Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence

ukms.or.id – Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau Al) adalah teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin untuk melakukan tugas-tugas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia. Al telah menjadi game-changer di banyak industri, termasuk di dunia bisnis.

Dalam dunia bisnis, Al dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keuntungan. Salah satu contoh penggunaan Aldi dunia bis adalah bagaimana Al dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada kertas dan merangkul Ingkungan kerja digital yang lebih ramah bumi dan hemat biaya Penerapan Al dalam Inisiatif Going Paperless dapat dilakukan dalam beberapa tahapan

Pertama, digitisasi

Menurut Gartner, digitisasi adalah proses perubahan dari bentuk analog ke digital Ini menjadi langkah pertama dalam going paperless. Dengan teknologi pengenalan karakter optik (OCR), Al secara otomatis mengonversi sejumlah besar dokumen kertas menjadi format digital dalam waktu cepat. Hal ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya penginputan data manual, tetapi juga meminimalkan kebutuhan akan pengelolaan dokumen kertaa.

Kedua, digitalisasi

Digitalisasi, menurut Gartner, adalah proses penggunaan teknologi dan informasi digital untuk mengubah operasi bisnis. Setelah dokumen didigitalkan, pemrosesan tambahan (pre-processing dan post-processing) dilakukan secara otomatis. Digitalisaal juga melibatkan integrasi dengan keseluruhan sistem yang ada untuk memastikan kesinambungan operasional Hal ini selain menghemat sumber daya dan bays, juga mengurangi risiko human error.

Ketiga, transformasi digital

Transformasi digital merupakan penggunaan teknologi dan proses digital untuk mengubah model bisnis dan memberikan peluang penghasil nilai (value-producing opportunities Digitisasi berbicara mengenal informas

digital berbicara mengenai proses, dan transformasi digital berbicara mengenai bisnis.

Penerapan going paperless dengan menggunakan teknologi Al dapat dihat

berbasis kertas; pengenalan teks dan

dan tempat transaksi, nama dan jumlah barang, serta harga satuan dan keseluruhan dan penyimpanan informasi dalam format digital. OCR dapat dengan cepat dan akurat memproses dokumen dalam jumlah besar, membuat proses digitisasi otomatis lebih capat dan lebih efisien hingga 200%-400% dibandingkan proses memasukkan data manual

Lalu, proses digitalisasi, di mana informasi digital dikategorikan dan diarahkan secara otomatis ke departemen yang bersesuaian mengurangi kebutuhan transportasi berkas secara fisik. Proses persetujuan yang juga dilakukan secara digital mengeliminasi waktu tunggu yang disebabkan perbedaan lokasi dokumen dan karyawan. Dan dengan adanya mesin pencari yang dilengkapi Al, informasi yang diperlukan dapat ditemukan dengan cepat, hal ini sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan efisien pada pencarian di berkas fisk yang banyak jumlahnyes

Proses reimbursement yang sebelumnya bersifat administratit, kini menghasilkan data dan wawasan mengenal pemasok-pemasok yang dapat diajak bakarja sama dan membuka peluang bisnis impor. Ada berbagai manfaat yang dihasilkan saat mengadopsi teknologi A dalam sebuah perusahaan khususnya pada penerapan going paperless sangat beragam. Pertama, otomatisasi pekerjaan administratif Al juga dapat mengotomatiskan banyak pekerjaan administratif rutin dan berulang, menghemat waktu dan sumber daya yang berharga bagi bisnis. Sebagai contoh, perangkat lunak yang dilengkapi Al dapat secara otomatis memproses faktur, mengekstrak data yang relevan, dan menghasilkan laporan.

Kedua, manajemen data yang lebih baik. Dengan sistem manajemen dokumen yang

dilengkapi Al perusahaan dapat dengan mudah mengkategorikan, mengindeks, mancari dan mengambil informasi yang relevan dari dokumen digital, mengurangi waktu dan upaya yang diperlukan untuk menemukan informasi penting. Dengan menganalisis data dalam jumlah besar, Al juga dapat mengidentifik pola dan memberkan wawasan yang dapat membantu bisnis untuk membuat keputusan berdasarkan informasi yang tepat

Ketiga, skalabilitas dan fleksibilitas. Dokumen digital dapat dengan mudah diakses dan dibagikan dari lokasi mana pun. Keempat peningkatan keamanan dan privasi

Dokumen fisik rentan terhadap pencurian, kehilangan, atau kerusakan, sementara dokumen digital dapat diamankan dengan teknologi enkripsi dan disimpan dalam sistem berbasis komputasi awan (cloud computing);

mengurangi risiko hilangnya informasi sensitit Dengan menggunakan role-based access control, perusahaan dapat mengatur agar karyawan hanya diberikan akses informasi yang mereka perlukan untuk melakukan pekerjaan mereka, tidak lebih dan tidak kurang. Audit trail tidak hanya melulu melakukan pelacakan akses dokumen untuk tujuan kepatuhan dan audit, tetapi juga dalam perekaman document versioning untuk memastikan perubahan yang tidak diinginkan tidak dilakukan pada dokumen Kelima, peningkatan produktivitas dan efisters Dengan dukungan Al, karyawan dapat memfokuskan diri pada pekerjaan yang lebih bernilai, sementara Al menangani tugas-tugas rutin. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk merampingkan alur kerja, menghemat waktu, upaya, dan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan serta mengeliminasi bottleneck

Keenam, penghematan biaya. Biaya kertas pencetakan, penyimpanan, pengangkutan dan pengelolaan tidaklah murah dalam jangka panjang, sementara dokumen digital dapat disimpan dan diakses dengan biaya yang jauh lebih rendah. Selain itu, mengotomatiskan

Dalam dunia bisnis, Al dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keuntungan.

pekerjaan administratif dengan Al dapat membantu perusahaan untuk mengurangi

kebutuhan akan karyawan tambahan dan menghemat biaya tenaga kerja.

Ketujuh, ramah angkungan Produksi dan pembuangan kertas berkontribusi secara signifikan terhadap penggundulan hutan, emisi gas rumah kaca, dan polusi air. Dengan going paperless, perusahaan dapat menjaga sumber daya alam, mengurangi jejak karbon, dan mengurangi Imbah.

Terlepas dari banyaknya manfaat going paperless dengan Al, banyak perusahaan yang lambat mengadopsi solusi ini. Hal ini dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk kurangnya keahlian teknis GLAIR had untuk membantu perusahaan mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan ABCD-X Artificial inteligence, Blockchain, Cloud Computing, serta Data and Analytics.

Penggabungan Al untuk otomasi, lockchain untuk transparan dan ketertelusuran yang tamper-proof, Cloud Computing untuk fleksibilitas, serta Data and Analytics untuk pola dan wawasan memungkinkan perusahaan untuk mempercepat transformasi digital

Leave a Reply