Identitas Syahan Food
Syahan Food adalah usaha kuliner dari Palu, Sulawesi Tengah yang berdiri pada 2021. KKI menampilkan nama Yasmin Aljufri sebagai kontak dan alamat di Jalan Mangga II No. 27 H. Produk yang dipasarkan mencakup sambal roa, sambal hijau, kentang mustofa, bawang goreng, roti Maryam, kebab, serta produk frozen. RRI pada April 2026 menyebut Yasmin Aljufri sebagai owner Syahan dan mencatat perkembangan usaha dari kuliner menjadi pusat oleh-oleh modern dan frozen food.
Transformasi pada 2026
RRI melaporkan Syahan melakukan grand opening pusat oleh-oleh pada 15 Februari 2026 di Kota Palu. Konsepnya menggabungkan produk Syahan dengan produk UMKM lokal lain dalam satu lokasi, sekaligus menawarkan frozen food dan oleh-oleh khas daerah. Perubahan model ini penting karena Syahan tidak lagi hanya berfungsi sebagai produsen satu merek, tetapi juga sebagai titik agregasi produk. Untuk direktori, hubungan antara aktivitas retail pusat oleh-oleh dan badan usaha produsen perlu dibedakan.
Kentang Mustofa
KKI menampilkan Kentang Mustofa dan Kentang Mustofa Mini. Listing ukuran mini mencantumkan berat 60 gram dan bahan seperti kentang, cabai, bawang merah, bawang putih, gula, garam, minyak goreng, serta bumbu. Produk tersebut disebut diproduksi oleh PT Baity Syahan Persada, Palu, dan menampilkan nomor PIRT 2117272030148-28. Informasi itu cukup spesifik untuk SKU tersebut, tetapi buyer tetap perlu memeriksa status izin terkini dan kecocokan nama produsen pada label fisik.
Bagorkelas dan kombinasi bahan lokal
Produk Bagorkelas di KKI menggabungkan bawang goreng, ikan teri atau teri rono, dan daun kelor kering. Listing mencantumkan berat 100 gram, sertifikasi halal dan PIRT sebagai klaim produk, serta nama PT Baity Syahan Persada sebagai produsen. Produk seperti ini memiliki risiko allergen ikan dan membutuhkan kontrol kadar air serta minyak agar tetap renyah. Buyer perlu memastikan allergen declaration, ingredient list, shelf-life study, dan nomor izin sesuai SKU aktual.
Sambal roa dan sambal hijau
Sambal roa dan sambal hijau duo merupakan bagian portofolio KKI. Sambal berbasis ikan memiliki karakter rasa khas Sulawesi tetapi juga menambah kompleksitas keamanan pangan. Produsen perlu mengontrol bahan ikan, pemasakan, kadar air, minyak, integritas seal, dan kondisi penyimpanan. Artikel ini tidak menetapkan umur simpan atau metode sterilisasi karena tidak ada data proses lengkap pada sumber yang diperiksa.
Pemberdayaan UMKM lokal
KKI menyebut Syahan memiliki komitmen pada pemberdayaan perempuan dan pemuda lokal. RRI pada 2026 memperluas konteks tersebut dengan menggambarkan pusat oleh-oleh Syahan sebagai wadah bagi produk UMKM lokal. Klaim pemberdayaan ini relevan, tetapi belum tersedia data jumlah mitra, nilai pembelian, jumlah perempuan atau pemuda yang terlibat, dan struktur kerja sama. Untuk laporan dampak, data tersebut perlu dicatat secara berkala.
Retail aggregator dan standar kurasi
Jika Syahan berfungsi sebagai pusat oleh-oleh yang menampung produk pihak lain, kualitas brand akan dipengaruhi oleh standar kurasi. Retailer perlu memastikan setiap produk mitra memiliki legal identity, izin yang sesuai, label, masa simpan, kondisi kemasan, dan traceability pemasok. Produk frozen memerlukan kontrol suhu terpisah dari produk shelf-stable. SOP penerimaan barang, minimum expiry, retur, dan cold-chain menjadi penting ketika jumlah mitra bertambah.
Potensi pasar wisata dan oleh-oleh
Lokasi di Palu memberi Syahan peluang menggabungkan kebutuhan wisatawan, masyarakat lokal, dan pelanggan online. Produk seperti bawang goreng Palu, sambal roa, dan olahan teri memiliki identitas daerah yang kuat. Agar positioning oleh-oleh modern berhasil, packaging, cerita asal, kemudahan dibawa, umur simpan, dan konsistensi harga menjadi faktor penting. Produk frozen memerlukan strategi berbeda karena tidak semua wisatawan dapat membawa barang berantai dingin.
Risiko informasi dan legal entity
KKI menampilkan Syahan sebagai UMKM dan pada SKU tertentu mencantumkan PT Baity Syahan Persada sebagai produsen. Artikel ini tidak mengasumsikan seluruh produk Syahan diproduksi oleh badan hukum yang sama tanpa pemeriksaan label. Buyer perlu meminta NIB, akta bila relevan, daftar merek, izin per SKU, serta struktur hubungan antara brand Syahan, pusat oleh-oleh, dan PT Baity Syahan Persada.
Due diligence untuk buyer dan mitra
Dokumen penting mencakup legal identity, izin edar per SKU, halal, ingredient list, allergen statement, shelf-life study, hasil mikrobiologi, packaging specification, kapasitas, MOQ, lead time, dan SOP recall. Untuk produk frozen, suhu penyimpanan dan distribusi harus didefinisikan. Untuk pusat oleh-oleh, mitra juga perlu mengetahui margin, konsinyasi atau purchase order, periode pembayaran, standar display, dan kebijakan produk mendekati kedaluwarsa.
Cold-chain untuk lini frozen
Transformasi ke frozen food membutuhkan disiplin operasional yang berbeda dari sambal dan camilan kering. Suhu freezer, waktu produk berada di luar pendingin, loading, pengiriman last mile, dan prosedur penerimaan harus dicatat. Produk yang thawing kemudian dibekukan ulang dapat mengalami penurunan mutu dan risiko keamanan. Jika Syahan menjual produk frozen dari UMKM mitra, standar cold-chain harus berlaku juga pada pemasok, bukan hanya di outlet.
Data mitra untuk pusat oleh-oleh
Sebagai aggregator, Syahan dapat membangun keunggulan bila memiliki database setiap mitra: legal name, NIB, izin produk, halal, kontak, masa simpan, harga beli, margin, retur, dan histori kualitas. Data ini membantu proses kurasi dan recall bila terjadi masalah. Tanpa master vendor yang rapi, pertumbuhan jumlah produk dapat meningkatkan risiko salah label, expired goods, atau kesulitan menelusuri produsen.
Ekspansi pusat oleh-oleh juga membutuhkan pelaporan sell-through per merek agar Syahan dapat membedakan produk cepat bergerak, slow moving, dan produk yang berisiko kedaluwarsa.
tautan internal dan konteks direktori
Pembaca dapat membandingkan produsen pangan lain melalui Direktory UKM UKMS, Quinn Kitchen, Raja Kripiks, R&R Food, dan Rafflesia Keyzee. Tautan ini bersifat kategori dan tidak menunjukkan afiliasi.
Kesimpulan
Syahan Food memiliki jejak yang cukup kuat sebagai UMKM kuliner Palu yang berdiri sejak 2021 dan berkembang menjadi pusat oleh-oleh serta frozen food pada 2026. KKI dan RRI mendukung identitas pemilik, produk, dan transformasi model usaha. Data yang tetap perlu diverifikasi mencakup relasi badan hukum, izin per SKU, jumlah mitra, kapasitas, dan standar cold-chain. Koreksi dapat diajukan melalui kontak UKMS.
Konteks dan entitas terkait
Syahan Food tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.
Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Syafrida Snack; Quinn Kitchen; PT Amaniky Tuah Madani. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.
