Identitas Syafrida Snack
Syafrida Snack adalah produsen camilan dan oleh-oleh dari Surabaya, Jawa Timur. KKI menyebut usaha berdiri pada 1985, sedangkan situs resmi menyatakan berdiri pada 1984. Perbedaan satu tahun ini tidak direkonsiliasi secara paksa karena kedua sumber berasal dari pihak yang dekat dengan usaha. Untuk kebutuhan legal, tanggal pendirian harus dikonfirmasi melalui dokumen usaha. Situs resmi menyebut Syafrida sebagai home industry, sementara KKI memasukkannya dalam ekosistem UMKM unggulan.
Dari kerupuk ikan ke portofolio camilan luas
KKI menjelaskan Syafrida bermula dari produksi kerupuk ikan yang dipasarkan ke tetangga dan pasar tradisional, kemudian berkembang ke pasar modern dan distribusi nasional. Produk yang terlihat meliputi kacang mente, kerupuk ikan, kerupuk tempe, keripik tempe, rengginang udang, rengginang bawang, emping melinjo berbagai rasa, serta produk jagung. Situs resmi juga menampilkan kategori camilan yang lebih luas. Buyer perlu meminta katalog aktif karena portofolio dapat berubah dari waktu ke waktu.
Kerupuk Ikan Superior
Halaman KKI untuk Kerupuk Ikan Superior mencantumkan berat bersih 150 gram dan bahan tepung tapioka, ikan, garam, MSG, serta minyak sawit. Listing menyatakan produk menggunakan ikan segar dan diolah dengan memperhatikan kebersihan. Informasi ini hanya berlaku pada SKU yang ditampilkan. Buyer perlu meminta jenis ikan, persentase ikan, supplier specification, allergen declaration, metode penggorengan, serta shelf-life study bila produk akan masuk ke retail modern.
Rengginang dan emping melinjo
KKI menampilkan rengginang bawang dan udang berbahan dasar beras ketan, serta emping melinjo varian bawang, pedas manis, kari, dan rasa lain. Pada produk emping, melinjo disebut dipipihkan secara manual. Keragaman rasa memungkinkan segmentasi konsumen, tetapi seasoning harus dikontrol per SKU agar allergen, flavor, dan komposisi tidak tertukar. Label aktual harus menjadi rujukan utama untuk komposisi dan berat bersih.
Kacang mente dan kontrol bahan baku
Kacang mente merupakan salah satu lini produk Syafrida. Halaman KKI untuk varian pedas mencantumkan kacang mente, tepung terigu, cabai, bawang putih, garam, gula, dan minyak sawit. Produk kacang membutuhkan kontrol aflatoksin, ketengikan, kadar air, dan allergen. Buyer B2B sebaiknya meminta supplier declaration, hasil uji bila tersedia, serta pernyataan allergen yang jelas agar konsumen dengan alergi kacang mendapatkan informasi memadai.
Jejak pasar nasional dan internasional
Situs resmi menyatakan produk Syafrida telah didistribusikan ke seluruh Indonesia dan beberapa negara Asia. KKI menyebut negara seperti Korea Selatan, Arab Saudi, dan New Zealand. Karena sumber tidak menampilkan volume, frekuensi, atau dokumen shipment, UKMS tidak menyimpulkan skala ekspor. Buyer atau distributor yang membutuhkan bukti dapat meminta commercial invoice yang disamarkan, packing list, sertifikat asal, atau dokumen ekspor terbaru.
Penghargaan Upakarti
KKI menyebut Syafrida pernah memperoleh penghargaan Upakarti jasa pengabdian. Informasi ini relevan sebagai bagian sejarah brand, tetapi halaman yang diperiksa tidak mencantumkan tahun, kategori lengkap, atau nomor penghargaan. Jika penghargaan akan digunakan pada proposal, company profile, atau materi tender, dokumen penghargaan perlu diperiksa agar penulisan tidak terlalu umum.
Outlet dan kanal distribusi
Situs resmi menyebut produk dapat ditemukan di supermarket serta gerai Rumah Camilan dan Oleh-Oleh Surabaya di Jalan Raya Ngagel Madya No. 32. Distribusi lewat supermarket menuntut konsistensi master data, barcode, harga, masa simpan minimum, dan carton packing. Produsen juga perlu mengelola perbedaan SKU retail, kemasan oleh-oleh, dan produk grosir agar tidak terjadi konflik stok atau label.
Kontrol mutu produk goreng
Sebagian besar produk Syafrida merupakan makanan kering atau goreng. Risiko utamanya mencakup ketengikan minyak, penyerapan kelembapan, kehilangan kerenyahan, kontaminasi silang allergen, dan kerusakan kemasan. Quality control perlu mencakup standar minyak, temperatur penggorengan, cooling time, kadar air, sealing, pemeriksaan berat, dan lot coding. Produk dengan shelf life panjang sebaiknya didukung hasil uji yang relevan.
Due diligence untuk buyer
Buyer perlu meminta legal identity, NIB, izin edar per SKU, sertifikat halal bila digunakan sebagai klaim, ingredient list, allergen declaration, nutrition facts, shelf-life study, hasil mikrobiologi, supplier specification, packaging barrier, barcode, MOQ, kapasitas, lead time, dan dokumen ekspor bila relevan. Karena portofolionya luas, due diligence harus dilakukan per kelompok produk, bukan menggunakan satu dokumen untuk seluruh camilan.
Manajemen banyak SKU
Portofolio Syafrida yang luas menciptakan tantangan inventory dan quality assurance. Kerupuk, emping, kacang, rengginang, dan produk jagung membutuhkan bahan serta seasoning berbeda. Produsen perlu memiliki kode SKU, master formula, label version control, dan batch record agar kesalahan kemasan dapat dicegah. Ketika satu varian dihentikan atau komposisi berubah, marketplace, toko, distributor, dan database internal harus diperbarui serempak supaya konsumen tidak menerima informasi yang berbeda.
Ketahanan produk dalam distribusi nasional
Camilan kering memang tidak membutuhkan cold chain, tetapi distribusi nasional menghadapkan produk pada panas, kelembapan, getaran, dan tekanan karton. Produk yang rapuh seperti rengginang memerlukan perlindungan berbeda dari kacang atau emping. Trial shipment ke beberapa wilayah dapat digunakan untuk mengukur tingkat remuk, seal failure, dan perubahan kerenyahan. Data retur dari distributor juga dapat menjadi dasar perbaikan packaging daripada hanya mengandalkan inspeksi di pabrik.
Risiko allergen lintas lini
Karena Syafrida memproduksi kacang, produk berbasis ikan, kedelai, terigu, dan kemungkinan bahan susu pada beberapa seasoning, risiko cross-contact perlu diperhatikan. Buyer yang memasok retail modern dapat meminta allergen matrix, jadwal produksi, prosedur cleaning, serta deklarasi label yang sesuai. Informasi “mengandung” dan “mungkin mengandung” tidak boleh dibuat hanya dari asumsi, tetapi harus mengikuti evaluasi proses produksi aktual.
tautan internal dan konteks direktori
Pembaca dapat membandingkan produsen camilan lain melalui Direktory UKM UKMS, Rahida Cookies, Raja Kripiks, Pareto Estu Guna, dan Parmins Food. Tautan ini bersifat kategori dan tidak menyatakan afiliasi.
Kesimpulan
Syafrida Snack memiliki rekam jejak panjang sebagai produsen camilan dan oleh-oleh Surabaya. Situs resmi dan KKI mendukung portofolio, distribusi nasional, serta jejak internasional, tetapi terdapat konflik minor mengenai tahun berdiri 1984 versus 1985. Data izin, kapasitas, sertifikasi, dan shipment terbaru tetap perlu diverifikasi sebelum keputusan procurement. Koreksi berbasis dokumen dapat diajukan melalui kontak UKMS.
Konteks dan entitas terkait
Syafrida Snack tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.
Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Parmins Food; Syahan Food; Pawon RZQ. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.
