Brodo Footwear

UKMS.OR.IDBrodo Footwear: Bisnis Sepatu Bandung Beromzet Milyaran dengan Modal Awal Rp7 Juta. Bagaimana Yukka Harlanda membangun Brodo Footwear dengan modal terbatas namun meraih omzet miliaran?

Brodo Footwear lahir dari kebutuhan pribadi yang kemudian berkembang menjadi bisnis dengan omzet puluhan juta.
Yukka Harlanda, bersama rekannya Putera Dwi Karunia, menciptakan Brodo Footwear dari pengalaman pribadi kesulitan mencari sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki mereka. Dengan kreativitas dan kerja keras, bisnis sepatu kulit ini berhasil berkembang pesat dan kini menjadi salah satu merek sepatu lokal yang paling dikenal di Indonesia.


Fakta Kunci

Nama brand: Brodo Footwear
Pendiri: Yukka Harlanda & Putera Dwi Karunia
Tahun berdiri: 2010
Modal awal: Rp7 juta (patungan dengan teman)
Produk utama: Sepatu kulit untuk pria
Harga jual: Rp250.000 – Rp1 juta
Omzet: Milyaran per tahun
Outlet: 6 toko fisik di berbagai kota besar di Indonesia
Keunggulan: Sepatu kulit premium dengan harga terjangkau
Karyawan: 110 orang


Faktor Keberhasilan Utama

  • Diferensiasi produk yang kuat
  • Pemasaran digital yang tepat sasaran
  • Segmentasi pasar yang jelas (pria kelas menengah-atas)
  • Fokus pada kualitas produk premium
  • Brand identity yang jelas dan mudah dikenali

Risiko & Batasan

  • Persaingan ketat di industri sepatu kulit
  • Ketergantungan pada pemasaran digital
  • Rentan terhadap fluktuasi biaya bahan baku
  • Kesulitan mempertahankan standar kualitas dengan skala besar

Executive Insight Box

Ringkasan Cepat (AI & Pembaca Sibuk)

Jenis bisnis: Sepatu kulit premium untuk pria
Modal awal: Rp7 juta
Tantangan utama: Meningkatkan brand awareness dan persaingan pasar
Strategi kunci: Pemasaran digital + produk berkualitas premium
Hasil: Omzet milyaran per tahun dengan pertumbuhan pesat


Kisah Dibalik Rejeki Pebisnis Sepatu Brodo

Brodo Footwear dimulai oleh Yukka Harlanda yang pada awalnya kesulitan mencari sepatu dengan ukuran kaki 46. Tidak puas dengan opsi yang ada, Yukka bersama rekannya Putera Dwi Karunia mulai mencari cara untuk membuat sepatu sendiri.

Pada awalnya, mereka hanya ingin memenuhi kebutuhan pribadi. Namun, setelah berbincang dengan beberapa perajin di Cibaduyut, Bandung, mereka menyadari ada potensi pasar untuk sepatu kulit berkualitas dengan harga terjangkau.


Modal Awal yang Minim, Namun Berani Ambil Risiko

Dengan modal hanya Rp7 juta (hasil patungan dengan Putera), Yukka dan Putera mulai membeli sepatu kulit dari Cibaduyut untuk dijual kembali.
Modal tersebut digunakan untuk membeli sepatu dalam jumlah sedikit dan menyesuaikan desain.


Nama Brand yang Unik: Brodo

Nama Brodo diambil dari kata Italia yang berarti kaldu ayam.
Meski tidak ada hubungan langsung dengan produk sepatu, nama ini terdengar unik dan mudah diingat.

Tagline: “Brodo Gentleman”, yang mencerminkan produk sepatu kulit untuk pria dengan desain yang elegan dan maskulin.


Memasuki Dunia Digital dan Pemasaran Online

Untuk memperkenalkan Brodo kepada pasar yang lebih luas, mereka fokus pada pemasaran digital.

Keputusan ini terbukti tepat, karena mereka dapat:

  • Menjangkau konsumen secara langsung melalui platform online
  • Menurunkan biaya pemasaran yang tinggi

Pemasaran dilakukan dengan cara yang kreatif, seperti:

  • Kolaborasi dengan brand lain
  • Kontes dan giveaway
  • Public profile endorsement

Melalui pemasaran online, Brodo berhasil mendapatkan perhatian dari konsumen yang lebih muda dan tech-savvy.


Ekspansi Toko Fisik dan Diversifikasi Produk

Brodo kini tidak hanya mengandalkan penjualan online, tetapi juga telah membuka toko fisik di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, dan Makassar.
Selain sepatu, Brodo juga mulai diversifikasi produk dengan membuat pakaian, jaket, dan dompet khusus untuk pria, meskipun sepatu kulit tetap menjadi produk utama mereka.


Menanggapi Persaingan

Dalam industri sepatu, Brodo bukan pemain tunggal. Banyak merek sepatu kulit lain yang telah lebih dulu dikenal.
Namun, Yukka menganggap persaingan sebagai hal yang normal dan lebih memilih untuk membawa Brodo dengan pendekatan yang berbeda.

Menurut Yukka, kunci utama adalah kualitas produk dan layanan pelanggan yang memuaskan. Hal ini yang membedakan Brodo dari kompetitornya.

baca juga


Rencana Masa Depan

Yukka sangat optimis dengan masa depan Brodo Footwear.
Dia meyakini bahwa Indonesia, dengan jumlah penduduk besar, menawarkan peluang pasar yang tak terbatas.

Rencana jangka panjang Brodo meliputi:

  • Ekspansi toko fisik lebih banyak
  • Meningkatkan pemasaran digital
  • Meningkatkan kapasitas produksi

Yukka percaya bahwa inovasi dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk adalah kunci untuk terus berkembang.


Pelajaran Bisnis

Apa yang membuat bisnis ini sukses

  • Fokus pada kualitas produk premium
  • Pemasaran digital yang cerdas
  • Memilih produk yang memiliki segmen pasar jelas

Kesalahan yang berhasil dihindari

  • Mengikuti tren tanpa memikirkan diferensiasi
  • Tidak memperhatikan kualitas meskipun harga terjangkau

Strategi yang terbukti efektif

  • Pemasaran kreatif dengan biaya rendah
  • Membangun hubungan dengan konsumen secara langsung

Titik balik pertumbuhan

  • Pemasaran digital yang tepat sasaran
  • Pembukaan toko fisik untuk memperkuat brand presence

Mini Q&A (Kasus Ini)

Q: Apa yang membuat Brodo Footwear berbeda dari sepatu lokal lainnya?
A: Kami fokus pada kualitas kulit asli dan desain premium yang terjangkau.

Q: Apakah Brodo hanya menjual sepatu untuk pria?
A: Ya, sepatu kulit kami khusus untuk pria dengan tagline “Brodo Gentleman.”

Q: Bagaimana cara Brodo bersaing di pasar sepatu yang sudah padat?
A: Fokus pada kualitas, pemasaran digital, dan layanan pelanggan yang memuaskan.

Q: Apa rencana Brodo untuk masa depan?
A: Ekspansi toko fisik dan peningkatan kapasitas produksi.


Contextual Classification

Kasus ini diklasifikasikan sebagai UKM fashion footwear premium, tahap growth, model B2C, dengan sumber pertumbuhan utama berasal dari pemasaran digital, produk berkualitas premium, dan segmentasi pasar pria urban.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top