Kerupuk Ke’ite Kaur: Kerupuk Gurita dari Okta Junaidi di Kota Bengkulu

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui16 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Kerupuk Ke’ite Kaur adalah usaha olahan gurita yang dikembangkan Okta Junaidi. Karya Kreatif Indonesia mencantumkan alamat Jalan Meranti Raya RT 015/RW 004, Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Nama “Ke’ite” disebut berasal dari bahasa daerah Kabupaten Kaur yang berarti gurita, sementara gagasan produknya berasal dari potensi tangkapan gurita di kampung halaman Okta.

Nama Kaur, lokasi produksi Kota Bengkulu

Nama produk membawa identitas Kaur karena bahan dan inspirasi awal terkait gurita Kabupaten Kaur. Namun, profil KKI dan liputan Radar Bengkulu 2025 menempatkan tempat usaha Okta di Jalan Meranti, Sawah Lebar, Kota Bengkulu. Karena itu, lokasi utama halaman ini menggunakan Kota Bengkulu, bukan Kabupaten Kaur.

Pemisahan antara origin komoditas dan lokasi usaha penting untuk data terstruktur, pengiriman, serta kunjungan. Produk dapat mengangkat identitas daerah asal bahan tanpa fasilitas produksinya berada di daerah yang sama.

Okta Junaidi dan ide mengolah gurita

Radar Bengkulu mengutip Okta Junaidi pada Juli 2025 bahwa ide muncul ketika ia melihat gurita di Kaur lebih banyak diolah menjadi gurita asin. Ia kemudian mengembangkan format kerupuk agar komoditas tersebut dapat dinikmati sebagai camilan praktis. Narasi ini konsisten dengan profil KKI.

Tahun berdiri legal tidak ditampilkan dalam sumber yang diperiksa. Karena itu, artikel tidak menebak kapan usaha pertama kali didaftarkan atau mulai menjual secara komersial.

Kerupuk gurita balado 70 gram

Listing KKI untuk rasa Balado Spesial mencantumkan berat bersih 70 gram dan bahan gurita, tepung tapioka, telur, serta penyedap rasa. Deskripsi menyebut gurita segar dan tanpa tambahan pengawet. Informasi tersebut berlaku pada SKU yang diperiksa dan tidak otomatis mewakili semua varian.

Gurita merupakan moluska/seafood dan telur merupakan alergen. Label perlu menjelaskan keduanya, termasuk risiko cross-contact jika fasilitas mengolah hasil laut lain.

Klaim gizi dan ibu hamil perlu dibatasi

KKI menggunakan bahasa bahwa gurita mengandung magnesium dan fosfor yang baik untuk perkembangan otak dan gizi ibu hamil. Halaman ini tidak mengulang klaim tersebut sebagai rekomendasi kesehatan. Nilai gizi produk akhir bergantung formula, porsi, proses, dan hasil analisis laboratorium.

Produk pangan tidak seharusnya diposisikan sebagai terapi atau kebutuhan khusus kehamilan tanpa dasar regulatori. Informasi yang lebih aman adalah komposisi bahan, porsi, dan label gizi aktual jika tersedia.

Tanpa pengawet bukan berarti tanpa risiko

Klaim tanpa pengawet pada listing perlu dibedakan dari keamanan pangan secara keseluruhan. Kerupuk tetap membutuhkan sanitasi bahan, proses panas, pengeringan, kadar air, minyak yang terkontrol, kemasan barrier, dan penyimpanan yang baik.

Sumber publik belum menampilkan shelf-life study, water activity, hasil mikrobiologi, atau nomor izin produk. Buyer perlu meminta dokumen tersebut langsung jika produk masuk ritel modern atau pengadaan institusi.

Sekitar 15 mitra pada 2025

Radar Bengkulu pada 2025 menyebut pemasaran dilakukan secara online melalui media sosial dan marketplace, serta offline melalui mitra toko oleh-oleh dan bakery. Okta menyatakan saat itu hampir memiliki 15 mitra. Angka tersebut merupakan snapshot Juli 2025 dan dapat berubah.

Untuk menilai distribusi 2026, buyer sebaiknya meminta daftar titik penjualan aktif. Jumlah mitra tidak sama dengan outlet eksklusif atau distributor resmi.

Jejak pengiriman ke Malaysia

Sumber blog 2024 melaporkan Okta pernah bersiap mengirim produk Kerupuk Ke’ite Kaur ke Malaysia. Informasi ini merupakan bukti market reach yang dilaporkan, tetapi bukan dokumen ekspor formal. Tidak tersedia volume, buyer, invoice, atau status eksportir pada sumber tersebut.

Halaman ini tidak menyebut ekspor rutin. Jika klaim Malaysia digunakan dalam penawaran B2B, bukti pengiriman dan kepatuhan label negara tujuan perlu ditunjukkan.

Traceability gurita

Karena identitas produk bertumpu pada gurita Kaur, traceability menjadi penting. Produsen dapat mencatat pemasok, lokasi pendaratan, tanggal tangkap atau penerimaan, suhu, berat, dan kondisi bahan. Jika bahan berasal dari wilayah tangkap tertentu, legalitas perikanan dan praktik penangkapan juga relevan.

Sumber publik belum menjelaskan apakah semua gurita yang digunakan selalu berasal dari Kabupaten Kaur. Karena itu, artikel tidak mengunci origin per batch tanpa dokumen pemasok.

Pengolahan gurita dan konsistensi tekstur

Gurita memiliki kadar air tinggi dan tekstur yang dapat berubah tergantung ukuran, umur, pembekuan, serta proses awal. Ketika diolah menjadi kerupuk, produsen perlu menjaga rasio gurita dan tapioka, ukuran adonan, pengeringan, dan suhu penggorengan. Perubahan rasio dapat memengaruhi rasa seafood, pengembangan kerupuk, serta biaya produksi.

Untuk buyer B2B, specification sheet idealnya mencantumkan persentase gurita, kadar air, ukuran produk, warna, broken rate, dan toleransi berat. KKI hanya menampilkan daftar bahan, belum persentase bahan utama.

Kemasan untuk produk seafood kering

Kerupuk gurita perlu terlindung dari kelembapan, oksigen, dan aroma lingkungan. Kemasan barrier yang baik membantu mempertahankan kerenyahan dan mengurangi oksidasi minyak setelah penggorengan. Informasi jenis film, oxygen barrier, nitrogen flushing, atau uji seal tidak ditemukan dalam sumber publik.

Jika produk dikirim jarak jauh, karton juga perlu cukup kuat agar kerupuk tidak banyak patah. Buyer dapat meminta spesifikasi isi karton, broken-rate tolerance, dan kondisi penyimpanan.

Untuk pesanan berulang, sampel referensi dan kode formula akan membantu menjaga rasa, warna, serta tingkat kerenyahan antarbacth.

Keunikan yang dapat diverifikasi

Keunikan Kerupuk Ke’ite adalah transformasi gurita menjadi kerupuk dengan identitas bahasa dan komoditas Kaur, sementara basis usaha berada di Kota Bengkulu. KKI dan liputan lokal konsisten mengidentifikasi Okta Junaidi serta alamat Sawah Lebar.

Dalam Direktory UKM UKMS, Ke’ite dapat dibaca bersama Keripik Cumi Nina, Kenara, Kerupuk Ommey, dan Kampoeng Timoer.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

Verifikasi lanjutan mencakup bentuk usaha, NIB, merek, izin edar, halal, alergen, shelf life, sumber gurita, kapasitas, jumlah pekerja, titik distribusi, dan bukti transaksi luar negeri. Klaim gizi tidak boleh dipakai sebagai klaim kesehatan tanpa dasar yang sesuai.

Kesimpulan netral

Kerupuk Ke’ite Kaur memiliki identitas kuat sebagai inovasi olahan gurita yang dikembangkan Okta Junaidi. Nama Kaur merujuk origin cerita dan komoditas, sedangkan lokasi usaha yang terverifikasi berada di Kota Bengkulu. Regulasi pangan, traceability, kapasitas, dan pasar Malaysia tetap perlu dibuktikan per transaksi.

Konteks dan entitas terkait

Kerupuk Keite tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Keripik Tempe Bilqis; Kerupuk Kulit NgeDani; Keripik Singkong Crispy Karimah. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top