Author: UKMS

  • Bisnis Coklat nDalem

    ukms.or.id/ – Satu lagi product cokelat lokal yang berhasil menembus ketatnya pasar jajanan serta kuliner.

    Saya yang juga pengagum cokelat pasti begitu senang mendengar ada product cokelat lokal yang dapat berhasil. Kesempatan ini Yogyakarta jadi kota asal kota cerita cokelat berhasil itu.

    Cokelat nDalem yaitu nama cokelat yang dimulai Asri Meikawati Hazim (Meika Hazim) dengan modal awal Rp. 50 juta serta saat ini sudah berhasil mencapai omzet 1/2 miliar per tahun

    Dengan mengaukms.or.id/l semangat pahlawan pada peristiwa momen serangan umum 1 Maret, cokelat nDalem dirilis pada 1 Maret 2013. Lantas seperti apakah cerita Meika Hazim serta sang suami Wednes Aria Yudha dalam mempopulerkan cokelat nDalem ini? Tersebut penjelasannya.
    Di balik Nama Cokelat nDalem

    Nama Cokelat nDalem memanglah tampak unik. Nama yang diaukms.or.id/l oleh Meika Hazim ini datang dari Bhs Jawa yang mempunyai arti tempat tinggal sebagai tempat kembalinya hati seorang serta tempat yang bakal jadikan seorang terasa nyaman.

    Cokelat nDalem sendiri memanglah di buat serta di produksi Meika di satu tempat tinggal dengan filosofi yang sepenuh hati, sebagai satu sinyal hati untuk beberapa orang yang dekat di hati.

    youtube.com/watch?v=LxezEwe5NuA

    Cokelat nDalem di buat dari cokelat blok yang dipesan Meika dengan cara spesial sesuai sama resepnya di pabrik cokelat di Tanggerang. Terkecuali cokelat blok, bahan lain dari coklet nDalem yaitu ekstrak tanaman herbal serta biji kopi Arabica dari 6 daerah penghasil kopi Indonesia.
    Pembuatan cokelat nDalem sendiri cukup simpel lewat cara melelehkan cokelat blok dengan mesin peleleh cokelat. Cokelat yang sudah meleleh lalu di berikan ekstrak atau irisan biji kopi Arabica serta di bikin dan didiamkan hingga dingin untuk setelah itu di beri packaging serta di pasarkan.

    Bisnis Coklat ndalem Mengusung Rencana Unik Budaya Lokal

    Terkecuali mempunyai nama yang unik, cokelat nDalem juga mempunyai rencana product yang menarik. Hal semacam ini karena cokelat nDalem di buat dengan mengangkat budaya lokal serta cita rasa khas Indonesia. Di setiap paket cokelatnya, Meika menghidangkan beragam narasi rakyat khas Indonesia. Design produknya juga kental dengan budaya lokal, terutama Jawa.

    Rencana budaya lokal cokelat nDalem sendiri bisa tampak dari beragam varian cokelat serta paket uniknya, seperti lini rasa pedas yakni cabai, jahe serta mint yang memakai dekorasi wayang kartun yang miliki persamaan ciri-ciri langkah bicara tokoh itu yang pedas di telinga seperti Bima, Wisanggeni serta Gatotkaca.

    Ada lagi lini rasa classic yakni dark chocolate, extra dark serta less sugar dark chocolate yang memakai paket berhiaskan motif batik pernikahan ala Jogjakarta Sido Mukti, Truntum serta Sido Asih. Varian lain dari cokelat nDalem yaitu lini rasa rempahnesia yang terbagi dalam cengkeh, kayumanis serta sereh. Ada pula lini rasa wedangan yang berbentuk wedang ronde, wedang uwuh serta wedang bajigur. Yang paling baru dari cokelat nDalem yaitu Kopinesia yakni varian cokelat dengan isian biji kopi Arabica dari enam daerah penghasil kopi paling baik di Indonesia.

    baca juga

      Usaha Pemasaran Cokelat nDalem

      Dalam pasarkan cokelat nDalem, Meika mengaplikasikan pengetahuan yang sudah didapatkannya sepanjang kuliah Kampus Gadjah Mada (UGM). Dengan pengetahuan itu, Cokelat nDalem sudah berhasil terdistribusi di semua lokasi Yogjakarta sampai sebagian beberapa kota tidak kecil di Jawa serta luar Jawa.

      Terkecuali pasarkan dengan sebagian toko offline-nya, Meika juga bekerja bersama dengan beberapa partner-partner distribusi seperti Carrefour, Hypermart, Kem Chicks Pacific Place serta Alun-Alun di Grand Indonesia dan sebagian toko yang lain. Tidak cuma toko, cokelat nDalem juga didistribusikan pada gerai penjualan oleh-oleh di Yogyakarta, perusahaan-perusahaan sampai hotel.

      Untuk memperluas jangkauan distribusinya, Meika juga tak buka diri untuk siapa saja yang menginginkan jadi reseller. Dengan prasyarat serta ketetapan spesifik, Meika tak membanderol harga jual cokelat nDalem yang di jual #reseller pada customer. Meika memberi kebebasan untuk mereka untuk memastikan harga jual seperti yang sudah diputuskan pada reseller di Jaukms.or.id/ serta Lombok.

      Omzet serta Produksi Cokelat nDalem

      Dengan jumlah 12 pegawai, tempat tinggal produksi cokelat nDalem dapat menghasilkan sekitaran 500 kg cokelat dalam sebulan atau sekitaran 235 cokelat paket tidak kecil atau sekitaran 400 cokelat paket tidak besar /hari. Dengan kisaran harga Rp 12. 000, – untuk ukuran cokelat 50 Gr serta Rp 18. 000, – untuk ukuran 85Gram, Meika dapat memperoleh omzet beberapa puluh sampai beberapa ratus juta rupiah per bln. dari usaha cokelat citarasa Indonesia ini. Bisnis Coklat Legendaris  Khas Yogyakarta



    • Celengan Limbah Dari Solo

      Siapa kira dari hal yang simpel kita dapat memperoleh suatu #peluang usaha yang menjanjikan. Bahkan juga dari aktivitas iseng belaka, beberapa orang pada akhirnya sukses berhasil meningkatkan usaha bermacam usaha.

      Satu diantaranya seperti yang ditempuh oleh seseorang ibu rumah-tangga bernama Yuni Triana. Wanita asal daerah Semanggi, Solo ini mengawali usaha pembuatan celengan memiliki bahan basic limbah dari ketidaksengajaan. Bermula dari keinginan buah hati untuk dibuatkan suatu celengan unik, kenyataannya product karya Yuni sukses menarik ketertarikan banyak customer. Bahkan juga dari hasil bisnisnya itu, ia dapat memberi pemasukan keluarga dengan cara mandiri.

      Sedetailnya mengenai cerita Yuni Triana meningkatkan usaha pembuatan celengan, dapat Anda simak pada artikel berikut ini.

      Usaha Kreatif yang Berawal Dari Keinginan Anak

      Seperti yang sudah di sampaikan terlebih dulu, semula pertemuan Yuni dengan kesempatan usaha pembuatan product celengan, malah bermula dari hal yg tidak disengaja. Saat itu sang anak memohon dianya untuk dibelikan celengan. Tetapi lantaran ia berpikir dapat bikin sendiri, jadi awalilah ia mengkreasikan suatu celengan untuk sang anak.

      Bahan yang ia pakai saat itu yaitu suatu karton sisa berupa silinder yang biasanya dipakai untuk gulungan kain atau material lain. Ditambah dengan kreasi kain flanel bermacam warna, jadilah suatu celengan unik, yg tidak cuma memiliki nilai manfaat tetapi juga mempunyai penampilan yang begitu menarik.

      Dari situ, product celengan dari Yuni pernah dipertunjukkan ke sebagian keluarga, rekanan dan juga rekan anaknya. Tidak diduga banyak yang memberi input positif serta mengakui tertarik dengan product celengan yang ia buat.
      Tawarkan Sebagian Keunggulan

      Ada banyak keunggulan product celengan buatan Yuni bila dibanding dengan product semacam. Keunggulan yang pertama dari product celengan buatan Yuni yaitu dari daya tahannya. Memakai silinder karton yang kuat bikin product celengan kepunyaannya diklaim memiliki ketahanan yang tinggi. Tetapi walau begitu kuat serta keras, celengan itu tetaplah aman untuk dipakai anak-anak.

      Contoh Bisnis Kreatif Celengan Limbah Dari Solo  Hal semacam ini pastinya begitu utama lantaran nanti pemakai dari product celengan itu sebagian besar adalah anak-anak. Seperti umumnya barang yang dipunyai oleh anak-anak, seringkali mereka memainkan barang itu selama saat. Bila bahan yang dipakai tak kuat atau mudah pecah, pasti celengan itu juga tak dapat berperan dengan cara optimal.

      Keunggulan selanjutnya yaitu dari segi design serta penampilan. Product celengan karya Yuni memiliki banyak motif seperti tokoh kartun Hello Kitty serta Donal Bebek. Ditambah dengan balutan warna-warni kain flanel, pastinya celengan itu merasa begitu eye cacthing untuk anak-anak.

      Usaha Pembuatan Celengan Dibantu Oleh Anggota Keluarga

      Pada saat awal pembuatan product celengan, Yuni mengakui mengerjakannya dengan cara pribadi. Tetapi lalu ia pada akhirnya dibantu oleh tiga orang anggota keluarga. Hal itu ditujukan supaya sistem produksi bisa jalan lebih tidak kecil. Berawal dari th. 2014 silam, sampai sekarang ini usaha Kecil rumahan yang dirintis oleh Yuni dapat membuahkan tidak kurang dari 24 product celengan sehari-harinya.

      Tentang harga, hal ini dapat jadi keunggulan dari product handmade itu. Celengan unik produksi Yuni di bandrol dengan harga mulai Rp7. 000 sampai yang termahal yaitu Rp20. 000 perbuah. Bila dibanding dengan product celengan lain yang memiliki bahan kuat, harga celengan termasuk lebih terjangkau.

      baca juga

        Untuk permasalahan distribusi product, celengan kreasi Yuni sudah di pasarkan di sebagian toko di lokasi Solo, Karanganyar, Klaten dan Sukoharjo. Dari sistem pemasaran itu keuntungan yang dapat diperoleh oleh Yuni yaitu meraih Rp2 juta per bln..

        “Kualitas celengan buatan saya begitu kuat serta menarik hingga omsetnya lumayan rata-rata Rp2 juta per bln.. Lumayan akhirnya untuk penambahan penuhi keperluan keluarga, ” ungkap Yuni.

        Masalah yang dihadapi oleh Yuni dalam meningkatkan usaha kepunyaannya itu yang paling besar yaitu berkaitan kurangnya tenaga kerja. Walau sudah dibantu oleh tiga orang anggota keluarga, Yuni mengakui masihlah terasa kewalahan untuk penuhi pesanan terlebih di musim berlibur serta mendekati lebaran. Ke depan untuk tingkatkan taraf produksi, Yuni merencanakan untuk memberi pegawai di samping juga selalu berinovasi untuk meningkatkan product yang tambah baik.Contoh Bisnis Kreatif Celengan Limbah Dari Solo 



      • Mau Usaha Jam Tangan Unik dari Kayu ? Brand Matoa Jawabnya

        ukms.or.id/ – Keberhasilan menggerakkan suatu usaha bukanlah saja ditetapkan dengan tingginya #pendidikan seorang. Tetapi kian lebih itu, usaha keras, kreativitas dan semangat tidak mudah menyerah jadi aspek yang sangatlah utama

        Lucky Danna Aria misalnya, ia yang lulusan dari salah satu SMA Negeri di Bandung ini berhasil bangun serta mengelola bisnisnya sendiri. Serta bahkan juga tak tanggung-tanggung, bisnisnya saat ini dapat menembus pasar internasional yang notabene tentu mempunyai tingkat persaingan yang sangatlah ketat.

        Tak demikian saja ia dapat memperoleh berhasil dalam usaha yang ia kelola. Ada cerita panjang dibalik perjalanan usaha yang ia bangun dari 0. Banyak juga halangan serta ujian yang telah Lucky lewati dalam tiap-tiap langkahnya meningkatkan bisnisnya. Seperti apa kisahnya, simak penjelasannya dibawah ini.

        Latarbelakang Cerita Unik Mengenai Jam Tangan Kayu Unik

        Undercover Lucky sendiri saat sebelum tekuni bisnisnya sekarang ini, dulunya yaitu seseorang karyawan. Ia bekerja juga sebagai seseorang Head of Marketing Communication pada suatu perusahaan kue. Lantas kapan tepatnya Lucky mempunyai inspirasi untuk meningkatkan bisnisnya, inspirasi itu nampak pada th. 2012 papar Lucky.

        Ia di inspirasi dengan product arloji dari kayu yang ia beli dari Amerika Serikat.

        Walau sebenarnya bahan basic yang berbentuk kayu itu dihadirkan dari Indonesia. Lalu ia memiliki pikiran, mengapa arloji dari kayu itu di buat di Indonesia saja lantas di pasarkan ke luar negeri.

        Terkecuali di inspirasi dari arloji kayu yang ia beli dari Amerika itu, ia juga terpacu dari tantangan bekas Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal yang sempat juga menjabat menteri. Saat itu Dino Patti Djalal menantang anak muda Indonesia yang concern pada wirausaha untuk bikin product dalam negeri yang dapat berkompetisi didunia internsional seperti jam kayu itu.

        Dengan tantangan dari Pak Dino itu, bikin Lucky makin semangat serta terasa tertantang untuk wujudkan idenya menghasilkan arloji dari kayu asli dari Indonesia yang dapat menembus pasar dunia.

        youtube.com/watch?v=XFDXidLRU9E

        Lucky Danna Aria Mulai Meniti Usaha

        Nah, setelah pulang ke Tanah Air Lucky tidak segera mengeksekusi idenya. Ada banyak hal yang perlu ia buat persiapan dalam buka usaha arloji dari kayu itu. Bahkan juga Lucky memerlukan saat setahun untuk belajar perihal arloji, penelitian serta mencari perajin yang dapat wujudkan inspirasi darinya.

        “Selama setahun saya belajar bagaimanakah suatu arloji dapat di produksi serta diterapkan pada material yang saat itu belum pernah di buat, ” sekian katanya.

        Mau Usaha Jam Tangan Unik dari Kayu ? , Dengan modal awal sebesar 30 juta yang ia kumpulkan dari upahnya jadi karyawan, pada akhirnya Lucky dapat juga menghasilkan arloji kayu. Ia juga berikan brand pada pukul tangan kayu yang ia produksi dengan nama Matoa. Ini didorong atas hasrat untuk mengangkat content Indonesia dalam berkompetisi di pasar global.

        Yang membanggakan lagi, dari seluruhnya product dari Matoa, seluruhnya memakai beberapa nama pulau yang ada di Indonesia. Hingga sekarang ini, ada tujuh type product arloji dari Matoa dengan mengusung nama Rote, Sumba, Gili, Moyo, Flores, Alor serta Sumba.

        Nyatanya beberapa produk Matoa dengan memakai nama pulau di Indonesia ini sangatlah diminati serta sukses berkompetisi dengan product yang lain. Pada bln. pertama rilis product Matoa, Lucky dapat jual 100 unit arloji. Pada produksi pertama itu, dinamakan Rote, Flores serta Sumba dengan harga Rp 890. 000 per unit.

        baca juga

          Perubahan Usaha yang Signifikan

          Memakai kayu eboni dari Makassar serta maple juga sebagai bahan paling utama arloji Matoa, Lucky selalu berkreasi untuk meningkatkan bisnisnya. Sebagai salah satu keunggulan product jam ini yaitu pembuatnnya yang masih tetap memakai tenaga manusia.

          Walau tak semuanya memakai tenaga manusia, tetapi sekurang-kurangnya 30% dari sistem pembuatan masih tetap disentuh segera oleh tangan kreatif manusia. Nah, inilah sebagai salah satu aspek daya tarik untuk berkompetisi dengan product luar negeri.

          Dari keunggulan yg tidak dipunyai oleh product luar negeri itu, perubahan Matoa makin cepat serta penting. Untuk sekarang ini, Matoa dapat di produksi dalam kisaran 400 hingga 500 unit tiap-tiap bulannya. Bahkan juga untuk memperoleh arloji Matoa sekarang ini, customer mesti ikhlas menanti terlebih dulu sepanjang hingga dua minggu. Ini lantaran besarnya keinginan dari pasar yang selalu berkembang. Mau Usaha Jam Tangan Unik dari Kayu ?

          Kita tentu sepakat, bahwa jam tangan merupakan salah satu fashion item yang seharusnya tidak kita lewatkan untuk sehari-hari.
          Mengapa? Karena penting. Berdasarkan riset dari psikolog David Ellis dan Rob Jenkins, seseorang yang memakai jam tangan cenderung lebih tepat waktu- disamping juga dapat menunjang penampilan.
          Jika jam tangan yang biasa kita temui bisanya terbuat dari logam maupun kulit, Matoa berbeda. Matoa merupakan merk dagang jam tangan yang terbuat dari kayu. Matoa dibuat di sebuah rumah dua lantai yang telah disulap menjadi kantor dan industri kreatif anak muda, di kota yang digadang-gadang sebagai barometer mode Indonesia-Bandung.
           

          Brand Jam Tangan Kayu Matoa Dari Bandung

           
          Nama Matoa sendiri ternyata terinspirasi dari jenis pohon yang tumbuh di daratan Papua. Pohon tersebut merupakan pohon yang dikenal mampu tumbuh semakin tinggi, besar dan kokoh meskipun melewati beragam musim.
          Dan harapan yang terselip dari nama itu tentu produk tersebut mampu mempertahankan eksistensinya seiring gencatan mode yang semakin waktu semakin dinamis.
           

          Produk Peduli Lingkungan

          Sang penggagas produk yang tak biasa itu adalah seorang anak negeri bernama Lucky D Aria. Lucky terinspirasi dari cuitan Dino Patti Djalal (mantan Dubes Indo untuk Amerika Serikat) yang menantang pengusaha Indonesia untuk menciptakan karya serupa jam tangan kayunya asal Hawaii.
          Karena itu, kini ditangannya limbah kayu yang mungkin sudah tidak bernilai jual disulap menjadi produk dengan nilai ekonomi dan estetika yang tinggi.
           
          Diluar negeri mungkin marak jam tangan yang terbuat dari kayu, tapi kurang sentuhan budaya. Matoa benar-benar dibuat berbeda, di setiap produk jam tangan Matoa menggunakan nama pulau atau tempat yang ada di Indonesia misalnya Gili, Moyo, Flores, Sumba, Rote, dan Jalak.
          Apalagi karena setiap kayu memiliki motif  urat yang berbeda, maka nilai estetik dari Matoa juga semakin tinggi. Berkat keeksentrikannya, produk ini telah di ekspor kurang lebih ke seukms.or.id/lan negara. Meskipun produknya dibuat eksklusif hanya beberapa puluh biji per hari.
          Tapi, hal yang paling menohok dari produk ini adalah selain nilai estetis dan ekonomisnya yang tinggi, produk ini dibuat dengan pola pikir ekologi. Membuat produk ramah lingkungan berarti turut serta menyelamatkan lingkungan dari kerusakan- kita tahu bahwa kayu bahan yang mudah didaur ulang.
           
          baca juga
          Bisnis Bisnis Yang Diminati Artis dalam Dan Luar Negri
           
          Apalagi Matoa memiliki komitmen bahwa setiap seratus produk yang di jual, maka akan ditanam kembali seratus bibit pohon untuk memastikan bahwa produk ini ramah lingkungan.

        • Pipiltin Cocoa Bisnis Usaha Kecil Sukses Ekspor

          ukms.or.id/ – Pipiltin Cocoa Bisnis Kecil Yang Naik Kelas ke Luar Negri | Cokelat menurut saya kelihatannya sudah jadi trend sajian kuliner di Indonesia saat ini.

          Bermacam kreasi cokelat yang di pasarkan oleh anak negeri sudah berhasil bikin customer jatuh hati. Tidak cuma konsumen dalam negeri, keberhasilan cokelat itu bahkan juga dapat meraih pasar luar negeri. Sebut saja sebagian product olahan cokelat seperti Chocodot, Suoklat, cokelat Kocok serta cokelat nDalem yang pernah dibicarakan terlebih dulu.

          Semuanya product ini yaitu contoh riil kalau cokelat mempunyai prospek serta kesempatan tidak kecil untuk diperkembang sebagai usaha.

          Satu lagi product olahan cokelat dalam negeri yang juga butuh diperhitungkan yakni Pipiltin Cocoa.

          Cokelat kreasi dari Tissa Aunila ini saat ini sudah dapat di pasarkan ke hotel bintang lima serta luxury hotel di Jakarta serta sebagian kafe dan ke luar negeri seperti Prancis, Hong Kong, serta Singapura.

          Seperti apakah cerita perjalanan Tissas Aunila meniti serta meningkatkan Pipiltin Cocoa ? Tersebut penjelasannya.

          Bermula Dari Satu Keprihatinan Pada Cokelat Lokal

          Pipiltin Cocoa sendiri lahir dari satu keprihatinan dari sang yang memiliki Tissa Aulina.

          Waktu itu Tissa yang tengah melakukan studi master hukumnya di Swiss melihat cokelat dari Indonesia yang dipajang di butik cokelat di Zurich, Swiss.

          Perasaannya juga campur aduk pada bangga, berang serta prihatin waktu Tissa tahu kalau cokelat di Indonesia begitu disukai di Eropa tetapi disisi lain di negerinya sendiri Indonesia, cokelat seakan tidak berdaya serta tidak bernama.

          Keprihatinan Tissa makin menjadi-jadi waktu dianya tahu kalau Indonesia nyatanya jadi negara produsen cokelat paling besar nomer tiga didunia. Dari sinilah, lalu nampak hasrat Tissa untuk bikin product cokelat khas Indonesia yang dapat mendunia.

          Terkecuali dari rasa keprihatinan, lahirnya Pipiltin Cocoa juga nampak dari kecintaannya pada buah kakao serta cokelat.

          Walau tidak mempunyai latar belakang sebagai pengrajin cokelat, wanita yang awalannya berprofesi sebagai pengacara di Hamzah & Partners ini mempunyai pengetahuan yang luas sekitar cokelat.

          Waktu di Swiss, Tissa sudah dapat membedakan beberapa jenis cokelat. Ia juga paham mengenai langkah serta tehnik pembuatan cokelat.

          Pipiltin Cocoa Bisnis Kecil Yang Naik Kelas ke Luar Negri

          baca juga

            Membangun Pipiltin Cocoa Untuk Majukan Cokelat Indonesia

            Sesudah semuanya persiapan di rasa cukup, pada bln. Maret 2013, Tissa berbarengan adiknya, Irvan Helmi, lalu membangun Pipiltin Cocoa.

            Seperti diterangkan terlebih dulu, Pipiltin Cocoa begitu beraukms.or.id/si untuk jadikan cokelat dalam negeri mempunyai nilai lebih.

            Karenanya waktu Pipiltin Cocoa berdiri, Tissa beli bahan baku biji coklat segera dari petani di daerah Tabanan Bali, Pidie Jaya Aceh, Glenmore Banyuwangi, serta Tanazozo di Flores. Dari sini, Tissa mengharapkan petani lokal Indonesia dapat makin berdaya.

            Terkecuali bahan baku cokelat, kacang yang dipakai untuk koukms.or.id/nasi cokelatnya juga di aukms.or.id/l Tissa dari Indonesia. Untuk kacang mete Pipiltin mengaukms.or.id/lnya dari petani di Flores serta untuk macadamia dari Jember.

            Nyaris semuanya bahan baku Pipiltin Cocoa berasl dari dalam negeri, terkecuali almond yang perlu diimpor, lantaran Indonesia memanglah tak menghasilkan kacang ini.

            Kerjakan Kurasi Biji Cokelat

            Untuk jadikan product olahan cokelatnya tetaplah terbangun kwalitas terbaiknya, dalam sistem produksi Tissa senantiasa lakukan kurasi biji cokelat.

            Kurasi itu bahkan juga berjalan sampai tiga kali, yaitu waktu bijinya masihlah basah di petani, setelah dikeringkan, serta saat hingga di Pipiltin.

            Pipiltin Cocoa yang memiliki pusat produksi di Jalan Barito, Jakarta selalu alami perubahan. Terkecuali sudah mempunyai gerai penjualan yang diberi nama Chocolate Boutique Pipiltin Cocoa di Jakarta, pemasaran Pipiltin juga sudah merambah sebagian kafe serta hotel bintang lima serta luxury hotel di Jakarta.

            Tujuan serta tujuan pasar Pipiltin Cocoa yang menghadap customer menengah atas memanglah sedikit banyak menolong pemasarannya masuk ke hotel serta kafe terkenal.

            Terkecuali pelanggan dalam negeri, Pipiltin Cocoa juga di pasarkan dengan cara on-line ke luar negeri. Akhirnya pesanan juga datang dari konsumen di Prancis, Hong Kong, serta Singapura.

            baca juga

            Dari sini, Tissa dapat memasok sampai beberapa puluh kg cokelat dalam sebulan untuk di proses. Pembelian bahan baku untuk Pipiltin Cocoa sendiri dapat meraih 500 kg (kg) biji cokelat dalam sekali beli.

            Sesudah di proses beratnya dapat berkurang 60% atau sekitaran 250 kg cokelat olahan.

            Apabila musim Valentine tiba, stock cokelat sejumlah itu segera ludes terjual di bln. itu juga. Pipiltin Cocoa Bisnis Kecil Yang Naik Kelas ke Luar Negri

          • Dapur Mom Elmo Sukses Dengan Sosmed

            ukms.or.id/ – Salah satu manfaat yang didapat dari penguasaan teknologi internet adalah memiliki fleksibilitas waktu dan tempat.

            Dengan kehadiran internet, berbagai jenis usaha kini dapat dijalankan hanya dengan bermodalkan gawai pintar dan akses internet.

            Meskipun tidak memerlukan modal besar, banyak bisnis online yang memiliki keuntungan yang tidak kalah dengan dengan rumah makan fisik.

            Salah satu pebisnis yang merasakan manfaat luar biasa dari berjualan secara daring adalah Dapur Mom Elmo yang dimiliki oleh Naysilla.

            Berkat bantuan media sosial, Naysilla dapat memasarkan masakannya dan menjaring pembeli-pembeli baru.

            Setiap bulannya Dapur Mom Elmo bisa menghabiskan hingga 50 kg bahan baku untuk masakan seperti Ayam Taliwang dan Coto Makassar.

            Bahkan ia mengakui bahwa omzetnya selalu naik walau tidak memiliki strategi khusus.

            Dari Iseng Mengupload

            Rata-rata para pebisnis kuliner yang beralih ke online memiliki awal perjalanan yang sama yaitu berasal dari hobi mengunggah.

            Naysilla pun mengawali bisnisnya dari kegemarannya mengunggah masakan yang sering dibuatnya di media sosial.

            Pada waktu itu Naysilla memang tidak banyak memiliki banyak kegiatan sebagai pengantin baru setelah menikah pada tahun 2015.

            Sebagai kegiatan pembunuh waktu, Naysilla tidak pernah berencana untuk berbisnis meskipun rutin mengunggah gambar masakan di media sosial.

            Selang beberapa waktu kemudian, unggahan masakan Naysillla mengundang banyak respons positif dari pengikutnya.

            Mulai dari sekedar menaruh likes, Naysilla mengaku tidak sedikit yang berniat untuk membeli makanan tersebut.

            Saban hari, Naysilla bahkan sempat mendapatkan pesanan hingga 60 porsi yang terpaksa ia tolak karena belum berniat jualan.

            Sang suami yang mengetahui kabar tersebut kemudian tanpa pikir panjang menyemangati Naysilla untuk memulai bisnis tersebut.

            Dapur Mom Elmo dan Kisah Sukses Naysilla Pasarkan Makanannya dengan Media Sosial

            Naysilla yang pada awalnya ragu karena tidak merasa tidak memiliki keahliah berbisnis akhirnya memutuskan untuk mencoba setelah disemangati oleh para peminat masakannya.

            Akhirnya Naysilla membuka usaha bisnisnya dengan nama Dapur Mom Elmo dengan modal yang tidak terlalu banyak.

            Untuk mensiasati ketiadaan modal, Naysilla hanya menggunakan media sosial dan gawai pintarnya untuk memasarkan masakannya maupun untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

            Sementara untuk memenuhi tenaga pembantu, Nays cukup dengan mengandalkan mahasiswa sebanyak tiga orang saja.

            Hasilnya, Dapur Mom Elmo berhasil meraih pemasukkan harian sebesar empat juta Rupiah dari berbisnis secara online.

            baca juga

              Kiat Media Sosial Ala Ibu Naysilla

              Untuk memperbesar jangkauan bisnisnya, Naysilla mengaku tidak hanya berpatokan dengan satu media sosial saja.

              Sebagai contoh, Naysilla dapat menghabiskan waktu selama satu jam untuk mempelototi media sosial mulai dari Facebook, Line, dan Instagram untuk memasarkan bisnisnya.

              Salah satu alasan penting mengapa Naysilla menggunakan media sosial yang berbeda-beda karena fiturnya yang berbeda-beda.

              Pilihan menggunakan media sosial yang berbeda-beda sendiri bukanlah hal yang aneh dalam dunia bisnis digital.

              Baik Facebook, Line, Instagram dan seluruh media sosial lainnya memang memiliki karakteristik pengguna yang berbeda-beda.

              Seperti misalnya Facebook lebih banyak digunakan oleh generasi X, berbeda dengan instagram yang lebih banyak diminati oleh generasi milenial.

              Tidak heran Nays dapat menjaring pengikut baru sebanyak 100 orang setiap harinya.

              Bahkan berkat strategi media sosial yang ia jalankan, ia dapat mencatat rekor bisa menjual hingga 100 porsi masakan ayam taliwang dalam waktu satu bulan.

              Namun untuk mencapai tingkat kesuksesan di kanal media sosial seperti Naysilla, tidak bisa hanya asal banyak menggunakan media sosial.

              Selain memposting, para pebisnis online juga harus memperhatikan kualitas unggahan

              Salah satu taktik yang sudah teruji bagi para pengguna media sosial adalah dengan meningkatkan tingkat viralitas dari sebuah unggahan.

              Tingkat viralitas tidak hanya diukur sebagai asal membuat unggahan viral namun juga bagaimana sebuah unggahan dapat menarik respons dari para pengguna media sosial.

              Dalam praktiknya, Ibu Naysilla selalu mengunggah foto dari makanannya yang dianggap dapat mengguggah selera orang.

              baca juga

              Hal-Hal Penting Dalam Bisnis Kuliner

              Mengoptimalkan media sosial seakan sudah menjadi harga mati bagi Ibu Nays agar usaha kulinernya juga dapat bertahan.

              Namun menurut Ibu Naysilla setelah 4 tahun menjalani bisnis kuliner secara online, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan.

              Salah satu hal penting bagi usaha kuliner adalah rutin mengikuti acara-acara kuliner yang diadakan di daerah terdekat.

              Ibu Naysilla mengaku sangat rutin mengikuti acara semacam ini meskipun hanya berbisnis kuliner secara online.

              Berbagai acara kuliner yang sudah pernah didatangi oleh Ibu Naysilla diantaranya adalah Makassar Culinary Night , Festival Masakan  Pannakukang, dan Gelaran Masakan Nusantara.

              Alasan pentingnya mengikuti acara tersebut adalah agar masyarakat semakin mengenal Dapur Mom Elmo dan menjadi pengikut di media sosial.

              Kiat kedua tentu saja menjaga rasa adalah hal penting dalam keberhasilan sebuah bisnis kuliner.

              Untuk memastikan hal ini, Ibu Nays untuk sementara ini masih sering aktif memasak sendiri sembari mencari cara mempertahankan rasa tanpa harus mengontrol di dapur.

              Kiat ketiga yang tidak kalah penting adalah terus berinovasi untuk menjaga agar pembeli selalu tertarik.

              baca juga

                Harapan Dapur Mom Elmo Ke depan

                Di tengah-tengah keasikan menjalankan bisnis hanya dengan bermodalkan online tidak membuat Ibu Naysilla cepat berpuas diri

                Seiring dengan semakin banyaknya pelanggan yang ia terima, Ibu Naysilla masih memendam rencana untuk membuka restoran sendiri.

                Nantinya restoran tersebut akan mengusung sistem makanan prasmanan agar para pengunjung yang datang memiliki banyak pilihan.

                Selain itu ia juga ingin memperluas jangkauan pelanggannya yang kini masih berkutat di wilayah Sulawesi Selatan.

                Harapannya ia bisa mengembangkan bisnis hingga ke Ibukota Jakarta.

              • Du’anyam, UKM Anyaman IRT

                ukms.or.id/ – Berwirausaha seringkali diidentikkan orang sebagai jalan untuk mencari kekayaan finansial semata.

                Padahal selain identik dengan nilai materi, berwirausaha juga dapat menjadi jalan untuk mewujudkan tujuan sosial seperti membantu orang banyak.

                Saat ini sudah banyak pelaku wirausaha yang lebih menitikberatkan bisnis sebagai wadah untuk mengangkat derajat orang banyak alih-alih untuk mencapai tujuan finansial individu.

                Salah satu ciri khas dari bisnis dengan visi sosial ini yaitu banyak didirikan di daerah-daerah yang tergolong terbelakang secara ekonomi.

                Salah satu wirausahawan sosial yang dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang tersebut adalah Azalea Ayuningtyas bersama dua rekannya, Melia Winata dan Hanna Keraf yang mendirikan UKM Du’anyam di Larantuka, Nusa Tenggara Timur.

                Ketiganya telah berhasil memberdayakan lebih dari 450 ibu-ibu untuk meningkatkan penghasilan mereka yang selama ini hanya mencari nafkah dengan berladang.

                Melalui tangan para ibu-ibu Larantuka ini, Du’anyam bahkan telah mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu pembuat souvenir untuk para peserta Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta dan Palembang kemarin.

                Berawal Dari Penelitian

                Azalea, sapaan dari Azalea Ayuningtyas merupakan seorang lulusan jurusan kesehatan masyarakat dari Universitas Harvard.

                Selama studinya di Amerika Serikat, Azalea banyak meneliti mengenai masalah kesehatan di tanah air termasuk di daerah yang pembangunannya tertinggal seperti Nusa Tenggara Timur.

                Dari penelitian yang ditemukan oleh Azalea, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi dengan angka kematian ibu dan anak tertinggi di Indonesia.

                Untuk menunjang penelitiannya, Azalea mengunjungi langsung salah satu wilayah yang ditenggarai memiliki prevalensi kasus tertinggi yaitu di Larantuka.

                Di sana ia mendapati fakta bahwa para ibu-ibu di sana kesulitan mengakses layanan kesehatan karena faktor seperti keterbelakangan ekonomi.

                Para ibu di sana terpaksa harus bekerja di ladang dengan beban yang berat dengan asupan gizi yang tidak memadai dan penghasilan yang tidak seberapa.

                Karena minimnya pendapatan, para ibu tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan akses terhadap layanan kesehatan setempat.

                Melihat perlu dilakukannya terobosan segera, Azalea lantas berinisiatif untuk mendorong para ibu-ibu tersebut mendapat penghasilan tambahan melalui wirausaha.

                Setelah melakukan penelitian lanjutan, Azalea mendapati bahwa wilayah Larantuka memiliki potensi ekonomi yang belum tergarap betul dalam wujud kerajinan anyaman.

                Faktanya, para ibu di sana memang memiliki kemampuan untuk menganyam yang diwariskan secara turun-temurun.

                Berangkat dari hal tersebut, Azalea dengan dibantu oleh kedua rekannya Melia dan Hanna mencoba mendirikan usaha anyaman rumahan dengan nama Du’anyam.

                Berbisnis Sekaligus Memberdayakan Para Ibu

                Berdiri pada tahun 2014, Du’anyam memfokuskan pada bisnis produk-produk handcraft seperti dompet, wadah makanan, dan alat-alat rumah tangga lainnya.

                Beberapa barang hasil produksi Du’anyam lainnya yang identik dengan milenial seperti sarung tablet, mouse pad, hingga dompet dengan motif kekinian.

                Meski didirikan di Larantuka yang notabene belum terjangkau akses infrastruktur yang memadai, Azalea berhasil membawa Du’anyam menjadi salah satu pemain penting di industri kerajinan Indonesia.

                Apalagi Azalea sendiri tidak mempunyai latar belakang berbisnis sebelumnya.

                Setiap Bulannya, Du’anyam melayani permintaan pasar berupa 700 pasang sandal anyaman dari pembeli di Jakarta.

                baca juga

                Du’anyam sempat mendapat pengakuan sebagai pelopor produk anyaman berorientasi milenial dari beberapa brand fashion yang mewakili milenial muda Indonesia seperti Cottonlink, Contempo, dan Impromptu.

                Du’anyam, UKM Anyaman Pemberdaya Ibu-Ibu Larantuka

                Untuk prestasi, Du’anyam berhasil menjadi UKM pertama yang mendapat lisensi sebagai pembuat souvenir bagi perhelatan Asian Games 2018.

                Tidak hanya berhasil dari segi bisnis, Du’anyam juga menjadi pemeran penting dalam pemberdayaan para ibu-ibu di Larantuka.

                Sejak bergabung ke Du’anyam, banyak para ibu termasuk ibu-ibu hamil yang tidak lagi bekerja di ladang dan menjadi bagian dari kelompok penganyam.

                Dari hanya beroperasi di Desa Pontoh di Larantuka, Du’anyam telah berhasil menyebarkan nilai-nilai kewirausahaan bagi lebih dari 500 ibu-ibu yang berasal dari 22 desa di wilayah Flores Timur.

                Dari pekerjaan sebagai penganyam tersebut, rata-rata para ibu bisa menambah pendapatan rumah tangga mereka hingga 4 kali lipat dan bisa menyisihkan tabungan mereka untuk ditabung.

                baca juga

                  Visi Kedepan

                  Menjadi motor penggerak pemberdayaan bagi para ibu-ibu di Nusa Tenggara Timur, Azalea bersama dengan tim tetap berkeinginan membawa Du’anyam mencapai tujuan tertinggi dari segi bisnis.

                  Mereka mencanangkan bahwa pada tahun 2020 mendatang, Du’anyam akan menjadi salah satu top flight brand dalam industri fashion berbasis anyaman bambu.

                  Selain itu Azalea juga menargetkan akan membawa Du’anyam untuk berekspansi hingga ke seluruh Indonesia.

                  Untuk target jangka pendek, Azalea menargetkan dapat memberdayakan hingga 2.000 orang Ibu-ibu.

                  Dalam mewujudkan hal ini, Azalea menerapkan prinsip 3P yang menjadi pedoman umum bagi Du’anyam dalam menjalankan roda organisasi.

                  Yang dimaksud dengan 3P tersebut antara lain Passion, Patient, dan Persistent yang ditegaskan kembali oleh Melia dalam sebuah acara CEO talks di Jakarta beberapa waktu lalu.

                  bac ajuga

                    Mendapat Penghargaan

                    Sebagai salah satu inisiator sociopreneurship, du’anyam telah banyak mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

                    Du’anyam didaulat sebagai salah satu pelopor Social Enteprise Grant Programe dari DBS Asia.

                    Dari program ini, du’anyam diganjar dengan uang apresiasi sebesar 250.000 Dollar Singapura yang dapat digunakan untuk pengembangan pasar.

                    baca juga

                    Selain penghargaan tersebut, Du’anyam juga mendapat Global Social Venture Competition pada tahun 2015 dan Massachussets Institute of Technology IDEAS Global Challenge pada tahun 2014.

                    Untuk apresiasi produk, Du’anyam berhasil mendapatkan penghargaan spesial dari ajang INACRAFT pada tahun 2018 untuk kategori Natural Fibers dan sempat mendapatkan pitch walk pada ajang
                    Jakarta Fashion Week.