Kriuk Kreatif – Snack Lokal Rasa Global

ukms.or.id Kriuk Kreatif – Snack Lokal Rasa Global , “Lo inget nggak keripik singkong pedes buatan ibu gue?” tanya Rian sambil ngunyah sesuatu dari plastik bening.

“Inget banget! Itu yang waktu kita bawa ke kampus langsung habis satu toples?” jawab Aldi sambil ketawa.

“Nah, gue kepikiran buat naikin levelnya. Bikin brand sendiri, tapi packaging-nya keren, rasa-nya out of the box. Nggak cuma rasa balado doang, tapi kita coba fusion, kayak singkong rasa BBQ Korea atau keripik tempe rasa keju parmesan,” jelas Rian antusias.

Ide itu akhirnya mereka eksekusi. Dari dapur kecil di rumah Rian, mereka mulai eksperimen rasa. Bumbunya mereka racik sendiri. Ada yang enak banget, ada juga yang gagal total.

“Waktu nyobain rasa matcha ke tempe goreng, gue nyerah. Nggak semua ide kreatif tuh bagus, ternyata,” kata Aldi.

Tapi mereka akhirnya nemuin kombinasi rasa yang bikin nagih. Keripik singkong rasa salted egg, keripik tempe rasa smoky beef, dan kerupuk kulit rasa tom yum.

Mereka sepakat pakai nama Kriuk Kreatif, dengan tagline: Snack Lokal Rasa Global. Targetnya jelas, anak muda yang doyan ngemil tapi pengen rasa yang beda.

Packaging-nya mereka desain modern, pakai ilustrasi lucu dan warna-warna cerah. Nggak kayak keripik biasa, tiap bungkusnya ada QR code yang bisa di-scan buat lihat cerita dibalik tiap rasa.

“Jadi kita jual experience juga. Bukan cuma makanan,” ujar Rian.

Strategi marketing mereka pure digital. Bikin konten snack review ala TikTok, kirim sample ke micro influencer, dan bikin meme soal “snack lokal rasa luar negeri”.

Hasilnya? Dalam dua bulan, mereka tembus 1.000 paket penjualan dari marketplace dan DM Instagram. Bahkan sempat masuk ke curated list snack lokal favorit salah satu food blogger ternama.

“Paling satisfying tuh pas kita masuk toko oleh-oleh modern di PIK. Gue kayak nggak percaya produk dari dapur rumah bisa nyampe rak premium,” kata Aldi.

Tapi masalah mulai muncul pas permintaan naik drastis. Produksi manual bikin mereka kewalahan.

“Gue sampe ngorbanin kamar buat dijadiin gudang bumbu. Nyokap sampe bilang, ‘ini rumah apa pabrik?'” cerita Rian sambil ngakak.

Akhirnya mereka gandeng UKM pengolahan snack yang udah punya alat produksi. Rasa dan standar kualitas tetap mereka kontrol, tapi prosesnya jauh lebih efisien.

baca juga

Mereka juga mulai main ke pasar luar negeri lewat ekspor kecil-kecilan ke komunitas diaspora Indonesia di Malaysia dan Singapura.

“Kata mereka, rasa tom yum kita lebih nendang dari yang di minimarket Asia. Gue kaget juga,” ujar Aldi.

Sekarang Kriuk Kreatif udah punya lebih dari 12 varian rasa dan dijual di lebih dari 30 toko offline serta beberapa e-commerce besar. Mereka juga rancang collab edisi terbatas bareng selebgram kuliner.

Salah satu yang viral adalah kolaborasi keripik tempe rasa rendang vegan bareng food influencer yang concern ke isu lingkungan.

“Buat kita, makanan ringan tuh medium buat eksplorasi budaya juga. Lo bisa makan tempe, tapi dengan rasa khas luar negeri. Atau sebaliknya, bumbu tradisional Indonesia dipadukan dengan snack kekinian,” kata Rian.

Mereka juga aktif ngadain kuis “rasa minggu ini” di IG, di mana followers bisa vote kombinasi rasa yang bakal mereka produksi terbatas.

“Pernah kita keluarin keripik singkong rasa sambel matah, sold out cuma dalam sehari. Gue baru sadar, ide liar tuh kalau disalurin ke produk bisa jadi cuan banget,” ujar Aldi.

Cerita Kriuk Kreatif membuktikan kalau kreativitas bisa jadi pondasi usaha yang sustainable. Dengan keberanian buat beda dan tetap setia sama akar lokal, snack sederhana bisa jadi brand keren yang go internasional.

Scroll to Top