Tempe King: Keripik Tempe Salatiga dengan Rempah Internasional dan Orientasi Ekspor

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui11 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Identitas Tempe King

Tempe King adalah UMKM camilan berbasis tempe dari Salatiga, Jawa Tengah. Karya Kreatif Indonesia menyebut usaha berdiri sejak 2017 dan menampilkan Nana Febriardiani sebagai kontak. Situs resmi Tempe King juga menempatkan awal cerita brand pada 2017 di Salatiga. Produk utamanya adalah tempeh chips dengan positioning plant-based dan rasa yang menggabungkan tempe Indonesia dengan profil rempah internasional. Alamat KKI berada di Gunungsari, Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, sedangkan situs resmi terbaru menampilkan alamat di Payaman, Tingkir Tengah, Salatiga. Perbedaan alamat perlu diperlakukan sebagai kemungkinan perubahan lokasi operasional, bukan kesalahan yang dipaksakan.

Varian rasa internasional

KKI menampilkan varian oregano, paprika, creamy cheddar, basil, sea salt, salty seaweed, dan spicy barbecue. Situs resmi juga menampilkan thyme serta rosemary. Strategi rasa ini membedakan Tempe King dari keripik tempe tradisional yang biasanya berfokus pada original, pedas, atau bawang. Untuk buyer, setiap seasoning harus diperlakukan sebagai formula terpisah karena kandungan allergen, bahan susu, flavor, dan komposisi bumbu dapat berbeda. Master specification per SKU diperlukan agar label dan produksi tetap konsisten.

Contoh formula Paprika Flavor

KKI mencantumkan Tempeh Chips Paprika Flavor dengan berat bersih 100 gram dan bahan tempe dari kedelai serta ragi tempe, tepung tapioka, minyak kelapa, bawang putih, kemiri, garam, merica, dan paprika. Listing juga menyebut produk tanpa pengawet dan bahan tambahan artifisial sebagai klaim produk. Informasi ini hanya diterapkan pada SKU paprika. Produk cheddar, seaweed, atau barbecue tidak boleh diasumsikan memiliki ingredient list yang sama.

Oregano dan positioning clean-label

Situs resmi untuk Oregano Flavor menampilkan tempe dengan oregano dan menggunakan narasi 100 persen natural, tanpa pengawet atau pewarna artifisial, serta vegan. Klaim tersebut dapat menjadi bagian positioning clean-label, tetapi buyer tetap perlu meminta label aktual, supplier declaration, dan formula. Istilah natural tidak memiliki arti tunggal untuk seluruh regulasi pasar, sehingga penggunaan dalam ekspor harus disesuaikan dengan aturan negara tujuan.

Orientasi ekspor

Situs resmi menyatakan fasilitas memiliki kemampuan export-ready dan menyebut pasar Hong Kong, Australia, Singapore, Belgium, dan Switzerland. Halaman utama juga menampilkan narasi pengiriman batch pertama ke Jepang. KKI menyebut produk pertama Tempe King dipasarkan untuk pasar internasional. Jejak ini cukup kuat sebagai indikasi orientasi ekspor, tetapi volume, kontinuitas shipment, dan negara aktif pada 2026 tetap perlu diverifikasi dengan dokumen transaksi aktual.

Tempe sebagai produk fermentasi

Tempe merupakan bahan fermentasi kedelai sehingga konsistensi produk dimulai dari kualitas kedelai, ragi, suhu, kelembapan, ketebalan, dan waktu fermentasi. Situs Tempe King menyebut penggunaan kedelai non-GMO dari pemasok terpercaya sebagai klaim perusahaan. Buyer B2B sebaiknya meminta specification kedelai, supplier approval, kriteria tempe matang, serta metode penyimpanan sebelum slicing. Keripik yang baik tidak hanya bergantung pada bumbu, tetapi juga pada kualitas blok tempe sebelum digoreng.

Kontrol minyak dan kerenyahan

Pada snack goreng, kualitas minyak, temperatur, lama penggorengan, ketebalan irisan, dan cooling time sangat menentukan rasa serta shelf life. Minyak yang teroksidasi dapat menghasilkan aroma tengik, sedangkan produk yang dikemas sebelum cukup dingin dapat menangkap uap air dan kehilangan kerenyahan. Untuk ekspor, barrier kemasan, seal integrity, oxygen exposure, dan simulasi perjalanan harus diuji pada durasi distribusi yang lebih panjang daripada penjualan lokal.

Allergen dan klaim plant-based

Kedelai merupakan allergen yang perlu dinyatakan jelas. Varian creamy cheddar berpotensi memiliki unsur susu, sedangkan seasoning lain dapat memiliki bahan turunan kedelai, gluten, atau komponen lain tergantung formula. Karena itu, klaim vegan atau vegetarian harus dievaluasi per SKU, termasuk risiko cross-contact di fasilitas. Buyer retail modern dan ekspor dapat meminta allergen matrix, cleaning procedure, dan deklarasi bahan dari pemasok seasoning.

Branding tempe untuk pasar global

Tempe King mencoba membawa bahan Indonesia ke format snack yang lebih mudah dipahami pasar internasional. Penggunaan rasa oregano, rosemary, paprika, dan basil dapat mengurangi hambatan rasa bagi konsumen yang belum familiar dengan tempe. Namun positioning global perlu tetap menjaga origin Indonesia agar brand tidak kehilangan diferensiasi. Label, storytelling, dan visual dapat menjelaskan fermentasi tempe secara sederhana tanpa membuat klaim kesehatan berlebihan.

Due diligence untuk buyer

Buyer perlu meminta legal identity, NIB, izin edar per SKU, sertifikat halal bila digunakan sebagai klaim, ingredient list, allergen declaration, nutrition facts, shelf-life study, hasil mikrobiologi, supplier specification kedelai, status non-GMO bila diklaim, packaging specification, kapasitas, MOQ, lead time, dan dokumen ekspor aktual. Untuk private label, formula, desain, barcode, nama produsen, dan minimum order harus dikunci sejak awal.

Kesiapan retail dan distributor

Untuk masuk ke distributor atau retail modern, Tempe King perlu memisahkan master data setiap rasa. Barcode, berat bersih, dimensi pouch, carton quantity, minimum expiry saat barang diterima, harga grosir, dan lead time harus konsisten. Seasoning dengan bahan berbeda juga memerlukan label version control. Bila satu formula diubah, marketplace, eksportir, dan distributor harus menerima informasi yang sama agar ingredient list pada kemasan tidak berbeda dengan katalog digital.

Traceability dan batch record

Batch record dapat menghubungkan lot kedelai, tanggal fermentasi, batch tempe, minyak goreng, seasoning, tanggal produksi, dan kode produk jadi. Sistem seperti ini sangat penting untuk ekspor karena buyer dapat meminta penelusuran cepat ketika terdapat komplain rasa atau kualitas. Traceability juga membuat klaim penggunaan kedelai non-GMO lebih mudah diverifikasi jika dokumen pemasok dan lot bahan tersimpan secara konsisten.

tautan internal dan konteks direktori

Untuk membandingkan produsen snack berbasis bahan lokal, pembaca dapat membuka Direktory UKM UKMS, Tempe Cinta, Raja Kripiks, Rahida Cookies, dan Syafrida Snack. Tautan ini bersifat kategori dan tidak menyatakan afiliasi.

Kesimpulan

Tempe King memiliki identitas kuat sebagai produsen keripik tempe Salatiga sejak 2017 dengan strategi rasa internasional dan orientasi ekspor. KKI dan situs resmi mendukung portofolio, lokasi, serta arah pasar global. Data yang masih perlu diverifikasi mencakup alamat operasional terbaru, legal entity, izin per SKU, kapasitas, status non-GMO, serta shipment aktif per negara. Koreksi berbasis dokumen dapat diajukan melalui kontak UKMS.

Konteks dan entitas terkait

Tempe King tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Tempe Cinta; Raja Kripiks; PT Emak CW. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top