Kacang Sangrai Merpati adalah agroindustri kacang tanah di Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa. Penelitian Universitas Sam Ratulangi tahun 2020 menyebut UD Merpati didirikan sejak 1996 dan dimiliki oleh Frans Kapero. Usaha ini mengolah kacang tanah menjadi kacang sangrai dengan metode tradisional menggunakan panas dari tungku serta pasir sebagai media sangrai.
Identitas usaha dan lokasi produksi
Beberapa penelitian akademik secara konsisten menempatkan UD Merpati di Tombasian Atas, Kawangkoan Barat. daftar identitas yang dikunci awal hanya mencantumkan Sulawesi Utara, sehingga lokasi diperjelas menjadi Kabupaten Minahasa. Nama Kacang Sangrai Merpati digunakan sebagai brand produk, sementara UD Merpati merupakan bentuk usaha yang disebut dalam penelitian.
Penelitian 2020 menyebut Frans Kapero sebagai pemilik. Dokumen legal terbaru, NIB, status UD, dan kepemilikan merek belum diverifikasi pada registri pemerintah. Karena sumber utama merupakan penelitian lapangan, identitas historis cukup kuat tetapi tetap perlu pembaruan.
Riwayat sejak 1996
Studi nilai tambah tahun 2020 menyatakan UD Merpati merupakan salah satu industri kacang sangrai lama di Kawangkoan dan telah berdiri sejak 1996. Penelitian keuntungan tahun 2024 juga menggambarkan usaha telah dirintis lama dan terus berproduksi. Tahun awal ini lebih kuat daripada sekadar klaim promosi karena berasal dari wawancara penelitian.
Meski demikian, usia usaha tidak otomatis berarti sistem produksi 2026 sama dengan 2020. Peralatan, tenaga kerja, pemasok, ukuran kemasan, dan kapasitas dapat berubah. Angka penelitian harus dibaca sesuai periodenya.
Kacang batik, belimbing, dan merah super
Penelitian 2020 menyebut jenis kacang yang digunakan meliputi kacang batik, kacang belimbing, dan kacang merah super, dengan kacang batik paling banyak digunakan karena dianggap memiliki kualitas dan permintaan lebih tinggi pada saat penelitian. Informasi tersebut adalah kondisi bahan baku pada periode studi, bukan spesifikasi tetap untuk seluruh produksi 2026.
Mutu kacang dipengaruhi ukuran, kadar air, kerusakan biji, kebersihan, dan kondisi penyimpanan. Produsen membutuhkan standar penerimaan bahan untuk menjaga rasa serta tingkat kematangan sangrai.
Proses penjemuran dan sangrai pasir
Penelitian strategi tahun 2021 mendokumentasikan proses produksi: kacang dijemur selama dua sampai tiga hari, kemudian disangrai di wajan besar menggunakan pasir dan kayu bakar. Setelah itu kacang didinginkan, ditapis untuk memisahkan kualitas dan sisa pasir, lalu dikemas.
Metode tradisional memberi karakter khas tetapi membutuhkan kontrol kebersihan. Pasir harus bersih dan tidak meninggalkan benda asing. Kayu bakar menghasilkan panas yang perlu dikendalikan agar kacang tidak gosong. Pekerja juga terpapar panas dan asap sehingga aspek keselamatan kerja relevan.
Kapasitas penelitian 2021 dan perubahan skala
Studi 2021 mencatat produksi lima kali seminggu dan penggunaan sekitar 70 kilogram kacang mentah per proses, menghasilkan sekitar 50 kilogram kacang sangrai. Penelitian lebih lama memiliki angka berbeda. Variasi ini menunjukkan kapasitas dapat berubah sesuai periode, metode pencatatan, atau kondisi usaha.
Karena itu, halaman ini tidak memakai satu angka sebagai kapasitas saat ini. Buyer perlu meminta data produksi 2026, jumlah tungku, tenaga kerja, lead time, dan stok bahan.
Kemasan dan harga historis
Penelitian keuntungan 2024 berdasarkan data Juni–Agustus 2023 menyebut tiga ukuran kemasan: 250 gram, 400 gram, dan 800 gram. Harga pada penelitian tersebut merupakan kondisi periode studi dan tidak relevan sebagai daftar harga sekarang. KKI memasukkan Kacang Sangrai Merpati dalam kategori camilan Sulawesi Utara, tetapi halaman profil individual tidak terindeks dengan baik saat pemeriksaan.
Kemasan perlu melindungi produk dari udara dan kelembapan. Kacang yang sudah disangrai rentan tengik karena kandungan lemaknya. Buyer perlu memastikan tanggal produksi, masa simpan, bahan kemasan, dan kondisi segel.
Pasar tradisional dan modern
Penelitian 2020 menyebut produk telah dipasarkan ke toko kecil, menengah, dan besar, termasuk supermarket serta toko oleh-oleh di Manado dan Kawangkoan pada periode tersebut. Studi 2021 juga merekomendasikan pemanfaatan izin usaha, teknologi, promosi, dan kerja sama petani untuk memperluas pasar.
Daftar outlet historis tidak boleh dianggap aktif pada 2026. Untuk ritel modern, pemasok memerlukan barcode, dokumen izin, shelf-life minimum, konsistensi kemasan, dan jadwal distribusi.
Hubungan dengan petani
Studi strategi 2021 menekankan kerja sama dengan petani kacang dan memaksimalkan bahan baku dari Kelompok Tani Sejati. Ini memberi konteks bahwa rantai pasok lokal merupakan bagian penting bisnis. Namun, jumlah petani, kontrak, harga beli, dan volume sekarang belum tersedia.
Ketertelusuran petani dapat membantu menjelaskan varietas, kualitas, dan musim. Data ini juga penting jika usaha ingin membuat klaim pemberdayaan atau penggunaan bahan lokal.
Keamanan pangan dan alergen
Kacang tanah merupakan alergen utama dan juga rentan kontaminasi aflatoksin bila bahan baku lembap atau tersimpan buruk. Sumber penelitian yang diperiksa tidak menampilkan hasil uji aflatoksin, mikrobiologi, sertifikat halal, atau izin edar terbaru.
Pembeli skala besar sebaiknya meminta dokumen keamanan pangan, spesifikasi bahan baku, dan prosedur kebersihan pasir. Klaim tradisional tidak menggantikan quality control modern.
Dokumentasi batch untuk proses tradisional
Metode tradisional tetap dapat dikelola dengan pencatatan modern. Nomor batch dapat menghubungkan tanggal produksi, pemasok kacang, lama penjemuran, operator sangrai, jumlah bahan, hasil akhir, dan kemasan. Sistem sederhana seperti ini membantu ketika terjadi komplain atau perubahan mutu. Sumber penelitian belum menunjukkan penggunaan batch record formal di UD Merpati, sehingga penerapannya perlu dikonfirmasi langsung kepada operator.
Keunikan yang dapat diverifikasi
Keunikan Kacang Sangrai Merpati adalah sejarah panjang sejak 1996, proses tradisional sangrai pasir, dan akar produksi di Kawangkoan. Tiga penelitian Universitas Sam Ratulangi memberi dokumentasi yang relatif kuat tentang pemilik, lokasi, proses, dan kondisi bisnis.
Dalam Direktory UKM UKMS, Kacang Sangrai Merpati dapat dibaca bersama Kacang Jaruk Hj. Ati, Java Mete, Jajanan Nda_Sha, dan Ilhamumtaza.
Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi
- Status UD, NIB, merek, dan izin terbaru.
- Kapasitas 2026, jumlah pekerja, mesin, serta sumber kacang.
- Pengujian aflatoksin, mikrobiologi, halal, dan shelf life.
- Prosedur kebersihan media pasir, asap, dan keselamatan kerja.
- Daftar outlet dan harga terkini.
Kesimpulan netral
Kacang Sangrai Merpati merupakan agroindustri tradisional yang terdokumentasi baik secara akademik di Tombasian Atas, Minahasa. Metode sangrai pasir dan riwayat sejak 1996 menjadi identitas utama. Data legal, keamanan pangan, kapasitas, serta pasar perlu diperbarui untuk menggambarkan kondisi 2026 secara akurat.
Konteks dan entitas terkait
Kacang Sangrai Merpati tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.
Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Kacang Jaruk Hj. Ati; K3Matuari; Kakao Kita Papua. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.
