BETA-UAS: Profil Drone Industri Lokal dan Sistem Data

Drone consumer membuat terbang terlihat easy.

Buka baling-baling, connect controller, naikkan kamera, ambil video, pulang.

Drone industri bermain di universe yang berbeda.

Ia harus memetakan ratusan hektare, membawa sensor, terbang di koridor panjang, memeriksa aset, bekerja di area terbatas, dan menghasilkan data yang bisa dipakai engineer.

PT Bentara Tabang Nusantara atau BETA-UAS membangun sistem tersebut dari Bandung.

Tim pendiri berkumpul pada 2015, lalu perusahaan resmi berdiri pada 2016 sebagai penyedia jasa drone. BETA-UAS kemudian bergerak ke desain dan manufaktur unmanned aircraft system untuk mapping, monitoring, inspection, surveillance, serta cargo.

Produknya mencakup RAYBE, drone fixed-wing VTOL untuk pemetaan dan surveillance; IRIS, multirotor yang dapat dikustomisasi untuk inspeksi dan payload; serta OMNIBE untuk misi area luas.

Pada Juli 2025, BETA-UAS meraih juara pertama Astranauts Startup Track melalui solusi UAV lokal untuk mapping, monitoring, inspection, dan AI-based asset management.

Award tersebut penting. Namun value perusahaan ini tidak ditentukan oleh seberapa cinematic pesawatnya ketika takeoff.

Industrial buyer membeli data quality, uptime, safety, dan keputusan yang lebih cepat.

“Kami Membangun Sistem, Bukan Hanya Kendaraan”

BETA-UAS memakai positioning: we build a system, not just a vehicle.

Kalimat itu sangat relevan.

Drone tanpa payload hanya aircraft. Payload tanpa processing menghasilkan file. File tanpa workflow menjadi folder besar yang tidak pernah dibuka lagi.

Sistem industri mencakup:

  • Airframe.
  • Propulsion.
  • Battery atau sumber daya.
  • Flight controller.
  • Communication link.
  • Sensor.
  • Ground station.
  • Mission planning.
  • Data processing.
  • Analytics.
  • Maintenance.
  • Operator training.

BETA-UAS perlu memahami proses customer sebelum memilih pesawat.

Surveyor membutuhkan orthomosaic dan model elevasi. Perusahaan listrik ingin menemukan anomaly pada jaringan. Perkebunan ingin melihat kesehatan tanaman. Peternakan luas ingin memonitor ternak serta lahan.

The same sky does not mean the same mission.

RAYBE Menjawab Lokasi yang Tidak Punya Runway

RAYBE menggunakan konfigurasi VTOL yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal, kemudian terbang seperti fixed-wing untuk efisiensi area luas.

Situs BETA-UAS mencantumkan endurance maksimum sekitar 50 menit, telemetry range hingga delapan kilometer, dan cakupan pemetaan maksimum sekitar 300 hektare, dengan opsi PPK atau RTK.

Angka tersebut adalah spesifikasi perusahaan pada konfigurasi serta kondisi tertentu.

Performa aktual dipengaruhi angin, ketinggian, payload, battery health, rute, suhu, dan regulasi operasi.

VTOL memberi fleksibilitas di perkebunan, tambang, atau area yang tidak memiliki runway. Tetapi mekanismenya lebih kompleks dari fixed-wing biasa. Ada transisi vertical ke forward flight, lebih banyak motor, dan maintenance tambahan.

Buyer perlu melihat bukan hanya endurance brochure, tetapi mission completion rate.

Berapa hektare dengan ground sampling distance tertentu? Berapa battery per hari? Berapa lama setup? Apa yang terjadi saat angin berubah?

Specifications sell attention. Operational data closes industrial deals.

IRIS Membawa Payload, tetapi Berat Bukan Satu-satunya Pertanyaan

IRIS adalah multirotor customizable untuk mapping, inspection, surveillance, dan cargo.

Situs perusahaan menyebut endurance maksimum sekitar 45 menit, range standar hingga 10 kilometer, serta payload maksimum sekitar tujuh kilogram pada konfigurasi tertentu.

Kemampuan membawa payload membuka banyak use case: kamera visual, thermal, sensor gas, communication equipment, atau alat khusus lain.

Namun integrasi payload tidak sekadar memasang benda di bawah drone.

Ada power consumption, vibration, center of gravity, electromagnetic interference, data link, calibration, dan software.

Payload tujuh kilogram juga tidak berarti seluruh misi dapat dilakukan selama 45 menit dengan beban maksimum. Ada trade-off antara berat dan endurance.

BETA-UAS harus memberi performance envelope yang clear.

Industrial buyers prefer an honest chart over one heroic maximum number.

OMNIBE Mengejar Area Luas

OMNIBE menggabungkan vertical takeoff dengan efisiensi fixed-wing untuk mapping, monitoring, inspection, surveillance, dan misi area luas.

Platform ini juga ditampilkan dalam kolaborasi dengan Drone-Hand di Australia untuk livestock dan land management.

Masuk ke lingkungan Australia memberi test menarik: area besar, kondisi cuaca, operasi jarak jauh, dan kebutuhan field reliability.

Namun kolaborasi dan visit partner tidak otomatis sama dengan volume ekspor rutin.

Artikel harus membedakan pilot, distribution partnership, purchase order, dan operational deployment.

BETA-UAS pernah mengumumkan kerja sama strategis dengan Terra Drone untuk pengadaan 40 unit drone lokal. Klaim tersebut perlu dibaca sesuai timeline dan realisasi aktual, bukan langsung diterjemahkan sebagai seluruh unit sudah diekspor serta beroperasi.

Export storytelling needs delivery evidence.

AI Inspection Baru Bernilai Kalau Mengurangi Waktu Engineer

BETA-UAS mengembangkan AI-based asset management dan pernah bekerja dengan partner teknologi untuk visual inspection.

AI dapat membantu mendeteksi retak, korosi, vegetasi, anomaly thermal, atau kondisi aset lain dari imagery.

Namun model tidak boleh menjadi black box.

Engineer perlu tahu confidence, false positive, false negative, jenis data training, dan kapan hasil harus diperiksa manual.

Dalam inspeksi infrastruktur, missed defect dapat berisiko besar. Terlalu banyak false alarm juga membuat tim kehilangan waktu.

BETA-UAS harus mengintegrasikan AI ke workflow:

  1. Drone mengambil data dengan standar konsisten.
  2. Sistem memproses dan menandai anomaly.
  3. Engineer memverifikasi.
  4. Temuan masuk work order.
  5. Perbaikan dilacak.

Kalau output-nya hanya heatmap yang bagus untuk presentasi, value-nya belum selesai.

AI should shorten the road from image to maintenance action.

Manufaktur Lokal Tidak Berarti Semua Komponen Lokal

BETA-UAS adalah produsen drone Indonesia. Airframe, design, system integration, software, assembly, dan R&D dapat dilakukan lokal.

Namun industri drone global memakai komponen dari banyak negara: chip, sensor, motor, battery cell, camera, autopilot component, dan communication module.

Istilah lokal perlu dijelaskan.

Berapa TKDN? Komponen apa yang dirancang sendiri? Bagian mana yang masih impor? Apakah supply alternatif tersedia?

Tidak ada shame dalam global supply chain. Masalah muncul ketika klaim “100 persen lokal” digunakan tanpa dasar.

BETA-UAS dapat menjadikan local engineering sebagai value: kemampuan custom, rapid iteration, service dekat, dan kontrol design.

Industrial customers care whether the system can be supported for years, not whether every screw was born in the same postcode.

Custom Product adalah Kekuatan Sekaligus Risiko Margin

BETA-UAS dikenal mampu menyesuaikan aircraft dan payload untuk kebutuhan customer.

Customization membuat perusahaan relevan pada mission yang tidak dilayani drone mass-market.

Namun custom engineering dapat menyerap waktu dan biaya.

Setiap proyek membutuhkan requirement, design, prototype, test, certification, documentation, training, dan support. Kalau kontrak tidak menghitung non-recurring engineering cost, tim R&D bisa sibuk tanpa margin.

BETA-UAS perlu membedakan product platform dan custom project.

Platform standar seperti RAYBE, IRIS, dan OMNIBE menjadi basis. Modifikasi dilakukan modular, bukan memulai aircraft baru untuk setiap buyer.

Customization should build reusable capability, not a museum of one-off prototypes.

Regulasi Penerbangan Adalah Bagian Produk

Drone industri beroperasi dalam ruang udara yang diatur.

Ketinggian, lokasi, jarak dari bandara, wilayah terbatas, operasi beyond visual line of sight, frekuensi komunikasi, serta sertifikasi dapat memengaruhi mission.

Customer tidak selalu punya tim aviation compliance.

BETA-UAS dapat memberi layanan perencanaan operasi, izin, risk assessment, pilot training, dan documentation.

Namun perusahaan tidak boleh menjanjikan semua mission pasti mendapat izin.

Teknologi mungkin mampu terbang puluhan kilometer. Regulasi dan safety case menentukan apakah operasi tersebut boleh dilakukan.

A drone company is partly an aerospace company and partly a paperwork survival specialist.

After-Sales Menentukan Apakah Produk Lokal Dipercaya

Industrial drone mengalami hard landing, battery degradation, motor wear, sensor damage, dan software issue.

Buyer membutuhkan spare part, maintenance schedule, firmware support, serta response time.

Di sinilah produsen lokal punya advantage besar dibanding produk impor yang support-nya jauh.

BETA-UAS dapat membangun maintenance contract, training teknisi, replacement unit, dan service-level agreement.

Data reliability juga penting. Firmware update tidak boleh merusak kompatibilitas. File flight log harus tersedia untuk investigasi.

Customer industri tidak membeli drone sebagai gadget tahunan. Mereka membeli asset operasional.

If it is grounded for weeks, the business case also stops flying.

Drone Lokal Harus Membuktikan Ekonomi Misi

BETA-UAS bersaing bukan hanya dengan produsen drone lain.

Mereka bersaing dengan survei manual, helikopter, satelit, pekerja memanjat aset, serta customer yang memilih tidak melakukan inspeksi.

Proposal harus menunjukkan economics:

  • Luas area per hari.
  • Jumlah personel.
  • Waktu mobilisasi.
  • Resolusi data.
  • Risiko yang berkurang.
  • Downtime aset.
  • Cost per kilometer atau hektare.
  • Waktu dari pengambilan data ke laporan.

Drone yang lebih mahal dapat tetap lebih ekonomis jika menyelesaikan mission lebih cepat dan mengurangi risiko manusia.

B2B buyers do not purchase flight time. They purchase avoided cost and better decisions.

Dari Aircraft ke Industrial Intelligence

BETA-UAS memperlihatkan bahwa industri teknologi Indonesia dapat membangun hardware, software, dan sistem untuk kebutuhan lapangan.

Tantangannya tidak kecil. Aerospace membutuhkan testing, quality assurance, supply chain, compliance, dan after-sales yang disiplin.

Buat pelaku UMKM dan startup, lesson-nya tajam. Hardware business tidak selesai ketika prototype terbang. Ia baru mulai ketika customer memakai produk berulang kali dalam cuaca buruk dan jadwal yang tidak ramah.

BETA-UAS tidak perlu membuktikan drone lokal bisa terbang. Itu sudah terlihat.

Next level-nya adalah membuktikan sistem lokal dapat menghasilkan data yang dipercaya engineer, mengurangi biaya mission, dan tetap supported bertahun-tahun.

Because in industrial technology, the coolest flight is the one that quietly prevents an expensive failure.

Catatan verifikasi dan sumber publik

Artikel ini disusun dari sumber publik yang tersedia sampai 31 Juli 2026. Angka kapasitas, dampak, sertifikasi, klien, pendanaan, dan performa tidak dianggap sebagai hasil audit independen kecuali dinyatakan secara eksplisit.

Posisi artikel dalam entity cluster

Halaman ini berfungsi sebagai profil entitas utama untuk BETA-UAS. Baca pasangan artikelnya: BETA-UAS untuk Industri: Pemetaan, Kebencanaan, dan Inspeksi.

Konteks terkait

Untuk membandingkan teknologi lokal yang masuk ke operasi industri, baca AISOLA: Panel Surya Pintar Berbasis AI dari Tim Anak Muda Lamongan dan BETA-UAS: Drone Lokal untuk Pemetaan, Kebencanaan, dan Inspeksi Industri. Rangkaian ini terhubung dengan kategori UKM teknologi digital serta indeks teknologi UKMS.

Scroll to Top