Indo Latifa: Cicinggo, Abon, dan Camilan Lokal dari Labuan Bajo

DIREKTORI UKM · PROFIL ENTITY
FormatProfil Entity
Diperbarui21 October 2026
Waktu baca5 menit
KonteksSumber publik

Indo Latifa adalah usaha makanan ringan dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Profil Karya Kreatif Indonesia menyebut usaha berdiri pada 2015 dan memiliki sekitar 12 produk. Katalog menampilkan Cicinggo, jagung marning, abon ikan tuna, kacang keriting, kacang sembunyi, keripik keladi, kue kurma, stik daun kelor, serta stik kopi gula Manggarai.

Identitas usaha dan lokasi

KKI mencantumkan Jalan Soekarno Hatta, Kampung Tengah dan nama Indo Mase sebagai kontak. Penelitian desain Universitas Negeri Makassar menempatkan usaha Indo Latifa di Kampung Tengah, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian tersebut menyebut Ibu Indo Latifa sebagai inisiator usaha abon jantung pisang.

Tahun mulai yang muncul dalam sumber berbeda. KKI menyebut 2015, sedangkan penelitian berbasis wawancara Juni 2019 menyebut usaha abon jantung pisang dimulai pada 2016. Perbedaan ini dapat berarti usaha umum berjalan lebih dulu sebelum produk tertentu diluncurkan. Halaman ini menggunakan 2015 sebagai tahun usaha menurut KKI dan mencatat 2016 khusus untuk abon jantung pisang berdasarkan penelitian.

Cicinggo sebagai produk identitas

Cicinggo merupakan salah satu produk yang paling khas dalam katalog. Listing KKI menyebutnya sebagai kue berbahan kacang tanah yang berasal dari Labuan Bajo atau Manggarai Barat. Varian kopi menggunakan tepung terigu, kacang sangrai halus, susu bubuk, gula, minyak goreng, dan bubuk kopi. Berat contoh pada katalog adalah 200 gram.

Nama produk lokal memberi diferensiasi, tetapi komposisi lengkap tetap harus mengikuti label. Katalog mencantumkan bahan ringkas dan tidak selalu memuat bahan tambahan, persentase, alergen, atau informasi gizi. Kacang tanah, susu, terigu, dan telur pada beberapa produk merupakan alergen yang perlu dinyatakan jelas.

Abon ikan dan abon jantung pisang

KKI menampilkan abon ikan tuna varian original dan pedas dengan contoh berat bersih 100 gram. Bahan yang ditulis antara lain ikan laut, cabai, bawang merah, bawang putih, rempah, garam, dan gula. Istilah ikan laut sebaiknya diperjelas pada label menjadi spesies yang digunakan bila produk dipasarkan sebagai tuna.

Penelitian Universitas Negeri Makassar membahas abon jantung pisang Indo Latifa sebagai produk khas Labuan Bajo. Produk berbasis nabati ini muncul dari upaya memanfaatkan potensi lokal dan membedakan abon dari bentuk yang biasanya berbahan daging atau ikan. Status produk tersebut pada katalog 2026 tidak terlihat jelas, sehingga halaman ini tidak menyatakan masih tersedia tanpa konfirmasi.

Keripik keladi, kelor, dan bahan lokal

Keripik keladi pada KKI menggunakan talas, bumbu, dan garam, dengan contoh berat 125 gram. Deskripsi katalog menyebut istilah lokal tekko. Stik daun kelor menggunakan tepung terigu, maizena, gula, susu bubuk, daun kelor, lada, penyedap, dan bawang putih. Stik kopi gula Manggarai menunjukkan upaya memasukkan identitas bahan daerah ke makanan ringan.

Penggunaan kelor atau kopi tidak otomatis memberi manfaat kesehatan khusus. Klaim gizi harus didasarkan pada kandungan produk akhir dan takaran saji, bukan reputasi bahan mentah. Proses penggorengan, penambahan gula, garam, serta susu juga perlu dipertimbangkan saat membaca nilai gizi.

Jejak pembinaan dan keamanan pangan

Laporan Tahunan Loka POM Kabupaten Manggarai Barat 2021 mencantumkan Indo Latifa dalam daftar UMK yang mendapat tahapan sosialisasi atau pendampingan untuk produk seperti stik daun kelor, kacang keriting, dan roti. Catatan tersebut menunjukkan jejak pembinaan, tetapi tidak otomatis membuktikan semua produk telah memiliki izin edar tertentu.

Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores pada 2019 juga memasukkan Indo Latifa Oleh-Oleh Khas Komodo dalam workshop digitalisasi UKM. Ini mendukung keberadaan usaha di ekosistem UMKM pariwisata Labuan Bajo. Status izin, sertifikat halal, dan hasil pemeriksaan fasilitas tetap harus diverifikasi pada dokumen terbaru.

Mutu, penyimpanan, dan alergen

Produk kering seperti kacang, keripik, stik, dan abon rentan terhadap kelembapan, oksidasi minyak, serta kerusakan kemasan. Konsumen perlu memeriksa segel, tanggal kedaluwarsa, bau tengik, perubahan warna, dan kondisi fisik. Produk berbasis ikan membutuhkan perhatian tambahan terhadap kebersihan bahan serta ketertelusuran.

Kacang, susu, telur, terigu, ikan, dan kemungkinan kedelai harus dikelola sebagai alergen. Produk yang dibuat di fasilitas yang sama berpotensi mengalami kontaminasi silang. Sumber publik belum menjelaskan sistem pemisahan lini produksi atau prosedur allergen control.

Pasar oleh-oleh Labuan Bajo

Lokasi di Labuan Bajo memberi peluang pasar wisatawan selain konsumen lokal. Produk kering relatif mudah dibawa sebagai oleh-oleh bila kemasannya kuat dan memenuhi ketentuan transportasi. Namun, permintaan wisata dapat berubah menurut musim, penerbangan, dan pola kunjungan.

Penjualan digital melalui Instagram, Tokopedia, dan WhatsApp memperluas akses di luar destinasi. Calon reseller perlu meminta daftar produk terbaru, minimum order, umur simpan, harga grosir, dan prosedur pengiriman. Harga KKI tidak boleh dianggap sebagai harga permanen.

Keunikan yang dapat diverifikasi

Keunikan Indo Latifa berada pada ragam camilan yang membawa konteks Labuan Bajo dan Manggarai Barat, terutama Cicinggo, produk keladi, kelor, kopi, serta riwayat abon jantung pisang. Lokasi, tahun usaha, dan portofolio didukung beberapa sumber. Legalitas per produk dan kapasitas belum dapat dipastikan.

Dalam Direktory UKM UKMS, Indo Latifa dapat dibaca bersama IKM Putri, Ilhamumtaza, dan Ibib Food untuk membandingkan makanan ringan khas daerah.

Risiko informasi dan hal yang perlu diverifikasi

  • Nama legal operator, izin usaha, merek, dan klasifikasi skala terkini.
  • Status produk abon jantung pisang serta daftar SKU aktif.
  • Nomor izin edar, sertifikat halal, label, komposisi, dan informasi gizi.
  • Fasilitas produksi, kontrol alergen, kapasitas, dan ketertelusuran bahan.
  • Harga, stok, marketplace, serta jaringan oleh-oleh terbaru.

Kesimpulan netral

Indo Latifa memiliki jejak yang cukup kuat sebagai usaha makanan ringan Labuan Bajo sejak 2015. KKI, riset akademik, BOPLBF, dan laporan BPOM daerah mendukung lokasi, ragam produk, dan aktivitas pembinaan. Perbedaan tahun antara usaha umum dan produk tertentu perlu dipertahankan sebagai catatan. Due diligence izin dan label tetap diperlukan.

Sumber, tanggal pemeriksaan, dan jalur koreksi

Sumber diperiksa pada 7 Agustus 2026 WIB: Karya Kreatif Indonesia, Universitas Negeri Makassar, BOP Labuan Bajo Flores, Loka POM Manggarai Barat, dan Instagram Indo Latifa. Koreksi dapat diajukan melalui halaman kontak UKMS.

Konteks dan entitas terkait

Indo Latifa tercatat dalam Direktory UKM UKMS.OR.ID. Untuk konteks pengelompokan data, pembaca juga dapat melihat Entity UKM, membandingkan klasifikasi melalui Direktory Brand dan Direktory Franchise, serta mengajukan koreksi melalui kanal koreksi UKMS. Tautan lintas direktori ini bersifat navigasional dan tidak menyatakan afiliasi bisnis.

Entitas UKM yang dapat dibaca sebagai konteks tematik: Industri Kelapa Kampung; Intan Kencana (Kencana Syrup); Ilhamumtaza. Nama tetap ditampilkan meskipun halaman terkait belum tersedia untuk publik; tautan aktif hanya diberikan ketika halaman tujuan sudah live.

Scroll to Top