Kaghomasa adalah koperasi dan unit pengolahan kopi di Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Fokusnya adalah Kopi Arabika Flores Bajawa. SIPASBUN Kementerian Pertanian mencatat UPH Kaghomasa di Desa Radabata dengan Marselina Walu sebagai kontak. Penelitian 2024–2025 juga secara eksplisit menganalisis rantai pasok Kopi Arabika Flores Bajawa pada UKM Kaghomasa.
Asal nama dan identitas kelompok
Liputan Mojok pada World of Coffee Jakarta 2025 mengutip Marselina Walu bahwa “Kaghomasa” berarti merangkul, dengan semangat membuka diri kepada pihak yang berniat baik. Sumber tersebut menyebut sekitar 26 petani dari Desa Radabata tergabung dalam Kaghomasa pada waktu liputan.
Jumlah 26 petani adalah snapshot 2025 dan tidak otomatis sama dengan jumlah anggota legal koperasi pada 2026. Dokumen akta koperasi, nomor badan hukum, NIB, dan daftar anggota aktif belum diverifikasi dari registri koperasi.
Sejarah koperasi dan pendampingan 2013
Artikel IMPAS tahun 2021 menjelaskan bahwa program pendampingan Lapmas dan Permata masuk ke desa-desa kopi pada awal 2013. Anggota mendapat sekolah lapang mengenai budidaya, perawatan tanaman, dan pengolahan kopi sesuai standar. Koperasi Primer Kagho Masa disebut berdiri pada 2014 dengan Marselina Walu sebagai ketua.
Dalam tahun yang sama, sampel kopi UPH Kagho Masa dikirim untuk lelang nasional dan dipilih sebagai salah satu kopi yang layak dilelang menurut penelitian tersebut. Informasi ini adalah jejak historis yang berguna, tetapi detail event dan hasil transaksi perlu diverifikasi bila dijadikan klaim komersial.
Kopi Arabika Flores Bajawa dan basis petani
Kaghomasa berada dalam ekosistem Kopi Arabika Flores Bajawa, kopi dataran tinggi Ngada yang dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan. Panduan Wisata Kabupaten Ngada menyebut Kaghomasa sebagai salah satu brand kopi lokal yang dibangun pegiat kopi Ngada bersama beberapa brand lain.
Rasa kopi tidak boleh digeneralisasi hanya dari nama origin. Karakter dipengaruhi varietas, elevasi, kebun, panen, proses pascapanen, penyimpanan, roasting, dan brewing. Deskripsi floral, nutty, karamel, atau tembakau pada panduan daerah merupakan gambaran umum Arabika Bajawa, bukan cupping note wajib setiap lot Kaghomasa.
Rantai pasok yang diteliti pada 2024–2025
Penelitian Jurnal Ilmu Pertanian Tropis melibatkan 40 responden dari anggota UKM, petani kopi, pedagang pengumpul, pengecer, dan konsumen. Studi menganalisis saluran pemasaran, margin, farmer’s share, dan efisiensi distribusi. Hasilnya menunjukkan perbedaan efisiensi antarstruktur rantai pasok.
Data farmer’s share pada penelitian tidak boleh diubah menjadi klaim bahwa setiap anggota menerima persentase yang sama. Nilai tersebut tergantung jalur pemasaran dan kondisi penelitian. Untuk transaksi terkini, harga cherry, parchment, green bean, dan roasted bean harus dilihat pada waktu yang sama.
UPH dan pengolahan pascapanen
SIPASBUN mencatat UPH Kaghomasa sebagai unit pengolahan hasil binaan untuk kopi Arabika di Desa Radabata. Kajian pembangunan kopi inklusif juga menyebut koperasi Kaghomasa sebagai salah satu koperasi di Ngada yang mengelola coffee processing unit bersama koperasi lain.
Unit pengolahan penting karena kualitas specialty coffee sangat dipengaruhi pemetikan cherry, pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, sortasi, dan penyimpanan. Sumber publik belum memberikan SOP 2026, moisture target, defect rate, atau lot coding Kaghomasa.
Petani, bargaining power, dan harga
Kajian inclusive business tentang kopi Ngada menjelaskan bahwa koperasi membantu petani memperoleh posisi tawar lebih kuat dan akses pada pembinaan budidaya serta pascapanen. Pernyataan tersebut berlaku pada model koperasi Ngada yang diteliti, termasuk Kaghomasa.
Namun, dampak ekonomi harus diukur dengan data anggota: harga beli koperasi, biaya, bonus mutu, volume, dan pendapatan. Halaman ini tidak menyatakan semua petani otomatis memperoleh harga premium tanpa data periode tertentu.
World of Coffee Jakarta 2025
Mojok melaporkan Kaghomasa hadir di World of Coffee Jakarta pada Mei 2025. Marselina Walu menjelaskan sejarah pengembangan kopi di Radabata, termasuk program 2007 dan kolaborasi 2013. Kehadiran pada event industri internasional memberi jejak pemasaran dan networking, tetapi tidak otomatis berarti kontrak ekspor.
Artikel tersebut juga menyebut pencapaian terkait Cup of Excellence Indonesia 2023–2024. Karena detail lot, posisi, score, dan pemilik lot tidak tersedia dalam sumber primer yang diperiksa di sini, halaman ini tidak memasukkan klaim peringkat sebagai fakta final tanpa dokumen kompetisi.
Q Grader dan ekosistem mutu
Panduan Kabupaten Ngada menyebut Marselina Walu atau Mama Lina sebagai Q Grader di Flores dan NTT pada saat publikasi. Sertifikasi Q Grader dapat berubah masa berlaku dan harus dicek pada direktori Coffee Quality Institute jika digunakan sebagai kredensial terkini.
Kompetensi cupping berguna untuk kontrol mutu, tetapi hasil setiap lot tetap perlu dicatat. Buyer specialty coffee biasanya meminta cupping score, harvest year, varietas, process, moisture, water activity, screen size, defect count, serta sample roast.
Informasi yang dibutuhkan buyer specialty coffee
Untuk buyer specialty coffee, nama Kaghomasa dan origin Flores Bajawa baru menjadi titik awal. Data yang lebih menentukan adalah harvest year, village atau farm cluster, varietas, elevasi, process, tanggal milling, kadar air, water activity, defect count, screen size, cupping protocol, dan volume lot. Jika koperasi menggabungkan cherry dari banyak anggota, metode segregasi lot perlu dijelaskan. Sumber publik belum menyediakan lembar spesifikasi lot 2026, sehingga informasi tersebut harus diminta saat transaksi.
Keunikan yang dapat diverifikasi
Keunikan Kaghomasa terletak pada model koperasi petani, UPH lokal, dan fokus Kopi Arabika Flores Bajawa di Radabata. Rangkaian sumber akademik, Kementerian Pertanian, pemerintah Ngada, dan liputan 2025 memberi dokumentasi yang relatif kuat tentang lokasi, ketua, rantai pasok, serta pengembangan kelompok.
Dalam Direktory UKM UKMS, Kaghomasa dapat dibaca bersama Kaana Toraya Coffee, Ijen Lestari, Ikola Coffee, dan Jamu Kito Internasional.
Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi
- Badan hukum koperasi, NIB, anggota aktif, dan struktur pengurus 2026.
- Lot traceability, varietas, elevasi, proses, moisture, defect, dan cupping score.
- Harga petani, bonus mutu, volume, serta dampak ekonomi terbaru.
- Status Q Grader dan detail kompetisi bila dipakai dalam promosi.
- Kontrak atau shipment jika Kaghomasa menggunakan klaim ekspor.
Kesimpulan netral
Kaghomasa memiliki fondasi bukti yang kuat sebagai koperasi kopi Arabika Flores Bajawa dari Radabata, Ngada. Kegiatan UPH, pendampingan petani, dan riset rantai pasok membuat entity ini lebih mudah diverifikasi dibanding brand yang hanya memiliki media sosial. Data koperasi dan lot kopi 2026 tetap diperlukan untuk keputusan pembelian specialty coffee.
Konteks dan entitas terkait
Kaghomasa tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.
Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Kaana Toraya Coffee; Kelompok Tani Cahaya Negeri (Mr. Zian Coffee); Kelompok Tani Sindoro Makmur. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.
