Daftar Bisnis Start Up , 900 List Dalam & Luar Negri

8 Formula Rahasia Ini Melesatkan Bisnis Start Up

 – Dengan mengutip kata-kata dari Albert Einstein yang berbunyi “bila anda tidak dapat menjelaskannya secara sederhana, anda tidak memahaminya cukup baik.” itulah kalimat pembuka yang dikatakan oleh Octa Ramayana selaku Incubator Researcher Kibar. Kalimat itu ia gunakan dalam menyampaikan gagasan kepada para peserta The NextDev di bootcamp.

Melalukan pitching di depan investor merupakan hal yang akan selalu dilakukan oleh para startup dalam upaya mendapatkan suntikan dana. Komunikasi pun memegang peran yang sangat krusial untuk hal ini. Tak heran, bila komunikasi yang baik pun akan mampu menghasilkan hasil yang lebih baik pula. Maka, jika kalian ingin sukses melakukan pitching pada investor, kami telah merangkum gagasan dari Octa ini dalam artikel yang akan kami bahas di bawah ini.

Menurut Octa, terdapat 8 (delapan) formula dalam memulai sebuah pitching, diatantaranya;

  1. HOOK.

Dalam memulai sebuah pitching, alangkah baik pula bila kita membukanya dengan sebuah hal yang mampu menarik perhatian. Apabila kita membukanya dengan biasa saja, jangan salahkan bila audiens atau investor kita malah malas untuk mendengarnya. Oleh karena itu, lakukanlah Hook.

Hook bisa diaplikasikan dengan bermacam-macam, mulai dari melontarkan sebuah lelucon, pertanyaan kontroversial yang menarik, atau sebuah angka statistik. Semua itu dibuat agar kesan pertama yang kita bangun mampu menarik atensi para pendengar atau audiens.

Sebuah hook yang baik sangat amat diperlukan dalam membangun sebuah perhatian adalam pemaparan proses pitching kita ke depan. Jadil, lakukanlah pitching dengan sangat terampil.

  1. Problem.

Setelah Hook dilakukan sebagai langkah pembuka, maka sekarang lanjut ke Problem. Problem yang dissampaikan dalam sebuah proses pitching haruslah relevan, dengan apa yang ingin kita sasar melalui bisnis startup kita. Detail masalah, fakta pendukung, haruslah dibungkus dengan sebuah jalan cerita yang baik agar investor pun bisa segera memahami concern dari masalah yang akan kita selesaikan.

Octa mengatakan bahwa masalah cenderung diperhatikan, daripada solusi, jadi usahakan masalah itu benar-benar real. Sebab orang akan mempercayai apa yang anda percayai.

  1. Solusi.

Pada saat masalah telah selesai dan tersampaikan, maka selanjutnya solusi pun harus anda tawarkan. Buatlah sebuah solusi yang singkat, padat, dan jelas. Ibarat dalam sebuah sosial media, sampaikanlah walau hanya sebatas 140 karakter.

  1. Ukuran Pasar.

Selanjutnya adalah menyampaikan market size dari produk yang anda buat. Bagian ini menjadi penting sebab, di titik inilah para investor akan tahu bagaimana produk anda direspon oleh pasar. Mulai dari, penggunaannya, perjalanannya, dan kontinyuitasnya.

8 Formula Rahasia Ini Melesatkan Bisnis Start Up  Jangan lupa untuk menggunakan grafik dan data-data yang akurat, misal target pasar anda adalah kalangan pekerja kantoran, apakah cara yang pas untuk menjangkau mereka? Dari segi harga, kegunaan, dan efektifitas. Bagaiaman pendapatan dan pengeluaran mereka? Apakah akan mampu mebeli produk anda?

8 Formula Rahasia Ini Melesatkan Bisnis Start Up – fotoby imgrum

Untuk membantu dalam pencarian data, bisa anda gunakan lembaga riset yang bisa anda percaya, seperti eMarketer atau yang lainnya.

  1. Model Bisnis.

Dalam memulai startup, tentu sebuah model bisnis pun telah anda buat agar bisa dipahami orang dengan sangat cepat.  Hal ini pun agar diperhatikan oleh investor juga, sebab mereka ingin tahu dari model bisnis terbsebut, bagaimana strategi dan cara anda.

Model bisnis memang sangat beragam, tapi inilah  yang akan mampu membuat anda sampai pada customer anda. Oleh karena itu, pembuatan model bisnis haruslah sangat sesuai dengan bisnis startup anda.

  1. Traction.

Terminologi Traction dalam bisnis startup digunakan pada saat anda tahu bahwa bisnis yang sedang anda jalankan telah berhasil tumbuh dan berkembang.  Sebagai contoh, jika anda adalah perusahaan yang membuat sebua software hp, apakah ratingnya di download apps terus meningkat? Bagaimana tanggapan para downloadernya? Itulah tolok ukur dari sebuah traction.

Baca lagi SME Business Tips: How Correct Step To Make Your Website Profitable

Agar startup melesat, bantuan dari beberapa jejaring internet pun dapat dimaksumalkan, seperti penggunaan SEO, internet marketing, Ineternet Ads.

7.Kompetisi

Setiap bisnis, tentu memerlukan pesaing agar membuat sebuah motivasi untuk menjadi yang terbaik. Degan adanya persaingan, dapat membuat anda menganalisa factor pembeda usaha anda dengan yang lainnya. Dari situlah, investor akan mempertimbangkan kenapa harus memilih anda di bandingkan dengan kompetitor lainnya.

Dalam membuat investor berpikir untuk memilih anda, maka sebaiknya gunakan ilsutrasi yang menarik dan membedakan anda dengan kompetitor. Jelaskan pula siapa anda, kompetitor terjauh dan terdekat, kelebihan anda dibanding yang lainnya. Hal itulah yang akan memacu investor untuk lebih jatuh cinta pada bisnis startup anda.

8 Kerja Tim

Hal terakhir ini pun tidak pernah lepas untuk menjadi sebuah faktor penentu. Kerjasama antar individu, atau dikenal dengan kerja tim pun menjadi hal yang sangat berpengaruh dalam sebuah proses pitching. Jangan sampai kerja tim rusak hanya karena egoisme masing-masing orang di dalamnya.

Para investor pun sangat pintar untuk menilai faktor ini sebagai tolok-ukur sebuah kinerja perusahaan. Oleh karena itu, kenalkan orang-orang anda dengan sangat baik, detail, dan menjual pastinya.

Jangan lupa, masukan visi yang dibuat bersama, atau pun kalau ada foto dan gambar mereka untuk supaya investor tahu siapa saja orang di balik perusahaan startup anda ini.

Itulah delapan formula yang akan membuat pitching startup anda menjadi lebih keren. Sampai jumpa, semoga bermanfaat 8 Formula Rahasia Ini Melesatkan Bisnis Start Up 

Seribu Langkah Memulai Bisnis Start UP Berskala Internasional

Inspirasi untuk membangun sebuah bisnis start up yang mempunyai skala internasional dan juga menarik banyak angel investor membutuhkan effort yang luar biasa tinggi, dan hanya akan dapat diwujudkan dalam orang orang ber visi dan misi luas, serta bersatu membangun tim yang solid.

Membangun Langkah Pertama : Tim Yang Solid Untuk Bisnis Start UP

Kualitas tim akan sangat menentukan untuk investor dalam menanmkan modalnya ke perusahaan start up tersebut atau tidak.

Investor akan sangat mempunyai waktu lama dalam menganalisa detail keahlian masing masing tim untuk keberhasilan bisnis start up tersebut

Tentu saja kriteria untuk tim akan sangat berbeda dimana industry anda bermain, tapi ciri ciri umum tim sukses dari Silicon Valley adalah kurang lebih seperti ini :

  1. Bersemangat
  2. Flexible
  3. Jujur
  4. Bisa diandalkan
  5. Pekerja keras dan cerdas
  6. Berselera humor
  7. Berbagi dengan tim

Tantangan selanjutnya adalah bagaiman mencari tim yang tepat untuk bisnis start up anda ? kadang mereka merekrut dari mulai teman dekat mereka , rekan kerja dahulu, saudara sampai merekrut dari luar di acara acara lain seperti inkubator inkubator start up, ada juga yang meminta referenis advisor senior untuk dicarikan tim member.

Tips Dari Mark Zuuckerberg – Founder Facebook  Untuk Membentuk Tim Yang Sukses

Mark adalah seorang yang mempunyai passion dibidang komunikasi yang mempunyai visi Membantu orang orang dari seluruh dunia untuk berbagi dan berhubungan.

Mark walau dengan keahlian teknologi nya yang didapat dari universitas Harvard , ingin mengembangkan bisnis nya, namun ia masih perlu merekrut  seseoarang yang tepat

Dia memutuskan di malam natal di Silicon Valley untuk merekrut  Sheryl Sanberg  untuk menjadi orang yang bisa mempercepat pertumbuhan Facebook di dunia dalam hal pendapatan , setelah mengenali sheryl selama 100 jam sebelum mengajak makan malam dan berdiskusi tentang pekerjaan yang sangat penting utnuk sejarah Facebook

Note : Sheryl sendiri adalah sebelumnya VP Pemasaran dan Operasional Online Google secara Global

Setelah bergabung dengan FB dan beradu argumen panjang dengan Mark , Sheryl akhirnya fokus dengan pendapatan iklan FB, inilah yang akan membesarkan FB di ranah dunia online dunia

Point Penting yang ditangkap dari kisah diatas adalah :

Perlu tim yang tepat untuk menterjemahkan kekuatan visi dan misi founder kedalam bisnis yang menguntungkan dan menjaga kekuatan masing masing serta saling menghargai disiplin ilmu serta kelebihan masing masing.

Tips Meroketkan Bisnis Start UP Anda Ke Puncak Kesuksesan Dengan Waktu Yang Singkat

Rekrut orang yang jauh lebih pintar daripada anda , baru baru ini di jepang sedang tren , Social recruiting , perusahan di jepang yang khusus  mencari orang orng bertalenta multi mengatakan

“ Pentingnya merekrut orang yang bisa berbagi visi dan misi perusahaan dan mempunyai ketrampilan yang lebih baik daripada anda”

baca juga Investor Bisnis Untuk Kelancaran Bisnis Anda

Langkah Kedua : Organisasi dan Tanggung Jawab , Dedikasi Untuk Perusahaan Start Up

Alasan sederhana tentang  pentingnya membangun organisasi yang baik adalah :

  1. Agar semua orang mengetahui perannya masing masng
  2. Investor dan rekan bisnis mengetahui bahwa organisasi yang baik mewakili keberhasilan perusahaan tersebut

Posisi Dan Tanggung Jawab Secara Umum Pemegang  Keputusan Penting dalam Perusahaan Start UP

  1. CEO alias Chief Executive Officer , berperan sangat sentral dalam menggerrakan perusahaan, kurang lebihnya secara umum dapat di lihat seperti ini , kewenangannya
  2. Membuat Visi perusahaan dan membuat semua anggota perusahaan mengenali dan melakukannya dalam kehidupan perusahaan
  3. Memotivasi anggota tim
  4. Merekrut anggot a TIM
  5. Meramalkan tren pasar
  6. Menguaikan startegi perusahaan
  7. Membangun hubungan dengan investor
  8. Mengatur peukms.or.id/ayaan dan anggaran

Seorang CEO walau hebat dalam bisnis tetap membutuhkan orang yang mempunyai skill yang sama hebat dengan dirinya , dengan bidang yang lainnya, seperti CTO , CFO , CMO, COO

  1. CTO alias Chief Technology Officer , seseorang yang sangat pandai dalam mengelola teknologi dan perkembangan product . walau demikian untuk di awal awal perkembangan bisnis start up sendiri masih belum memiliki CTO, lebiih banyak dari start up tersebut meukms.or.id/na seorang manager yang nantinya diharapkan mampu untuk mengembangkan product dan teknologi nya , dan perlahan akan diangkat sebagai CTO
  2. CFO alias Chief Financial Officer , seseoarng yang berkapasitas dalam mengatur keseluruhan perputaran uang perusahaan , secara umum peran CFO adalah sebagai berikut
  3. Membentuk strategy penggalangan dana
  4. Membuat keputusan dengan keuangan dan SDM
  5. Bersinergydengan CEO untuk membahas kesehatan keuangan perusahaan
  1. CMO , Chief Marketing Officer , segala bentuk Pemasaran , Branding , hingga ekseskusi Penjualan product atau jasa bertengger dipundak sang CMO, beberapa mengatakan ini dia penggerak roda perusahaan, tanpa CMO yang hebat , perusahaan tidak pernah sukses.
  2. COO, Chief Operational Officer , mengatur flow diperusahaan agar berjalan denganlancar dengan berbagai divisi dan juga pihak luar perusahaan, namun beberapa fungsi COO juga banyak digantikan oleh CEO di perusahaan start up yang baru memulia bisnis, ini juga dilakukan utnuk efisiensi biaya

Peran Board Of Directors Dalam Bisnis Start Up

BOD start up tidak menerima Deviden dan bertindak khusus untuk strart up sebagai penasihat spesialis, seperti menyarankan CEO dan membantu CEO dalam  menjalankan tugasnya secara luas, mengesahkan keputusan CEO dalam bidang bidang kkhusus dan startegy perusahaan, terakhir yang agak khusus adalah ,

memastikan Compliance check – Audit yang dilaksanakan untuk memeriksa apakah sebuah perusahaan telah melaksankan semua aturan dan regulasi dari otoritas setempat

Break : Cara BOD Membantu Google Tumbuh dan Berkembang  Seperti Sekarang

Google didirikan Pada tahun 1998 oleh Larry Page dan Sergey Brin , Ph.D ilmu komputer, tahun 1999 Google menerima dana investasi dari Venture Besar yaitu Sequoia dan KPCB , mereka membantu Google yang sedang mengalamai kesulitan, hasilnya dengan jaringan yang luas dari Sequoia Capital mempertemukan dengan Eric Smidth , CEO Novell yang berpengalaman luas yang tepat untuk membantu mengembangan potensi Google.

Google pun terbantu dengan danya seorang professor dan rektor dari Universitas Standford sebagai direksi internal di manajemen google, hal ini biasa dalm start up di silicon valley , dengan adanya poffesor itu membantu dengan jaraingan dan keahlian  nya dalam mengembangkan juga GOOGLE, yang terkadang juga bisa menengahi antara investor dan founder dalam berneosiasi bila terjadi konflik, sehingga aspek inilah yang menjadi nilai tambah.

Langkah Ketiga : Mengembangkan Bisnis Start Up Ke level Lebih Tinggi

Beberapa tahap yang akan dilewati oleh sebuah start up diantarany adalah tahap SEED , Tahap Awal , Tahap Advance , Tahap EXIT , kita coba urai satu persatu tahapannya

  1. Tahap SEED , start up biasanya terdiri dari satu atau dua orang saja, menjabat sebagai CEO dan CTO , tips: dari sudut investor lebih baik memilih start up dengan beberapa founder
  2. Tahap Awal , biasanya membutuhkan outsource untuk menggantikan CMO, CFO dll
  3. Tahap advance , telah mendapatkan jumah pengguna bisnis nya sesuai trget pertumbuhan , dan mulai merekrut seorang CMO yang benar benar sesuai dengan visi dan misi
  4. EXIT , lebih kepada pengembangan bisnis , akan diarahkan kemana , bila sudah suskes akan IPO dan menjjual saham mereka ke publik

baca juga

  1. 900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri
  2. Investor Bisnis Untuk Kelancaran Usaha Anda

6 Pertanyaan yang Harus Dijawab Saat Memulai Startup

Saat muda, Steve Jobs mengatakan bahwa pemegang informasi adalah kunci. Siapapun yang memegang informasi, ia memiliki jalan untuk mencapai kekayaan.

Hal itu diamini dengan kenyataan bahwa kita kini hidup di era informasi. Informasi yang kita konsumsi dalam seminggu, jauh lebih banyak daripada yang diterima oleh seorang yang hidup di abad 17 seumur hidupnya.

Makanya, tak heran bahwa bisnis di bidang teknologi informasi menjadi bidang bisnis yang paling menjanjikan. Lihatlah 5 perusahaan tersebar di Amerika saat ini; Apple, Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Facebook. Dari 20 orang terkaya di Amerika, 6 orang di antaranya berasal dari bidang IT.

Namun startup bukan bisnis yang mudah. 80% startup yang sudah mendapat suntikan dana pun tetap mati dalam usia 1,5 tahun. Yang mendapat suntikan dana saja berguguran, apalagi yang tanpa modal.

Lalu bagaimana agar startup Anda tidak menjadi startup gagal berikutnya?

Andi Zain dari Kejora Ventures mencoba menjawabnya.

Apa saja?

Bisakah Ide ini Dieksekusi?

Katakanlah startup Anda ini masih berupa ide. Anda sudah punya visi, sudah punya rancangan, dan sudah punya orang-orang yang siap membantu Anda merealisasikan ide tersebut.

Pertanyaannya; apakah ide ini masuk akal? Apakah ide ini cukup menarik untuk investor?

Mungkinkah ide ini dieksekusi menjadi kenyataan?

Ide yang bagus adalah ide yang didasari bukti. Bukti ini bisa berupa statistik, jurnal penelitian, atau berita. Kalau ide Anda menjawab suatu masalah yang masih berupa asumsi, investor akan meragukan kredibilitas ide Anda.

Cara termudah untuk mendapatkan ide adalah adaptasi dari ide orang lain. Business model yang sudah ada di luar negeri bisa Anda sesuaikan dengan kondisi dari target pasar yang ada.

Contohnya adalah business model dari Uber, yang diadaptasi agar menjadi lebih mudah dan aksesibel, sehingga menjadi Gojek.

Intinya adalah ide ini tak harus benar-benar radically original; cukup modifikasi sesuatu yang ada menjadi lebih baik dan lebih sesuai dengan kondisi di masyarakat. Namun, ide ini cukup challenging dan kompetitor Anda sulit menjiplaknya.

Apakah Anda Punya Tim yang Bagus?

Pertanyaan berikutnya yang perlu dijawab adalah; apakah Anda memiliki tim yang bagus?

Memiliki partner kerja yang berpengalaman, dengan portofolio mentereng dan pernah membuat startup baik sebelumnya, akan membuat investor lebih berani dalam mengucurkan dana pada Anda.

Hal ini tentu berbeda bila sebelumnya Anda belum pernah mengerjakan startup. Apalagi bila Anda dan teman-teman Anda belum punya pengalaman menciptakan proyek tertentu.

Komponen tim yang terbaik terdiri dari:

  • Ahli di bidang bisnis dan keuangan.
  • Mahir di bidang coding.
  • Punya keahlian marketing.
  • Mahir di bidang design.

Akan lebih baik lagi bila Anda punya advisor, alias seorang penasihat yang mahir di bidang startup Anda.

Adakah Produknya?

Investor akan lebih percaya lagi pada startup yang punya product, alias sudah ada produk yang berjalan.

Tak hanya sekadar beroperasi, usahakan produk ini sudah memiliki UI dan UX yang bagus. Berikan perhatian lebih pada pembuatan logo, icon-icon di dalam product tersebut, dan pastikan ada UX yang mulus dan nyaman dilihat.

Bila product jadi belum ada, bagaimana? Tidak masalah. Anda bisa mempresentasikan calon product Anda dalam bentuk mockup. Yang terpenting adalah mockup dan produk jadinya kelak tidak ada perbedaan, atau kalau bisa lebih baik.

Selain itu gunakan teknologi yang scalable, alias gunakan bahasa pemrograman populer, sehingga proses pengembangan dan rekrutmen ke depannya akan jadi lebih mudah.

Adakah Trafficnya?

Apakah product yang Anda buat ini sudah memiliki traffic? Seberapa besar traffic yang datang ke product Anda?

Traffic adalah pengguna yang datang dan menggunakan produk Anda. Traffic ini bisa dibagi dua: user dan customer. User adalah pengguna dan belum tentu bayar, sementara customer adalah pengguna yang sudah membayar suatu layanan di product Anda.

Traffic user bisa Anda gaet dengan melakukan partnership bersama bidang terkait startup Anda. Anda bisa menawarkan product Anda untuk menjadi built in di ponsel lokal, atau bisa juga dengan bermitra bersama pemerintah. Dengan demikian Anda tidak perlu repot melakukan promosi, semua dilakukan oleh pihak lain.

Selain itu, cara lain adalah beriklan di Adwords atau Facebook. Iklan di Adwords dan Facebook cukup murah, Anda bisa mempromosikan product Anda bahkan dengan dana hanya $10.

Adakah revenuenya?

Bila startup sudah punya traffic, lalu bagaimana cara mendapatkan revenue? Apakah melalui iklan di dalam aplikasi, atau in-app purchase?

Bagaimana rencana Anda dalam menggaet revenue?

Dari sini, Anda bisa meyakinkan investor bahwa startup Anda menjanjikan keuntungan.

Investor akan lebih senang lagi bila product Anda ini sudah memiliki customer, alias pengguna yang berbayar. Walaupun mungkin customer belum seberapa, namun pengguna berbayar akan memberikan sinyal bagi para investor bahwa startup Anda menjanjikan.

Kapan mendapat profit?

Dengan proyeksi yang ada sekarang, bisakah Anda mendapatkan profit dari startup ini? Kapan kira-kira mulai mendapat profit? Lalu, dengan suntikan dana yang akan datang dari investor, kira-kira berapa besar dan berapa cepat progres profit ini akan tercapai?

Itu tadi adalah enam hal yang harus dijawab oleh founder, saat memulai startup dan menggaet investor. Anda tidak perlu menjawab keseluruhan ide ini. Jika memang ide Anda belum sempurna, Anda bisa selalu menyempurnakannya saukms.or.id/l jalan. Lagipula, enam pertanyaan di atas ada untuk memperkecil resiko kegagalan dalam membangun startup. Tak ada jaminan pasti bahwa menjawab enam pertanyaan di atas akan memperbesar kemungkinan sukses.

Yang terpenting adalah tetap berusaha keras, dan selalu berusaha menyempurnakan startup Anda sedikit demi sedikit.

Pendanaan Series A, B, C: Apa Maksudnya?

Bagi Anda yang masih newbie di bidang startup, pendanaan Seri A, B, dan C terdengar seperti istilah yang meukms.or.id/ngungkan. Apa itu pendanaan Seri A, B, dan C?

Pendanaan Seri A, B, atau C, tidak ada hubungannya dengan abjad. Huruf yang tertera di sini melambangkan tahapan perkembangan dari perusahaan (dalam hal ini, startup) yang membutuhkan dana.

Pendanaan, seperti yang kita semua tahu, adalah komponen penting dalam bisnis yang sedang bootstrap, atau mungkin sejauh ini hanya bisa hidup berdasarkan kantong pribadi para pendirinya.

Perbedaan besar antara masing-masing seri adalah tingkat kematangan bisnis tersebut, jenis investor yang terlibat, tujuan pendanaan, dan pengalokasian dana yang disuntikkan tersebut. Tahap pendanaan dimulai dari tahapan seed, baru diikuti dengan A, B, dan pendanaan seri C.

Pendanaan seri A, B, dan C, adalah tahapan yang mesti Anda lalui untuk mengubah ide sederhana Anda menjadi sebuah perusahaan kelas global, yang mungkin suatu saat nanti dilepas ke bursa saham.

Bagaimana Pendanaan Bekerja?

Investor tentu tidak menyuntikkan dana dengan niatan untuk bersedekah. Meskipun bila ia adalah seorang angel investor, tentu ia mengharapkan seporsi kepemilikan dari bisnis Anda. Sebelum tiap tahapan-tahapan, valuasi dari perusahaan akan dirilis.

Valuasi didapat dari berbagai pertimbangan; manajemen, track record, target pasar, dan resiko.

Untuk membesarkan valuasi, maka Anda harus melepas sedikit kepemilikan bisnis Anda, dan memberikan pada seseorang yang bersedia memberikan pendanaan.

Tahapan-tahapan Pendanaan dalam Startup

Seed

Tahapan pertama dalam pendanaan adalah seed. Disebut seed karena ini mirip dengan menanam benih sebuah pohon.

Startup Anda belum punya produk, namun punya potensi untuk menjadi sukses. Harapannya, dengan pendanaan seed, benih kecil ini kelak akan bertumbuh menjadi pohon, dengan buah yang dapat dinikmati berkali-kali.

Uang yang dikucurkan dalam fase ini berkisar antara $500,000 sampai $2 juta. Namun rentang ini bisa berbeda lagi, tergantung potensi startupnya juga.

Pendanaan pada tahapan ini biasanya digunakan untuk melakukan riset pasar (melakukan penelitian langsung ke lapangan), rekrutmen, dan lain sebagainya. Pendanaan pada tahap ini juga digunakan untuk menciptakan produk yang paling sesuai dengan keadaan dan kebutuhan pasar. Selain itu digunakan juga untuk membeli berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam membuat ide ini menjadi produk jadi.

Pemain utama di seed funding biasanya adalah angel investor, yaitu tipikal investor yang berani bermain resiko.

Optimasi: Seri A

Setelah produk sudah ada dan sudah tercipta track record, maka Anda sudah bisa masuk ke pendanaan seri A. Seri A adalah pendanaan yang lebih besar, dengan tujuan untuk optimasi produk.

Tidak sembarangan startup yang bisa masuk seri ini. Startup yang bisa masuk Seri A biasanya sudah punya basis user yang kuat. Atau juga produk beta, tapi belum dimonetisasi.

Seri A biasanya menggapai dana dari $2 juta sampai $15 juta, namun angka ini bisa lebih tinggi lagi, mengingat sekarang pasaran investasi startup sedang bubbling.

Investor yang bermain di Seri A biasanya adalah pemain lama di bidang pemodal ventura. Yang paling terkenal tentu saja ada Sequoia Capital, Benchmark, Greylock, dan lain-lain. Angel investor juga biasanya masih ada, tapi tidak mendapat pengaruh yang besar di jajaran board.

Build: Seri B

Startup yang masuk seri B adalah startup yang sudah siap dan mulai ada opsi untuk monetisasi.

Di tahap ini, Anda sudah mulai dilihat dan didengar oleh kompetitor Anda. Persaingan akan mulai muncul, dan kini saatnya melebarkan cakupan pasar. Pada seri B, biasanya bisnis sudah mulai melebarkan niche dari yang spesifik menjadi lebih besar. Atau merilis produk baru yang mirip dengan produk awal. Contohnya adalah Go-Jek yang kemudian merilis Go-Food dan Go-Box.

Di sini, pendanaan digunakan untuk membangun produk kelas satu, merekrut talenta terbaik dari dalam dan luar negeri, dan melakukan akuisisi startup-startup lain yang lebih kecil.

Uang pendanaan juga digunakan untuk beriklan, support, dan mendanai berbagai urusan hukum yang menghadang.

Pemain di Seri B juga diisi oleh pemodal ventura. Namun perbedaannya adalah pemodal ventura yang akan berinvestasi adalah para pemodal yang spesialis di Seri B, alias fokus ke startup yang produknya sudah populer.

Pengembangan Radikal: Seri C

Di pendanaan seri C, produk Anda adalah sebuah fenomena nasional. Anda sudah dibicarakan banyak orang, dan Anda mungkin sudah diliput media nasional. Produk Anda digunakan banyak orang dan sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Kini para VC sendiri yang datang ke Anda, dengan harapan mereka juga ikut merasakan kesuksesan. Inilah pendanaan Seri C! Pendanaan pada tahap ini bisa menyentuh hingga ratusan juta dollar, dengan valuasi yang menyentuh miliaran dollar.

Pendanaan pada tahap ini digunakan untuk penyempurnaan, dan untuk melakukan scaling startup Anda ke skala global. Jadi startup Anda kelak tak hanya digunakan untuk satu negara saja, namun juga ke negara lain dan mungkin seluruh dunia.

Di tahap ini startup Anda sudah makin minim resiko, dan investor yang datang tak hanya dari pemodal ventura, namun juga bank dan perusahaan-perusahaan besar.

Nah, demikian tadi beberapa tahapan pendanaan dalam startup yang perlu Anda ketahui. Sebenarnya pendanaan ini tak hanya berlaku untuk startup, namun juga dalam bisnis lain. Tahap akhir dari pendanaan ini adalah IPO, alias Initial Public Offering, di mana Anda sudah bisa mendaftarkan perusahaan Anda ke bursa saham.

Tentu saja semua pendiri startup memiliki mimpi untuk mencapai tahap itu. Namun, untuk mencapainya, diperlukan usaha besar dan kegigihan.

12 Tahap Melakukan Pivot

Di dunia startup, pivot adalah langkah krusial. Ini akan menentukan nasib startup ke depannya; dari yang awalnya tenggelam dalam gelap menjadi melesat seperti roket.

Seperti yang semua orang tahu, pivot terjadi ketika rencana awal startup Anda tidak berjalan. Jika tidak berjalan lancar, maka waktunya mengembangkan dan jalankan rencana B.

Tampaknya pivot adalah tindakan heroik, dan banyak juga cerita indah yang berasal dari pivot. Namun bagaimana melakukannya?

Pivot sendiri tak mudah. Kadang kita bisa ragu, terus melanjutkan perjalanan atau membuang semua yang sudah ada sejauh ini, dan memulai sesuatu yang baru. Iya kalau berhasil. Bagaimana kalau ternyata pivot ini gagal?

Makanya, tak banyak orang yang benar-benar berani melakukan pivot.

Artikel kali akan membahas tentang tahapan-tahapan dalam pivot, Harapannya, setelah ini proses pivot Anda akan berjalan lebih baik.

Apa saja?

  1. Sadari ketika rencana awal tidak berjalan baik.

Gagasan tentang pivot dimulai dari sini. Anda mulai menyadari bahwa progres dan potensi dari startup Anda sudah berada dalam tahap genting.

Namun Anda perlu menyadari perbedaan antara potensi startup yang minim dengan kebosanan. Anda harus benar-benar aware bahwa keputusan Anda melakukan pivot bukan didasari karena kejenuhan. Pivot harus didasari oleh problem yang sifatnya bisnis, bukan urusan personal.

  1. Buat daftar alasan kenapa rencana Anda tidak berjalan lancar.

Sesuatu yang berjalan salah pasti ada penjelasannya. Lalu, kenapa rencana Anda tidak berjalan dengan lancar?

Pasti ada banyak alasan di balik semua itu. Maka, tulislah semua kesalahan yang pernah terjadi, tulislah alasan-alasan kenapa rencana A tidak berjalan dengan baik. Akan sangat membantu bila Anda mulai menanyakan diri sendiri “kenapa”. Sedikit demi sedikit, semua pertanyaan dan alasan ut akan sampai ke alasan inti, mengapa semua tidak berjalan sesuai dengan rencana.

  1. Lihat lagi ke belakang

Buka-buka lagi catatan awal perjalanan startup Anda. Siapa tahu Anda telah teralih dari alasan awal Anda dalam memulai startup. Apa tujuan utama startup Anda? Siapa audiens startup Anda? Bagaimana “growth plan” startup Anda saat itu?

  1. Lakukan revisi terhadap catatan awal Anda.

Pivot adalah keputusan radikal, jadi mungkin Anda perlu mulai mengutak-atik tujuan asli startup Anda, dengan tujuan untuk mengakomodasi pivot Anda kelak.

Luangkan waktu untuk merevisi tujuan awal Anda. Atau bila perlu, buang dan buat saja yang baru.

  1. Buat sejumlah ide yang mengakomodasi tujuan baru ini.
    Di sinilah langkah praktikal untuk pivot Anda dimulai.

Setelah Anda mendapatkan tujuan dan identitas baru, maka kumpulkanlah ide-ide yang akan mengakomodir tujuan Anda ini.

Tulis semua ide yang terpikir oleh Anda. Semua yang mungkin, semua yang bisa Anda pikirkan.

Di sini Anda belum perlu membuat business plan. Anda hanya perlu mengumpulkan ide.

  1. Kembangkan rencana yang terstruktur dan jelas.
    Setelah mengumpulkan ide, Anda sudah siap untuk menyusun rencana.

Dari ide-ide yang ada tersebut, mulai eliminasi dan gabungkan beberapa ide menjadi sebuah rencana bisnis.

Rencana bisnis ini harus cukup detail.

Rencana bisnis pun tak harus satu saja; Anda juga boleh membuat beberapa perencanaan bisnis. Pivot lebih fokus pada trial and error.

Anda tidak bisa sukses hanya dengan menjalankan satu ide. Bila memang ide baru ini kurang berhasil, maka lakukan evaluasi. Atau lakukan pengujian untuk beberapa rencana, dan pilih saja yang paling bagus.

  1. Gunakan standar untuk menentukan kualitas rencana Anda.
    Darimana kita menyebut sebuah ide bagus dan tidak?

Jika harus, gunakan Key Performance Indicator, atau KPI, untuk menentukan standar kesuksesan Anda.

Ini karena Anda tak akan tahu rencana mana, di antara beberapa rencana ini, yang akan berhasil dan yang tidak.

Dengan angka dan data, Anda baru bisa tahu langkah mana berikutnya yang harus Anda pilih.

  1. Lupakan rencana sebelumnya.
    Berjalanlah tanpa terbayang-bayang dengan ide yang sudah Anda buang.

Sudah selesai. Mati. Saatnya lambaikan tangan pada tujuan awal startup Anda, dan melangkahlah ke depan dengan langkah baru ini.

Semakin cepat Anda bangkit dan melupakan kegagalan, semakin cepat Anda mampu bermanuver untuk menggapai kesuksesan pivot.

  1. Jelaskan semua ide dan rencana ini ke tim Anda.
    Tampaknya dari tadi semua proses pivot terlihat seperti aktivitas individu.

Namun tentu saja keputusan pivot tidak boleh diaukms.or.id/l secara sepihak. Anda harus tetap mengkomunikasikan semuanya dengan co-founder, staf, bahkan dengan jajaran investor. Ide pivot harus dilakukan dan mendapat persetujuan bersama-sama.

Menjaga komunikasi antara jajaran pemimpin dan staf adalah komponen kritikal yang bisa menentukan kesuksesan pivot ini.

Ketika kapal berubah haluan, tentu Anda tak ingin melihat orang-orang melompat dari kapal. Jelaskan pada semua pihak tentang alasan mengapa Anda melakukan pivot, dan yakinkan mereka bahwa melakukan pivot adalah keputusan terbaik.

10 Istilah dalam Startup

Incubator

Pada dasarnya incubator adalah tempat startup dikembangkan dan dimatangkan. Incubator bisa berupa rumah atau berupa bangunan dengan berbagai fasilitas di dalamnya, seperti makanan, minuman, dan tempat bernaung.

Penyedia incubator sendiri tak hanya menyediakan tempat inkubasi, namun juga menyediakan akses pendanaan, koneksi ke berbagai pihak yang dibutuhkan seperti legalitas dan lain sebagainya.

Incubator sendiri bukan hal asing. Di Amerika ada Y Coukms.or.id/nator, yang sudah sukses memunculkan startup seperti AirBNB, Dropbox, dan Stripe. Sementara, di Indonesia ada GEPI, Indigo Telkom, atau Ideabox dari Indosat.

Accelerator

Accelerator tidak jauh berbeda dari Incubator. Namun yang membedakan adalah Incubator sifatnya seperti membantu “melahirkan”, sementara Incubator sifatnya adalah membantu mempercepat perkembangan startup.

Accelerator sendiri pernah ada di Kuala Lumpur. Accelerator bisa berlangsung selama 6 minggu dengan pendampingan intensif dari mentor, plus biukms.or.id/ngan eksperimentasi agar bisa berkembang lebih cepat.

Bootstrapping

Bootstrapping adalah kondisi ketika startup dalam keadaan modal terbatas. Startup sendiri biasanya dimulai dengan modal dari Cofounder, dan kondisi itu membuat para cofounder “mengencangkan ikat pinggang“ supaya pengeluaran tak cepat habis.

Seed Funding

Adalah tahap pendanaan ketika startup baru benar-benar dimulai. Istilah ini diberikan karena saat pendanaan, startup belum ada.

Setelah seed funding, ada tahap pendanaan seperti series A, B, sampai C. Series ini dikategorikan dengan perkiraan nilai valuasi dari startup tersebut.

Traction

Traction adalah bukti untuk investor bahwa startup mempunyai pelanggan. Ini berfungsi untuk meyakinkan investor bahwa startup punya potensi untuk diterima oleh masyarakat.

Burn Rate

Burn rate atau “bakar duit” adalah istilah yang disebut untuk menilai kecepatan pembakaran modal dan berapa lama uang itu akan habis. Burn rate diperlukan ketika startup masih fokus pada growth.

Runway

Runway adalah sisa umur dari Startup berdasarkan cash yang ada di bank. Runway digunakan sebagai patokan untuk kapan harus fokus mencari investor lagi, dan menentukan kapan umur startup akan berakhir berdasarkan pendanaan yang masih ada.

Exit

Dalam startup, istilah exit dikenakan pada startup yang boleh dibilang sudah “lulus”. Artinya adalah startup ini berhasil mencapai IPO, atau sudah bisa masuk ke bursa saham. Model exit lainnya adalah ketika startup berhasil diakuisisi oleh perusahaan lain yang lebih besar.

Pivot

Pivot adalah tindakan “pindah haluan” yang dilakukan CEO ketika startup tidak berjalan sesuai ide awal. Melakukan pivot berarti mengubah tujuan dari sebuah startup. Pivot dilakukan atas dua hal; menyelamatkan hidup startup, atau beradaptasi dengan peluang baru yang lebih baik.

Seperti contoh adalah Slack, startup yang softwarenya digunakan untuk berkolaborasi dan komunikasi kerja. Awalnya Slack diciptakan sebagai chat box dalam game online, namun kemudian sukses besar setelah melakukan pivot.

Contoh lain yang lebih populer adalah Instagram. Instagram awalnya adalah sebuah aplikasi check-in, namun sukses setelah berhasil pivot menjadi social media berbagi gambar seperti saat ini.

Valuation

Valuation atau valuasi adalah besaran nilai startup yang Anda punya.

Valuasi biasanya dilihat berdasarkan aset yang dimiliki, yang bisa dilihat dengan angka. Namun apabila startup masih belum profitable, maka valuasi dinilai berdasarkan; kualitas tim, prospek jangka panjang, dan traction.

Kualitas tim dilihat dari kapasitas per individu. Seberapa banyak pengalaman masing-masing individu? Apa saja yang sudah pernah dikerjakan?

Lalu, bagaimana pangsa pasarnya? Apakah masih sepi atau sudah berdarah-darah? Apabila punya niche yang benar-benar tertarget, akan sangat baik.

Lalu yang terakhir adalah tractionnya. Bagaimana respon masyarakat?

Hal-hal inilah yang menjadi dasar dalam melakukan valuasi.

Unicorn

Unicorn adalah perusahaan startup yang punya valuasi di atas satu miliar dollar. Istilah ini pertama kali disebut oleh pemodal ventura bernama Aileen Lee.

Mengapa unicorn? Ini merujuk pada kesuksesan startup yang mencapai tahap ini boleh dibilang sangat langka.

Sebenarnya selain unicorn ada lagi istilah decacorn, yaitu istilah untuk startup dengan valuasi di atas 10 miliar dollar. Saat ini startup yang sudah masuk dalam level unicorn sejumlah 223 startup, sementara decacorn baru ada Uber, Xiaomi, Airbnb, Palantir, Dropbox, Pinterest, dan Snap, Inc.

Pertumbuhan unicorn yang pesat disebabkan adanya tren berinvestasi di startup. Di Indonesia, tren semacam ini mirip dengan tren koleksi batu akik beberapa waktu silam. Diperkirakan akan ada unicorn yang akan segera berjatuhan, dan ini dikenal dengan istilah dead unicorns.

Burn Rate: Definisi dan Cara Menghitungnya

Apa itu burn rate?

Burn rate biasanya digunakan untuk mendeskripsikan rasio sebuah perusahaan dalam menghabiskan dana dari VC, sebelum perusahaan tersebut (dalam hal ini, startup) dapat menghasilkan arus kas positif. Istilah burn rate sendiri digunakan dalam standar per bulan. Contohnya adalah burn rate $100ribu sebulan, maka itu berarti startup tersebut menghabiskan $100ribu dalam sebulan.

Startup dan investor menggunakan burn rate untuk melacak jumlah dana per bulan yang digunakan. Burn rate startup ini juga digunakan untuk mengukur seberapa jauh runway yang tersisa, jumlah waktu yang tersisa untuk startup sebelum mereka kehabisan dana.

Misalnya startup memiliki $100,000 di bank dan menghabiskan $10,000 sebulan, maka burn ratenya adalah 100.000 dibagi 10.000. Berarti startup punya sisa waktu 10 bulan sebelum kehabisan uang.

Gross Burn vs. Net Burn

Ada dua tipe burn rate. Yang pertama, ada net burn, yang kedua adalah gross burn.

Gross burn adalah total burn rate kotor. Burn rate ini belum dihitung dengan pemasukan. Net burn adalah burn rate yang dihitung dengan pemasukan yang sudah ada. Jadi net burn adalah burn rate bersih.

Jadi, apabila startup menghabiskan Rp 50 juta untuk sewa space, Rp 100 juta untuk server, dan Rp 60 juta untuk menggaji karyawan, maka, gross burn rate adalah Rp 210 juta.

Sementara apabila startup ini sudah memiliki pemasukan, maka net burn-nya bisa dihitung. Misalnya startup memiliki burn rate sebesar Rp 210 juta. Namun apabila startup ini sudah memiliki pemasukan katakanlah Rp 50 juta sebulan, maka burn ratenya adalah Rp 160 juta.

Gross burn dan net burn adalah perbedaan penting, karena ini akan mempengaruhi jumlah uang yang dimiliki oleh startup, dan seberapa panjang nafas startup yang tersisa. Ini juga mempengaruhi keputusan founder kapan akan menggaet investor untuk suntikan dana, dan kapan founder menambah opsi monetisasi di startupnya.

Selain itu, dengan mengetahui seberapa besar burn rate dan potensi pemasukan yang didapat, investor bisa menilai seberapa besar resiko yang akan ia aukms.or.id/l dalam berinvestasi di startup tersebut.

Burn rate adalah konsep yang perlu diketahui semua orang yang berminat membangun startup. Ini adalah kunci mengukur keberlangsungan startup, sekaligus untuk mengukur seberapa lama startup Anda akan bertahan hidup. Bisa dibilang burn rate adalah berapa lama nafas startup Anda tersisa.

Bila burn rate terus meningkat sementara tidak diimbangi dengan perkembangan revenue yang positif, maka startup Anda dibilang cukup beresiko untuk disuntikkan dana. Namun bila burn rate tetap stabil sementara Anda memiliki perkembangan revenue yang bagus, maka startup Anda terbilang positif. Startup Anda akan sangat menarik untuk disuntikkan dana oleh investor.

Mengapa burn rate penting?

Ada dua alasan kenapa burn rate penting untuk dibahas.

Yang pertama, inilah indikator yang mengetahui kapan Anda akan kehabisan uang.  Yang kedua, ini adalah salah satu aspek utama yang diperiksa investor, dan membandingkannya dengan potensi revenue yang akan didapat perusahaan tersebut. Dari sinilah pemodal ventura bisa memutuskan apakah startup ini bagus untuk disuntikkan dana atau tidak.

Jika burn rate ini lebih besar dari perkiraan awal, sementara revenue startup tidak berkembang sesuai perkiraan, maka pemodal bisa saja menjual kepemilikannya pada pihak lain, atau malah memutuskan untuk tidak berinvestasi sama sekali.

Bagaimana cara menghitung burn rate?

Analisa burn rate akan menjadi indikator apakah startup Anda sudah bisa menghidupi diri sendiri, atau perlu mendapatkan tambahan dana. Ada banyak cara untuk menghitung burn rate, namun kami punya dua cara mudah untuk menghitung burn rate.

2 Cara Mudah Menghitung Burn Rate

  1. Yang pertama, tentukan dulu rentang yang ingin Anda gunakan. Minggu, bulan, atau kuartal. Berapa selisih saldo Anda di awal rentang waktu dan di akhir rentang waktu tersebut? Selisih ini bisa dibilang sebagai burn rate. Namun biasanya ini digunakan untuk startup yang belum ada revenue, alias belum ada pemasukan.
  2. Bila startup Anda sudah ada pemasukan, maka kurangi burn rate ini dengan pemasukan Anda. Ini disebut dengan net burn.

Jika Anda ingin startup Anda terus bertahan, maka pemasukan Anda harus lebih besar dari burn rate. Tentu saja, jika Anda berencana untuk melakukan akuisisi, maka burn rate Anda akan lebih besar lagi.

Anda harus mampu mengelola burn rate agar tetap dalam batas minimal, maka Anda dapat menggaet investor. Namun mungkin walaupun burn rate Anda besar dan Anda belum punya pemasukan, Anda masih tetap bisa mendapatkan suntikan dana dari angel investor.

Bagaimana cara meminimalisir burn rate?

Ketika Anda belum memiliki investasi dan masih menggunakan dana sendiri, tentu Anda perlu meminimalisir burn rate. Bagaimana caranya?

  1. Menganalisa dampak pembelanjaan

Ketika Anda memutuskan untuk belanja besar, analisa dulu kas Anda dan berapa besar dampaknya pada keuangan jangka panjang.

Mungkin Anda butuh perangkat keras yang lebih canggih, internet yang lebih cepat, space yang lebih nyaman, dan lain-lain. Usahakan keputusan pembelanjaan diaukms.or.id/l dari keputusan logis, bukan karena keputusan yang kalap.

Jika memang harus belanja besar, usahakan pembelanjaan ini kelak memberi manfaat yang bisa dilihat dengan data.

  1. Tunda sebulan

Mungkin Anda butuh sekali untuk membeli fasilitas baru demi kemajuan startup Anda. Namun bila Anda masih bisa menggunakan fasilitas lama, ada kemungkinan kecil bahwa Anda bisa menunda pembelian ini.

Cobalah untuk menunda pembelian ini selama sebulan. Bisakah Anda bertahan tanpa melakukan pembelian ini? Siapa tahu, bulan depan Anda mendapatkan pemasukan atau ada suntikan dana.

Kebiasaan simpel ini bisa menjauhkan Anda dari beban tambahan. Seringkali, apa yang kita rasa butuh ternyata hanya keinginan sepintas lalu saja.

  1. Rencanakan pembelian dengan jangka waktu tertarget

Trik lainnya adalah disiplin dalam pembelanjaan. Berikan jadwal waktu pembelian setelah Anda mencapai target tertentu. Setelah mencapai target tersebut, maka belilah fasilitas atau lakukanlah pengeluaran yang Anda anggap perlu.

  1. Analisa

Tentu saja burn rate tak hanya berasal dari pembelanjaan. Dapat pula berupa penggajian staf atau membayar freelancer.

Sebelum melakukan pengeluaran yang satu ini, pastikan Anda mengetahui angka yang dikeluarkan dan berapa potensi angka yang akan kembali. Lihat angka-angka ini, agar Anda memahami resiko sebelum mengeluarkan pengeluaran berikutnya.

Ini akan mengurangi nafsu untuk melakukan pengeluaran berlebih, dan juga membantu menahan diri dari membeli barang-barang yang belum diperlukan.

Nah, demikianlah penjelasan tentang burn rate dan tips mengelolanya. Semoga bermanfaat.

5 Tanda Startup Anda Sedang Dalam Masa Kritis

Bisnis datang dan pergi. Ada yang bertahan, ada pula yang tumbang. Ada yang diakuisisi, ada yang mendapat suntikan dana, dan ada pula yang memilih hengkang dari bisnis start up

Memulai bisnis, apalagi startup, adalah sebuah permainan beresiko. Jumlah startup yang berjatuhan jauh lebih banyak daripada yang sukses. Yang menjadi unicorn pun lebih langka lagi. Meski demikian, tetap saja banyak bermunculan startup baru, yang hadir dengan optimisme besar untuk membawa perubahan.

Sebagian orang berpendapat bahwa saat ini pendanaan startup makin sulit didapat. Namun hal ini coba dibantah oleh Khailee Ng dari 500 Startups cabang Asia Tenggara. Untuk Anda yang belum mengetahui, 500 Startups adalah Firma VC yang berfokus pada pendanaan startup. Saat ini, untuk Asia Tenggara sendiri, 500 Startups sudah mendanai setidaknya 120 startup dalam 24 bulan terakhir.

Namun dari 120 startup yang didanai it, setidaknya 3% startup sudah gugur. Menurut Khailee, para pendiri startup harusnya tak perlu menyalahkan keadaan atau ekonomi; para pendirilah yang harus berbenah.

Menurut Khailee Ng, setidaknya ada lima kebiasaan yang dilakukan para pendiri startup, yang akan membawa startup ke jurang kehancuran. Apa saja?

Sesama cofounder tidak bisa menyelesaikan konflik

Akan ada masa ketika cofounder berbeda pendapat tentang sebuah keputusan. Akan datang waktu ketika cofounder berkonflik. Ini wajar. Yang terpenting adalah bagaimana menyelesaikan konflik tersebut dan tidak membawa hal ini menjadi keributan.

Menurut Khailee, apabila cofounder pulang ke rumah dengan masih menyisakan kekesalan terhadap konflik tersebut, berarti akan datang masalah.

Berkeras terhadap ide yang buruk

Sebuah ide yang buruk atau kurang diterima harus segera dievaluasi. Parameternya mudah; lihatlah grafik perkembangan dari biaya akusisi pelanggan. Apabila biaya untuk akuisisi pelanggan semakin meningkat dengan jumlah pelanggan yang tidak seimbang, artinya ide dari startup itu kurang diterima. Segera lakukan evaluasi terhadap startup Anda, dan lakukan perubahan.

Mencoba banyak hal dengan dana yang sedikit

Seorang founder startup yang baik harus tahu berapa dana yang ia miliki, dan ia bisa memperkirakan apa saja yang bisa dikembangkan dari dana yang ada. Apabila dengan pendanaan minim namun founder memaksa developer untuk mengembangkan terlalu banyak fitur dan produk, maka akan ada masalah.

Lebih selektif terhadap pengembangan fitur, dan lakukan kalkulasi yang tepat berdasarkan dana yang diberikan investor.

Beranggapan bahwa semua akan baik-baik saja

Hanya karena Anda sudah menemukan investor, bukan berarti semua akan baik-baik saja.

Investor pun dapat saja suatu saat berubah pikiran dan berhenti memberikan kucuran dana pada Anda. Apa jadinya bila setelah mencapai target tertentu kemudian investor mengundurkan diri?

Anda harus selalu bersiap-siap terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi. Dunia startup adalah dunia ketidakpastian, jadi berhati-hatilah dalam setiap keputusan yang diaukms.or.id/l.

Terlambat meminta bantuan dari investor

Investor ada tidak hanya untuk memberikan kucuran dana; tugas utama investor adalah membantu startup untuk berkembang. Bisa berupa menghubungkan founder dengan bantuan hukum yang diperlukan, bisa dengan membantu konsultasi dalam merekrut karyawan, dan lain sebagainya.

Namun apabila tidak dihubungi, maka biasanya investor akan beranggapan bahwa semua akan baik-baik saja. Apa jadinya bila saat investor akhirnya menghubungi Anda, lalu Anda berkata bahwa usia startup Anda tinggal menunggu waktu?

Tidak masalah bila Anda berkonsultasi atau meminta bantuan dari investor. Investor pun ingin melihat startup Anda sukses. Tentu saja ia tak ingin investasinya terbuang percuma, bukan?

Maka ketika merasa ada masalah yang tak bisa Anda dan cofounder atasi, maka konsultasilah dengan investor Anda.

Namun Khailee Ng mengaku kagum dengan semangat juang yang dimiliki oleh para founder startup Asia Tenggara. Para founder ini, menurut Khailee, rela memotong gaji dan melakukan downsizing, apapun yang diperlukan untuk memperpanjang nafas startupnya. Khailee menyatakan bahwa, para founder harus melakukan apapun yang diperlukan, mengorbankan apapun yang ada, demi membawa startup menuju kesuksesan.

  1. Optimislah dengan rencana baru ini.

Setelah Anda melupakan semua rencana bisnis lama, dan sudah dapat dukungan dari semua orang, berikan semua energi, kreativitas, dan inspirasi yang Anda punya untuk ide ini. It’s all in or not at all.

Ini adalah langkah baru, era baru, dan kans baru Anda untuk menggapai sukses.

Ini adalah fokus baru Anda, fokus yang tak akan mati. Semua yang dilakukan dalam mengimplementasikan ide ini jadi nyata, akan berasal dari energi dan passion yang Anda keluarkan.

  1. Berjalanlah dengan data dan angka.
    Sekarang setelah Anda menjalankan rencana baru, tetap terus awasi data dan angka yang datang. Angka tak pernah bohong.

Tetaplah berkomunikasi dengan seluruh tim, baca semua data yang masuk. Lihat terus angka, progres dari waktu ke waktu, dan lakukan benchmark terhadap progres startup Anda.

  1. Evaluasi dan action terus menerus.

Evaluasi secara berkala akan membuat startup Anda berkembang. Bila memang ada yang salah, maka segera lakukan perubahan.

Bila memang kelak harus melakukan pivot lagi, maka lakukanlah.

Pivot tidak mudah untuk dilakukan, memang. Karena itulah banyak startup gagal dan hancur berantakan. Itu karena mereka enggan melakukan pivot. Namun Anda tidak. Pivoting adalah senjata pamungkas Anda untuk menggapai kesuksesan.

Belajar melakukan pivot akan menyelamatkan Anda dari kegagalan, dan memungkinkan Anda sukses di jangka panjang.

Urbanhire – Local Online recruitment Besutan Start up Indonesia

Urbanhire – Local Online recruitment Besutan Start up Indonesia | Dalam bangun satu perusahaan yang bisa jalan dengan baik serta berkelanjutan, dibutuhkan basis pekerja atau pegawai yang sesuai sama keperluan serta taraf usaha kita.

Untuk kepentingan yang satu ini, untuk satu perusahaan yang mempunyai taraf tidak kecil mungkin saja akan tidak terasa kesusahan. Tetapi untuk yang masihlah berstatus sebagai usaha rintisan, temukan kandidat pegawai yang prima kadang-kadang tak semudah membalikkan telapak tangan.

Bersamaan dengan perubahan #teknologi, sekarang ini sesungguhnya telah banyak kepentingan keseharian yang dapat terbantu karena ada tehnologi. Demikian pula untuk permasalahan rekrutmen pegawai, kita dapat juga memakai ada tehnologi yang bakal memudahkan kita dari mulai pencarian pegawai, seleksi sampai penerimaan pegawai.

Satu diantara yang paling gampang yaitu dengan memakai layanan basis rekrutmen yang didatangkan oleh #startup UrbanHire. com. Memprioritaskan simplisitas serta efisiensi sistem, UrbanHire. com coba jadi jalan keluar untuk perusahaan atau pengelola usaha untuk dapat menggerakkan perekrutan pegawai yang tambah baik.

Untuk bebrapa rekanan yang tengah memerlukan pertolongan dalam soal perekrutan pegawai, kelihatannya info di bawah ini begitu layak buat anda simak.

Sepintas Mengenai UrbanHire. com

UrbanHire. com adalah satu diantara startup tehnologi yang mendatangkan service rekrutmen pegawai berbasiskan software serta aplikasi digital. Karenanya ada pertolongan tehnologi itu, jadi baik perusahaan maupun unit usaha dapat memperoleh pegawai atau karyawan yang betul-betul diperlukan dengan cepat, pas dan irit.

Startup UrbanHire. com adalah hasil dari buah fikir 3 founder-nya yaitu Hengki Sihoukms.or.id/ng sebagai CTO, Benson Kawengian sebagai CEO dan Jepri Sinaga yang menjabat posisi SVP Product and Engineering. Ketiganya adalah profesional yang sudah mempunyai pengalaman mumpuni di bagiannya semasing. Keduanya sama lihat kesempatan di bagian service #aplikasi rekrutmen, pada akhirnya mereka mengaukms.or.id/l keputusan untuk bangun UrbanHire. com.

Menilik Besarnya Potensi Rekrutmen Berbasiskan Teknologi

Seperti kita kenali, dulunya sistem rekrutmen satu perusahaan semakin banyak digerakkan lewat jalur off line. Diawali dari menempatkan iklan di beberapa media yang pastinya memerlukan cost tidak kecil, sistem selanjutnya seperti seleksi sampai penerimaan pegawai juga memerlukan periode waktu yg tidak sebentar. Berikut permasalahan yang banyak dihadapi oleh perusahaan, saat di segi lain dituntut untuk dapat bergerak cepat penuhi keperluan bakal tenaga kerja.

Urbanhire – Local Online recruitment Besutan Start up Indonesia “Urbanhire menolong beberapa orang beralih dari sistem tak efektif dengan spreadsheet serta e-mail ke aplikasi rekrutmen yang mutakhir tetapi terjangkau. Kami memakai tehnologi yang dulunya cuma dipakai oleh perusahaan bertaraf tidak kecil. Saat ini, tehnologi ini bisa dipakai oleh pebisnis taraf tidak besar meskipun, ” terang Founder serta CTO Urbanhire, Hengki Sihoukms.or.id/ng

Kenyataan berikut yang lalu di tangkap serta digunakan oleh startup UrbanHire. com. Service yang memiliki basis pusat di kota Jakarta ini, sudah merajut cukup banyak hubungan kerja dengan perusahaan di beberapa bagian seperti institusi keuangan, manufaktur, perusahaan tehnologi dan beragam bagian lain.

Yang menarik yaitu, banyak dari client UrbanHire. com yang terlebih dulu bahkan juga belum pernah memakai service aplikasi rekrutmen. Hal itu menunjukkan ada keyakinan serta potensi yang tidak kecil untuk meningkatkan bagian usaha yang satu ini.

Tentang misi serta visi, startup UrbanHire. com sekarang ini berusaha untuk jadi basis digital rekrutmen pegawai yang paling baik bukan sekedar di Indonesia tetapi sampai lokasi Asia Tenggara.

Meukms.or.id/dik lokasi Asia Tenggara sebagai pasar paling utama pastinya bukanlah tanpa ada argumen. Pasalnya sekarang ini dengan jumlah populasi kian lebih 600 juta orang, Asia Tenggara jadi ladang perkembangan ekonomi yang mengagumkan tidak kecil bahkan juga dapat disandingkan dengan lokasi Uni Eropa serta Amerika Utara.

Diluar itu, startup UrbanHire. com berpacu pada kenyataan riset dari McKinsey (2014) yang memprediksi kalau Indonesia serta Myanmar bakal memerlukan sekitaran 9 juta tenaga pakar dan 13 juta tenaga semi pakar di th. 2030.

Hal semacam ini praktis buka potensi yang tidak kecil dalam pemenuhan keperluan bakal pegawai yang berkwalitas serta sesuai sama persyaratan yang diperlukan perusahaan.

Perubahan Startup UrbanHire. com

Satu diantara langkah tidak kecil yang sukses diraih oleh startup ini yaitu memperoleh pendanaan seed funding dari sebagian pemodal tidak kecil yang ada di Indonesia seperti RMKB Venture, Marissa Soeryadjaya (keluarga Soeryadjaya), Megain Widjaya (keluarga Cahaya Mas), serta Farrel Sutantio (Cimory Grup). Dengan support pendanaan yang kokoh, pastinya startup ini memiliki hari esok yang cerah mengingat juga besarnya potensi bagian rekrutmen digital.

Terkecuali bekerja bersama dengan sebagian pihak pemodal, untuk mensupport kwalitas serta kenikmatan client, UrbanHire. com juga merajut hubungan kerja dengan sebagian perusahaan global pencarian karier seperti Indeed. com, Trovit, serta CareerJet. Begitu nanti penyebaran info lowongan pekerjaan dapat jalan dengan lebih optimal. Urbanhire – Local Online recruitment Besutan Start up Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top