Kampoeng Timoer: Peyek Kepiting dan Seafood Snack dari Balikpapan

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui18 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Kampoeng Timoer adalah brand seafood snack asal Balikpapan yang dioperasikan CV Azra Sentosa Jaya. Profil Karya Kreatif Indonesia dan Inaexport sama-sama menempatkan fasilitas usaha di Jalan Strat 2 Nomor 30, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara. Filsa Budi Ambia tercantum sebagai figur utama usaha dan dikenal sebagai perintis produk peyek kepiting yang menjadi salah satu identitas brand.

Jejak usaha sejak 2012

Inaexport mencatat tahun establishment 2012 dan skala usaha kecil pada verifikasi 27 September 2023. Kajian akademik mengenai rantai pasok CV Azra Sentosa Jaya juga menyebut usaha didirikan 21 Desember 2012 dan dirintis Filsa Budi Ambia. Liputan bisnis menjelaskan bahwa peyek kepiting mulai dikembangkan setelah Filsa bereksperimen dengan usaha peyek rumahan.

Tahun 2012 merupakan milestone yang relatif konsisten pada sumber terbaru. Beberapa artikel lama menyebut 2013 sebagai awal produksi komersial, sehingga halaman ini membedakan pendirian usaha dan fase penjualan yang berkembang. Status legal CV, NIB, dan struktur kepemilikan terkini tetap perlu dilihat pada dokumen resmi.

Peyek kepiting sebagai produk ikonik

Produk yang paling menonjol adalah Peyek Kepiting Kampoeng Timoer dengan varian original, pedas, dan lada hitam. KKI menampilkan kemasan 40 gram dan 85 gram. Listing produk mencantumkan bahan seperti daging kepiting, tepung tapioka, bawang putih, garam, penyedap rasa, minyak nabati, dan lada hitam pada varian tertentu.

Komposisi dapat berbeda antarvarian dan ukuran, sehingga konsumen harus membaca label aktual. Produk berbasis kepiting memiliki alergen krustasea. Bila fasilitas juga mengolah ikan tenggiri, telur, atau bahan lain, informasi cross-contact perlu dicantumkan secara jelas.

Amplang, abon rajungan, dan lini seafood lain

Selain peyek, KKI menampilkan Amplang Kuku Macan berbahan ikan tenggiri dan kepiting, abon rajungan, ikan pepija, kerupuk cumi, serta kepiting saus lada hitam. Portofolio ini menunjukkan strategi hilirisasi hasil laut menjadi produk shelf-stable dan ready-to-eat.

Setiap kategori memiliki kebutuhan proses yang berbeda. Amplang bergantung pada adonan, penggorengan, dan kadar air; abon memerlukan pengeringan yang konsisten; produk saus memerlukan kontrol mikrobiologi serta kemasan yang sesuai. Satu izin atau satu shelf-life tidak otomatis berlaku untuk seluruh lini.

Skala usaha menurut Inaexport

Inaexport mengklasifikasikan CV Azra Sentosa Jaya sebagai produsen seafood snack skala kecil dan mencatat sekitar 20 tenaga kerja pada verifikasi 2023. Data tersebut lebih terstruktur dibanding materi promosi, tetapi tetap merupakan snapshot. Jumlah pekerja, kapasitas, dan omzet 2026 dapat berubah.

Inaexport juga menampilkan minimum order untuk salah satu produk, tetapi tidak mencantumkan export year atau export market. Ini penting karena profil KKI menyebut produk pernah dikirim ke Malaysia, Taiwan, dan China. Halaman ini membedakan klaim pengiriman dari bukti ekspor formal yang terdokumentasi.

Sertifikasi dan klaim yang perlu diperbarui

KKI mencantumkan HALAL, GMP, ISO 9001:2008, serta penerapan HACCP. Listing lain menyebut BPOM pada produk tertentu. Klaim sertifikasi ini berasal dari katalog dan perlu diverifikasi nomor sertifikat, ruang lingkup, badan penerbit, serta masa berlaku.

ISO 9001:2008 adalah versi standar yang sudah lama digantikan ISO 9001:2015. Karena itu, penggunaan logo atau klaim ISO pada 2026 harus berdasarkan sertifikat aktif yang menunjukkan versi dan scope terbaru. Hal yang sama berlaku untuk halal, BPOM, GMP, dan HACCP.

Rantai pasok kepiting dan risiko bahan baku

Penelitian JIEOM tahun 2025 secara khusus menganalisis risiko rantai pasok peyek kepiting pada CV Azra Sentosa Jaya. Abstraknya menyebut ketidakpastian supplier memenuhi kebutuhan bahan baku serta lamanya durasi produksi sebagai potensi risiko. Ini menjadi bukti bahwa kontinuitas bahan laut merupakan isu operasional nyata.

Bahan kepiting perlu ketertelusuran jenis, pemasok, kondisi segar atau beku, suhu, dan waktu penerimaan. Bila perusahaan menggunakan kepiting lokal Balikpapan sebagai selling point, data pemasok serta praktik perikanan yang legal akan memperkuat klaim origin.

Masa simpan dan kemasan

Profil KKI menyebut masa expired sekitar delapan sampai sepuluh bulan, sedangkan listing Amplang tertentu menyebut delapan atau dua belas bulan. Perbedaan ini menunjukkan shelf life harus dilihat per SKU dan versi kemasan, bukan digeneralisasi pada seluruh brand.

Snack goreng rentan kehilangan kerenyahan serta mengalami oksidasi minyak. Kemasan perlu memiliki barrier yang sesuai terhadap oksigen dan kelembapan. Buyer ritel sebaiknya meminta shelf-life study, batch coding, tanggal produksi, dan masa simpan minimum saat barang diterima.

Jejak ritel dan pasar nasional

KKI menyatakan distribusi dilakukan melalui reseller, mitra, dan ritel modern ke berbagai wilayah Indonesia. Sumber akademik juga mencatat kerja sama dengan marketplace dan jaringan ritel pada periode penelitian. Nama retailer historis tidak otomatis masih aktif pada 2026.

Untuk pengadaan modern retail, faktor penting mencakup barcode, izin, konsistensi berat, karton pengiriman, masa simpan, retur, dan service level. Harga toko online tidak sama dengan quotation grosir.

Informasi yang dibutuhkan buyer dan reseller

Reseller atau buyer ritel membutuhkan data yang lebih operasional daripada konsumen akhir. Informasi minimum mencakup harga grosir bertingkat, minimum order, isi karton, barcode, dimensi kemasan, masa simpan minimum saat diterima, lead time, wilayah pengiriman, dan kebijakan retur. Untuk produk seafood, dokumen alergen dan nomor izin per SKU juga menjadi bagian penting. Sumber publik belum menampilkan seluruh paket dokumen B2B tersebut, sehingga perlu diminta langsung sebelum kontrak.

Keunikan yang dapat diverifikasi

Keunikan Kampoeng Timoer berada pada fokus seafood snack Balikpapan, sejarah pengembangan peyek kepiting, legal operator CV Azra Sentosa Jaya, serta jejak penelitian rantai pasok. Dibanding banyak brand oleh-oleh yang hanya memiliki media sosial, entity ini memiliki sumber KKI, Inaexport, akademik, dan media bisnis yang saling menguatkan.

Dalam Direktory UKM UKMS, Kampoeng Timoer dapat dibaca bersama Jihan Food, Ikan Asin Fatimah, Ibib Food, dan Java Mete.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

  • NIB, struktur CV, merek, dan legalitas korporasi terbaru.
  • Nomor serta masa berlaku halal, BPOM, GMP, HACCP, dan ISO.
  • Supplier seafood, traceability, suhu, dan legalitas sumber bahan.
  • Shelf life, alergen, kapasitas, tenaga kerja, dan quality control per SKU.
  • Dokumen pengiriman atau ekspor jika pasar Malaysia, Taiwan, atau China diklaim.

Kesimpulan netral

Kampoeng Timoer memiliki rekam publik yang kuat sebagai produsen seafood snack Balikpapan melalui CV Azra Sentosa Jaya. Data Inaexport menguatkan status produsen skala kecil pada 2023 dan KKI memberi detail lini produk. Sertifikasi, shelf life, kapasitas, serta bukti ekspor perlu diperbarui agar klaim 2026 tetap akurat.

Konteks dan entitas terkait

Kampoeng Timoer tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Kakao Kita Papua; Kacang Sangrai Merpati; Kasi Tahu. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top