Author: UKMS

  • Advan Percaya Diri Bersaing dengan Produk Asing

    Penjualan produk elektronik di Indonesia selalu dikuasai asing, termasuk produk smartphone, notebook, laptop, personal computer dan lain sebagainya. Advan hadir pada tahun 2007 sebagai salah satu produk lokal yang muncul di antara banyaknya brand impor. Bagaimana produk lokal bersaing dengan brand raksasa asing, Advan memiliki strategi tersendiri.

    Industri komputer dan gadget berlomba-lomba dalam hal kecanggihan teknologi. Tanpa mengesampingkan hal tersebut, Advan menawarkan hal lain yang tak diberikan brand asing, yakni harga yang murah. Advan mematok harga yang jauh di bawah pasaran brand asing hingga semua kalangan dapat memiliki gadget ataupun produk teknologi komputer yang murah namun tetap update.

    Di antara sederet brand asing, Advan pun berhasil menjadi top brand yang laris manis. Sebagaimana dikabarkan laman viva.co.id, Survei International Data Corporation (IDC) pernah merilis data bahwa Advan menempati ranking keempat pangsa pasar Indonesia tahun 2016 lalu. Tiga peringkat di atasnya diduduki brand asing yakni Samsung, Oppo dan Asus.

    Atas prestasi tersebut, Direktur Marketing Advan, Tjandra Lianto tentu sangat mengapresiasi.  Pihaknya mengaku perusahaan tak pernah menaikkan target volume penjualan produk. Layanan kepada pelanggan, kata Lianto, lebih diutamakan dibanding menaikkan jumlah pembeli. “Kita tidak menaikkan target, hanya memperkuat layanan kepada customer. Ini sudah kita lakukan selama tiga tahun,” ujarya dikutip dari Viva.

    Meski demikian, angka penjualan Advan tidaklah sedikit. Selama kuartal pertama tahun 2017 ini misalnya. Advan berhasil menjual sebanyak 750 ribu unit untuk produk ponsel saja. Baru-baru ini, Advan pun baru saja merilis produk baru untuk smartphone, yakni Advan G1 Pro. Dengannya Advan mengharapkan adanya peningkatan pembelian hingga 8 juta unit di akhir tahun 2017.

    Adapun secara layanan, Advan mengunggulkan produknya sebagai yang termurah namun tak murahan. Bahkan jika hanya memiliki budget satu jutaan, pembeli dapat membeli Advan dengan fitur yang baik. Meski sejatinya, harga tetaplah sesuai dengan kelengkapan fitur gadget.

    “Kita tetap masuk akal. Tidak mungkin harga Rp 2 juta tapi mau fitur yang harganya Rp 5 juta. Saat ini, pangsa pasar Advan masih stabil karena orang banyak mencari tablet untuk anak mereka, untuk bermain game, belajar, jadi pangsa pasarnya masih banyak,” kata Tjandra Lianto kepada Viva.

     

     

    Kuasai 35 Persen Pasar

    Meski secara kasa mata banyak orang yang tak  melirik produk lokal dalam hal gadget, namun kenyataannya, Advan mampu menguasai 35 persen pasar gadget, terutama tablet di Indonesia. Masih dikabarkan Viva, tablet Advan mengaukms.or.id/l bagian penjualan 35 persen penjualan tablet tanah air. Sebesar 25 persen di antaranya dibeli oleh warga Jabodetabek.

    Selain Jakarta dan kota-kota satelit, tablet Advan pula diminati di beberapa wilayah lain terutama pulau Jawa. Secara persentase, penjualan tablet Advan mencapai 22 persesn di Jawa Timur, 20 persen di Jawa Barat, 15 persen di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sisanya yakni 18 persen laris di luar Pulau Jawa.

    Gadget jenis tablet sangat diminati di negeri ini. Menurut NPD Display Search, penjualan tablet akan terus meningkat di tahun berikutnya. Untuk tahun 2017, NPD memprediksi, penjualan tablet akan mencapai 416 juta unit. Jika Advan mengaukms.or.id/l 35 persen penjualan, maka perusahaan lokal tersebut mampu menjual sebanyak 145 juta unit.

     

     

    Teknologi EyePro

    Keberhasilan Advan meguasai 35 persen pasar tablet diklaim sebagai buah dari kecanggihan teknologi. EyePro disebut-sebut sebagai keunggulan Advan hingga mampu menguasai pasar tablet. Hal ini disampaikan oleh Direktur Marketing Advan Digital Tjandra Lianto.

    Menurutnya, primadona tablet Advan yakni seri Vandroid i7. Tablet seri tersebut dilengkapi teknologi EyePro, sebuah fitur yang mampu melindungi mata pengguna dari radiasi Blue Light atau sinar biru yang selalu dipancarkan produk teknologi komputer.

    “Ini buah dari konsistensi. Inovasi teknologi menjadi keharusan agar produk kami bisa bersaing dan menjadi pilihan utama konsumen. Salah satu Tablet Advan yang menjadi primadona di tahun 2016 adalah Advan Vandroid i7. Tablet ini memiliki teknologi unggulan yakni EyePRO pada layar,” ujar Tjandra kepada viva.co.id.

    Teknologi EyePro, lanjut Tjandra, merupakan sebuah lapisan yang dibuat dari Nano Optical Film. Lapisan tersebut mampu menyangkal pancaran Blue Light hingga 40 persen. Sebagaimana diketahui, Blue Light menjadi momok masyarakat pengguna gadget karena ditakuti dapat menyebabkan efek penyakit yang berbahaya seperti kanker.

     

     

    Kembangkan Software

    Inovasi Advan tak berhenti dalam aspek hardware. Brand yang diusung PT Indocomtech tersebut juga memproduksi software yang dibuat khusus untuk produk Advan. “Kami tak hanya mengembangkan hardware saja tapi juga software. Di sini kecil yang bermain software,” ujar Tjandra kepada Viva.

    Baru-baru ini, Advan mengenalkan sistem operasi yang dibuat asli oleh anak negeri dengan nama IDOS. Sistem operasi Indonesia terbaru mereka yakni versi IDOS 6.1.2. Ada empat kelebihan yang ditawarkan sistem operasi tersebut, yakni power saving, security, smart management dan unique feature.

    Hanya saja, IDOS masih berbasis Android, atau lebih tepatnya Android versi Marshmallow. Kendati demikian, IDOS disebut-sebut memiliki kelebihan dibanding Android pada umumnya, yakni dalam hal sentuhan dan kesesuaiannya dengan pengguna Indonesia. Advan pun menjamin smartphone yang dilengkapi IDOS bekerja lebih fungsional dibanding smartphone lain.

    Menurut Tjandra, IDOS dikembangkan sejak tiga tahun lalu oleh tim Advan Jakarta dan Semarang. Saat ini, tim tersebut tengah menyiapkan IDOS7 yang dilengkapi dengan fitur yang lebih banyak dan fungsional. Salah satunya yakni fungsi deteksi lokasi yang canggih sehingga pengguna dapat melacak informasi hanya dengan menggunakan nomor ponsel saja. Kedepan, IDOS dirancang agar mampu berada di level yang sama dengan asisten pribadi pengguna.

    “Kalau asisten yang lain seperti Cortana atau Siri kan sering salah juga ya. Terus jarang dipakai lagi, belum lagi dialeknya juga harus khusus. Jadi buat apa fitur yang enggak kerja, nanti disangka produk kita dianggap salah. Jadi ini (IDOS) lebih melengkapi saja daripada Android. Dengan IDOS ini, kami mengembangkan berbagai fitur canggih untuk meningkatkan pengalaman pengguna,” tutur Tjandra dilansir laman Viva.

     

     

    Melakukan Riset

    Satu hal lain yang membuat Advan percaya diri bersaing dengan produk asing yakni adanya riset yang mereka lakukan. Advan melakukan riset langsung kepada masyarakat Indonesia guna menjadi dasar pembuatan produk. Alhasil, produk Advan diunggulkan sebagai produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tanah air.

    Dikabarkan Viva, riset yang dilakukan Advan melibatkan banyak pihak. Diantaranya yakni dengan menggandeng pakar telekomunikasi yang juga mantan CEO XL Axiata, Hasnul Suhaimi, serta menggunakan jasa perusahaan spesialis riset, Mars Research Specialist. Riset yang mempelajari smartphone kebutuhan konsumen Indonesia tersebut dilakukan pada pertengahan tahun 2016 kemarin.

    Riset dihelat dengan melibatkan lebih dari 500 koresponden pria dan wanita berusia 18 hingga 35 tahun dengan pembangian status ekonomi dan sosial yang beragam. Aspek yang ditanyakan pun mengenai segala hal terkait penggunaan smartphone, baik kualitas dan resolusi kamera, ketahanan batrei, kapasitas memori, ukuran layar, konduktivitas hingga harga.

    “Ini yang bisa membuat Advan menjadi besar dan beda dengan brand nasional lainnya. Dengan keterlibatan konsumen dalam proses pembuatan produk, Advan sudah selangkah lebih maju dibanding dengan brand lainnya. Produk tersebut diharapkan akan digemari karena pembuatannya benar-benar melibatkan keinginan konsumen Tanah Air,” ujar Brand Director Advan, Andy Gusena.

     

     

    Baca juga

    1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

    Panduan Bisnis Online Terlengkap

    Panduan Lengkap Pecinta Kopi

    Investor Bisnis Untuk Kelancaran Usaha Anda

    350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

    Panduan Sukses Bisnis Franchise

    123 Cara Meningkatkan Omzet Penjualan

    Perjalanan 185 Brand Nasional Dan Internasional

    50 Daftar Lengkap Virtual Office Di Indonesia

    50 Daftar Jasa Kontraktor Indonesia

    50 Usaha Rumahan di Indonesia

    500 Kisah Pengusaha Sukses

    Kenali Daftar 99 Fintech Indonesia

     

     

    Segala strategi tersebut membuktikan bahwa Advan sebagai produk lokal pun mampu bersaing dan tak ketinggalan dengan produk asing. Produk lokal justru memiliki keunggulan karena memahami betul pasar dalam negeri. Terbukti, Advan turut andil dalam menyebarluaskan produk teknologi komputer, terutama gadget, di semua kalangan masyarakat Indonesia.

  • Strategi Branding GoPro

    Beberapa waktu lalu GoPro meluncurkan iklan TV pertamanya. Bagi brand lain, ini tidak akan menjadi masalah besar, tetapi untuk sebuah perusahaan kamera yang sudah punya komunitas kuat, serta konten yang diproduksi baik oleh pengguna maupun oleh perusahaan, mulai dari berselancar hingga snowboarding, hingga elang sampai petugas pemadam kebakaran, iklan di TV mewakili perubahan yang signifikan.

    GoPro sendiri awal mulanya menciptakan brand di sekitar perangkat yang sangat sederhana – kamera. Kamera ini dipasang pada sepeda, papan selancar, dan bahkan digantung di leher untuk merekam pengalaman yang dialami orang yang mengalaminya – tanpa harus menggenggam kamera itu sendiri.

    Brand ini dibangun di sekitar dua konsep. Satu, GoPro membangun brandnya berdasarkan keterlibatan pengguna individu maupun komunitas. Dua, brand dibangun dengan slogan “be Ah  Hero” sebagai pusat.

    Secara konten, strategi konten mereka dibangun memanfaatkan interaksi dua arah antara pengguna dan komunitas, dengan mengajak mereka untuk berbagi pengalaman melalui sosial media dan platform video.

    Strategi branding ini mendorong orang untuk tidak hanya membeli kamera GoPro, tetapi juga mendorong kamera ini secara berkelanjutan. GoPro mengundang orang untuk menggunakan kamera mereka saat berpartisipasi dalam olahraga yang memacu adrenalin. Ini membuka peluang untuk menciptakan pengalaman pengguna yang unik, beresonansi antara pengguna kamera dengan penonton video.

    Jika Anda selama ini mengikuti kisah bisnis GoPro, rasanya tidak sulit untuk mengetahui alasan GoPro beralih ke format iklan di TV. Tetapi bila Anda kurang mengikuti, ada satu alasan di balik iklan TV ini: dengan menggeser format iklan ke bentuk yang lebih tradisional, mereka menempatkan promosi penjualan yang ditujukan pada audiens yang jauh dari kehidupan hardcore dan penuh petualangan.

    GoPro menciptakan brand mereka karena mereka memenuhi kebutuhan untuk merasa terlibat. Mereka mampu melakukan ini dengan cara:

    1. Menciptakan produk yang mendorong penggunaan bersama (dalam hal ini, baik perekam maupun penonton dapat merasakan ketegangan dan perspektif yang sama)
    2. Menciptakan slogan yang selaras dengan visi banyak orang (dalam hal ini, “Be A Hero”).

    GoPro juga mengajak para pengguna untuk mempublish dan menikmati konten pada channel Youtube mereka sendiri. Ini menghasilkan rasa memiliki dan loyalitas yang kuat terhadap brand tersebut.

    GoPro, berbeda dengan kebanyakan brand, secara aktif berinteraksi dengan penggunanya dan mempublish konten dari pengguna di platform resmi mereka. Jika Anda melihat channel Youtube milik GoPro, jarang Anda lihat video promosi produk. Kebanyakan video di channel tersebut adalah konten yang dibuat oleh pengguna.

    Meski demikian, GoPro saat ini sedang mengalami rintangan. Berdasarkan hasil kuartal ketiga yang dirilis pada November lalu, pendapatan GoPro turun 40%, dan saham turun hingga 34% tahun ini.

    Hal ini juga diperparah dengan berita GoPro yang menarik kembali seluruh produk drone-nya, karena produk baru yang ditunggu-tunggu ini mengalami kesalahan produksi.

    Kampanye iklan baru tidak mungkin datang pada waktu yang lebih baik, karena brand tersebut sedang memerlukan optimisme yang kuat.

    Tampaknya brand GoPro telah mencapai titik jenuh, di mana pertumbuhan eksplosif dan popularitas berdasarkan aksi olahraga ekstrim telah mereda. Lalu, bagaimana GoPro menyikapinya?

    Setelah melakukan sejumlah riset, GoPro saat ini mencoba melebarkan pasar ke pengguna reguler. Iklan baru dan kampanye “Capture Different” secara keseluruhan adalah tanda awal yang bisa kita amati.

     “Brand ini akan selalu memiliki DNA utamanya; kami tumbuh di dunia olahraga penuh aksi, selancar, skate, salju, olahraga motor… ini akan selalu menjadi bagian dari kami dan merupakan identitas kami,” kata Johnston.

    “Kami telah melakukan banyak riset dan survey, mencoba memahami brand, apa yang disukai orang-orang tentang GoPro, dan lucunya, semakin banyak riset yang kami lakukan, semakin kami melihat banyak orang-orang yang suka GoPro tetapi tidak tidak ingin memilikinya.”

    “Mereka mengajarkan satu hal yang sangat sederhana: Tunjukkan saja mengapa kami membutuhkan GoPro. Jelaskan kepada kami, buat pesannya sederhana, dan kami akan merespon. Jadi atas dasar itulah tujuan iklan ini dibuat. “

    Kenyataannya, banyak orang mengagumi brand GoPro, tetapi tidak tertarik memilikinya; banyak orang suka menonton olahraga ekstrim tetapi tidak tertarik melakukannya sendiri. Karena tidak semua orang punya jiwa petualang ekstrim, orang-orang ini kemudian tidak membeli produk GoPro.

    Now we can expect much more this kind of broad pitch from GoPro, as the company is making a hard pitch to make its cameras a part of everyone’s tech quiver. But despite the obvious sales potential of the approach, Johnston says it wasn’t an easy decision. “I think the hardest thing for a brand sometimes, when you become so successful at understanding a culture or who your current customer base is, it’s very hard to make a pivot, and it can be a very difficult decision for a brand to make,” he says.

    Saat ini GoPro tengah menyiapkan sejumlah promosi untuk membuat kameranya menjadi bagian dari kebutuhan teknologi setiap orang. Tetapi meskipun ada potensi penjualan yang besar dari perubahan pendekatan ini, Johnston mengatakan itu bukanlah keputusan yang mudah.

    “Saya pikir hal yang paling sulit untuk sebuah brand adalah ketika Anda menjadi begitu sukses dalam memahami budaya atau basis pelanggan Anda saat ini, sangat sulit untuk melakukan pivot, dan itu bisa menjadi keputusan yang sangat sulit bagi brand, ” ujarnya.

    Pendekatan baru ini diperkirakan akan menjadi 60% dari bauran pemasaran GoPro. Lebih lanjut, Johnston mengatakan,”Kami telah membuat keputusan yang dipertimbangkan matang-matang untuk membuat GoPro lebih mudah diterima bagi lebih banyak orang. Jika boleh menggunakan analogi kamera, kami membuka aperture lebih lebar dan ada realitas yang sangat jelas bahwa kami telah begitu sukses dengan selancar ski, snowboard, orang-orang dengan wingsuit. Bahkan meskipun Kami sudah mensponsori atlet yang luar biasa seperti Lindsay Vohn, orang-orang merasa sulit untuk melihat di mana relevansi mereka dengan produk kami.”

    “Jadi kami perlu membranding GoPro agarlebih merakyat, dan kami ingin membuatnya orang-orang lebih mudah untuk melihat bagaimana menggunakan GoPro dalam kehidupan sehari-hari. ”

    baca juga

      Orang-orang inilah yang akan menjadi kunci bagi GoPro melangkah keluar dari ruang lingkup mereka selama ini, dan mendapatkan pijakan yang lebih besar di pasar pengguna kamera mainstream.

       “Kami mencoba jujur pada diri kami sendiri,” kata Johnston. “Saya punya teman yang memberi tahu saya bahwa dia menyukai GoPro dan semua videonya, tetapi dia tidak tahu apakah dia layak untuk komunitas ekstrim ini, apakah dia layak menggunakan GoPro. Tetapi orang seperti dia adalah orang-orang yang akan menggandakan keuntungan GoPro, dan merekalah yang harus kami raih dan bawa ke dalam keluarga GoPro. ”

    • Kopi Kapal Api, Kopi Lokal dengan Rasa Mendunia

      Kopi, sebuah minuman yang bersifat universal dan disukai banyak orang.

       

      Di Indonesia, kopi tidak hanya menjadi sekadar minuman, tetapi juga teman dan media dalam membangun hubungan sosial.

       

      Waktu ngopi biasanya menjadi ajang berkumpul dengan keluarga, teman, hingga orang yang baru dikenal. Karena itu, kopi tidak bisa terlepas dari keseharian orang Indonesia.

       

      Kopi Lokal dengan Rasa Mendunia

       

      Bagi pecinta kopi, pasti sudah akrab dengan kopi instan lokal, Kopi Kapal Api.  Kopi yang diproduksi oleh PT Santos Jaya Abadi (SJA) tersebut, kini sudah menguasai  lebih dari 60% pasar kopi di Indonesia.

       

      Dengan kesederhanaan dan rasanya yang khas, Kopi Kapal Api merupakan produk lokal yang membanggakan.

      Bukan hanya karena kualitas yang terjaga dan harga terjangkau, Kopi Kapal Api sudah menjadi oleh-oleh khas Indonesia yang tersebar ke dua puluh negara.

      Meski sudah mendunia, Kopi Kapal Api memiliki sejarah ceritanya sendiri. Berikut adalah sejarah Kopi Kapal Api dahulu hingga sekarang, yang wajib Anda ketahui sebagai penikmat kopi Indonesia.

       

      Sejarah Kopi Kapal Api

       

      1. Berawal dari Pendatang

       

      Kopi Kapal Api dulunya tidak serta merta terkenal. Seorang pelaut bernama Goe Soe Loet datang ke Indonesia, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Perak pada 1920.

      Beberapa waktu kemudian, ia mulai berjualan bubuk kopi tanpa merk di Surabaya. Beberapa tahun kemudian, ia membuka usaha pabrik kopi dengan dua saudaranya, bernama “Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan”.

      Di saat yang sama, mereka membuka pabrik penggorengan kopi dengan 1500 pekerja di kawasan Pabean Surabaya. Karena berawal dari pelabuhan, mereka mulai menjajakan dagangannya di Pelabuhan Tanjung Perak dan sekitarnya, menggunakan sepeda keliling.

       

      1. Berkembang Menjadi Merk Dagang Lokal

       

      Kopi buatan Goe Soe Loet banyak diminati terutama di area pelabuhan. Karena pelanggan mereka adalah pelaut yang singgah dengan kapal mereka, ia pun terinspirasi membuat logo produk ‘Kapal Api’.

      Filosofinya, kapal api adalah transportasi laut dengan teknologi yang terbilang tinggi dan mewah di masa itu. Keberadaan kapal api bisa mempermudah dan mengembangkan perdagangan antarnegara semakin pesat.

      Untuk itu, Gose Soe Loet menggunakan logo kapal api dengan  harapan agar usaha kopinya bisa membawa harapan baru dalam perdagangan dunia.

       

      1. Masa Pecah Kongsi dan Bangkrut

       

      Meski usaha Goe Soe Loet semakin berkembang, ia dan saudaranya memutuskan pecah kongsi. Aset-aset perusahaan yang sudah didapat pun dibagi.

      Goe Soe Loet pun menerima bagian yaitu pabrik penggorengan kopi. Meski sudah pecah kongsi, ia tetap ingin melanjutkan usahanya. Ia pun tetap memproduksi kopi dengan dibantu oleh anaknya yaitu Soedomo, dua saudara lainnya, Indra dan Soetikmo.

       

      Pada 1981, bisnis kopi bubuk Hap Hoo Tjan mengalami keterpurukan dan akhirnya bangkrut. Namun, di lain pihak, Soedomo dan saudaranya sudah membangun perusahaan baru bernama PT Santos Jaya Abadi (SJA).

       

      Soedomo memutuskan untuk tetap menggunakan logo kapal api dan menciptakan produk dengan merk baru yaitu Kopi Kapal Api.

      Kopi buatan Soedomo diracik dengan menyesuaikan lidah orang Indonesia. Ia juga tidak lupa memperhatikan kualitas bahan kopi sehingga kopinya menjadi kopi beraroma khas yang disukai banyak orang.

      Berkembangnya bisnis Kopi Kapal Api tidak hanya di Indonesia saja. Kopi Kapal Api bisa merambah ke luar Indonesia dengan cepat, yaitu ke Arab Saudi pada 1985, 1987 ke Hongkong, lalu ke Malaysia, dan Taiwan.

      Hingga sekarang, Kopi Kapal Api sudah meyebar hingga ke dua puluh negara. Bahkan, banyak warga asing maupun warga Indonesia di luar negeri menjadikan Kopi Kapal Api sebagai oleh-oleh khas Indonesia.

       

       

      1. Produk dan Harga Semakin Bervariasi

      Suksesnya bisnis Kopi Kapal Api  tidak membuat Soedomo berhenti berusaha. Ia justru ingin meluaskan bisnisnya dengan membuat beberapa produk lain.

      Ia tetap memproduksi Kopi Kapal Api sebagai produk unggulan perusahaan, namun mulai membuat produk baru yang lebih bervariasi, seperti kopi Excelso, ABC, Yaa, Good Day, Fresco, hingga kopi Kapten.

       

      Untuk harga, PT SJA mengungkapkan bahwa pemasaran produk dan jenisnya disesuaikan dengan kuantitas dan kualitas. Kopi Kapal Api sendiri memiliki ukuran kemas mulai dari ukuran sachet 65 gram, 165 gram, 380 gram, 425 gram, dan 500 gram.

      Harganya pun bervariasi bergantung variasi kualitas rasanya, seperti Kopi Kapal Api Special 65 gram seharga Rp 5.500, Kopi Kapal Api Bubuk+Gula Mantap Rp 10.500, Kopi Kapal Api 3in1 Grande+Chocolate Topping Rp 11.200, Kopi Kapal Api 165 gram Rp 11.900, Kopi Kapal Api 380 gram Rp 21.900,Kopi Kapal Api Luwak Blend 200 gram Rp 99.900, dan masih banyak lainnya.

       

      Meski demikian harga yang dberikan tetap memperhatikan kondisi pasar sehingga semua produk Kopi Kapal Api dan anak produk lainnya tetap bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

       

      1. Target Pasar dan Inovasi Produk

       

      Pada Oktober 2017, Kopi Kapal Api  dan perusahaan SJA mengklaim berhasil menguasai pasar kopi bubuk di Indonesia hingga lebih dari 60%. Hal ini tentu saja dikarenakan target pasar yang dituju adalah masyarakat secara umum.

      Selain itu, SJA juga melakukan banyak inovasi produk kopi dan selain kopi hingga membangun anak perusahaan yang mendukung bisnis Kopi Kapal Api. Bisnis-bisnis tersebut ialah PT Agel Langgeng (produksi permen dan biscuit), PT Excelso Café (bisnis kafe),

      PT Frastrata Buana (perusahaan distribusi produk), PT Sulotco Jaya Abadi (perkebunan kopi), PT Santos Premium Krimer (produksi krimmer), dan PT Weiss Tech (produksi mesin pembuat kopi). Dengan meningkatnya target, maka SJA berusaha untuk semakin mengembangkan bisnis lebih luas lagi sehingga dibentuknya Kapal Api Global pada 2009.

       

      Melihat sejarah dan kondisi terbaru bisnis yang berada di belakang Kopi Kapal Api, menjadikan Anda tidak memandang sebelah mata terhadap kopi lokal, bukan?

      Siapapun yang mengetahui sejarah dan perkembangan Kopi Kapal Api, pasti turut bangga dengan produk lokal yang mendunia tersebut.

      Bahkan, tidak jarang dari Anda yang ingin mengetahui kunci sukses keberhasilan Kopi Kapal Api  yang berawal dari kopi tanpa merk hingga menjadi bisnis kopi khas Indonesia dengan lebih dari 10.000 pegawai. Berikut, adalah pemaparan kunci kesuksesan bisnis Kopi Kapal Api  yang bisa menambah wawasan bisnis Anda.

      1. Penggunaan Teknologi Mutakhir (Newest Technology)

       

      Produk kopi buatan perusahaan SJA yang terletak di Sidoarjo tersebut, selalu berkomitmen untuk menerapkan teknologi teranyar di bidangnya, sehingga konsistensi kualitas kopi tetap terus terjaga.

      Berdasarkan sejarah perusahaan, Kopi Kapal Api  adalah kopi pertama yang dibuat oleh pabrik dengan drum roaster buatan Eropa, ketika di masanya kopi lain diproduksi menggunakan mesin goreng biji kopi tradisional.

      Selain itu, Kopi Kapal Api  juga produk kopi pertama yang memungkinkan penjualnya meningkatkan efisiensi pemesanan dan pengiriman menggunakan sistem aplikasi. Kini, hal tersebut semakin dikembangkan dengan adanya big data processing berbasis Oracle  dan sistem e-commerce secara mandiri.

       

      1. Strategi Pemasaran (Marketing Strategy)

       

      Tahukah Anda jika Kopi Kapal Api merupakan merk kopi pertama yang memasang iklan di televisi? Kopi Kapal Api  adalah merk kopi pertama yang beriklan di stasiun televisi yakni TVRI.

      Berbagai strategi pemasaran pun terus dilakukan dan diperbarui demi meningkatkan popularitas merk dan penjualan.

      Dilansir dari majalah Swa, Paulus Nugroho, Direktur Pengelola SJA, memaparkan bahwa ia sudah menerapkan teori basic marketing dari Philip Kotler-Markplus, yaitu marketing 1.0, 2.0, dan 3.0. Sekarang, SJA sudah merambah ke marketing 4.0 yaitu moving from traditional to digital and marketing content.

       

      1. Pengembangan SDM (Human Resource Development)

       

      Kesadaran akan banyaknya pesaing di luar sana, menyebabkan SJA terus memperkuat sumber daya manusia (SDM). Karenanya, sejak sekitar 1990, SJA mulai melakukan tranformasi internal dengan merekrut tenaga profesional. SJA juga senantiasa mendorong learning and teaching organization seperti mengirimkan karyawan ke berbagai pelatihan, penerapan e-learning sebagai saranan training  hingga membangun SJA learning centre.

       

      1. Perencanaan Masa Depan (Future Plan)

       

      Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, SJA tidak ingin hanya sebagian pegawainya saja yang memahami kopi. Ke depannya, SJA berencana untuk menyusun program untuk edukasi internal mengenai kopi, seperti sejarah kopi, cara mengetes kopi, dan sebagainya. SJA juga memiliki rencana lain untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa SJA adalah ahli kopi, yaitu dengan membuat museum kopi.

       

      baca juga

      Peci M Iming, Produk Legendaris yang Laris Manis

      Perjalanan 185 Brand Nasional Dan Internasional

       

       

      Bagaimana? Tertarik menjadi pebisnis kopi?

      Sebagai pemula di dunia bisnis, Anda bisa belajar banyak hal dair Kopi Kapal Api. Dengan melihat yang ada di depan mata, Goe Soe Loet bisa menciptakan dan mewariskan sebuah bisnis kopi dengan omzet Rp 10 triliun per tahun ke anak dan cucunya.

      Untuk itu, jangan pernah melewatkan peluang yang tersaji di depan Anda. Lihatlah dengan kaca mata bisnis, dan Anda bisa belajar dan menghasilkan banyak keuntungan saukms.or.id/l mengharumkan nama Indonesia, seperti Kopi Kapal Api, produl lokal dengan rasa mendunia.

    • Peci M Iming, Produk Legendaris yang Laris Manis

      Bagi Anda kaum laki-laki, terutama warga Kota Bandung, pasti sudah mengenal produk lokal Peci M Iming atau Peci Mas Iming. Peci yang khas dengan bordiran waran kuning dan hitam tersebut adalah produk hand made atau buatan tangan.

      Dengan menggunakan bantuan mesin untuk menjahit di beberapa bagian, Peci M Iming bisa diproduksi hingga dua puluh buah oleh seorang pekerja setiap harinya.

       

      Awal Mula Brad Peci M Iming

       

      Namun, tahukah Anda jika Peci M Iming merupakan peci yang terkenal sejak 1918? Itu artinya, Peci M Iming sudah menjadi produk lokal legendaris yang sudah bertahan dalam kurun waktu seratus tahun.

      Peci, yang biasa disebut kopiah atau songkok, adalah penutup kepala khas Melayu. Kaum laki-laki muslim sering menggunakan peci ketika beribadah, menghadiri sebuah acara penting, atau sekadar digunakan sehari-hari.

       

      Di beberapa tempat, bahkan sempat mengidentikkan penggunaan peci sebagai pelengkap wajib busana santri laki-laki.

      Karena sifat universal tersebut, sebuah peci bisa digunakan oleh siapapun dan di manapun, dari siswa SD hingga pejabat negara.

       

      Langganan Peci Walikota Bandung

       

      Di Bandung, hampir tidak ada yang tidak mengenal peci legendaris Peci M Iming. Peci yang sudah menjadi langganan turun temurun tersebut tidak pernah sepi pembeli.

      Salah satu langganan tetap Peci M Iming  adalah Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Dengan popularitas yang tidak terkalahkan,

      Peci M Iming kini tidak hanya terkenal di Bandung saja. Peci buatan Mas Iming tersebut sudah merambah ke luar Jawa bahkan luar negeri.

      Mas Iming adalah seorang warga Bandung asal Pekalongan, lahir di tahun 1888 dan meninggal di tahun 1960.

       

       

       

      Menikah Dengan Pemilik Hotel di Pasar Baru

       

      Ia memulai usahanya dengan menjadi tukang pembuat peci setelah menikah dengan anak pemilik hotel di Pasar Baru, Bandung. Daripada meneruskan usaha mertuanya, ia lebih memilih membuka usaha membuat peci.

      Pengalaman dan pengalamannya membuat peci didapat dari kakak iparnya yang juga berjualan di Pasar Baru, Bandung.

      Dengan mengandalkan peralatan sederhana dan keahlian tangannya, Mas Iming berhasil membuat peci berkualitas setelah belajar selama beberapa tahun.

      Ia mulai menjajakan pecinya di atas meja kayu bekas peti sabun di lahan yang diberi oleh orang tuanya, yaitu di pinggir kawasan Groote Postweg Jalan Raya Timur yang sekarang dikenal dengan Prapatan Lima (Simpang Lima) Bandung pada 1912.

      Kemudian, karena usahanya semakin berkembang, pada 1930 Mas Iming membangun sebuah rumah untuk sentra produksi dan penjualan peci buatannya.

      Kualitas yang terjamin, membuat peci Mas Iming cepat dikenal luas hingga muncul brand Peci M Iming  yang bertahan hingga sekarang.

       

      Rahasia Sukses Brand Peci M Iming

       

      Salah satu yang menyebabkan Peci M Iming memiliki kualitas yang sama hingga saat ini, adalah konsep dasar peci  (racekan) yang tidak diubah bahan kain keras dan bahan impor lainnya.

      Karena tahan lama dan awetnya, Peci M Iming sudah menjadi langganan pejabat dan tokoh nasional sejak di zaman Ir. Soekarno.

      Meski sudah tiada, usaha Peci M Iming tetap bertahan dan semakin berkembang. Usaha tersebut diwariskan ke dua cucu dari anak perempuannya.

      Dengan brand lokal yang sudah terkenal, usaha Peci M Iming berhasil dikembangkan. Usaha yang awalnya berskala kecil tersebut kini sudah semakin luas dengan tambahan karyawan.

      Peci M Iming memiliki sentra penjualannya sendiri yang kini sudah dikelola oleh generasi keempatnya, yaitu Ella HA Soedja’I, putri bungsu dari cucu pertama Mas Iming, M Hatta Adang Soedja’i.

      Toko pusat penjualan Peci M Iming berlokasi di Simpang Lima Bandung (Jalan Ahmad Yani). Toko tersebut mudah ditemukan karena berarsitektur bangunan lama yang lebih mencolok daripada toko-toko di sekitarnya.

      Dengan harga Rp 100.000 – Rp 220.000,-, Peci M Iming bisa memperoleh omzet lima puluh juta per hari setiap bulan Ramadhan.

       

      Keunggulan Peci M iming

       

       

      Jika disimpulkan, berikut adalah keunggulan Peci M Iming yang sudah melegenda di Kota Kembang:

      1. Produk lokal yang dibuat sejak 1912 oleh warga Bandung
      2. Dibuat dengan keahlian tangan yang ulet dan teliti atau hand made
      3. Kualitas terjamin dengan racekan (desain dasar dalam peci) yang tidak berubah sejak dulu dan berbahan baku kain impor yang bermutu
      4. Harga sesuai dengan kualitas Rp 100.000 – Rp 220.000,- (bisa berubah sewaktu-waktu)
      5. Tersedia dalam berbagai motif yang khas
      6. Dengan kualitas yang terpercaya, sudah menjadi langganan banyak orang hingga pejabat
      7. Sudah merambah hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

      Usaha Peci M Iming  adalah salah satu bisnis lokal yang mampu bertahan hingga seratus tahun lebih sejak dibuat. Proses dari membangun sebuah usaha lokal memang tidak mudah.

      Namun, siapa saja bisa meraih kesuksesan tanpa peduli dari mana dan melalui jalan mana ia memulai.

      Seperti Mas Iming, yang berasal dari keluarga bangsawan dan menantu dari pengusaha perhotelan di Bandung.

      Meski dari keluarga yang berada dan tidak perlu bersusah payah memulai usaha dari nol, ia tetap memilih jalan usahanya sendiri sesuai dengan minatnya.

      Ia tidak berpangku tangan atau malas dalam belajar. Enam tahun belajar membuat peci, mungkin waktu yang berlebihan menurut Anda. Namun, hasil dari usaha yang dilandasi dengan kesungguhan memang tidak pernah menipu.

       

      Innovasi Produk Peci M Iming

       

      Mas Iming sudah mengajarkan kepada kita melalui Peci M Iming bahwa untuk memulai sebuah usaha, Anda tidak boleh memandang remeh dan harus selalu bersungguh-sungguh.

      Tidak perlu menunggu memiliki modal besar atau ketersediaan peluang, namun belajarlah sesuai dengan keinginan dan minat Anda, lalu ciptakan peluang bisnis Anda sendiri. Jika Anda sudah beeniat dan bertekad, maka kesuksesan akan turut mendatangi Anda.

      Selain itu, untuk mempertahanan sebuah bisnis hingga seabad lamanya, bukanlah hal mudah. Bercontoh pada Peci M Iming, kuncinya adalah konsistensi dan inovasi.

      Sejak pembuatannya hingga saat ini, konsep dasar dan bahan baku Peci M Iming  tidak berubah, sehingga kualitasnya tetap terjamin.

      Inovasi produk pun dilakukan untuk menarik minat pembeli, seperti menciptakan ragam motif baru. Karena dua hal tersebut, pelanggan Peci M Iming tidak pernah berpindah tempat dan bahkan semakin bertambah hingga turun temurun.

       

      Channel Penjualan Produk M Iming

       

      Tertarik membeli Peci M Iming khas Bandung? Sekarang Anda tidak harus jauh-jauh ke Kota Bandung untuk mendapatkan Peci M Iming.

      Anda bisa mencari penjual atau penyedia jasa titip (jastip) pembelian Peci M Iming  secara online melalui google dengan kata kunci “Peci M Iming” atau di beberapa market place seperti tokopedia, lazada, hingga bukalapak.

      Namun, jika Anda ke Bandung, Anda patut mencoba datang langsung ke sentra  produksi dan penjualan Peci M Iming berikut ini.

       

      baca juga

      Minyak Gosok Cap Tawon

      BRAND Jamu Iboe

      Perjalanan 185 Brand Nasional Dan Internasional

      Butik M Iming

      Jalan Reog No. 3C Bandung

      Turangga, Bandung

      Telp. (022) 96058658/083874553894

       

      Perusahaan Peci M Iming

      Jalan PH. Hasan Mustapa (Jalan Suci) No. 51, Bandung

      Telp. (022) 72005777

       

      Toko Peci M Iming

      Jalan Pelajar Juang 45 No. 40, Bandung

      Telp. 083874553894

    • Minyak Gosok Cap Tawon

      Siapa bilang oleh-oleh khas hanya berupa makanan atau benda hias? Obat tradisional pun bisa menjadi okeh-oleh khas, misalnya minyak gosok. Anda pasti tidak asing dengan Minyak Gosok Cap Tawon yang berkhasiat meredakan nyeri, mengobati luka memar, hingga obat penyakit dalam. Salah satu minyak gosok lokal yang terkenal adalah Minyak Gosok Cap Tawon, yang saat ini sudah menjadi oleh-oleh khas Makassar.

       

      Banyak yang sudah berlangganan menggunakan Minyak Gosok Cap Tawon untuk pengobatan namun tidak tahu awal mula sejarahnya.

       

       

      Sebelumnya, jika Anda belum pernah menggunakan Minyak Gosok Cap Tawon, Anda perlu mengetahui kandungan di dalamnya serta khasiatnya untuk pengobatan.

       

      Minyak Gosok Cap Tawon adalah hasil dari campuran berbagai bahan herbal alami seperti bawang, cengkeh, daun lada, daun sirih, jahe, kunyit, lengkuas, minyak kayu putih, hingga minyak kelapa.

       

      Dengan mencampurkan bahan-bahan alami tersebut, membuat Minyak Gosok Cap Tawon diyakini memiliki berbagai khasiat di antaranya sebagai berikut:

      1. Mengobati keseleo, pegal-pegal, otot kaku, sakit pinggang dan punggung
      2. Mempermudah proses penyembuhan luka lebam/bengkak akibat pukulan atau benturan
      3. Mengobati luka bakar, luka khitan, hingga kulit lecet karena benda tajam
      4. Meredakan nyeri, sakit kepala, batuk-batuk, gatal karena gigitan serangga, sakit gigi, dan sariawan
      5. Mengobat berbagai penyakit seperti sakit pada tulang, kulit (bisul, kudis, kurap, panu), mual-mual, diare, rematik, masuk angin, sakit perut, hingga sesak napas
      6. Melancarkan sirkulasi darah untuk pemijatan/urut.

      Minyak Gosok Cap Tawon diproduksi dalam dua jenis, yakni minyak tutup merah dan minyak tutup putih. Khasiatnya sama namun yang membedakan adalah efek rasa panas ketika digunakan. Minyak tutup putih memberikan efek rasa panas yang lebih kuat dibandingkan minyak tutup merah, sehingga lebih cocok untuk pijat keseleo, hingga otot kaku karena pegal.

       

      Minyak Gosok Cap Tawon : Berawal dari Ramuan Keluarga hingga Berujung Bisnis untuk Dalam dan Luar Negeri

       

      Tahukah Anda, jika Minyak Gosok Cap Tawon merupakan produk lokal yang bertahan 100 tahun sejak diciptakan? Banyak orang yang menggunakan Minyak Gosok Cap Tawon, namun tidak banyak yang tahu sejarahnya. Minyak Gosok Cap Tawon adalah produk utama sebuah perusahaan bernama PT Tawon Jaya Makassar.

       

      Pembuatan minyak gosok yang dianggap sebagai minyak ajaib tersebut, berawal dari kerja keras seorang etnis Tionghoa bernama Lie A Liat, yang ingin membuat ramuan obat herbal untuk keluarganya. Ia juga terinspirasi karena melihat banyaknya warga asing yang singgah di Makassar yang lelah dari perjalanan jauh.

       

      Dengan peluang tersebut, ia membuka bisnis obat bernama To Boo Loeng pada 1912. Minyak gosok buatannya pun diberi merk Minyak To Boo Loeng.

      Sebelum terkenal, Minyak Gosok Cap Tawon hanya disebarluaskan di Makassar dan sekitarnya.

       

      Karena khasiatnya sudah dirasakan banyak orang dari dalam dan luar Sulawesi, Minyak Gosok Cap Tawon semakin menyebar luas hingga ke Jawa.

       

      Pada 1984, Minyak Gosok To Boo Loeng diubah namanya menjadi Minyak Gosok Cap Tawon sekaligus mengubah nama perusahaan bisnis obatnya menjadi PT Tawon Jaya Makassar yang kini sudah dikelola oleh tiga generasi Lie A Liat, yaitu Eddy Mattualy.

      Dilansir dari berita yang diterbitkan oleh kompas.com, Eddy Mattualy menjadi pewaris sekaligus pengelola bisnis obat turun temurun keluarganya sejak 1977. Banyak anggapan yang menyatakan bahwa sebuah bisnis lokal hanya mampu bertahan hingga generasi kedua.

      Namun, tidak bagi Eddy. Berbekal ilmu bisnis yang ia dapatkan selama berkuliah dan pengalaman yang diperoleh dari orang tuanya, ia berhasil mengembangkan perusahaan obat lokal tersebut. Selain itu, ia juga sudah dididik untuk turut memperhatikan usaha keluarga oleh orang tuanya sejak berusia enam tahun.

       

      Karena pengalaman pengelolaan perusahaan seperti berdagang, mengurus pabrik, hingga bekerja sama dengan kolega bisnis sudah ia dapatkan sejak kecil, tidak sulit baginya untuk mengaukms.or.id/l alih dan menyusun strategi mengembangkan bisnis perusahaan.

      Menurut Eddy, label “minyak gosok” yang identik dengan ia dan keluarga, tidak pernah membuatnya merasa diremehkan. Sebaliknya, ia dan keluarganya selalu merasa bangga karena minyak gosok keluarganya bermanfaat untuk mengobati orang lain dan  dengan produk lokal berhasil menjadi bagian dari identitas Makassar.

       

      Dengan keberhasilannya yang mematahkan asumsi generasi kedua adalah akhir kejayaan bisnis lokal di Indonesia, tidak membuat Eddy berpuas diri dan berhenti mengembangkan usahanya. Kini, ia sudah mempersiapkan anaknya, Yupic Mattualy, generasi keempat pewaris PT Tawon Jaya Makassar. Tentu ia berharap agar perusahaannya, terutama Minyak Gosok Cap Tawon bertahan hingga seratus tahun ke depan dan selamanya.

       

       

      Seiring waktu, Minyak Gosok Cap Tawon semakin dikenal oleh lebih banyak orang hingga menjadi oleh-oleh obat khas Makassar. Tidak hanya itu, Minyak Gosok Cap Tawon  sekarang sudah memiliki pelanggan di luar Indonesia, melalui ekspor produk ke Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang, Taiwan, Inggris, Belanda, hingga Amerika Serikat.

      Menyenangkan, bukan, ketika berhasil mempertahankan warisan bisnis keluarga? Sejatinya, tidak ada satupun bisnis bisa menghasilkan kepuasan yang menyenangkan tanpa kerja keras. Anda tidak bisa memberikan pernyataan sembarangan misalnya: “Gampang, ya.. Hanya perlu melanjutkan bisnis yang sudah berhasil”.

      Jika Anda ingin  meniru jejak Eddy Mattualy, Anda harus tahu bahwa mempertahankan sesuatu sebenarnya lebih sulit daripada memperolehnya.

       

      Sederhananya, seperti ketika Anda membeli sebuah televisi. Memang membeli televisi yang bagus, membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit. Namun, mempertahankan televisi untuk tetap dalam kondisi bagus lebih sulit lagi. Ketika rusak, Anda perlu tahu cara tepat memperbaikinya.

       

      Ketika kotor, Anda harus membersihkannya, dan berbagai masalah lainnya. Begitu pula dengan sebuah bisnis warisan turun temurun dalam sebuah keluarga.

      Eddy Mattualy membutuhkan lebih dari pengalaman yang didapatnya dari orang tua. Ia tetap berkuliah bisnis dan berusaha mengembangkan perusahaannya agar lebih maju lagi.

       

      Banyak bisnis lokal yang tergerus karena perkembangan zaman dan tidak adanya persiapan. Namun tidak bagi Eddy. Ia tetap berusaha mengembangkan perusahaan dengan turut mengikuti perkembangan zaman. Ia juga tidak hanya mengutamakan keuntungan pribadi, tetapi juga memperhatikan kualitas dan proses kerja pabrik dan karyawannya. Inilah yang menurutnya penting untuk dilakukan dalam menjaga bisnis warisan keluarga.

       

      BRAND Jamu Iboe

      BRAND Kecap Cap Orang Jual Sate

       

      Untuk menurunkan warisan bisnis keluarga juga tidak mudah. Bila Anda memiliki bisnis yang ingin Anda wariskan kepada anak Anda, siapkan diri dan anak Anda sedini mungkin.

       

      Utama dan pertama, Anda harus mendisiplinkan diri untuk tidak cepat berpuas diri ketika bisnis Anda sudah sukses dan dikenal banyak orang. Anda harus menyiapkan Anda dengan pengetahuan dan pengalaman, contohnya seperti Eddy Mattualy yang sudah mengajak Yupic (anaknya) ke pabrik sejak ia masih duduk di bangku SD.

      Meukms.or.id/asakan diri anak Anda untuk turut merasakan proses pengelolaan bisnis keluarga adalah hal penting. Juga tanamkan pada diri Anda dan anak Anda, bahwa kesuksesan yang tidak dijaga, hanya akan menjadi kegagalan di masa mendatang.

    • BRAND Jamu Iboe

      Di Indonesia tidak ada orang yang tidak mengenal istilah jamu atau bisnis jamu iboe tidak pernah sama sekali mengkonsumsi minuman yang katanya racikan bahan-bahan herbal yang memiliki banyak khasiat untuk tubuh. Jamu memiliki jenis dan produk yang berbeda setiap kemasannya sehingga khasiat yang diberikan pun pasti berbeda-beda.

       

      Ada jamu yang diracik untuk menyembuhkan penyakit tertentu, jamu untuk kesehatan dan menguatkan stamina agar lebih semangat untuk beraktivitas, dan ada pula jamu khusus hanya untuk minuman sehari-hari saja. Karena banyaknya manfaat yang dirasakan, membuat usaha jamu di Indonesia seolah memiliki pasar yang luas untuk dijalankan.

      Salah satu usaha bidang jamu yang kini sudah mulai membesar namanya ada bisnis jamu iboe yang sudah berdiri sejak tahun 1910 seorang ibu bernama Tan Swan Nio dan seorang anak Siem Tjiong Nio. Meski banyak orang yang memandang bisnis ini sebagai bisnis yang mustahil untuk berhasil alias dipandang sebelah mata, namun hal ini tidak menggoyangkan Tan untuk tetap mengembangkan bisnis ini.

      Buktinya keberhasilan bisnis jamu ini sudah berjalan waktu satu abad yang kini lebih dari 100 tahun lamanya berkiprah dan menghasilkan perkembangan yang besar dalam industri jamu di Indonesia. Meski terlihat begitu sederhana seolah berjalan dengan sangat mulus, ternyata banyak lika-liku yang dilewati sebelum mencapai titik terpuncak dan kesuksesan yang dijalani saat ini.

       

       

      Perjalanan Bisnis Jamu Iboe Hingga Mencapai Titik Paling Atas

      Sebuah bisnis tidak hanya membutuhkan konsistensi dalam menjalankan bisnisnya, akan tetapi berbagai macam inovasi produk atau pengembangan eksternal perusahaan juga harus menjadi perhatian penting. Usaha jamu iboe ini sudah menerapkan berbagai inovasi produk, perbaikan yang berkelanjutan, hingga adaptasi dengan berbagai referensi untuk usaha yang sejenis lainnya.

      Karena jika suatu produk hanya tidak adanya perubahan baik dari aspek pemasaran maupun internal usaha, maka lama-kelamaan akan dipastikan kalah saing dengan pesaingnya. Karena jaman terus berkembang sehingga pihak perusahaan harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

      Pihak perusahaan atau bisnis jamu iboe ini terus konsisten dalam mengelola perusahaan bersama dengan para karyawannya, sehingga hasil yang diperoleh saat ini menjadi bukti dari usaha yang dijalankannya. Usaha yang kini sudah menjadi PT Jamu Iboe Jaya ini membocorkan kunci atau tips yang bisa diterapkan agar usaha yang dijalankan bisa menjadi sukses yakni produksi, promosi, dan pemasaran yang harus dilakukan secara inovatif, fokus, konsisten, dan kreatif.

      Karena berperan sebagai salah satu produsen yang fokus menciptakan produk yang berkualitas, pihak nya sangat memfokuskan pada pemilihan dan penjagaan mutu untuk hasil produksi jamu tersebut. Selama lebih dari seratus tahun belakang, hal ini lah yang menjadi fokus mereka sehingga lahir lah produk jamu yang memiliki kualitas dan standard tinggi sehingga aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja.

       

       

      Menyesuaikan Inovasi Produk Dengan Perkembangan Era

      Untuk usaha yang memang terbilang hanya mampu menyaingi pasar lokal memang menjadi tantangan tersendiri bagi pihak jamu iboe dalam berusaha untuk terus bisa beradaptasi dari era ke era maupun dari generasi ke generasi. Terus mengawasi dan mengetahui apa saja perubahan yang terjadi di masyarakat memang menjadi hal penting yang harus diketahui sehingga nantinya proses produksi pada bisnis tersebut bisa disesuaikan.

      Di awal tahun 2011 lalu, jamu iboe ini mengembangkan konsep usahanya menjadi konsep counter atau kios jamu bar, dengan istilah lain juga dikenal dengan nama Iboe Herbal Bar. Bar ini hadir di beberapa titik dan tempat umum seperti mall, foodcourt, hingga tempat wisata sebagai langkah penerapan regenarasi konsumen.

      Jika dulunya packaging dari produk jamu ini cukup simple dan sederhana, sekarang sudah diproduksi dengan tampilan yang jauh lebih modern dan berhasil menjadi channel distribusi baru. Proses pemasaran pun lebih menekankan komunikasi dengan konsumen terutama para pelanggan tetap agar semakin tertarik dengan produk jamu iboe ini.

      Tampilan Menarik dan Variasi Rasa Jamu Iboe

      Saat anda membayangkan jamu yang disajikan pada botol kaca atau gelas plastik, pasti saat melihatnya saja sudah membayangkan rasa pahit dan tidak enak saat nanti meminumnya. Namun hal ini berbeda dengan jamu iboe, karena perkembangan inovasinya kini sudah disajikan dalam bentuk varian range produk yang tetap mementingkan tingkat kesehatan saat dikonsumsi oleh konsumen.

      Anda bisa mendapatkan varian rasa jahe, temulawak, rosella, aloe vera, alang-alang, beras kencur, hingga kulit manggis yang terkenal dengan berbagai macam khasiat nya. Selain tersedia untuk solusi berbagai macam kebutuhan orang dewasa, jamu iboe kini juga sudah tersedia untuk produk anak-anak yang diberi nama “Anak Iboe” dengan rasa dan sensasi yang sangat segar saat diminum.

      Peluncuran produk ini diharapkan mampu membuat anak muda menjadi tertarik untuk mencoba minuman kesehatan tradisional dengan tingkat risiko buruk yang lebih minim dibandingkan obat kimia yang anda temukan selama ini. Bisnis jamu iboe ini sedang berusaha untuk menemukan lokal partner sebagai distributor yang mampu memasarkan produk jamu ini hingga tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

       

      baca juga

      BRAND Kecap Cap Orang Jual Sate

      Perjalanan 185 Brand Nasional Dan Internasional

       

      Daripada anda harus meracik sendiri berbagai jenis jamu yang dibutuhkan dan sulitnya mendapatkan bahan baku, akan lebih baik dan praktis jika mengkonsumsi bentuk jamu yang praktis ini. Untuk stock nya pun bisa anda simpan di kulkas, saat ingin dikonsumsi cukup langsung mengaukms.or.id/l apa yang sudah ada tanpa harus menunggu hari besok untuk membeli yang baru.