Industri Rumput Laut Sentuhan Marketing Diperlukan

ukms.or.id – Industri Rumput Laut Sentuhan Marketing Diperlukan, Indonesia mulai serius menggarap rumput laut sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan. Guna meningkatkan produksi dan nilai tambah, pemerintah terus mendorong diversifikasi produk rumput laut. Sentuhan marketing diperlukan.


Upaya yang dilakukan pemerintah mendorong nilai tambah dan peningkatan ekspor rumput laut dilakukan dengan mengubah komoditas ini tak hanya menjadi bahan dasar industri makanan. Namun, kandungan yang terkandung dalam rumput laut bisa digunakan sebagai bahan baku minyak mentah Sama halnya seperti komoditas sawit, dengan wilayah perairan yang begitu besar bukan mustahil indonesia menjadi negara adidaya produsen minyak mentah.


Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kamaritiman dan investasi menuturkan, cara tersebut dilakukan lantaran besamya potensi pengembangan rumput laut yang ada di Indonesia. Dengan kondisi perairan tropis yang dimiliki Indonesia menjadi habitat yang cocok untuk budidaya rumput laut, termasuk pengolahan industrinya. Tercatat pada tahun 2022 Indonesia menjadi negara produsen rumput laut terbesar di dunia dengan total produksi mencapai 9,3 juta ton

“Indonesia memiliki komitmen kuat dalam optimal potensi kelautan untuk mendorong terwujudnya blue economy. Salah satu potensi terbesar adalah pendayagunaan rumput laut. Komoditas ini merupakan blue natural capital yang sangat strategis untuk dikembangkan karena termasuk sektor yang padat karya dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasisi,” kata Luhut


Mengacu pada data tahun 2021, komposisi ekspor rumput laut Indonesia masih didominasi oleh bahan baku rumput laut kering sebesar 65%. Sedangkan sisanya sebanyak 35% berupa rumput laut olahan yang bemila tambah.

Industri Rumput Laut Sentuhan Marketing Diperlukan
Industri Rumput Laut Sentuhan Marketing Diperlukan

Secara keseluruhan, nilai ekspor rumput laut mencapai sekitar 6% dari total ekspor produk perikanan nasional, dengan penguasaan pangsa pasar dunia baru sekitar 12% saja. Untuk dapat meningkatkan kapasitas Industri pengolahan rumput laut serta mendukung industrialisasi rumput laut dan hulu ke hilir, diperlukan dukungan dari berbagai pihak ini dilakukan mulai dari industri rumput laut yang perlu meningkatkan nilai tambah dan daya saing, hingga pemerintah yang perlu mendesain dan mengidentifikasi langkah-langkah kebijakan untuk mempercepat upaya tersebut.

Terlebih, rumput laut dapat memainkan peran besar dalam adaptasi perubahan iklim dengan menyerap emisi karbon, meregenerasi ekosistem laut, dan sebagai bahan biofuel serta plastik biodegradable

Di sisi lain, Luhut mendorong untuk produksi dan budidaya rumput laut juga dilakukan dengan ramah lingkungan. Penggunaan bahan-bahan yang tidak bisa terurai harus segera dikurangi. “Kurangi penggunaan botol-botol plastik sebagai pelampung, terapkan makanisasi dalam hal pamananan dan penyortiran benih, kembangkan kebun bibit rumput laut secara merata di sentra-sentra budidaya Dan, gunakan teknologi sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi,” pungkasnya


Jenis Rumput Laut RI


Berdasarkan data kajian Indonesia Eximbank Institute (EB), mayoritas rumput laut asal indonesia yang diekspor keluar negeri merupakan jenis eucheuma cotton Jenis ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karagenan Jenis rumput laut lain yang mampu menghasilkan devisa dan kegiatan ekspor adalah graciaria sp.


Rini Satriani, Kepala Divisi IEB Institute Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menuturkan, secara keseluruhan rumput laut jenis eucheuma cotton berkontribusi terhadap ekspor dengan persentase 71,50% Sedangkan jenis graciania sp berkontribusi sebesar 11,89% Umumnya, hasil budi daya rumput laut jenis ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan agar-agar.

baca juga


    “Meskipun kinerja pengiriman komoditas tersebut ke luar negeri pada 2020 sempat mengalami penurunan, Indonesia mampu menempati peringkat kedua sebagai negara eksportir rumput laut terbesar di dunia. Hal itu juga membuktikan bahwa komoditas asal Indonesia mempunya daya saing baik,” kata dia.


    Sulawesi Selatan dan Jawa Timur merupakan penghasil terbesar hasil budidaya rumput laut Tanah Air, yang mampu bersaing menembus pasar regional hingga global Berdasarkan fakta tersebut, LPE juga telah merasmikan Desa Devisa penghasil rumput laut yang berlokasi di desa Kupang, Sidoarjo, Jawa Timur.


    “Sulawesi Selatan menjadi penghasil terbanyak dengan kontribusi sebesar 47,96% dari total produksi yang dihasilkan secara nasional. Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan sumbangsih sekitar 26,0%,” ujar Rin

    Leave a Reply