Nasi Kulit Malam Minggu – Kulit Ayam Krispi, Teman Nongkrong Favorit, Nasi Kulit Malam Minggu adalah brand kuliner lokal yang sukses mempopulerkan nasi kulit ayam goreng sebagai menu utama dalam gaya yang kekinian dan dekat dengan anak muda. Seperti namanya, brand ini lahir dari ide sederhana: menyajikan makanan “nakal” yang biasanya cuma jadi camilan, yaitu kulit ayam goreng renyah, menjadi menu utama yang bisa dinikmati kapan saja—terutama di malam minggu!
Didirikan oleh sekumpulan anak muda kreatif di Jakarta, Nasi Kulit Malam Minggu langsung mendapatkan tempat di hati para pencinta makanan gurih dan crunchy. Kulit ayam yang selama ini dianggap “sampingan” justru dijadikan bintang utama, disajikan dengan nasi hangat, sambal khas, dan berbagai lauk tambahan yang bikin kenyang dan puas.
Menu utamanya adalah nasi kulit ayam goreng dengan tiga pilihan sambal:
- Sambal Bawang yang pedas dan gurih,
- Sambal Ijo yang segar dan tajam,
- Sambal Matah yang wangi dan sedikit asam.
Pelanggan juga bisa memilih topping tambahan seperti ayam suwir pedas, telur dadar crispy, tempe goreng, dan kerupuk kulit. Selain itu, tersedia juga menu variasi seperti Nasi Kulit Geprek, Nasi Kulit Keju Leleh, hingga Nasi Kulit Sambal Korek Extra Level untuk pecinta pedas sejati.
Harga menu berkisar antara Rp 18.000 – Rp 35.000, menjadikannya sangat terjangkau untuk target pasar utama mereka: mahasiswa, pelajar, dan pekerja muda yang ingin makan enak, cepat, dan “ngangenin”. Porsinya besar, rasanya nendang, dan selalu disajikan hangat—itulah tiga keunggulan yang bikin pelanggan selalu balik lagi.
Outlet Nasi Kulit Malam Minggu umumnya mengusung konsep warung modern minimalis dengan desain industrial dan pencahayaan temaram khas tempat nongkrong malam. Dindingnya dihiasi mural bertema anak muda, lirik lagu galau, atau kutipan lucu soal jomblo dan malam minggu. Suasananya asyik buat makan bareng temen, ngedate santai, atau bahkan mabar di beberapa outlet yang dilengkapi wifi kencang.
Dari sisi pemasaran, brand ini sangat cerdas bermain di media sosial. Nama “Malam Minggu” saja sudah memancing interaksi. Mereka sering bikin konten viral seputar makan malam sendirian, pesan nasi kulit bareng mantan, hingga tantangan makan sambal level 5 sambil cerita cinta gagal. Strategi ini bikin brand terasa dekat dan relevan dengan audiens Gen Z dan milenial.
Untuk ekspansi, Nasi Kulit Malam Minggu juga membuka kemitraan dengan sistem franchise ringan. Mitra akan mendapat pelatihan, pasokan kulit ayam khusus dari pusat, SOP memasak dan penyajian, serta dukungan branding dan promo. Sistem ini membuat ekspansi brand semakin cepat dan tetap terjaga kualitasnya.
Dengan ide brilian, eksekusi kreatif, dan cita rasa yang sulit ditolak, Nasi Kulit Malam Minggu bukan cuma menjual makanan, tapi juga menghadirkan pengalaman makan yang fun, kekinian, dan penuh nostalgia. Cocok buat yang lapar perut maupun lapar perhatian. 😆
