Ikan Asin Fatimah 13: Olahan Ikan Kering dan Hasil Laut dari Kota Tegal

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui21 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Ikan Asin Fatimah adalah usaha pengolahan ikan kering dan hasil laut dari Kota Tegal yang memakai merek “Ikan Asin Fatimah 13”. Profil Karya Kreatif Indonesia mencantumkan Indra Waluyo sebagai kontak dan alamat di Jalan Jongor, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat. Produk yang terlihat meliputi udang rebon tawar kering, teri tawar kering, cumi asin kering, dan ikan asin layur.

Identitas usaha dan kanal publik

KKI mengidentifikasi usaha sebagai pengolah ikan asin, cumi asin, dan hasil laut lainnya. Akun Instagram menggunakan nama ikanasin_fatimah13, sedangkan profil Facebook Indra Waluyo mencantumkan nama usaha serta alamat yang sama. Konsistensi tersebut cukup untuk identifikasi dasar. Namun, bentuk badan usaha, tahun berdiri, nomor izin, kepemilikan merek, dan klasifikasi skala legal belum ditemukan dalam dokumen primer terbuka.

KKI menyebut penjualan dilakukan secara offline dan online melalui sejumlah marketplace. Daftar marketplace dapat berubah dan beberapa tautan lama mungkin tidak lagi aktif. Konsumen perlu memeriksa identitas penjual, foto label, berat bersih, kondisi kemasan, tanggal produksi atau kedaluwarsa, serta kebijakan pengiriman sebelum bertransaksi.

Produk dan perbedaan asin dengan tawar

Katalog KKI memberi rincian yang berguna untuk membedakan produk. Ikan asin layur dijelaskan sebagai ikan layur kering yang diawetkan menggunakan garam. Cumi asin kering juga menggunakan proses pengeringan dan garam. Sebaliknya, teri tawar kering disebut dikeringkan tanpa penambahan garam. Kata “tawar” tidak berarti bebas natrium secara mutlak karena bahan laut secara alami tetap dapat mengandung natrium.

Udang rebon tawar kering merupakan kategori berbeda dengan ikan asin. Pembeli perlu memperhatikan nama spesies atau kelompok bahan, penggunaan garam, berat bersih, ukuran, kadar air, dan tujuan penggunaan. Informasi KKI menunjukkan contoh berat 100 gram untuk layur, 120 gram untuk teri tawar, dan 250 pada listing cumi, tetapi satuan pada listing cumi perlu dikonfirmasi karena halaman hanya menampilkan angka tanpa keterangan lengkap.

Proses pengeringan dan mutu bahan baku

Pengolahan ikan kering secara umum dimulai dari penerimaan bahan, sortasi, pembersihan, penggaraman bila digunakan, penataan, pengeringan, pendinginan, dan pengemasan. Mutu sangat dipengaruhi kesegaran awal, kebersihan air, kadar garam, suhu, durasi, kelembapan, perlindungan dari debu dan serangga, serta kondisi penyimpanan.

Sumber publik tidak menjelaskan apakah pengeringan memakai matahari, alat mekanis, atau kombinasi keduanya. Tidak tersedia data kadar air, aktivitas air, pengujian mikrobiologi, histamin, formalin, logam berat, atau penggunaan bahan tambahan. Halaman ini tidak menyimpulkan keamanan produk hanya dari tampilan katalog. Pemeriksaan label, izin, dan kondisi fisik tetap diperlukan.

Risiko keamanan pangan pada hasil laut kering

Produk hasil laut dapat membawa risiko alergen. Ikan, udang, dan cumi harus dinyatakan jelas, terutama bila beberapa produk diproses di fasilitas yang sama. Kontaminasi silang juga dapat terjadi dari alat, meja, tempat pengeringan, dan kemasan. Konsumen dengan alergi perlu menghindari asumsi bahwa produk ikan bebas dari jejak udang atau cumi.

Ikan kering yang lembap, berbau tidak wajar, berubah warna, berlendir, berjamur, atau memiliki kemasan rusak sebaiknya tidak digunakan. Kristal garam dapat muncul pada sebagian produk, tetapi konsumen sulit membedakannya dari pertumbuhan jamur hanya melalui foto. Penyimpanan harus mengikuti instruksi produsen, dan produk yang sudah dibuka perlu dilindungi dari kelembapan serta hama.

Natrium dan cara konsumsi

Produk yang diawetkan dengan garam dapat memiliki kadar natrium tinggi. Kadar aktual hanya dapat diketahui dari informasi gizi atau uji laboratorium. Merendam atau mencuci sebelum memasak dapat mengubah rasa dan sebagian garam, tetapi hasilnya tidak seragam. Halaman ini tidak memberi saran medis; konsumen yang harus membatasi natrium perlu mengikuti arahan tenaga kesehatan dan membaca label produk.

Produk tawar kering juga memerlukan pemeriksaan komposisi karena istilah dagang dapat berbeda antarpenjual. Informasi “tanpa menggunakan garam” pada listing teri KKI merupakan deskripsi produk tertentu dan tidak boleh diterapkan ke seluruh produk Ikan Asin Fatimah. Setiap SKU harus memiliki label sendiri.

Konteks Tegal dan rantai pasok hasil laut

Lokasi di Tegalsari, Tegal Barat, menempatkan usaha dekat dengan konteks perdagangan dan pengolahan hasil laut pesisir utara Jawa. Namun, sumber publik tidak menjelaskan tempat pelelangan, nelayan, pemasok, spesies, wilayah tangkap, atau jadwal pasokan yang digunakan. Asal bahan tidak boleh diasumsikan seluruhnya dari perairan Tegal.

Ketertelusuran yang baik memerlukan catatan penerimaan, pemasok, tanggal, spesies, proses, batch, dan tujuan distribusi. Informasi tersebut penting ketika terjadi keluhan atau penarikan produk. Untuk pengadaan restoran dan toko, pembeli dapat meminta spesifikasi ukuran, toleransi kadar air, persentase garam, kondisi kemasan, minimum order, dan jadwal pengiriman.

Pasar dan distribusi

KKI menyebut usaha melayani konsumen di berbagai kota melalui penjualan offline dan online. Pernyataan tersebut tidak menyertakan angka pelanggan, volume, wilayah distribusi, atau mitra. Marketplace memungkinkan produk kering dikirim lebih jauh, tetapi pengemasan harus mencegah kebocoran aroma, kelembapan, kerusakan, dan kontaminasi selama transportasi.

Harga katalog adalah data historis dan tidak dapat dianggap masih berlaku. Harga hasil laut berubah mengikuti jenis, ukuran, musim, pasokan, kualitas, dan berat bersih. Pembeli perlu membandingkan harga per berat dan spesifikasi, bukan hanya harga per kemasan.

Keunikan yang dapat diverifikasi

Keunikan Ikan Asin Fatimah terletak pada spesialisasi hasil laut kering serta pemisahan produk asin dan tawar dalam katalog. Identitas merek “13”, alamat, nama kontak, dan contoh produk dapat diverifikasi melalui KKI dan kanal sosial. Bukti yang tersedia belum cukup untuk menilai kapasitas, mutu, izin, atau jangkauan pasar secara independen.

Dalam Direktory UKM UKMS, Ikan Asin Fatimah dapat dibaca bersama Ibib Food, Ifamoy, dan Hunay. Tautan ini memberi konteks pengolahan pangan dan hasil daerah, bukan hubungan bisnis.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

  • Bentuk badan usaha, tahun berdiri, izin usaha, dan kepemilikan merek.
  • Nomor izin edar, sertifikat halal, label, dan cakupan setiap SKU.
  • Spesies, asal bahan, pemasok, kadar garam, kadar air, dan hasil uji.
  • Metode pengeringan, fasilitas, kebersihan, ketertelusuran, dan penyimpanan.
  • Kapasitas, marketplace aktif, harga, stok, wilayah distribusi, dan retur.

Kesimpulan netral

Ikan Asin Fatimah memiliki identitas publik sebagai pengolah hasil laut kering dari Tegal dengan produk layur asin, cumi asin, teri tawar, dan udang rebon. Katalog memberi beberapa rincian bahan dan berat, tetapi informasi legal, izin, proses, pengujian, serta kapasitas belum tersedia secara memadai. Profil ini tidak menggantikan pemeriksaan label dan kondisi produk sebelum konsumsi atau pengadaan.

Sumber, tanggal pemeriksaan, dan jalur koreksi

Sumber diperiksa pada 7 Agustus 2026 WIB: profil dan halaman produk Karya Kreatif Indonesia, akun Instagram dan Facebook yang terkait, serta video KPw Bank Indonesia Tegal. Materi video digunakan sebagai jejak program, bukan audit keamanan pangan. Koreksi dapat diajukan melalui halaman kontak UKMS.

Konteks dan entitas terkait

Ikan Asin Fatimah tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: IKM Putri; Ifamoy; Ilhamumtaza. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top