Coklat nDalem

ukms.or.idRingkasan Cepat

  • Jenis bisnis: Produk cokelat lokal berbasis budaya
  • Modal awal: Rp50 juta
  • Tantangan utama: diferensiasi produk & distribusi awal
  • Strategi kunci: positioning budaya lokal + multi-channel distribusi (ritel & reseller)
  • Hasil: omzet ±Rp500 juta per tahun dengan 12 pegawai

Pelajaran Bisnis

Apa yang bikin bisnis ini bertahan

  • Diferensiasi kuat melalui narasi budaya lokal, bukan sekadar rasa cokelat.
  • Produk tidak dijual sebagai “cokelat biasa”, tapi sebagai souvenir dan cerita.

Kesalahan fatal di tahun pertama

  • Tidak disebutkan eksplisit, namun risiko awal terlihat pada ketergantungan produksi rumahan yang membatasi skala.

Strategi yang ternyata tidak efektif

  • Model penjualan tunggal tidak dipilih; sejak awal Meika menghindari eksklusivitas satu channel agar distribusi tidak tersendat.

Titik balik pertumbuhan

Masuknya produk ke ritel modern nasional (Carrefour, Hypermart, Kem Chicks, Alun-Alun) menjadi titik validasi pasar dan percepatan skala.

Satu lagi product cokelat lokal yang berhasil menembus ketatnya pasar jajanan serta kuliner.

Saya yang juga pengagum cokelat pasti begitu senang mendengar ada product cokelat lokal yang dapat berhasil. Kesempatan ini Yogyakarta jadi kota asal kota cerita cokelat berhasil itu.

Cokelat nDalem yaitu nama cokelat yang dimulai Asri Meikawati Hazim (Meika Hazim) dengan modal awal Rp. 50 juta serta saat ini sudah berhasil mencapai omzet 1/2 miliar per tahun

Dengan mengaukms.or.id/l semangat pahlawan pada peristiwa momen serangan umum 1 Maret, cokelat nDalem dirilis pada 1 Maret 2013. Lantas seperti apakah cerita Meika Hazim serta sang suami Wednes Aria Yudha dalam mempopulerkan cokelat nDalem ini? Tersebut penjelasannya.
Di balik Nama Cokelat nDalem

Nama Cokelat nDalem memanglah tampak unik. Nama yang diaukms.or.id/l oleh Meika Hazim ini datang dari Bhs Jawa yang mempunyai arti tempat tinggal sebagai tempat kembalinya hati seorang serta tempat yang bakal jadikan seorang terasa nyaman.

Cokelat nDalem sendiri memanglah di buat serta di produksi Meika di satu tempat tinggal dengan filosofi yang sepenuh hati, sebagai satu sinyal hati untuk beberapa orang yang dekat di hati.

Cokelat nDalem di buat dari cokelat blok yang dipesan Meika dengan cara spesial sesuai sama resepnya di pabrik cokelat di Tanggerang. Terkecuali cokelat blok, bahan lain dari coklet nDalem yaitu ekstrak tanaman herbal serta biji kopi Arabica dari 6 daerah penghasil kopi Indonesia.
Pembuatan cokelat nDalem sendiri cukup simpel lewat cara melelehkan cokelat blok dengan mesin peleleh cokelat. Cokelat yang sudah meleleh lalu di berikan ekstrak atau irisan biji kopi Arabica serta di bikin dan didiamkan hingga dingin untuk setelah itu di beri packaging serta di pasarkan.

Bisnis Coklat ndalem Mengusung Rencana Unik Budaya Lokal

Terkecuali mempunyai nama yang unik, cokelat nDalem juga mempunyai rencana product yang menarik. Hal semacam ini karena cokelat nDalem di buat dengan mengangkat budaya lokal serta cita rasa khas Indonesia. Di setiap paket cokelatnya, Meika menghidangkan beragam narasi rakyat khas Indonesia. Design produknya juga kental dengan budaya lokal, terutama Jawa.

Rencana budaya lokal cokelat nDalem sendiri bisa tampak dari beragam varian cokelat serta paket uniknya, seperti lini rasa pedas yakni cabai, jahe serta mint yang memakai dekorasi wayang kartun yang miliki persamaan ciri-ciri langkah bicara tokoh itu yang pedas di telinga seperti Bima, Wisanggeni serta Gatotkaca.

Ada lagi lini rasa classic yakni dark chocolate, extra dark serta less sugar dark chocolate yang memakai paket berhiaskan motif batik pernikahan ala Jogjakarta Sido Mukti, Truntum serta Sido Asih. Varian lain dari cokelat nDalem yaitu lini rasa rempahnesia yang terbagi dalam cengkeh, kayumanis serta sereh. Ada pula lini rasa wedangan yang berbentuk wedang ronde, wedang uwuh serta wedang bajigur. Yang paling baru dari cokelat nDalem yaitu Kopinesia yakni varian cokelat dengan isian biji kopi Arabica dari enam daerah penghasil kopi paling baik di Indonesia.

baca juga

Usaha Pemasaran Cokelat nDalem

Dalam pasarkan cokelat nDalem, Meika mengaplikasikan pengetahuan yang sudah didapatkannya sepanjang kuliah Kampus Gadjah Mada (UGM). Dengan pengetahuan itu, Cokelat nDalem sudah berhasil terdistribusi di semua lokasi Yogjakarta sampai sebagian beberapa kota tidak kecil di Jawa serta luar Jawa.

Terkecuali pasarkan dengan sebagian toko offline-nya, Meika juga bekerja bersama dengan beberapa partner-partner distribusi seperti Carrefour, Hypermart, Kem Chicks Pacific Place serta Alun-Alun di Grand Indonesia dan sebagian toko yang lain. Tidak cuma toko, cokelat nDalem juga didistribusikan pada gerai penjualan oleh-oleh di Yogyakarta, perusahaan-perusahaan sampai hotel.

Untuk memperluas jangkauan distribusinya, Meika juga tak buka diri untuk siapa saja yang menginginkan jadi reseller. Dengan prasyarat serta ketetapan spesifik, Meika tak membanderol harga jual cokelat nDalem yang di jual #reseller pada customer. Meika memberi kebebasan untuk mereka untuk memastikan harga jual seperti yang sudah diputuskan pada reseller di Jaukms.or.id/ serta Lombok.

Omzet serta Produksi Cokelat nDalem

Dengan jumlah 12 pegawai, tempat tinggal produksi cokelat nDalem dapat menghasilkan sekitaran 500 kg cokelat dalam sebulan atau sekitaran 235 cokelat paket tidak kecil atau sekitaran 400 cokelat paket tidak besar /hari. Dengan kisaran harga Rp 12. 000, – untuk ukuran cokelat 50 Gr serta Rp 18. 000, – untuk ukuran 85Gram, Meika dapat memperoleh omzet beberapa puluh sampai beberapa ratus juta rupiah per bln. dari usaha cokelat citarasa Indonesia ini. Bisnis Coklat Legendaris  Khas Yogyakarta


Mini Q&A (Kasus Ini)

Q: Berapa modal realistis memulai bisnis cokelat seperti ini?
A: Berdasarkan kasus Cokelat nDalem, Rp50 juta cukup untuk memulai produksi skala kecil dengan catatan produksi masih terpusat dan varian produk terbatas.

Q: Apa risiko terbesar di fase awal bisnis ini?
A: Risiko utama ada pada distribusi dan konsistensi kualitas, terutama karena produksi masih dilakukan di rumah dengan tim terbatas.

Q: Apakah model bisnis berbasis budaya lokal masih relevan di 2026?
A: Ya, selama narasi budaya tidak bersifat gimmick dan tetap diiringi kualitas produk serta distribusi yang profesional.

Q: Indikator paling cepat untuk menilai bisnis ini sehat atau tidak?
A: Kemampuan masuk dan bertahan di ritel modern, karena ini langsung menguji kualitas produk, pasokan, dan penerimaan pasar.

Contextual Classification

Kasus ini diklasifikasikan sebagai bisnis skala kecil–menengah pada tahap growth, dengan model B2C. Channel utama meliputi toko offline, ritel modern, gerai oleh-oleh, dan reseller. Sumber pertumbuhan dominan berasal dari distribusi multi-channel dan positioning produk sebagai oleh-oleh khas budaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top