpaksa memangkas jam kerja para pegawainya, dari tiga shift menjadi satu shift. Meski demikian, tidak ada pemberhentian paksa (PHK). Ketika krisis perlahan berakhir dan keadaan ekonomi mulai stabil, Eka Gunawan mulai merencanakan strategi baru untuk meukms.or.id/dik pasar dalam negeri.

          Dengan berbagai upaya yang dilakukan, faktanya tidak mudah mengembalikan kejayaan masa lalu. Sabun B29 kalah agresif dengan merk-merk baru yang gencar melakukan promosi. Hal ini diakui Eka Gunawan, karena sebagian besar dana perusahaan digunakan untuk riset dan pengembangan untuk menjaga dan meningkatkan mutu produk. Selain itu, Sabun B29 juga tidak hanya bersaing dengan produk sabun skala nasional tetapi juga produk sabun lokal. Di tahun 2012, Sabun B29 hanya menguasai 10% pasar sabun nasional.

          Meski sulit menjadi penguasai di pasar sabun nasional, tidak membuat Eka Gunawan berhenti berusaha. Komitmen untuk menyediakan sabun dengan harga ekonomis dan berkualitas tetap diutamakan. Strategi untuk memasarkan Sabun B29 di luar Indonesia juga tetap ia teruskan. Hasilnya, pada 2015 lalu, Sabun B29 mendapat apresiasi dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang menemukan salah satu produk sabun tertua buatan Indonesia di Ethiopia.

          Expansi Dari PT SINAR ANTJOL

          Untuk itu, Eka Gunawan akan terus berusaha menjaga dan memajukan perusahaan warisan keluarganya. Sekarang PT Sinar Antjol juga memproduksi banyak varian produk sabun dalam skala nasional mulai dari sabun batangan, pembersih lantai, pencuci perkakas dapur, pencuci tangan, hingga laundry bar. PT Sinar Antjol juga memunculkan beberapa merk dagang seperti Ayu, Sehat, Kris, Intense, Citrus, dan Medisoft.

          Dengan mengetahui kisah kesuksesan Sabun B29, Anda pasti sudah belajar suatu hal. Dari beberapa hal, yang patut Anda utamakan adalah bahwa dalam memulai usaha, jangan hanya terpatok pada keuntungan semata. Memanfaatkan peluang dari keadaan sosial di masyarakat juga menjadi poin penting.

          Sabun B29 dibuat dengan tujuan membantu permasalahan ibu rumah tangga ketika sabun langka dan harganya mahal. Tujuan baik tersebut memiliki timbal balik positif yang memberi keuntungan lebih banyak. Di samping itu, dari surutnya popularitas Sabun B29 juga memberi pelajaran bagi Anda bahwa sebuah produk bisa terjaga eksistensinya tidak hanya melalui kualitas yang baik, namun juga dengan pengaruh iklan yang disebarluaskan dengan gencar.



        • Kacamata Optik Tunggal

          ukms.or.id/ – Kacamata, benda yang diciptakan untuk membantu orang dengan gangguan penglihatan tersebut sudah beralih menjadi bagian dari fesyen kekinian. Banyak orang yang menggunakan kacamata sebagai pelengkap gaya berbusana dalam berbagai kesempatan, mulai dari travelling ke pantai, menghadiri pesta, hingga sekadar berjalan-jalan di hari libur.

          Kacamata ditemukan sejak 3000 tahun lalu oleh Bangsa Niniwe, yang terbuat dari kristal dan digunakan sebagai kaca pembesar. Pada abad XII, kacamata mulai berkembang di Cina dan Eropa. Permintaan kacamata pun semakin banyak hingga produksi kacamata menaik tajam meski dengan kualitas lensa yang sederhana dengan penggunaan yang hanya ditempel ke wajah.

          Beberapa tahun kemudian, kacamata mulai didesain ulang agar lebih mudah digunakan, mulai dari memberi rantai, dikaitkan pada topi, hingga dikaitkan pada telinga seperti saat ini. Berbagai perkembangan kacamata pun terjadi, seperti penemuan kacamata bifokus dengan lensa cembung oleh Benjamin Franklin pada 1784, penemuan lensa cembung cekung yang menyatu pada 1908-1910, hingga pembuatan lensa kontak dengan harga terjangkau pada 1990.

          Dengan peralihan fungsi kacamata, banyak toko penjual kacamata atau yang biasa disebut optik, turut upgrade. Dari yang dulu menjual dan melayani kacamata untuk orang dengan gangguan penglihatan, kini turut menyediakan berbagai kacamata untuk fesyen dengan beragam merk. Salah satunya, Optik Tunggal.

          Optik Tunggal Sebagai Salah Satu OPtik Terbesar di Indonesia

          Optik Tunggal adalah salah satu optik terbesar yang bersejarah dan  berpengalaman. Dulunya, Optik Tunggal bernama C. Fielen OD yang didirikan pada 1929. Nama C. Fielen OD keudian diubah menjadi Optik Tunggal pada 1956. Dengan visi “Selangkah lebih maju dari optik lain di Indonesia”, Optik Tunggal memiliki motto “Best Service, Best Quality, Best Choice”.

          Best Service berarti mengutamakan pelayanan berdasarkan kebutuhan customer dan dilayani oleh sumber daya yang dilatih secara berkesinambungan dan profesional. Best Quality berarti menyediakan produk unggulan dengan teknologi terkini, didukung oleh peralatan pemeriksaan mata dan laboratorium lensa berteknologi mutakhir. Dan, Best Choice berarti mengutamakan pelayanan berdasarkan kebutuhan customer dengan memberikan garansi All Risk selama satu tahun.

          Optik Tunggal, yang kini dikelola oleh Alex F. Kurniawan, juga menjadi salah satu penggagas berdirinya Gapopin (Gabungan Pengusaha Optik Indonesia). Sebagai bagian dari Gapopin, Optik Tunggal turut serta mengajak seluruh optik di Indonesia untuk menjunjung tinggi profesionalisme dan memiliki standar alat pemeriksaan kesehatan yang mumpuni.

          Perkembangan Tren Fashion Kacamata

          Seiring berkembangnya trend fashion item kacamata, Optik Tunggal selalu menyediakan berbagai kacamata berkualitas high brand yang terpercaya, yiatu Aguis B. Lunettes, Edgy, Anna Hickman, Davidoff, Jaguar, Levi’s, Marius Morel, New Balance, Menrad, Morgan, Spyder, Rebel, Zeiss, Diesel, Vogue, Burberry dan banyak lainnya. Banyaknya eyewear yang high brand tersebut menjadikan Optik Tunggal sebagai penyedia kacamata yang terpercaya dengan kualitas terbaik dan produk yang classy.

          Selain kacamata, seperti optik lainnya, Optik Tunggal juga menyediakan eye wear sebagai penunjang kemampuan penglihatan dan fesyen item, yaitu frame, lensa dan contact lens (soft lens). Optik Tunggal memiliki banyak koleksi frame yang disesuaikan dengan trend dan kebutuhan customer, mulai dari wayfarer, d-frame, cat eye, wrap around, shield, club master,novelty, aviator, oversized, hingga round/vintage.

          Untuk lensa, Optik Tunggal menyediakan lensa dengan merk Zeiss dan Parva-Visty. Dan, untuk contact lens (softlens), Optik Tunggal menyediakan dua jenis yaitu clear lens, untuk pemakaian harian (daily) dan bulanan (monthly), dan coloured lens, yang terdiri atas axcent coloured, edgy color, selexyz color, dan qurious color. Harga yang diberikan oleh Optik Tunggal juga beragam, mulai dari Rp 1.000.000,- hingga Rp 5.000.000,- dan harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu bergantung brand kacamata tertentu.

          Optik Tunggal Next Generation

          Optik Tunggal tidak hanya menjadi salah satu optik yang menyediakan produk eye wear yang high brand tetapi juga menjadi optik pertama di Indonesia yang mendirikan optik khusus untuk anak. Tepatnya, pada 2017 lalu, Optik Tunggal mengadakan launching secara resmi “Optik Tunggal Next Generation”.

          Optik Tunggal Next Generation yang dibuka di Mal Kelapa Gading tersebut memiliki tiga keunggulan, yakni optician yang dilatih dengan standar Optometry Pediatric dari Filipina, penyediaan ruang tunggu dan ruang pemeriksaan terbuka yang menyenangkan untuk anak-anak, dan kacamata dengan berbagai lensa dan frame yang dibuat secara khusus untuk anak-anak hingga remaja.

          Salah satu terobosan terbaru yang diberikan pada setiap kacamata di Optik Tunggal Next Generation adalah teknologi blue protect yang bisa melindungi anak dari sinar biru yang dipancarkan oleh gandget masa kini. Hal ini dikembangkan berdasarkan kebiasaan anak-anak zaman sekarang yang hampir setiap hari selalu menggunakan gadget seperti smartphone hingga komputer, yang bisa memantulkan sinar biru ke mata.

          baca juga

            Penawaran Terbaik Untuk Customer Optik Tunggal

            Optik Tunggal selalu memberikan penawaran terbaik untuk customernya. Di antaranya adalah garansi “All Risk” yang berlaku untuk semua jenis kacamata yang dibeli di Optik Tunggal dengan berbagai kerusakan seperti retak, beret, hingga pecah, yang berlaku selama satu tahun penuh. Garansi tersebut tidak hanya berupa perbaikan, namun juga penggantian lensa baru yang sesuai. Untuk frame, Optik Tunggal hanya memberikan garansi untuk misproducts (manufacturing defect) yaitu kerusakan yang disebabkan oleh proses produksi kacamata dari asal pembuatannya.

            Optik Tunggal juga selalu memberikan special gift pada event tertentu. Pada November 2017 lalu misalnya, Optik Tunggal memberikan layanan pemeriksaan mata gratis untuk anak pada acara wisata sejarah bahari yang diadakan oleh Lions Club Jakarta Monas (LCJM). Tidak hanya itu, Optik Tunggal juga memberikan hadiah setiap year end sale berupa diskon untuk nominal pembelian tertentu, hingga cash back untuk pembelian produk eye wear tertentu (seperti frame atau soft lens).

            Dalam memajukan kualitas kacamata yang dijualnya, Optik Tunggal juga menggandeng brand terkenal, seperti Zeiss. Pada Desember 2017 lalu, Optik Tunggal bersama Zeiss, berencana membuka 26 cabang Zeiss Vision Center hingga 2020. Hal tersebut merupakan pencapaian yang besar karena Optik Tunggal menjadi pemilik pertama laboratorium yang telah diakui dengan akreditasi oleh Zeiss, selain laboratorium Zeiss yang berada di Jerman, India, dan Cina.

            baca juga

               

              100 Cabang Yang Tersebar Di Nusantara

              Kini Optik Tunggal tidak hanya menjadi bisnis lokal yang ahli di bidangnya. Optik Tunggal sudah mampu bersaing dengan bisnis serupa baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan kepemilikan 100 cabang yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, Optik Tungga menjadi pesaing bisnis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

              Tentu saja bukan perkara mudah mempertahankan bisnis hingga hampir seukms.or.id/lan puluh tahun. Dibutuhkan kerja keras dengan inovasi yang kreatif untuk memajukan, mengembangkan, dan mempertahankan sebauh bisnis, terutama bisnis fashion item.

              Upaya-upaya Optik Tunggal mulai dari upgrade teknologi, selalu mengikuti trend fashion kekinian, hingga mengajak kerja sama produsen kacamata berkualitas taraf internasional, membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Komitmen Optik Tunggal yang senantiasa mengutamakan kualitas produk dan pelayanan juga membuat Optik Tunggal menjadi kepercayaan banyak orang.

              Meski pesaing di kancah bisnis optik semakin bertambah, tidak membuat Optik Tunggal mengurangi usaha apalagi berhenti berkreasi. Pesaing di dunia bisnis sejatinya adalah tantangan yang harus diatasi secara positif. Demikian pula dengan Optik Tunggal yang kini sudah berhasil menciptakan inovasi baru dalam bisnis optik, yaitu Optik Tunggal Next Generation dan Zeiss Vision Center pertama di Indonesia.

              Membanggakan bukan?



            • Kecap Bango: Bisnis Legendaris Pemanis Masakan Indonesia

              ukms.or.id/ – Indonesia tidak bisa lepas dari ragam kuliner, mulai dari makanan ringan hingga masakan khas daerah yang membuat penikmatnya ketagihan. Bahkan, orang luar Indonesia pun banyak yang mengakui kuliner Indonesia sebagai kuliner dengan cita rasa unik dan cocok untuk semua lidah. Ciri khas masakan Indonesia yang sudah diakui dunia, tidak lepas dari berbagai faktor, mulai dari cara memasak hingga bahan dan bumbu yang digunakan. Seasoning yang digemari hampir oleh semua penikmat kuliner Indonesia adalah kecap.

              Siapa yang tidak mengenal kecap? Si hitam manis yang bisa meningkatkan cita rasa makanan menjadi lebih lezat. Di Indonesia, banyak produk kecap yang digemari banyak orang, mulai dari kecap buatan lokal di beberapa daerah, kecap lokal yang tersebar di seluruh Indonesia, hingga kecap yang tidak hanya manis (kecap asin). Salah satu produsen kecap tertua di Indonesia adalah PT Anugerah Setia Lestari yang membuat Kecap Bango sejak 1928.

              Sejarah Kecap Bango Dari Tangerang

              Menurut sejarahnya, Kecap Bango awalnya adalah produk insudtri rumahan yang dimulai oleh Tjoa Pit Boen atau yang dikenal dengan nama Yunus Kartadinata, di daerah Benteng, Tangerang, Jawa Barat. Ia kali pertama menjual kecap buatannya di garasi rumah yang diubah menjadi sebuah toko kecil. Brand produk yang diciptakannya pun mengandung makna filosofi, yaitu harapan agar Kecap Bango buatannya bisa terbang tinggi ke seluruh Indonesia hingga luar negeri seperti burung bangau.

              Semakin lama, bisnis kecapnya semakin berkembang hingga ia bisa mendirikan pabrik kecap di Jalan Asem Lama (sekarang Jalan Wahid Hasyim), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari situlah Kecap Bango semakin populer hingga ke seluruh wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

              Pada 1992, melihat perkembangan bisnis Kecap Bango yang pesat, PT Unilever Indonesia ingin mengakuisisi merk dagang dan bisnis Kecap Bango. Hingga pada 2001, Kecap Bango resmi menjadi produk di bawah naungan PT Unilever Indonesia. Tampilan merk, logo dan kemasan pun diubah oleh PT Unilever Indonesia, termasuk nama produk pada kemasan yang awalnya ”Kecap Bango” menjadi “Bango” saja.

              Setelah diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar, pamor Kecap Bango semakin menaik drastis hingga dikenal oleh masyarakat di luar Jakarta dan Jawa Barat. Dengan kemajuan tersebut, keluarga Kartadinata dan PT Unilever Indonesia sepakat membentuk perusahaan bersama yakni PT Anugrah Lever. Keluarga Kartadinata menguasai saham sebesar 35% sedangkan sisanya yakni 65% dimiliki oleh PT Unilever Indonesia. Perusahaan tersebut tidak hanya memasarkan kecap, namun juga memasarkan sambal dan saus dengan merk Bango. Namun, pada 2007, sisa saham Bango milik keluarga Kartadinata telah diakuisisi oleh PT Unilever Indonesia.

              Jawara Kecap Nasional

              Dilansir dari Swa, Ainul Yaqin, Foods Director of Unilever Indonesia menyatakan bahwa Kecap Bango telah menjadi jawara kecap nasional sejak diakuisisi oleh PT Unilever Indonesia. Namanya semakin meroket ke seluruh pelosok negeri, karena upaya PT Unilever Indonesia melakukan pembenahan seperti branding, distribusi, hingga perhelatan kuliner.

              Dari beberapa survei lembaga riset seperti Nielsen, produk kecap yang sempat populer dengan jargon “Rasa memang tidak pernah bohong” tersebut berhasil menjadi pemimpin bisnis pembuatan kecap di tanah air. Ainul Yaqin pun mengklaim bahwa Kecap Bango  sudah memberikan kontribusi 5% untuk PT Unilever Indonesia dengan pertumbuhan yang berkali lipat setiap tahun.

              Ditanya mengenai strategi Bango sebagai raja kecap hingga seukms.or.id/lan puluh tahun sejak pembuatannya, Ainul Yaqin memaparkan empat hal penting yang menjadi kunci kesuksesan Kecap Bango, yakni sebagai berikut

              1. Merk Bagus yang Menjaga Kualitas Sepenuh Hati

              Kecap Bango dikenal dan disukai banyak orang, bukan tanpa alasan. Sama halnya seperti produk lainnya, Kecap Bango selalu berusaha menjaga cita rasa yang khas dengan menggunakan bahan alami yang berkualitas. Bahan alami pilihan tersebut di antaranya adalah gula, sari kacang kedelai hitam, air dan garam. Kedelai hitam yang digunakan sebagai bahan baku Kecap Bango menjadi penentu rasa yang dominan.

              baca juga

                Kedelai hitam berkualitas yang digunakan dalam pembuatan Kecap Bango yaitu Kedelai Malika. Dengan bahan baku alami pilihan dan proses pembuatan berteknologi canggih, Kecap Bango berhasil menjadi idola banyak orang hingga bertahun-tahun lamanya.

                1. Menempatkan Produk sebagai Pemeran Penting dalam Kuliner Indonesia

                Kecap menjadi salah satu bumbu yang sering digunakan pada masakan khas Indonesia. Menyadari hal tersebut, Kecap Bango ingin berperan penting untuk menjaga warisan kuliner Indonesia. Upaya tesebut didukung dengan konsistensi kualitas Kecap Bango yang bisa menciptakan rasa dan warna yang khas pada masakan.

                1. Kerjasama dengan Pihak Luar

                Untuk mempertahankan kualitas dan popularitas Kecap Bango, PT Unilever Indonesia tidak hanya bekerja mandiri. Sekitar awala 2000-an, PT Unilever menggandeng Universitas Gadjah Mada untuk menghasilkan kedelai hitam berkualitas yaitu kedelai Malika. Usaha tersebut dilakukan oleh keduanya melalui peukms.or.id/naan 9000 petani dan perluasan lahan pertanian kedelai hitam Malika, dari lima hektare menjadi 1.600 hektare.

                Selain itu, Kecap Bango juga menjaga eksistensi dengan mengadakan banyak acara yang menarik minat penikmat kuliner, yaitu “Festival Jajanan Bango” (FJB) dan program televisi “Bango Cita Rasa Nusantara”. Festival Jajanan Bango (FJB) biasanya diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia dengan menggandeng berbagai wirausahawan kuliner tradisional Indonesia, sedangkan program televisi “Bango Cita Rasa Nusantara” melibatkan ikon pelestarian warisan kuliner dengan menggandeng pakar kuliner Indonesia. Keduanya tidak hanya bertujuan untuk eksistensi Kecap Bango, melainkan juga sebagai upaya melestarikan warisan kuliner Indonesia.

                1. Pengembangan Produk secara Inovatif dan Kreatif

                Tidak ada sebuah bisnis yang sendiri, setiap bisnis yang tercipta akan selalu memiliki pesaing dari masa ke masa. Seiring waktu, jumlah produsen kecap di Indonesia semakin meningkat. Karena itu, Kecap Bango tidak bisa berpuas hanya dengan memproduksi kecap manis saja. Agar bisa bertahan di arena persaingan bisnis kecap, Kecap Bango melakukan kreasi yang inovatif dan kreatif.

                Beberapa upaya tersebut adalah menciptakan website khusus (www.bango.co.id), mempublikasi aneka resep masakan dengan komposisi Kecap Bango di dalamnya, hingga menciptakan beberapa anak produk lainnya. Tidak hanya itu, Kecap Bango juga berkreasi berdasarkan kebutuhan konsumen, yaitu dengan menyediakan berbagai ukuran kemasan, dari kemasan sachet 14 ml – 600 ml, dan membuat varian produk kecap manis pedas gurih dengan ukuram 55 ml – 275 ml.

                baca juga Perjalanan Brand Brand Nasional Dan Internasional Di Tahun 2018

                Sama halnya dengan produk nasional lainnya, Kecap Bango juga tidak pernah berhenti untuk tetap berusaha dan berkembang. Dari semua usaha yang dilakukan, Kecap Bango terbukti selalu mengalami peningkatan baik dalam kinerja, proses, dan hasilnya.

                Hingga sekarang, Kecap Bango  terus melakukan push market dengan distribusi merata dengan promosi yang gencar, meski sudah dikenal hampir oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Bahkan, di mata lawan bisnisnya, setiap perkembangan Kecap Bango selalu mendapat perhatian utama.



              • Optik Seis: Bisnis Ritel Kacamata Top Brand untuk Indonesia

                ukms.or.id/ – Seiring berjalannya waktu, perkembangan fashion item di dunia semakin pesat. Banyak fashion item yang dikreasikan dari berbagai benda yang sebelumnya tidak dianggap fashionable. Salah satu fashion item yang banyak digemari dan yang memiliki fungsi estetik setelah menjadi fashion item adalah kacamata.

                Kacamata secara fungsional, membantu untuk memperbaiki kondisi mata seseorang yang mengalami gangguan penglihatan. Namun, beberapa orang mulai menggunakan kacamata sebagai bagian dari gaya berpakaian atau fashion item yang berciri khas.

                Hal ini dimulai dari penggunaan kacamata yang awalnya untuk membantu memperbaiki kondisi penglihatan, beralih menjadi pelengkap bahkan penyempurna penampilan seseorang, seperti populernya penggunaan kacamata aviator (kacamata khusus pilot tentara Amerika Serikat) karena digunakan oleh Tom Cruise di film Top Gun pada  1986.

                Di Indonesia, kacamata sebagai fashion item bukanlah barang langka. Banyak orang terutama publik figur seperti artis hingga model yang menggunakan kacamata untuk menunjang penampilan mereka. Bahkan, muncul istilah bahwa kacamata tidak lagi hanya menjadi alat bantu penglihatan namun menjadi bagian penting dalam life style.

                Dengan pesatnya kemajuan teknologi dan informasi, menyebabkan segala sesuatunya memiliki peluang bisnis. Termasuk dalam memanfaatkan popularitas kacamata sebagai fashion item. Optik Seis adalah salah satu pelopor bisnis di bidang fashion item untuk kacamata.

                Optik Seis  merupakan bisnis ritel di bidang fashion item kacamata yang sudah terkenal dengan mengusung berbagai top brand  kacamata luar negeri di Indonesia.

                Beberapa brand kacamata yang dijual secara khusus di Optik Seis adalah Ray Ban, Oakley, Prada, Dolce and Gabbana, Calvin Klein, Emporio Armani, Police, Saint Laurent, Bottega Venetta, Stella McCartney, Alexander McQueen dan beberapa top brand lainnya. Penjualan kacamata dengan brand–brand tersebut juga membuat Optik Seis  memiliki hak eksklusif secara resmi dalam hal pelayanan dan penjualan lebih lanjut yang tidak dimiliki optik lain.

                Tidak jarang bisnis lokal yang bekerja sama dengan produk luar sebagai distributor secara resmi. Dengan segudang top brand yang tersedia, sejarah Optik Seis menjadi hal penting yang menarik untuk diketahui. Menurut Rudhy Buntaram, Director of Optik Seis, bisnis yang mengkhususkan diri sebagai ahli kacamata tersebut dimulai oleh kakeknya. Toko pertama Optik Seis dibuka kali pertama di Pasar Baru pada 1927. Dalam kurun waktu seukms.or.id/lan puluh tahun, Optik Seis berhasil menjadi pesaing untuk bisnis sejenis di dalam negeri.

                Dilansir dari wawancara Brava Radio, Rudhy Buntaram menjelaskan bahwa kunci keberhasilan bisnis keluarganya tersebut adalah konsistensi dan upaya mengembangkan bisnis sesuai dengan perubahan di sekitarnya, terutama trend.

                Jika dulu Optik Seis lamban dalam mengikuti perkembangan trend fashion item, sekarang Optik Seis sudah mampu menyamakan kedudukan dengan bisnis sejenisnya dan tetap terus meengembangkan eksistensi dirinya di kancah bisnis. Di antaranya melalui kerja sama dengan brand–brand luar yang sudah terbukti kualitas dan popularitasnya.

                Tidak hanya itu, menurutnya menjadi pebisnis juga harus memiliki sifat kompetitf dengan selalu mengikuti perkembangan teknologi. Bagi pria yang sukses digandeng Billy Boen sebagai founder PT Jakarta International Management (JIM) tersebut, kacamata bukan sekadar alat bantu melihat, tapi juga membuat pemakainya tampak trendy dan menjadi bagian dari gaya berpakaian.

                Keyakinannya tersebut membuatnya yakin untuk terus mengeksplorasi bisnisnya hingga seratus tahun, bahkan selamanya.

                Layaknya optik pada umumnya, Optik Seis memiliki koleksi frame berbagai merk, dengan berbagai bahan seperti plastik, logam, hingga titanium sesuai kebutuhan pembeli. Tidak hanya itu, Optik Seis berhasil melebarkan sayap dengan menyediakan produk berkualitas lainnya seperti contact lens dalam berbagai pilihan menarik. Harga yang dibeirkan untuk produk Optik Seis  pun beragam.

                Produk kacamata rerata dibandrol mulai dari Rp 900.000 hingga Rp 9.000.000, dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk produk contact lens bisa didapatkan mulai dari Rp 230.000,-.

                Optik Seis juga siap melayani servis kacamata seperti penggantian lensa atau memperbaiki bagian yang yang rusak atau lepas. Namun, servis yang diberikan hanya untuk brand kacamata yang dijual di Optik Seis.

                Untuk masalah strategi marketing, Optik Seis memiliki banyak strategi yang tidak kalah dengan bisnis-bisnis sejenisnya. Yang rutin dilakukan oleh Optik Seis  adalah pemberian diskon untuk tiap pembelian kacamata dengan ketentuan yang berlaku, misalnya untuk pembelian menggunakan kartu kredit bisa mendapatkan potongan harga hingga 30%.

                Optik Seis juga turut mempromosikan kacamata top brand yang dimilikinya dengan melibatkan publik figur. Peringatan 90 tahun pada September 2017 kemarin, Optik Seis sukses mengadakan “90 Frames of Fame” yang diisi oleh 120 selebritas dengan seukms.or.id/lan penata gaya ternama.

                Di bidang kepedulian sosial, Optik Seis juga turut andil, misalnya pada World Sight Day, Optik Seis sempat menggelar pemeriksaan mata gratis bagi siswa dan guru dan membagikan 3000 kacamata gratis untuk guru/siswa yang membutuhkan.

                Setiap tahun, Optik Seis selalu menyediakan warna dan suasana baru untuk koleksi kacamata dari top brand yang up to date. Juga, Optik Seis senantiasa memanjakan kolektor dan pengagum kacamata di Indonesia dengan berbagai koleksi unik.

                Optik Seis pernah dengan berani menjadi pemilik koleksi kacamata limited edition dari brand Dolce and Gabbana yaitu Carreto Siciliano yang hanya diproduksi 100 buah di dunia dengan harga Rp 100 juta pada pertengahan 2016 lalu. Pada April 2017, Optik Seis berhasil mendatangkan label kacamata hipster terbaru yaitu Oliver Peoples asal California yang berhasil membuat koleksi ikonik seperti koleksi The Row untuk Ashley dan Mary-Kate Olsen.

                Belajar dari bisnis fashion item Optik Seis memanglah menarik. Pada kenyataannya, tidak banyak bisnis yang mampu bertahan hingga lebih dari dua generasi, apalagi di bidang fashion item. Optik Seis berhasil membuktikan diri pada Anda, bahwa setiap bisnis yang ditekuni dengan upaya dan usaha yang bersungguh-sungguh pasti mampu dipertahankan.

                Perkembangan teknologi, informasi, dan mode fesyen menjadi syarat mutlak bagi Anda, para pebisnis, untuk memajukan bisnis melalui usaha yang kompetitif. Bila Anda masih pemula, jangan lupa untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan berani, yang bisa menjadi langkah besar Anda dalam memulai bisnis.

                baca juga

                  Sebagai bisnis ritel profesional, Optik Seis tidak hanya terkenal di dalam negeri, namun juga mampu membuat nama Indonesia dikenal oleh bisnis-bisnis fashion item ternama di dunia melalui kerja sama. Hal ini pula yang membuat Anda bisa dengan bangga menyebut Optik Seis  sebagai bagian dari penyedia fashion item top brand untuk masyarakat lokal di Indonesia.

                  Kini, Optik Seis memiliki 135 gerai yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Dengan sasaran para pemerhati fashion, artis, model, hingga kalangan muda, Optik Seis  mampu meraih omzet penjualan puluhan juat setiap bulan. Mengesankan, bukan? Tertarik untuk membeli kacamata top brand dunia? Anda bisa mengunjungi Optik Seis terdekat di kota Anda atau mengunjungi optikseis.com untuk melihat koleksi kacamata terbaru dari Optik Seis.