Good Ideas Big Numbers Harus Terukur , Membuat marketing plan yang terukur bagi brand campaign merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa usaha pemasaran memberikan hasil yang diinginkan dan dapat dievaluasi secara efektif. Bagaimana caranya?
Dalam membuat kampanye, pemasar harus memiliki tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, dan relevan dengan keadaan pasar. Pasalnya, setiap rupiah uang yang dikeluarkan harus berbanding lurus dengan penjualan yang didapatkan. Melalui strategi yang terukur dan berbasis data yang akurat, pemasar dapat mengoptimalkan kampanye untuk mencapai tujuan bisnis yang maksimal.
Agar bisa mengetahui efektivitas strategi, pemasar perlu mengetahui return on investment (ROI). Ini adalah cara penting untuk menentukan efektivitas dan profitabilitas dari suatu investasi. ROI mengukur laba atau kerugian yang dihasilkan dari investasi.
Caranya dengan menghitung semua pendapatan yang dihasilkan dari investasi tersebut. Pendapatan ini bisa berupa penjualan, keuntungan, atau pendapatan lainnya yang dihasilkan sebagai hasil dari investasi. Kemudian jumlah semua yang dikeluarkan dari proses investasi.
Biaya tersebut mulai dari biaya awal investasi misalnya pembelian aset dan pengeluaran modal, operasional, hingga biaya tidak langsung seperti administrasi dan lainlain. Setelah pendapatan dan biaya diidentifikasi gunakan rumus pendapatan dikurangi biaya investasi dan dibagi biaya investasi kemudian dikalikan 100%. Misalnya, seorang pemasaran menginvestasikan modal sebesar US$ 10.000 untuk kampanye pemasaran.
Kemudian kampanye tersebut menghasilkan US$ 15.000 dan biaya investasinya US$ 10.000, maka investasi yang dilakukan membuahkan keuntungan sebesar 50% dari biaya yang diinvestasikan. Selain ROI, ada pula metrik lain yang digunakan mengukur efektivitas iklan dalam
menghasilkan penjualan yaitu return on ad spend (ROAS).
Secara rinci ROAS dapat mengukur pendapatan yang dihasilkan per unit biaya yang dikeluarkan untuk iklan.
Rumusnya tak jauh berbeda dengan ROI yaitu dengan membagi jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh kampanye iklan dengan jumlah yang dibelanjakan untuk kampanye iklan tersebut. Kemudian dari hasil itu dikali 100. Misalnya, kampanye iklan menghasilkan US$ 10.000 setelah menghabiskan modal US$ 2.000, maka laba sebanyak US$ 8.000 atau 500% dari investasi. Hal ini sering ditulis sebagai rasio, sebesar 5:1 atau dengan kata lain setiap dolar yang dibelanjakan untuk iklan, lima dolar dihasilkan dari pendapatan. (Grafik 1).

Metrik terakhir adalah Conversion Rate (CVR) yang merupakan tingkat konversi atau indikator kunci dalam pemasaran yang mengukur sejauh mana sebuah kampanye atau strategi digital berhasil mengubah pengunjung menjadi pelanggan atau mendorong mereka untuk melakukan tindakan yang diinginkan.
Adapun rumus CVR dihitung dengan membagi jumlah pengguna yang mengklik iklan, lalu mengkalikannya dengan 100. Misalnya, ada 1.000 pengguna melihat iklan dan 15 pengguna menginstal aplikasi. Dari jumlah tersebut tingkat konversinya 1,5% yang berarti iklan menggiring konversi sebanyak 1,5 pengguna.
baca juga
Untuk memenuhi kebutuhan pengukuran dampak sebuah kampanye pemasaran, emiten priklanan SSPACE menyediakan solusi ROAS. Solusi ini menjadi salah satu diferensiasi yang dimiliki oleh SSPACE.
Vicktor Aritonang, President Director SSPACE, mengatakan bahwa SSPACE menangkap kebutuhan mendasar dari para pengiklan tak lain adalah matriks untuk pengukuran keberhasilan dalam bentuk angka dan diolah secara real time. SSPACE memenuhi kebutuhan tersebut melalui teknologi khusus. “Ini menjawab kebutuhan pengiklan tentang besaran dampak iklan yang biasanya investasinya tidak kecil. ROI dan ROAS harus jelas dan akurat bisa mereka dapatkan,” ujar Vicktor.
Metode pengaplikasian ROAS cukup simpel. Katakanlah sebuah brand berinvestasi iklan sekian miliar di ekosistem periklanan SSPACE, sekian miliar yang sama akan dibeli oleh SSPACE dari produk brand tersebut dan kemudian akan didistribusikan ke jaringan mitra ritel SSPACE. Hingga hari ini, jaringan mitra ritel tersebut sudah menjangkau 200.000+ small shop atau toko kecil yang tersebar di seluruh Indonesia. Sistemnya adalah beli putus sehingga risiko penjualan tidak lagi ada di brand tetapi ada di SSPACE.
“Konsep yang kami usung berbeda dengan sistem distribusi yang umumnya melewati rantai panjang. Kami memotong jalur, langsung dari prinsipal ke ritel. Harga yang kami patok ke small shop atau toko kecil juga menjadi lebih terjangkau,” katanya.
Sementara itu, Vivek Thomas, Managing Director AiSensum menambahkan, dalam dunia periklanan digital yang makin kompetitif, teknologi artificial intelligence (AI) telah menjadi kekuatan mendasar dalam meraih kesuksesan. Berkat kemampuannya dalam menganalisis data dengan cepat, mengidentifikasi pola perilaku konsumen, dan menyampaikan konten yang relevan, AI memberikan keunggulan kompetitif bagi para pengiklan.
Dengan strategi penggunaan AI yang tepat, potensi iklan untuk mencapai ROAS yang lebih tinggi dapat diwujudkan. Hal ini pun akan membawa hasil yang memuaskan bagi para pengiklan. Vivek memberikan tips untuk para pengiklan yang ingin meningkatkan performa iklannya di Google Ads. Pertama dan yang paling penting, yaitu menjalankan kampanye di berbagai placements. Jangan hanya membatasi kampanye pada satu placement saja.
Kedua, penting untuk memahami dan memanfaatkan kata kunci yang relevan dengan pencarian, website atau aplikasi yang terkait dengan produk yang diiklankan, serta profil audiens. Dengan memanfaatkan hal-hal tersebut iklan akan lebih relevan dan lebih efektif untuk menarik perhatian audiens yang tepat. “Memahami perilaku pencarian dan preferensi audiens akan memberikan dorongan besar terhadap performa kampanye Anda,“ ujarnya.
Ketiga, memanfaatkan Dynamic Search Ads. Ini merupakan cara termudah untuk menemukan pelanggan yang menelusuri penawaran pengiklan di Google. “Dengan memanfaatkan teknologi ini, pengiklan dapat membuat iklan yang lebih menarik dan relevan dengan target audiens, sehingga meningkatkan ROAS secara signifikan,” tutur Vivek.
Kesimpulannya, dengan memanfaatkan AI dan memahami cara mengoptimalkan berbagai elemen, para pengiklan dapat mencapai ROAS yang lebih tinggi dan menghasilkan hasil yang memuaskan dalam upaya periklanan mereka. Makin baik pemahaman pengiklan tentang target audiens dan data yang digunakan dalam iklan yang dijalankan, kian besar pula potensi iklan dalam mencapai kesuksesan. Artinya, good ideas harus diimbangi dengan big numbers. Betul demikian?
